NovelToon NovelToon
Luluh Ditangan Gadis Malam

Luluh Ditangan Gadis Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: daisysy

Pertemuan tak sengaja di sebuah klub malam antara seorang konglomerat dingin dan gadis malang yang terikat kontrak terlarang, memicu badai asmara, rahasia tersembunyi, serta ujian restu keluarga yang mengancam hubungan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon daisysy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Keluarga

Matahari siang bulan September memancarkan pendar hangat menembus dinding kaca antipeluru di koridor lantai empat Thorne Memorial Hospital—rumah sakit swasta termegah di pusat kota Amsterdam yang dibangun dan didanai penuh oleh imperium keluarga Thorne. Lorong tersebut tampak lengang, bersih, dan sangat tenang, jauh dari kesan rumah sakit umum yang bising dan penuh sesak. Di balik tirai pengamanan ketat yang dipasang oleh Markuz atas perintah Victor, dua orang pengawal berjas rapi berdiri siaga di sudut koridor, mengawasi setiap gerak-gerik orang yang lalu-lalang tanpa mencolok mata.

Freya Zivanka melangkah menyusuri koridor tersebut dengan langkah ringan namun hatinya berdegup kencang penuh antisipasi. Di sampingnya, Steven—sang adik remaja yang mengenakan jaket hoodie abu-abu—berjalan sambil memasukkan tangan ke dalam saku, menatap takjub kemegahan fasilitas medis kelas dunia tempat ibu mereka dirawat.

"Kak, kau yakin ini rumah sakit? Tempat ini terlihat lebih mirip lobi hotel bintang tujuh daripada tempat orang sakit," bisik Steven setengah kagum.

Freya tersenyum tipis, merapikan syal rajut di lehernya untuk menutupi sisa-sisa tanda kemerahan yang ditinggalkan Victor beberapa hari lalu. "Ini rumah sakit khusus, Steven. Victor... maksudku, fasilitas ini memang sangat eksklusif."

Mereka berhenti tepat di depan sebuah pintu kamar V.I.P. bernomor 402. Freya menarik napas dalam-dalam, meredakan debaran di dadanya, lalu mengetuk pintu kayu mahoni itu pelan sebelum memutar gagangnya.

Begitu pintu terbuka, aroma lembut minyak aromaterapi lavender dan bunga segar langsung menyapa indra penciuman mereka. Di atas ranjang rumah sakit berseprai putih bersih, seorang wanita paruh baya berwajah pucat namun tetap memancarkan keanggunan sedang duduk bersandar pada bantal empuk.

Amartha Zivanka. Ibu kandung mereka.

Seketika itu juga, pertahanan diri Freya runtuh. Melihat wanita yang melahirkannya kini duduk dengan wajah yang jauh lebih segar, pipi yang mulai merona sehat, dan senyuman tulus menyambut mereka, air mata haru langsung tumpah membasahi pipi Freya.

"Mama!" seru Freya tertahan.

Ia berlari kecil menghambur ke arah ranjang, langsung memeluk tubuh Amartha dengan erat seolah takut wanita itu akan menghilang jika ia melepaskannya barang sedetik saja. Isak tangis bahagia pecah di pelukan sang ibu, bahunya bergetar hebat. Steven yang menyusul di belakang langsung ikut merengkuh tubuh ibu dan kakaknya, memeluk mereka berdua dengan mata berkaca-kaca.

"Ya Tuhan... Mama... Mama sudah jauh lebih sehat," ucap Freya di sela-sela tangisnya, menciumi tangan Amartha yang terpasang selang infus tipis. "Aku sangat merindukanmu, Maa. Selama ini aku begitu cemas..."

Amartha membelai rambut hitam kecoklatan putrinya dengan penuh kasih sayang, sementara tangan kirinya merangkul pundak Steven. Senyuman lembut terukir di bibir wanita paruh baya itu, meski ada sorot mata sendu dan keraguan mendalam yang tersembunyi di balik binar matanya.

"Mama baik-baik saja, anakku sayang," bisik Amartha dengan suara serak namun hangat. "Berkat bantuan pengobatan dari luar negeri yang luar biasa ini... dan tentu saja, berkat seseorang yang menyelamatkan hidup kita. Mami tahu kau berkorban banyak hal demi kesembuhanku, Freya."

Mereka menghabiskan waktu beberapa puluh menit dalam kehangatan keluarga yang sudah lama hilang. Freya menceritakan bagaimana ia tinggal di penthouse, bagaimana Steven datang menemaninya selama dua hari terakhir, dan bagaimana kesehariannya berjalan. Namun, Freya dengan sengaja menyembunyikan detail mengenai kontrak transaksional dan hubungannya dengan Victor Thorne, tidak ingin membebani pikiran sang ibu dengan beban moral yang berat.

Namun, di tengah gelak tawa kecil dan cerita ringan itu, ekspresi wajah Amartha perlahan berubah menjadi serius. Wanita itu menatap kedua anaknya bergantian, lalu menghela napas panjang seolah ada batu besar yang selama ini menghimpit dadanya dan harus segera ia lepaskan hari ini juga.

Amartha melepaskan pelukan tangannya perlahan, menatap lurus ke dalam mata Freya dengan sorot penuh keseriusan yang membuat suasana kamar mendadak menjadi hening.

"Freya, Steven... ada hal penting yang harus Mama ceritakan kepada kalian," ucap Amartha dengan suara bergetar pelan. "Sesuatu yang selama bertahun-tahun Mama simpan rapat-rapat demi keselamatan kita bertiga."

Freya mengerutkan keningnya, menghapus sisa air mata di pipinya. "Cerita apa, Maa? Apakah ada hal buruk yang terjadi?"

Amartha menggeleng pelan, menggenggam tangan Freya erat-erat di atas selimut. "Bukan hal buruk... tapi sebuah kebenaran tentang ayah kalian. Selama ini, Mama selalu mengatakan kepada kalian bahwa papa kalian telah tiada, bahwa dia meninggalkan kita untuk selama-lamanya."

Jantung Freya seolah berhenti berdetak sesaat. Napasnya tercekat di tenggorokan. "Papa...? Maksud Mama... Papa masih hidup?"

Steven membelalakkan matanya, menatap sang ibu dengan sejuta tanda tanya besar menghiasi wajah remajanya. "Mama serius? Papa tidak mati? Dimana dia selama ini?!"

Amartha mengangguk perlahan, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "Ya, sayang... Papa kalian masih hidup. Dia tidak pernah berniat meninggalkan kita atas dasar kemauannya sendiri. Belas tahun lalu, saat badai ancaman dari dunia bisnis maritim yang kejam menghantam keluarga kita, nyawa kalian berdua berada di ujung tanduk. Para musuh mengincar kita sebagai sandera untuk menekan papa kalian."

Amartha menundukkan kepalanya, suara wanita itu hampir tenggelam dalam isak tertahan. "Demi menyelamatkan nyawa Mama nyawa Freya, dan nyawa Steven yang masih kecil waktu itu, papa kalian mengambil keputusan paling menyakitkan di dunia. Dia pergi meninggalkan kita secara terpaksa, memutus seluruh komunikasi, dan menyembunyikan identitasnya agar para musuh mengira dia sudah tidak memiliki keluarga lagi. Dia hidup dalam pelarian dan pencarian rahasia, berusaha membasmi musuh-musuh itu satu persatu agar suatu saat ia bisa kembali memeluk kita dengan aman."

Freya tertegun, tubuhnya terasa kaku bagaikan disambar petir. Seluruh memori masa kecilnya mengenai sosok sang ayah berputar kembali di kepalanya. Jadi, pria itu tidak membuang mereka? Ayah mereka pergi demi melindungi keselamatan keluarganya dari bayang-bayang pembunuhan dan teror bisnis?

"Kalian memaafkan Mama, kan?" suara Amartha memelas penuh rasa bersalah. "Mama terpaksa berbohong kepada kalian selama bertahun-tahun demi menjaga rahasia besar itu agar kalian tumbuh tanpa rasa takut. Tapi sekarang... setelah Mama melihat betapa kuatnya kalian, Mami merasa kalian berhak tahu yang sebenarnya."

Freya merengkuh tubuh ibunya kembali, mendekap erat wanita itu dengan air mata yang kembali tumpah. "maa... aku mengerti. Aku tidak marah. Terima kasih karena Mama sudah berjuang seorang diri membesarkan kami."

Di tengah suasana emosional yang menyelimuti kamar rumah sakit tersebut, Amartha melepaskan pelukannya perlahan. Ia meraba laci kecil di samping tempat tidurnya, lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil berbalut beludru hijau tua yang tampak sangat tua namun terawat dengan sangat hati-hati.

Amartha membuka kotak beludru itu. Di dalamnya, terletak sehelai perhiasan yang memancarkan pendar cahaya hijau zamrud yang begitu memukau dan luar biasa langka.

Sebuah kalung dengan liontin batu zamrud murni berpotongan khusus, dikelilingi oleh taburan berlian kecil berkualitas tinggi yang didesain secara eksklusif oleh tangan seorang pengrajin perhiasan kerajaan. Pantulan cahaya dari batu zamrud itu memancarkan kemegahan yang langsung membuat siapa pun yang melihatnya terpesona.

Freya dan Steven tertegun menatap kalung tersebut.

Amartha mengangkat kalung itu perlahan dari dalam kotaknya, lalu menatap wajah Freya dengan sorot penuh cinta dan kebanggaan yang mendalam.

"Kalung ini..." ucap Amartha dengan suara lembut berbisik. "Ini adalah pusaka keluarga, dibuat khusus oleh ayah kalian jauh sebelum malapetaka itu terjadi. Batu zamrud hijau ini sangat langka, diambil langsung dari tambang eksklusif di belahan bumi barat, dan didesain secara khusus hanya untuk putri sulungnya."

Amartha menatap lekat-lekat mata Freya. "Ayahmu berpesan, kalung ini harus disematkan di lehermu sebagai hadiah ulang tahun yang ke-17. Di hari di mana kau resmi menginjak usia dewasa."

Amartha tersenyum pahit, air matanya jatuh menetes di atas permukaan kotak beludru. "Namun, takdir berkata lain. Saat usiamu menginjak tujuh belas tahun, keluarga kita berada di titik paling hancur dan terpuruk. Kita hidup dalam pelarian dan kemiskinan di sudut kota Amsterdam, dan Mama tidak pernah punya kesempatan untuk memberikan kalung ini kepadamu karena takut benda berharga ini justru akan membawa malapetaka jika dijual atau ditemukan orang lain."

Amartha mengangkat kalung zamrud itu lebih tinggi, lalu mengalirkannya perlahan ke leher jenjang Freya, mengaitkannya dengan sangat hati-hati di belakang leher gadis itu.

"Sekarang... umurmu sudah 25 tahun, Freya," bisik Amartha penuh haru, merapikan letak liontin zamrud yang kini jatuh tepat di atas dada Freya, memantulkan kilau hijau yang kontras dengan pakaian sederhana yang dikenakannya. "Sudah sangat, sangat waktunya kalung ini melingkar di lehermu. Sebagai simbol bahwa kau adalah putri kesayangan keluarga kita, sebagai pengingat bahwa darah seorang pejuang mengalir di dalam tubuhmu, dan sebagai janji bahwa suatu hari nanti... kita akan bersatu kembali dengan ayahmu."

Freya menyentuh liontin zamrud yang terasa dingin namun menenangkan di kulit dadanya. Air matanya menetes mengenai permukaan batu mulia tersebut. Ia tidak pernah menyangka di balik kehidupannya yang tampak biasa-biasa saja—bahkan sempat terpuruk dalam kontrak transaksional yang mengikatnya dengan Victor—ia menyimpan warisan silsilah keluarga yang begitu besar dan penuh misteri.

Steven merangkul pundak kakaknya sambil tersenyum hangat, ikut merasakan kebanggaan yang membuncah di dalam dada mereka bertiga.

Tanpa disadari oleh ketiganya, di balik pintu kamar V.I.P. nomor 402 yang sedikit bergeser terbuka, sepasang mata hijau tajam sedang mengamati seluruh drama keluarga tersebut dari celah sempit koridor.

Annelise Van Der Bilt—yang baru saja tiba di Amsterdam dengan penerbangan jet pribadi dan langsung melacak keberadaan Freya melalui jaringan detektif partikelirnya—berdiri mematung di balik dinding pembatas. Mengenakan kacamata hitam besar dan mantel wol hitam panjang, ia merekam setiap detail kejadian di dalam kamar itu menggunakan kamera tersembunyi di tas tangannya.

Terutama saat pandangan mata Annelise tertuju pada kalung zamrud langka yang melingkar di leher Freya.

Dahi Annelise mengerut tajam. Sebagai bagian dari kalangan atas elit sosialita Eropa, ia sangat mengenali karakteristik perhiasan bernilai historis tinggi. Kalung zamrud hijau dengan potongan eksklusif itu bukanlah perhiasan sembarangan. Itu adalah simbol keluarga maritim elit—keluarga yang memiliki kaitan erat dengan nama besar yang selama ini dirahasiakan di dunia pelayaran barat.

Sebuah senyuman licik dan penuh kebencian terukir di bibir merah Annelise.

"Jadi... gadis murahan ini ternyata menyimpan rahasia besar di balik masa lalunya?" bisik Annelise seorang diri dengan nada suara yang dingin dan mematikan. "Menarik sekali... simpanan Victor Thorne ternyata bukan anak dari keluarga sembarangan. Tapi tidak peduli siapa ayahmu, Freya... aku akan pastikan hidupmu hancur berkeping-keping sebelum Victor sempat mengangkatmu menjadi ratunya."

Dengan langkah anggun namun penuh ancaman, Annelise berbalik, meninggalkan rumah sakit tersebut, dan bersiap melancarkan rencana jahat berikutnya yang akan mengubah segalanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!