NovelToon NovelToon
Derita Istri Pengganti

Derita Istri Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:25.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ina Ambarini (Mrs.IA)

Sebuah rasa, yang mungkin tidak seharusnya ada.
Kenapa? karena aku sadar tidak ada yang bisa memaksa cinta hadir kepada siapa, dan harus seperti apa.




Menikah adalah impian setiap orang. Aku selalu memimpikan menjadi pengantin wanita yang sangat bahagia.



Bagaimana perasaan kalian jika harus menikah, karena keadaan yang memaksa.






Ok, penasaran bagaimana kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Ambarini (Mrs.IA), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Merasa Nyaman

Gibran kini sudah sampai di tempat dimana Al dan Kirei berada, ia mengajak Novi untuk mencari keberadaan mereka.

Gibran mengedarkan pandangannya, ia juga sudah beberapa kali mengelilingi area sekitar taman.

"Pak Gibran!" panggil Novi.

"Apa?" jawab Gibran tanpa menoleh kearah suara.

"Pak, kenapa kita tidak menelpon Kirei saja? Aku capek kalau harus berkeliling mencari dia!" usul Novi.

"Kenapa tidak bilang dari tadi? Yasudah cepat hubungi dia!" seru Gibran, ia berkacak pinggang.

"Lah, kenapa tidak Bapak saja yang menghubunginya? Bapak kan suaminya!" tukas Novi.

"Kalau aku punya nomornya, sudah aku telpon dari tadi!" Gibran sedikit menyesal, kenapa juga ia belum sempat meminta nomor telpon istrinya sendiri.

"Bapak tidak punya nomor telpon Kirei? Serius?" tanya Novi seakan tak percaya ada suami yang tidak tahu nomor ponsel istrinya sendiri.

"Jangan banyak bertanya! Cepat hubungi dia!" dengus Gibran.

Novi berdelik saat Gibran mulai merasa kesal padanya.

Segera ia menelpon Kirei untuk menanyakan keberadaannya.

Tuttutut.

"Halo Rein, kau dimana? Aku mencarimu dari tadi!" tanya Novi kesal.

"Aku ada di tepi danau, Nov." jawab Kirei di sebrang sana.

"Hah, kau menyusahkan aku saja! Tunggu, jangan kemana-mana!" pinta Novi.

"Dimana, katanya?" tanya Gibran.

"Di tepi danau!" Gibran segera berlari menuju tempat yang Novi sebutkan tadi.

"Lah, kok aku di tinggal? Pak Gibran, tunggu!" Novi segera berlari menyusul Gibran yang sudah semakin jauh meninggalkannya.

Akhirnya Gibran mendapati sosok yang ia cari sedari tadi, namun tiba-tiba tangannya mengepal melihat pemandangan yang ada di hadapannya kini.

"Beraninya kau menyentuh istriku!" Gibran geram saat melihat Al yang tengah mengelus rambut Kirei.

~Flashback on

Kirei dan Al sudah sampai di parkiran taman, mereka segera turun dan berjalan beriringan menuju tepi danau.

"Sejuk sekali!" Kirei memejamkan matanya, ia merasakan angin sepoi-sepoi yang membuatnya terbuai.

"Kau suka?" tanya Al, dan langsung diangguki oleh Kirei.

"Rein, kita duduk di sebelah sana!" Al tanpa segan menarik lembut tangan Kirei, ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang kini ada di depan matanya.

"Nah, begini kan enak!" Al mendudukan tubuhnya di bangku yang ada di sudut taman.

"Pak Al sering datang ketempat ini?"tanya Kirei, ia tak lepas memandangi setiap keindahan yang ada di danau itu.

"Jangan memanggilku seperti itu, aku bukan Bapak-bapak!" seru Al.

Kirei terkekeh, ia merasa lebih nyaman berada dengan Al, dia seakan melupakan Masalah pernikahannya dengan Gibran.

"Aku dulu sering kesini, bersama Almarhum ibuku!" Al menundukkan wajahnya, ia teringat mendiang ibunya yang dulu sering mengajaknya piknik di taman.

"Maaf, aku tidak bermaksud!" Kirei merasa bersalah saat melihat raut wajah Al yang berubah murung.

"Tidak apa-apa, aku hanya sedikit merindukannya !" Al mengembalikan senyumnya, ia tidak ingin merusak moodnya saat bersama Kirei.

"Oh iya Rein, aku mau menagih janji padamu!" seru Al.

"Janji? Janji apa?" Kirei mencoba mengingat janjinya pada Al.

"Katamu, kalau kita bertemu lagi, kamu mau memberikan nomor ponselmu!" tutur Al.

"Oh itu, kemarikan ponselmu!" pinta Kirei.

Al menyerahkan ponselnya dengan suka rela, ia merasa usahanya mulai berjalan dengan lancar.

"Ini.." Kirei mengembalikan ponsel milik Al, ia merasa tidak masalah jika dirinya mulai berteman dengan Al.

"Ini benar nomormu, kan? tanya Al meyakinkan.

"Bukan! nomor tukang tambal ban!" jawab Kirei asal.

"Kok tukang tambal ban?" Al mempercayai jawaban asal Kirei itu.

"Kau benar-benar percaya, itu nomor tukang tambal ban?" Kirei tidak menyangka Al akan mempercayai perkataanya.

"Hem"

"Ya Tuhan! kau tampan, tapi sayangnya kau ternyata pria bodoh!" tukas Kirei.

"Benarkah? Aku tampan?" mata Al berbinar saat Kirei memujinya.

"Kau ingin aku bilang cantik padamu?" Kirei memasang wajah malas pada Al.

"Jangan dong!" jawab Al.

"Makannya! sudah save dulu, itu nomorku!" titah Kirei.

"Terimakasih."

"Untuk?" tanya Kirei.

"Karena mengizinkanku untuk bisa mengenalmu!" tutur Al.

"Sepertinya kau pria yang baik, jadi tidak ada salahnya kalau aku mencoba berteman denganmu."

Al melebarkan senyumnya, ia merasa senang akan sambutan hangat dari Kirei.

"Aku berjanji tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu!" ucap Al.

Kirei terdiam mendengar kata-kata yang baru saja diucapkan Al, ia merasakan sentuhan lembut dari tangan Al.

"Ada semut di rambutmu!" seru Al.

Seketika keduanya tertawa, entah kenapa Kirei merasa nyaman saat Al ada disisinya.

~ Flashback Off.

Novi merasakan nafasnya sesak hingga sampai pada tenggorokan, ia melihat raut wajah Gibran yang merah padam.

"Pak Gibran, kepanasan? padahal udaranya sejuk, tapi kok muka Bapak merah?" tanya Novi seenaknya.

Novi mengikuti arah tahapan Gibran, seketika ia terbelalak melihat seorang pria mengelus rambut sahabatnya.

Gibran berjalan mendekati Kirei dan Al, ia sudah tidak bisa menahan kekesalannya.

Novi kembali berlari mengikuti langkah lebar Gibran "cepat sekali sih jalannya!" gerutu Novi.

"Ekhhmm..."

Kirei dan Al terkejut saat melihat Gibran yang sudah berdiri di belakang mereka.

"Gibran!" seru Al dan Kirei bersamaan..

"huh, capek sekali!" Novi berjongkok tepat di samping Gibran.

"Novi?" Kirei merasa bingung, bagaimana bisa Novi datang bersama Gibran.

"Kau kemari dengan Gibran?" tanya Kirei pada Novi.

"Menurutmu?" Novi masih mengatur nafasnya, ia terdiam seketika saat merasa suasana mulai berubah menjadi hening.

"Rein, bisa kita bicara berdua? disebelah sana!" pinta Novi, dan segera di setujui oleh Kirei.

Kirei dan Novi berpindah menjauhi Al dan Gibran, ia juga ingin memberi ruang untuk keduanya.

"Ada apa kau datang kemari?" tanya Al sembari memasukan kedua tangannya kedalam saku celana.

"Kenapa kau menyentuh istriku?" tanpa basa basi Gibran langsung meluapkan kekesalannya.

"Istrimu? bukankah dia hanya temanmu?" Al masih bersikap setenang mungkin.

"Al, kau ini kenapa sih?" Gibran mencoba meminta penjelasan pada sahabatnya itu.

"Kenapa apanya?" tanya Al asal.

"Kenapa kau seperti ingin mendekati Kirei?" timpa Gibran.

"Karena aku menyukainya!"

Gibran terbelalak mendengar pernyataan sahabatnya, ia tidak tahu harus menyikapi perkataan Al seperti apa.

***

Di tempat lain, Novi menarik paksa Kirei.

Ia ingin meminta penjelasan atas apa yang ia lihat tadi, kacau kalau sahabatnya mulai bermain api di belakang suaminya.

"Nov, jangan menarik tanganku seperti ini!" Kirei melepaskan tangannya dari genggaman Novi.

"Jelaskan padaku!" pinta Novi asal.

"Jelaskan, apa? Kirei keheranan.

"Kenapa tadi pria itu mengelus rambutmu? kau tidak tahu kalau Pak Gibran sedari tadi memperhatikan kalian?" tanya Novi memperjelas.

Kirei menggigit jarinya, ia terdiam mendengar pernyataan sahabatnya.

Kirei tidak tahu harus berbuat apa, ia terus bergulat dengan batinnya.

"Bagaimana kalau Gibran memarahi Al? tapi kenapa juga Gibran harus marah pada Al?"

Bersambung...

1
Shifa Burhan
happy ending ❌
sad ending ❌
aneh ending ✔️
falea sezi
males peran utama meninggal di gantian lainnya feel gk dapet thor
Asmu'ah Mu'ah
Luar biasa
Titi Ati
apa kembaran kirei
Titi Ati
mending kirei sm sl al aja thpr
Emi Emiemi
yah mewek lagi aku 😭😭😭
Emi Emiemi
sedih Bae aing mah😭😭😭😭
Emi Emiemi
lah sia Gibran emisi aing😡😁
Emi Emiemi
hewa kulamah Kasi Gibran 😡🥴
Emi Emiemi
,😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Emi Emiemi
seru seru aku suka aku suka😁
Emi Emiemi
aku suka kata"mu Al☺️
Emi Emiemi
nyesek banget kata"mu Gibran 🥺
Emi Emiemi
makin seru ni....
Emi Emiemi
lanjut ka...
Emi Emiemi
kenapa aku klo nulis rangdu dangdut aja yah❓😅🤭
Emi Emiemi
dangdut rangdu apa kmu sudah berbuah😅🤭 maaf ya Thor canda dikit🙏
Emi Emiemi
apa s dangdut kka nya kirei yah😁🤔
leni kusumajaya
novel yang menguras air mata
Afiqah Herni
puas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!