Rumah mewah di tengah hutan yang di akui kepemilikan nya oleh sepasang suami istri , karena rumah mewah itu memiliki banyak kamar dan dekat dengan tempat wisata akhir nya mereka sewakan untuk para wisatawan yang ingin menginap dengan harga murah tapi pemandangan alam sekitar mampu memanjakan mata .
Tanpa di sadari sepasang suami istri itu jika tak gratis untuk bisa memiliki rumah mewah itu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zulia Almanshur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
TOKTOKTOK !!
TOKTOKTOK !!
Terdengar suara pintu di ketuk dari luar , bu Wati beranjak dan segera membuka pintu . Seorang perempuan hamil berdiri di tengah pintu .
" Ada apa mbak ? " . Tanya bu Wati gemetar .
" Aku lapar , kasihanilah aku , berilah aku makan " . Suara yang sangat pelan dan lemah terdengar .
" Tolong jangan ganggu aku lagi mbak ! " . Bu Wati berkata pelan tapi tegas .
" Tolong aku , aku lapar " .
" Pergilah mbak ! " . Buru - buru bu Wati menutup pintu akan tetapi pintu itu terbuka lagi dengan lebar .
" Aku lapar , aku mau makan ! " . Suara perempuan itu semakin memekakkan telinga beriringan dengan berubah nya wujud nya yang menjadi sangat menyeramkan .
" Pergilah mbak , aku mohon ! " .
" Tidak , aku lapar , aku mau makan , hihihihihi ! " . Perempuan itu tertawa dan menyeringai memamerkan gigi - gigi tajam nya dengan darah hitam yang menetes dari sela - sela gigi nya .
Bu Wari menjerit - jerit ketakutan sambil menutup kedua telinga nya .
HIHIHIHIHIHIHIIII ... !!!!
" Pergi kamu ! Cepat pergi !! " . Bu Wati terus berteriak mengusir , dia sangat ketakutan apalagi dia sedang sendirian .
HIHIHIHIHIIIII ... !!
" Bismillahirrahmanirrahiim
Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum . Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum . Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh . Man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih . Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum . Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illaa bi maa syaaa' . Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha wa laa ya'uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim " .
Bu Wati terus melafalkan ayat kursi sampai suara tertawa yang melengking itu menghilang dan suasana menjadi hening .
" Mbak Yu .. " . Panggil kang Jalal yang menjumpai bu Wati duduk meringkuk menenggelamkan kepala nya di lutut dengan kedua tangan menutup kedua telinga di samping sofa .
" Kang Jalal " . Bu Wati lekas berdiri dan mendekat ke arah kang Jalal .
Bu Wati menceritakan kejadian dari sore tadi yang melihat pak Soni berjalan berdua dengan perempuan berbaju merah sampai ada perempuan yang bertamu ke rumah tersebut yang menyebabkan bu Wati ketakutan dan duduk meringkuk seperti tadi .
Begitu pula dengan kang Jalal yang mengalami hal tidak masuk akal . Kang Jalal di hadang seorang perempuan dengan kedua bola mata yang tidak pada tempat nya di depan mobil nya ketika akan pulang setelah mengantar kang Iman ke desa Rejo Sari sehingga mobil nya malah berbelok ke halaman rumah yang di tinggali pak Soni dan bu Wati .
" Sebetul nya siapa ya kang perempuan itu , apa dia perempuan yang sama yang sudah beberapa kali menemui ku ? " . Bu Wati menerka - nerka dengan tubuh yang masih gemetar .
" Aku juga nggak tau mbak yu , mungkin itu orang yang sedang meminta tolong " . Kang Jalal tidak ingin semakin membuat takut bu Wati , dia sudah merasa kasihan dengan melihat keadaan bu Wati yang sekarang .
" Maksud ku perempuan yang baru saja menemui ku kang , dia begitu menyeramkan " . Bu Wati tidak mengira kalau kang Jalal nyambung nya malah pada perempuan yang berjalan dengan pak Soni tadi sore .
" Uwalah maaf mbak yu , aku kira perempuan yang jalan sama kang Soni " .
" Tapi tadi memang jelas banget kalau suami ku jalan sama perempuan kang , padahal tadi mau ngajak aku jalan - jalan di luar tapi malah jalan duluan sama perempuan lain " .
CEKLEK !!