cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-
Sesampainya di dalam mobil kini Dimas dan Arofik segera menuju ke rumah sakit Harapan Bangsa tempat Azizah di rawat.
Sudah 2 hari Azizah di rawat di RS Harapan Bangsa karena tragedi kecelakaan yang di alaminya.
Di dalam ruang VIP tempat Azizah di rawat kini Azizah terlihat mondar-mandir menunggu kedatangan Arofik yang waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore dan Arofik belum datang menemuinya dan karena itulah Azizah merasa resah dan khawatir dengan kondisi Arofik.
Setelah beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dan tak lama masuklah 2 pria berbeda generasi, yaitu Dimas Anggara dan juga Arofik Diwangkara.
Azizah yang melihat kedatangan kedua orang tersebut merasa lega akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga.
" Adek kok lama sekali datangnya?" ucap Azizah sambil memeluk Arofik dengan erat
" Iya kak, tadi aku di ajak om Dimas ketemu teman kerjanya dulu di restoran yang bagus banget kak, aku di sana juga di kasih makanan yang enaaaaakkk banget namanya apa ya? Spaa... Spaa... spa apa ya kak? aku lupa" ucap Arofik sambil mengerutkan keningnya karena mengingat dengan keras
" Apa sih dek kakak juga gak tau, kamu kan tau sendiri kita gak pernah masuk ke yang namanya restoran paling mentok ya warteg itupun kalau kakak punya rezeki lebih kalau gak ya kakak masak sendiri" ucap Azizah sambil mengajak Arofik duduk di sofa
" Eghemm, saya gak di ajak duduk sekalian nih pegel loh kaki saya berdiri terus kayak patung selamat datang" ucap Dimas sambil menatap wajah Arofik dan Azizah bergantian
" Eh iya maaf mas sini silahkan duduk" ucap Azizah sambil menepuk sofa single di samping tempat duduknya
" Akhirnya saya bisa duduk dan selonjoran juga" gumam Dimas sambil meluruskan kakinya
Azizah yang mendengar gumaman Dimas seketika menoleh ke arahnya dan melihat Dimas yang sedang memijat sedikit kakinya.
Beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan pintu di depan kamarnya, Azizah sempat takut dan deg-degan karena takut yang datang adalah mama Casandra yang datang untuk mengambil surat kontrak yang telah di tanda tangani.
Setelah pintu terbuka Azizah nampak lega karena yang datang adalah OB yang bekerja di rumah sakit tersebut.
Tetapi perasaan lega Azizah seketika berubah menjadi syok dan tercengang ketika beberapa OB masuk dan membawa banyak sekali kantong belanja di setiap tangannya.
" Permisi pak ini mau di taruh dimana?" ucap salah satu OB
" Sudah taruh di atas meja sini saja, kalau gak muat taruh di bawah juga gak masalah" ucap Dimas sambil memainkan handphone-nya
Silih berganti para OB menaruh barang bawaannya di atas meja bahkan sampai ber jejer di atas lantai sangking banyaknya barang tersebut.
Melihat hal tersebut Azizah yang belum tersadar dari syok terapi yang di buat Dimas kini ditambah syok lagi karena Dimas mengatakan semua barang tersebut khusus di berikan kepadanya dan juga Arofik.
" Sudah jangan melotot gitu serem aku lihatnya sudah macam Kunti saja kau ini melotot sambil mulut mangap kek gitu" ucap Dimas Anggara sambil menatap wajah Azizah
" Maksut anda saya kayak Kunti gitu? Anda kira saya manusia jadi-jadian yang bisa berubah jadi demit kapan pun saya mau gitu? Kalau saya bisa berubah saya lebih memilih menjadi harimau biar saya telan anda sekalian, enak saja ngata-ngatain aku kayak gitu gak tau saja kalau saya ini anak tercantik almarhum orang tua saya" ucap Azizah sambil menatap wajah Dimas yang terlihat sangat menyebalkan di mata Azizah
" Ih kakak kebiasaan cerewet terus, bilang terimakasih dong ke om Dimas udah di kasih barang segini banyaknya bukannya terimakasih ini malah ngomel kayak emak-emak komplek depan gang" ucap Arofik yang malah membuat tanduk Azizah kini muncul 2 di atas kepalanya
" Iihhh kamu ini bukannya belain kakak malah menistakan" ucap Azizah sambil cemberut dan bersedekap dada
Hal tersebut tak luput dari pengawasan Dimas, bukannya ilfil melihat tingkah dan cerewetnya sih Azizah yang kata Arofik seperti emak-emak,tapi beda halnya di mata Dimas hal tersebut malah membuat pesona Azizah terlihat tambah cantik dan juga tambah imut dan menggemaskan.
" Heemm cantik" gumam Dimas sambil tersenyum menatap wajah Azizah yang cemberut
Azizah yang mendengar gumaman Dimas seketika menoleh ke arahnya dengan mengerutkan keningnya dan berkedip beberapa kali dan sesekali mengorek telinganya dengan jari untuk memperjelas pendengarannya.
" Mas Dimas bilang aku cantik?" tanya Azizah sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri
" He.em cantik banget" ucap Dimas sambil tersenyum menatap wajah Azizah
BLUSH.....
Azizah yang mendapat pujian seperti itu dari Dimas sekatika membuat Azizah salah tingkah dan tersenyum malu-malu dengan rona pipi kemerahan terlihat jelas di wajahnya.
" Acieeee kak zizah dan om Dimas pacaran acieeee" ucap Arofik sambil tersenyum dengan tangan menunjuk ke arah Azizah dan Dimas bergantian
Dimas dan Azizah yang mendengar ucapan Arofik sontak kembali tersadar dari ketertarikan keduanya, dan langsung menoleh ke arah Arofik secara bersamaan tapi dengan ekspresi yang berbeda.
Azizah dengan mata ziper tapi masih terlihat rona merah di pipi, sedangkan Dimas dengan raut wajah sumringah dan salah tingkah karena tidak sadar akan ketahuan perasaannya ke pada Azizah yang selama 2 hari ini mulai tumbuh rasa Sayange ehehee...
" Iihh sudah-sudah sekarang serius aku mau nanya ke mas Dimas, ini kenapa banyak banget barang belanjaan?? emang isinya apa saja?" ucap Azizah sambil memandang beberapa paperbag yang memenuhi di atas meja dan di lantai ruang rawat
" Itu semua isinya baju kamu dan Arofik" ucap Dimas sambil menatap Azizah
" Haaa?? Buat aku dan Arofik? Kok banyak banget, mas Dimas mau nyuruh aku buka toko pakaian atau gimana?" ucap Azizah sambil meraup wajahnya karena kesal sekaligus kagum dengan tingkah Dimas yang memborong pakaian
" Ya kan bisa buat ganti-ganti tiap hari, lagian baju-baju lama punya kamu dan Arofik sudah saya suruh tinggalkan di kontrakan yang sekarang sudah bukan lagi tempat tinggal kalian" ucap Dimas sambil menatap wajah cantik Azizah yang tak bisa mengalihkan pandangannya
" Maksut mas Dimas apa? Kok bukan lagi tempat tinggal aku dan Arofik?" tanya Azizah sambil mengerutkan keningnya
" Emmm.... Kak tadi kita sudah di usir sama Bu Sumi pemilik rumah kontrakan, katanya sudah ada yang mau ngontrak dan gak nunggak bayarnya gak kayak kita yang nunggak terus" ucap Arofik sambil menundukkan kepalanya
Deg....
Azizah di buat syok dengan kenyataan itu, karena rumah itu adalah rumah satu-satunya tempat mereka bernaung bahkan sejak kedua orang tuanya masih hidup mereka sudah tinggal di rumah tersebut.
Jika dia sudah di usir terus dia dan Arofik mau tinggal dimana?, apalagi sekarang kondisi kakinya masih sakit dan gerobak ciloknya juga sudah hancur akibat di kejadian di taman kota tempo hari.
Tess....
Air mata Azizah seketika mengalir tanpa bisa di tahan, teringat kenangan indah tentang suasana rumah yang hangat dengan canda tawa semasa orang tuanya masih hidup, dan teringat ketika orang tuannya terbujur kaku di antar ambulans ke rumah tersebut.
* Oh ayah ibu maafkan aku yang harus pergi dari rumah yang penuh kenangan tentang engkau, mungkin memang sudah takdirku dan Arofik bertemu dengan orang-orang baik seperti mas Dimas dan Tante Casandra, doakan aku dan Arofik agar kehidupan kami bisa jauh lebih baik dari sebelumnya* gumam Azizah dalam hati sambil memeluk tubuh Arofik dengan Isak tangis keduanya