Sepasang kekasih yang terlihat baik-baik saja, pada akhirnya bisa berakhir juga. Ayra Grizelle mengakhiri hubungannya pada Bagas Cakra Wardana kekasihnya, di hari bahagia mereka yaitu saat wisuda. Keduanya tampak bahagia, tapi sayang seribu sayang Bagas mendengar ucapan Ayra bahwa wanita itu ingin mengakhiri hubungan mereka.
Bagas sangat terkejut dan tidak suka dengan keputusan Ayra secara sepihak yang menurutnya egois. Bahkan Bagas belum mengetahui penyebab Ayra memutuskan hubungan mereka.
Maka dari itu, Bagas bertekad untuk membuat Ayra kembali padanya sekaligus ingin mengetahui penyebab Ayra meninggalkan dirinya. Semua usaha Bagas untuk mendapatkan Ayra menjadi miliknya kembali haruslah dia tempuh dengan caranya sendiri. Setiap perjuangan bahkan ujian akan dia hadapi walau itu membuat dirinya kecewa. Tapi kalau jodoh pasti tak akan kemana. Bagas yakin jika Ayra memang jodohnya maka dia pasti akan bersatu dan kembali bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rati Tiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menang Banyak
Hari ini, Bagas dengan gagahnya berjalan masuk ke dalam kantornya menuju ruang kerjanya. Pagi ini Bagas datang ke kantor untuk bekerja. Tapi bukan itu saja, ada hal penting yang harus dia kerjakan di kantornya. Sudah berapa banyak ide yang dia pikirkan. Dari hari kemarin yang terlihat sangat jelas, gagal. Dan untuk hari ini Bagas berharap idenya berhasil.
Bagas melihat setumpuk berkas ada di depan meja kerjanya, cukup banyak dan itu membuat Bagas bekerja ekstra hari ini. Beberapa jam berlalu. Bagas masih dengan santainya mengecek laporan dengan teliti sampai-sampai dia tidak memerlukan bantuan dari Ayra, sang sekretaris. Ya bukan karena Bagas bekerja profesional saja, tetapi Bagas juga sedang melancarkan aksinya. Bagas akan pura-pura cuek terhadap Ayra seperti yang dilakukan wanita itu padanya.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. Bagas pun tak mengetahui hal itu sangking banyaknya pekerjaan yang harus dia kerjakan. Sudah 2 jam lebih Bagas bekerja dengan sangat teliti, hingga dia tak sadar bahwa ada beberapa berkas lagi yang akan dibawakan oleh Ayra padanya.
TOK TOK TOKKK
Terdengar suara ketukan pintu dan suara wanita yang tak asing ditelinga Bagas. Kemudian Bagas mulai bergegas melakukan aksinya.
Bagas menghentikan pekerjaan yang dia kerjakan, kemudian dia beralih untuk menyandarkan kepalanya ke kursi sambil memejamkan matanya.
"Masuk," ucap Bagas setelah mendengar ketukan pintu.
Pintu pun terbuka, tak lain yang melangkah ke dalam ruangan Bagas adalah Ayra. Wanita kecintaannya Bagas yang sudah tak asing lagi jika mendengar suaranya.
"Ini ada berkas dari perusahaan pak Jaya, dan ini ada rincian prosedur-prosedurnya yang harus Bapak baca," ucap Ayra menyampaikan berkas itu dengan cukup jelas pada Bagas.
"Taruh saja di atas meja," ujar Bagas yang masih dengan posisi dia menyandarkan kepalanya sambil memejamkan mata.
Ayra terdiam sejenak melihat Bagas yang hanya memejamkan matanya. Ayra tak tau kalau Bagas hanya sebatas pura-pura. Sebenernya Ayra ingin sekali menanyakan kabar Bagas. Tapi apa daya Ayra tidak ada keberanian untuk menanyakan hal itu. Apalagi posisi Bagas yang terlihat sangat lelah. Jadi Ayra berpikir kalau Bagas sedang istirahat sehingga Ayra tidak ingin mengganggunya.
"Saya permisi," ucap Ayra pamit undur diri pada Bagas.
"Hemm," jawab Bagas hanya dengan dengungan saja.
Setelah mendapat jawaban dari Bagas walau hanya dengungan saja, Ayra pun berjalan melangkah hendak keluar ruangan Bagas. Namun siapa sangka lagi-lagi Bagas melakukan aksinya yang kesekian kalinya kepada Ayra.
Bagas yang sudah mengetahui Ayra berjalan hendak pergi meninggalkan ruangan, saat itu juga Bagas membuka mata dan melihat di depannya ada gelas berisi kopi, kemudian dia ambil gelas itu, lalu Bagas pura-pura menjatuhkan gelas berisi kopi itu ke lantai bawah.
PRANGGG
Akibatnya gelas berisi kopi itu pun pecah berantakan dan warna hitam kopi itu pun berhamburan kemana-mana.
Mendengar pecahan gelas itu, Ayra pun berhenti sejenak kemudian dia menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya dia melihat di depannya sudah ada puing-puing pecahan gelas yang tak beraturan, lalu Bagas dilihatnya sedang memegang keningnya sambil meringis kesakitan. Ayra pun langsung berlari ke arah Bagas.
"Bagas, kamu kenapa?" tanya Ayra sambil memegang pundak Bagas khawatir.
"Kepalaku tiba-tiba saja pusing," jawab Bagas yang masih berakting sambil meringis kesakitan.
"Aku bantu kamu berbaring di sofa ya," tawar Ayra pada Bagas.
"Ya," singkat Bagas.
Ayra merangkul Bagas, membantu membawa Bagas ke sofa untuk berbaring disana. Hal itu membuat Bagas sangat senang, siasatnya benar-benar mujur kali ini. Ternyata Ayra masih peduli padanya.
"Kalau kamu masih sakit, kenapa musti ke kantor, seharusnya kamu istirahat saja di rumah," kata Ayra yang terdengar cemas.
"Aku bosen di rumah seharian, makanya aku paksain ke kantor hari ini. Kerjaan juga menumpuk," ucap Bagas meyakinkan Ayra.
"Kamu bisa serahkan ke aku atau ke Gian kalau soal kerjaan," ujar Ayra.
"Aku nggak enak ngerepotin kamu terus Ayra," ujar Bagas.
"Lah, aku kan sekretaris kamu. Jadi itu sudah tugasku," tekan Ayra.
Bagas diam, kemudian dia pura-pura batuk untuk melancarkan aksinya kembali biar meyakinkan kalau dia sakit.
UHUK UHUK UHUKKK
"Aku haus," ucap Bagas sambil memegang lehernya.
"Aku ambilkan air putih ya, sebentar!" ucap Ayra dan langsung melangkah mengambilkan air putih botol di atas meja tamu yang sudah disediakan.
"Aku ambilkan gelas ya," ucap Ayra.
"Tidak usah, ini saja tidak apa-apa," kata Bagas yang pura-pura mencoba untuk beranjak.
Melihat Bagas yang susah untuk duduk, Ayra pun berinisiatif untuk membantunya.
"Aku bantu," ucap Ayra yang mulai membantu Bagas duduk dengan benar.
Ayra sedikit agak kesusahan mengangkat tubuh Bagas yang cukup berat, tapi Bagas begitu sangat senang karena tubuhnya mendapat sentuhan dari Ayra. Serasa dunianya kembali bersinar oleh sentuhan wanita itu.
"Ini minum lah," Ayra menyodorkan minuman pada Bagas.
Bagas pun meraihnya dan meminumnya, setelah itu memberikan minuman itu lagi pada Ayra.
"Terimakasih Ayra," ujar Bagas.
"Ya udah, sekarang aku antar kamu pulang ya?" tawar Ayra.
Sontak Bagas kaget, sungguh diluar prediksi. Ternyata Ayra begitu peduli padanya sampai-sampai ingin mengantarkan Bagas pulang. Ini yang Bagas mau. Ayra sudah masuk perangkap. Betapa bahagianya Bagas.
"Baiklah, tapi pulang ke apartemenku. Jangan pulang ke rumah mama. Mama nggak boleh tau aku sakit. Aku nggak mau mama khawatir," pinta Bagas yang merasa menang banyak.
"Baiklah, kamu masih kuat berjalan kan?" tanya Ayra.
"Ya, masih kok," ujar Bagas yang tak ingin dibantu berjalan oleh Ayra karena itu akan merusak harga dirinya sebagai lelaki.
Tak lama mereka pun sampai diparkiran mobil. Kali ini Ayra yang menyetir sedangkan Bagas duduk di kursi sebelahan dengan Ayra. Saat mobil berjalan pun, Ayra tetap fokus pada kemudinya dan sesekali melihat Bagas yang tertidur lelap di tempatnya. Padahal Bagas hanya memejamkan matanya saja, sedangkan Ayra tidak mengetahui itu.
Tak lama hingga akhirnya mereka sampai di apartemen Bagas. Ayra pun membangunkan Bagas setelah itu mereka memasuki apartemen berdua.
"Kamu istirahat saja, biar aku yang selesaikan pekerjaan kamu di kantor," ucap Ayra sambil memastikan Bagas berbaring di tempat tidurnya.
"Kau butuh obat Bagas. Dimana kau menaruh obatnya?" tanya Ayra yang ingin memberikan obat untuk Bagas.
"Aku tidak butuh obat. Tetap disini saja, Ay. Yang aku butuhkan itu kamu, tunggu aku sampai tertidur, ya!" ucap Bagas yang langsung menarik tangan Ayra hingga tubuh Ayra jatuh di tubuhnya Bagas.
DEG
Ayra kaget dan sempat ingin berontak namun tubuhnya sungguh menginginkan posisi seperti itu. Ayra sudah sangat merindukan Bagas namun yang dia dapatkan malah lebih dari itu. Ayra sangat betah dengan dekapan tubuh Bagas.
"Aku merindukanmu, Bagas!" batin Ayra yang tersenyum mendengar alunan detak jantung Bagas.
Sedangkan Bagas, lelaki itu sangat menang banyak hari ini. Dia tau bahwa Ayra masih mencintainya.
"Aku merindukanmu, Ayra!" batin Bagas pula yang nyaman mendengar alunan detak jantung Ayra.
Bersambung....
sukses selalu author ❤️
tinggal ayra nya aja yg malu krna ulah bagas🤣
bagus thor, lanjuttttt
lanjut thor