NovelToon NovelToon
Cinta Di Atas Logika

Cinta Di Atas Logika

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:289
Nilai: 5
Nama Author: najmun_huda

yovada, seorang anak remaja yang memilik obsesi pada pengetahuan. ia tidak peduli dengan apapun, selama itu menambah pengetahuannya maka akan ia lakukan. ia di kenal debagai seseorang yang gila dengan ilmu dan tidak mau menjalin sebuah hubungan karena ia tahu bahwa hubungan tanpa memahami pasangan adalah sebuah penyiksaan. ia yakin bahwa tiada yang memahami perasaannya hingha ia bertemu seseorang yang membuatnya merasa nyaman dan aman. sebuah rasa yang membuatnya bingung dengan jalannya. sebuah lembaran baru yang ia buka demi cerita baru dalam hidupnya. apa yang terjadi selanjutnya dan apa semua akan berakhi karena ego atau malah luluh karena sebuah rasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najmun_huda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CP: 4 Penjepit Rambut

Di saat Yovada sudah sampai di rumah, ketika ia ingin meninggalkan mobil itu, Driver tadi langsung memanggilnya dan memintanya kembali dan memberikan sebuah penjepit rambut kepada Yovada. Ia mengaku bahwa ia menemukannya di kursi belakang dan yakin bahwa itu adalah milik wanita tadi. Yovada yang mendengar itu langsung mengambilnya dan menyimpannya di dalam kantong celananya. Ia kembali berjalan ke arah pintu rumahnya dan Driver itu langsung meninggalkannya.

Di dalam rumah, Yovada di sambut dengan kehampaan dan juga suasana sunyi. Ia kembali naik ke lantai 2 dan membuka pintu kamarnya dan melihat beberapa tumpukan baju yang belum di bersihkannya. Yovada yang melihat itu langsung mengambil tentengan belanja dari kain dengan ukuran yang cukup besar. Ia mengambil semua baju dan kemudian ia langsung memasukkan ke dalam tentengan itu. Ia mengikatnya dan menaruhnya di sebelah pintu agar dirinya ingat untuk membawanya ke tempat penatu besok hari sebelum pergi ke sekolah.

Yovada yang baru selesai membersihkan pakaiannya langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia ketika membersihkan dirinya, ia merasa sakit yang membuatnya nyeri di bagian kepala belakang dan juga di bagian punggung. Ia langsung mematikan kran air dan mengambil handuk lalu mengeringkan rambutnya. Ia melihat handuk itu lalu memastikan tidak ada luka atau darah yang keluar. Ia bersandar di dinding dan kemudian ia menunduk dan meratapi dirinya sendiri. Ia berkata pada dirinya sendiri.

“apa yang aku lakukan? Aku menolongnya? Itu gila. Aku menolong seseorang yang bahkan aku tidak tahu ia siapa dan aku mengorbankan dirimu... kamu pasti gila jika tidak dapat timbal balik yang sepadan..” ucapnya dengan suara seperti kesal, dendam, dan bingung di saat yang bersamaan.

Ia mulai mengangkat kepalanya dan kemudian kembali ke kamar dan mengenakan bajunya. Ia teringat dengan penjepit rambut yang ia simpan di kantong celananya. Ia mengambil celananya dan mencarinya, di saat ia menemukannya ia tersadar bahwa celananya masih bersih dan masih bisa di pakai buat besok ke sekolah. Ia mencium aroma celananya dan menyadari ada bau yang aneh. Bukan bau perpustakaan yang di penuhi dengan aroma buku tua atau aroma mobil driver tadi atau bau apek jalan raya. Namun malah bau manis seperti gula atau permen. Ia terkejut karena ia tidak pernah menggunakan parfum seperti itu. Ia menciumnya kembali namun seperti ada yang aneh. Ia mengambil bajunya dan kemudian ia kembali menciumnya dan menyadari aroma itu lebih kuat. Ia langsung melempar baju itu ke depannya dikarenakan ia menyadari bahwa aroma itu berasal dari baju Kesya yang menimpanya. Aromanya sangatlah manis dan feminin namun sangat bertolak belakang dengan sikapnya yang dingin dan cuek.

Namun ia hanya terpaku dan terdiam dengan tatapan yang dingin dan juga cemas. Ia tidak tahu kenapa namun seketika otaknya kosong seakan ada racun yang membuatnya melupakan banyak hal dalam sesaat. Yovada yang merasakan itu langsung diam dan berbicara pada dirinya. “gila... aroma ini membuat aku gila sesaat. Memang benar, aroma wanita adalah racun untuk sebuah logika.” Ia langsung melempar bajunya ke tentengan belanja yang berisi baju kotor untuk di bawa ke penatu yang tidak jauh dari rumahnya. Ia menyiapkan baju untuk besok ke sekolah dan menaruh penjepit rambut itu di kantong bajunya.

Ia langsung mengenakan baju tidur dan langsung melompat ke kasurnya dan berbaring di sana. Ia melihat ke arah langit dan meratapi dirinya. Ia tahu bahwa ada yang aneh dari dirinya akhir-akhir ini namun dirinya tidak memikirkan terlalu jauh. Ia terlelap dalam beberapa saat, mengabaikan cedera di kepalanya dan rasa sakit di punggungnya yang membuatnya nyeri setiap berpindah posisi tidur.

Pagi pun tiba, Yovada di bangunkan oleh alarm dan kali ini matanya bengkak karena kekurangan tidur. Ia tidak bisa tertidur secara nyenyak karena ia tahu bahwa dirinya jika bergerak sedikit saja ia akan merasakan sakit yang membuat dirinya terbangun. Namun dirinya kali ini harus pergi ke sekolah. Ia berusaha bangkit dari ranjang namun sebelum ia berhasil melakukannya, dirinya langsung merintih kesakitan. Ia tetap memaksa dirinya bangun dan kini dirinya berhasil bangkit. Ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, beres-beres, kemudian berpakaian.

Ia ingin menggunakan sepeda motornya namun ia tahu bahwa itu akan menyiksa dirinya dan ia memutuskan untuk menggunakan Taksi Online untuk pergi ke sekolah. Saat ia berada di dalam mobil si driver saja sempat terkejut karena melihat mata Yovada yang terlihat seperti mata panda. Namun Yovada hanya membalasnya dengan sebuah senyuman kepada si driver itu lalu mengatakan bahwa dirinya hanya kesusahan untuk tidur. Si driver itu hanya tersenyum dan mengantarkan Yovada ke sekolahnya.

Selama di perjalanan, Yovada tertidur di kursi penumpang sebelah driver. Ketika ia sedang tertidur, si driver langsung mengambil ponselnya dan membuka kamera ponselnya untuk membuat video dirinya sedang membawa penumpang. Ketika selesai, ia menyimpan ponselnya dan melanjutkan perjalanannya. Sesampainya ia di sekolah, ia membangunkan Yovada dan memberi tahunya bahwa ia sudah sampai di tujuan. Ketika Yovada bangun, ia langsung memberikan uang kepada driver itu. Namun driver itu menolaknya, ia mengatakan bahwa Yovada adalah pelanggan pertamanya dan dari itu ia memberikan tarif gratis kepada Yovada kali ini. Yovada yang mendengar itu langsung berterima kasih dan berjalan perlahan menuju kelasnya.

Di kelas, suara berisik memenuhi ruangan, para siswa dan siswinya berbicara dan terlihat juga Mahfuz yang sedang berbicara pada seorang wanita yang bernama Sera, yang mana salah satu orang yang sangat terkenal kebaikannya pada banyak orang. Ia di juluki sebagai manusia setengah malaikat karena keantikan dan kebaikannya yang membuat dirinya sering di puja dan mendapat hadiah dari banyak orang. Ia melihat itu seperti penistaan pada pengetahuan, ia tahu bahwa seseorang yang di butakan dengan cinta akan berakhir dengan sesuatu yang buruk. Ia sudah tidak mempercayai sesuatu yang di katakan dengan kalimat cinta dan ia melihat Mahfuz seperti lambang kegilaan dari sebuah cinta.

“sungguh bodoh mereka yang di butakan oleh cinta, karena kehilangan kontrol diri mereka.” Ucapnya dengan pelan menuju ke arah Mahfuz yang sedang berbicara pada Sera. Namun ada yang sedikit berbeda, teman-temannya kini belum datang dan ia penasaran dengan mereka. Ketika Yovada menaruh tasnya di atas kursi, tiba-tiba temannya datang dari pintu masuk kelas. Mereka menemui Yovada dan langsung mengajaknya berbicara.

“Yovada, bagaimana liburanmu kemarin? Pasti menyenangkan bukan?” Ucap Zico kepada Yovada dengan begitu penasaran.

“jujur saja aku hanya menghabiskan waktu di perpustakaan kota tadi. Aku tidak ke mana -mana” Jawab Yovada sambil tertawa keci ke mereka.

“hah, kamu ke perpustakaan kota? Apa kamu bertemu dengan Kesya di sana?” ucap Zico pada Yovada dengan terkejut dan juga penasaran dengannya

Mendengar itu, Yovada terkejut dan terdiam beberapa saat di karena kan bagaimana mereka tahu bahwa Kesya ada di sana sedangkan dirinya sangatlah dingin pada orang lain. “Tunggu, bagaimana kamu mengetahui bahwa ia di sana?” Tanya Yovada pada mereka dengan wajah penasaran

“Yovada, ini rahasia umum. Kesya adalah anak yang super pendiam, dingin, dan sangat tidak peduli dengan sekitar. Banyak yang mengiranya aneh karena tidak suka berkumpul dengan orang lain. Bahkan ada kejadian di saat dirinya sakit dan ia tidak mengambil libur. Ia lebih memilih untuk bersekolah dan melanjutkan pembelajarannya. Banyak yang bilang jika ia libur atau meminta izin maka akan ada pertanda buruk, karena banyak yang mengira itu adalah fenomena alam.” Ucap Nova kepada Yovada dengan nada yang sambil bercanda.

Mereka semua tertawa termasuk Yovada itu sendiri, mereka membicarakan beberapa hal kemudian seorang guru masuk yang membuat mereka semua terkejut. Semua kembali ke tempat duduk dan Sera pergi keluar kelas dan masuk ke kelasnya yang mana dia sendiri satu kelas dengan Kesya. Pembelajaran di mulai dan mereka semua belajar dengan tekun dan giat. Seperti biasanya Yovada dan teman-temannya menjawab pertanyaan dari guru dengan begitu mudah yang membuat guru itu merasa bangga. Beberapa kali sang guru memberi soal ke Mahfuz namun ia hanya bisa menjawab dikit. Sang guru menatapnya dengan sedikit kecewa karena ia sendiri menaruh banyak harapan dengan Mahfuz namun di lihat dari kemampuannya, ia tidak bisa di andalkan.

Kali ini mereka makan di kantin, Yovada, Zico, Nova, Zikri dan Mahfuz makan di satu meja panjang yang sama. Mereka menatap ke arah Mahfuz dengan sedikit kebingungan.

“Mahfuz, apa yang terjadi. Kenapa kamu tidak bisa menjawab semua pertanyaan tadi? Itu bukanlah pertanyaan yang begitu susah kan?” Tanya Yovada dengan begitu penasaran kepada Mahfuz dengan nada penasaran.

“entah lah, namun sepertinya bukan hal yang serius. Kita disini untuk belajar bukan? Lalu kenapa harus ada peringkat di sini? Ini adalah lembaga pendidikan bukan lembaga kompetisi” Ucap Mahfuz kepada Yovada.

Ia terdiam sebentar, lalu melanjutkan makannya. Teman-temannya mulai mencairkan suasana dengan bercanda dan tertawa. Hingga perhatian Yovada teralihkah dengan seorang wanita yang lewat tidak jauh darinya. Wanita itu Kesya yang sedang berjalan ke perpustakaan. Yovada yang melihat itu langsung berdiri melihat wanita itu. Beberapa teman-temannya menatap Yovada dengan kebingungan. Zikri bertanya pada Yovada apa yang terjadi. Namun sebelum mendapat jawaban, Yovada langsung pergi meninggalkan mereka.

DI perpustakaan, terlihat Kesya yang sedang membaca buku dengan santai namun dengan ekspresi wajah datarnya. Perpustakaan itu sepi, hanya ada dirinya, Kesya dan juga penjaga perpustakaan yang sedang tertidur di kursi. Ia berjalan perlahan mendekati Kesya dengan tenang. Ketika sampai di sebelahnya, ia memberikan penjepit rambutnya Kesya yang tertinggal di mobil tadi.

Ketika Yovada menaruhnya di sebelah buku Kesya dan mulai pergi, Kesya langsung menahan lengan baju Yovada dan berkata.

“berhenti... ada yang ingin aku tanyakan”

Ia terhenti, matanya berbalik dan menatap mata Kesya yang menunggunya dengan dingin. Ekspresi Yovada yang terlihat seperti tiada ke pedulian di matanya. Mereka terdiam sejenak hingga yovada bertanya padanya.

“apa yang kau inginkan...”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!