Wu Xuan telah mencapai puncak alam surgawi dan hanya selangkah lagi naik ke alam dewa. Namun saat ia mencoba kembali ke Bumi demi menebus hutang karma kepada kedua orang tuanya, tubuh fananya justru terhempas ke tengah badai kehampaan dimensi.
Dan ketika ia membuka matanya kembali…
Bumi yang ia kenal telah berubah menjadi dunia dungeon dan para hunter.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Giant Orc >> Behemoth Orc
Di luar pusaran dimensi yang kini mendidih dengan warna merah darah, keputusasaan melahap udara malam Shanghai, sementara di dalam sana, sang serigala tengah bersiap memutus rantai yang mengikatnya.
Menuju ruang utama bos dungeon yang lembab dan dipenuhi bau anyir darah itu, ketidakberdayaan adalah kata yang sedang dihapus paksa dari kamus sang tuan muda.
Wu Xuan, Yang Chen, dan Xu Xin melangkah masuk ke dalam aula takhta raksasa yang pilar-pilarnya diukir dari tulang monster tak dikenal. Mereka baru saja memenggal ratusan Orc Warrior yang mencoba menghalangi jalan. Darah hijau kehitaman masih menetes dari ujung pedang besar Yang Chen dan belati zamrud Xu Xin.
Namun, saat mereka tiba di pusat ruangan, langkah Yang Chen terhenti. Mata sang Holy Knight veteran itu membelalak, otot-otot rahangnya menegang.
Di atas singgasana batu di ujung ruangan, sesosok raksasa duduk bersandar dalam keheningan.
Itu adalah Orc King, Bos utama dari dungeon ini. Monster setinggi empat meter yang seharusnya menjadi penguasa di tempat ini... kini hanyalah seonggok daging mati. Kepalanya hancur berkeping-keping seolah baru saja diremukkan oleh mesin pres raksasa, darah kentalnya menggenang menutupi anak tangga singgasana.
"Bos dungeonnya... telah mati?" gumam Yang Chen, pedang besarnya bergetar ringan. "Apa yang terjadi?! Siapa yang bisa membunuh Orc King sebrutal ini?"
Sebelum pertanyaan itu sempat dicerna oleh logika, seluruh lumut di dinding gua mendadak berpendar dengan warna hijau pekat yang menyilaukan. Suhu ruangan melonjak drastis, memancarkan niat membunuh yang begitu kental hingga udara terasa seperti cairan yang membakar paru-paru.
WUZZZZ!
Sebuah distorsi udara meledak dari sudut gelap di langit-langit. Bayangan raksasa melesat turun dengan kecepatan yang sama sekali tidak masuk akal untuk ukurannya.
Itu adalah sesosok Giant Orc, varian mutasi yang ukurannya bahkan lebih besar dari raja yang mati di singgasana. Otot-ototnya memancarkan uap panas, kulitnya sekeras obsidian, dan matanya menyala dengan kecerdasan yang kejam. Namun, bukan wujudnya yang membuat insting bertarung mereka menjerit, melainkan kelincahannya yang mengerikan. Raksasa itu bergerak layaknya hantu di tengah badai.
Target pertamanya bukanlah Yang Chen yang memancarkan aura paling kuat. Monster itu memiliki kecerdasan tinggi untuk mengenali titik terlemah. Kapak batunya yang berbalut mana hijau beracun berayun dengan kecepatan sonik... langsung mengarah untuk membelah kepala Wu Xuan!
Di dalam retinanya, Sistem Tower berkedip merah.
[Peringatan Tower: Mutasi Orc! Giant Orc - Lvl 41 (Rank B)]
Tubuh Level 9 milik Wu Xuan bereaksi. Matanya menangkap lintasan kapak itu dengan sempurna, namun Sistem Tower kembali memasang belenggunya. Saraf motorik Wu Xuan dipaksa melambat, terikat oleh hukum level 9. Ia tidak memiliki kecepatan untuk menghindar.
"Tuan Muda!"
Yang Chen meraung. Dengan kecepatan penuh yang merobek otot kakinya, sang paman melesat dan menempatkan pedang sucinya di antara Wu Xuan dan maut.
BLAAARRR!
Benturan antara pedang dan kapak monster Rank B itu menciptakan ledakan gelombang kejut yang mengerikan. Lantai batu di bawah kaki mereka hancur menjadi kawah. Dinding gua bergetar hebat, meruntuhkan stalaktit dari langit-langit. Yang Chen mengerang tertahan, kedua kakinya terseret mundur sejauh tiga meter, darah segar menetes dari sudut bibirnya akibat tolakan tenaga murni yang di luar nalar.
Gagal membunuh target pertamanya, Giant Orc itu sama sekali tidak kehilangan momentum. Ia memutar tubuh raksasanya di udara, menjadikan kapaknya sebagai poros, lalu melesat menerjang Xu Xin.
"Skill: Angin pemutus!" desis Xu Xin, matanya menajam.
Pertarungan berskala City Tier meledak di tengah aula. Sang Assassin angin Class A itu berubah menjadi serangkaian bayangan zamrud. Ia melompat, berputar, dan menebas dengan kecepatan yang menyilaukan mata.
TRANG!
CLASH!
WUSS!
Percikan api terus menyala di udara. Namun, terlepas dari level Xu Xin yang tinggi dan bakatnya yang mematikan, fisik dari monster Rank B berada di tatanan alam yang berbeda. Giant Orc itu tidak hanya kuat, ketangguhan kulitnya membuat tebasan angin Xu Xin hanya meninggalkan goresan dangkal, sementara setiap ayunan kapaknya memaksa Xu Xin untuk menghindar karena satu hantaman saja akan meremukkan seluruh tulangnya.
Bahkan Yang Chen, yang mencoba mencari celah untuk masuk dan membantu, kesulitan memprediksi ritme pertarungan kedua makhluk yang bergerak melampaui batas hunter normal itu.
Di tengah kekacauan yang menghancurkan seisi ruangan tersebut, Wu Xuan hanya berdiri dengan tenang di tepi kawah. Matanya yang tajam menganalisis setiap pergerakan, setiap kelemahan, dan setiap aliran mana dari pertarungan itu.
Sambil mengamati, ia berjalan perlahan, melangkah tanpa suara layaknya hantu... menuju singgasana tempat mayat Orc King tergeletak.
Sesekali, Giant Orc itu menyadari pergerakan Wu Xuan. Monster cerdas itu melempar puing-puing batu raksasa ke arah pemuda tersebut sambil terus menekan Xu Xin. Namun setiap kali puing itu mendekat, cahaya keemasan dari pedang Yang Chen menghancurkannya menjadi debu.
"Jangan bertindak sembrono, Tuan Muda! Tetap di belakangku!" teriak Yang Chen sambil terus menangkis serangan jarak jauh monster itu.
Wu Xuan tidak menjawab. Tangannya yang ramping dan pucat akhirnya menyentuh dada mayat Orc King raksasa tersebut.
Sistem Emas di dalam retinanya langsung bekerja dengan brutal. Sub-bakat Pengendali Jiwa bereaksi, merobek sisa-sisa esensi kekuatan murni, ingatan, pengalaman dan jiwa dari mantan bos dungeon itu, menyerapnya langsung ke dalam tubuh Wu Xuan.
[Sistem Akar Spiritual: Ekstraksi Jiwa dan Esensi Orc King Berhasil.]
[Kapasitas Qi Membludak. Siap untuk Level Up.]
Namun, tepat di bawah layar emas itu, layar biru milik Menara kembali menjatuhkan vonisnya yang memuakkan.
[Peringatan Tower: Anomali Terdeteksi. Akses Leveling Ditolak.]
[Level Terkunci pada Level 9...]
"Kau pikir kau bisa mengaturku?" bisik Wu Xuan, senyum mematikan terukir di wajahnya. Mata hitam kecoklatannya perlahan memancarkan pendar emas yang sangat gelap.
Wu Xuan tidak akan membiarkan sistem rendahan ini terus mendiktenya. Jika Menara menolak melepaskan rantainya, ia akan menghancurkan rantai itu dari dalam, meskipun hanya untuk beberapa detik.
Wu Xuan menutup matanya. Ia mengarahkan seluruh sisa Qi murni di tubuhnya, memadukannya dengan esensi jiwa Orc King yang baru saja ia lahap, dan menghantamkannya langsung ke arah firewall Sistem Tower di dalam jaringan sarafnya.
Itu adalah tindakan bunuh diri secara logika, ibarat menabrakkan mobil ke dinding beton untuk menghancurkan dindingnya.
Di dalam retinanya, layar emas dan biru bertabrakan dengan intensitas yang nyaris membuat kesadarannya meledak. Darah segar menetes dari hidung Wu Xuan. Rasa sakit yang merobek kepalanya menjalar ke seluruh sarafnya, namun tawa kecil justru keluar dari bibirnya.
[Sistem Akar Spiritual: Menginisiasi Serangan Balik Brutal!]
[Protokol Penghancuran Batasan: Aktif!]
[Sistem Tower: ERROR FATAL. Distorsi Otoritas!]
[Sistem Tower (Lokal): Menjalankan Booting Ulang... Offline selama 30 Detik.]
Layar biru di matanya padam seketika.
Rantai yang selama ini mengikat otot dan tulangnya pada batas Level 9 hancur berantakan. Sirkulasi Qi penuh milik seorang tiran akhirnya mengalir tanpa halangan di seluruh pembuluh darahnya.
"Nah," gumam Wu Xuan, menghapus darah di bawah hidungnya.
Alih-alih merapalkan sihir pemanggilan untuk menghidupkan Orc King sebagai pasukan bayangan yang terpisah, Wu Xuan menggunakan Hukum Kematian tingkat tinggi yang membuat hukum alam di bumi menjerit.
"Jadilah zirahku."
WUSSS!
Asap hitam legam yang sangat pekat meledak dari tubuh Wu Xuan. Jiwa sang Orc King meronta, namun di bawah tekanan mutlak Dao Kematian, jiwa raksasa itu dipaksa tunduk. Bayangan hitam yang padat itu tidak berdiri di samping Wu Xuan, melainkan membungkus dan menelan seluruh tubuh pemuda tersebut.
Di mata Yang Chen dan Xu Xin yang sedang bertarung mati-matian, sebuah kengerian baru muncul.
Dari balik debu singgasana, sesosok wujud bayangan raksasa berbentuk Orc King setinggi empat meter berdiri menjulang. Avatar hitam legam dengan mata putih biru itu memancarkan tekanan spiritual yang luar biasa mencekik. Dan di dalam inti avatar dada transparan bayangan itu... berdirilah Wu Xuan, pedang hitamnya seolah terhubung dengan lengan raksasa sang avatar.
"T-Tuan Muda?!" Yang Chen nyaris menjatuhkan pedangnya, sama sekali tidak memahami logika dari kekuatan yang sedang dipertontonkan di hadapannya.
Tidak ada waktu untuk terkejut. Wu Xuan melesat maju.
Tanpa belenggu Menara, kecepatan Wu Xuan yang dilapisi Qi penuh dan wujud sang Raja Orc melampaui batas Distrik Tier. Setiap langkah avatar raksasanya membuat lantai benteng retak.
Giant Orc yang sedang menekan Xu Xin menyadari ancaman baru itu. Monster itu memutar kapaknya, mencoba menangkis.
Namun Wu Xuan tidak mengayunkan kapak bayangan. Lengan avatar raksasa itu mengikuti gerakan tangan asli Wu Xuan yang memegang pedang.
Sring!
Pedang hitam yang telah dilapisi energi Qi pekat menyatu dengan bilah raksasa dari avatar Orc King. Tebasan itu membelah udara, menghantam kapak Giant Orc dengan tenaga penuh.
BLAM!
AAAARRRGGHHH!!
Kapak raksasa itu terlempar ke udara. Giant Orc itu meraung kesakitan saat tebasan Wu Xuan merobek armor dadanya, menyemburkan darah panas yang membasahi lantai. Xu Xin yang mendapatkan ruang bernapas, tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia melesat dari sisi buta, menancapkan belatinya ke lutut monster itu.
Yang Chen ikut menerjang dari depan, pedang sucinya menghantam bahu sang raksasa.
Pertarungan tiga lawan satu meledak. Ini bukan lagi uji coba; ini adalah perburuan tingkat elit.
Namun, Sistem Tower yang mengawasi dimensi ini tidak tinggal diam membiarkan glitch menghancurkan ekosistemnya. Di saat layar biru di mata Wu Xuan mencoba menyala kembali untuk memasang rantainya, sistem pusat menara mendeteksi anomali yang tak tertahankan.
Karena gagal merantai Wu Xuan secara langsung, Menara mengubah target intervensinya.
Sebuah pilar cahaya merah pekat tiba-tiba turun dari langit-langit benteng, menghantam tepat ke tubuh Giant Orc yang sedang terdesak.
[Notifikasi Tower: Sistem Proteksi Dimensi Aktif!]
[Menyuntikkan Mana Darurat. Memicu Mode Tempur Penuh.]
[Giant Orc Level Up: 45! Evolusi Sesaat: Mode Behemoth Orc!]
Mata monster itu berubah menjadi merah darah yang menyala. Luka di dada dan lututnya menutup seketika dengan uap panas. Otot-ototnya membesar hingga merobek zirah besinya sendiri. Tingginya meningkat dua kali lipat.
Gelombang energi yang dilepaskan monster itu menghempaskan Yang Chen dan Xu Xin sejauh belasan meter hingga menabrak pilar batu. Keduanya memuntahkan darah, armor sihir mereka retak seketika.
"Sistem menjijikkan," cibir Wu Xuan dari dalam inti avatarnya, melihat campur tangan curang dari Menara.
Behemoth Orc itu meraung, mengayunkan kedua tinjunya yang sebesar mobil van langsung ke arah dada avatar Wu Xuan.
DUAAAGH!
Benturan itu tak bisa dihindari. Avatar Orc King retak hebat. Tubuh fisik Wu Xuan di dalamnya ikut merasakan dampak hantaman tersebut. Ia terlempar ke udara seperti boneka kain, meluncur sejauh puluhan meter sebelum menghantam singgasana batu hingga hancur berantakan.
Debu tebal menutupi reruntuhan singgasana itu.
"Tuan Muda!" jerit Xu Xin, mencoba bangkit meski tulang rusuknya patah.
Dari balik kepulan debu, suara tawa pelan namun sangat jernih terdengar. Sebuah tawa yang elegan, penuh perhitungan, dan memancarkan arogansi yang tidak masuk akal.
Wu Xuan berdiri perlahan. Avatar bayangan raksasanya telah memudar akibat hantaman tadi, menyisakan dirinya yang berdiri memegang pedang hitam. Darah segar mengalir dari sudut bibirnya, pakaiannya robek di bagian bahu, memperlihatkan kulitnya yang memar.
Namun senyum di wajahnya... senyum itu lebih mematikan dari seluruh ini.
"Tower sialan!! Kau menyuntikkan cheat pada anjing hanya karena kau takut padaku." teriak Wu Xuan sambil mengusap darah di bibirnya dengan ibu jari. Matanya menatap lurus ke arah Behemoth Orc yang bersiap menerjangnya kembali. "Bagus. Akhirnya aku bisa bertarung serius di dunia ini..."
Bersambung...