NovelToon NovelToon
Suamiku (Bukan) Orang Gila

Suamiku (Bukan) Orang Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta setelah menikah / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:21.3k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Fradella Gauta terpaksa menikah dengan Dayaksa Herlos, Tuan Muda keluarga Herlos yang dikenal sebagai orang gila setelah kematian ayah dan ibunya akibat kecelakaan. Ratu Mayesa, kakak tirinya yang merupakan tunangan Dayaksa (Aksa) merebut tunangannya Fradella, Adryan Juardi karena tidak mau berakhir menjadi mayat. Tak banyak yang tahu Fradella (Della) dirawat di rumah sakit jiwa selama lima tahun setelah ayahnya menikahi ibu Ratu. Kini Della harus tinggal dan bertahan di "Rumah Sakit Jiwa" yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

THIRTY THREE

Seminggu telah berlalu. Perlahan namun pasti, situasi di kediaman utama keluarga Herlos tampak kembali tenang dan diselimuti kedamaian. Roda bisnis Herlos Grup pun sudah mulai stabil di bawah kendali penuh Dayaksa yang telah kembali aktif bekerja sejak lima hari yang lalu. Pria itu kini memimpin dengan ketegasan yang jauh lebih matang, membersihkan pengkhianat tanpa ampun.

​Pagi ini, setelah mengantarkan Aksa berangkat bekerja dengan kecupan hangat di depan teras, Della menikmati masa-masa tenangnya di kediaman Herlos. Statusnya sebagai nyonya muda yang sah kini diakui sepenuhnya oleh seluruh pelayan, memberikan rasa aman yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

​"Nyonya Muda, jam sepuluh nanti terapis pribadi dari pusat kebugaran terkemuka akan datang untuk jadwal perawatan Anda," ucap salah satu pelayan wanita senior, membungkuk takzim di dekat koridor tengah.

​Della yang sedang membolak-balik majalah fashion menoleh, lalu tersenyum tipis. "Nanti siapkan saja peralatannya di gazebo samping kolam renang, ya. Aku ingin suasana baru yang lebih segar saat dipijat nanti."

​"Baik, Nyonya Muda. Segala sesuatunya akan segera kami siapkan," jawab pelayan itu sebelum mengundurkan diri dengan patuh.

​Della menyandarkan punggungnya ke sofa, menatap ke arah air kolam renang yang berkilau diterpa cahaya matahari pagi. Ia membayangkan dirinya rebahan dengan nyaman di samping kolam sambil menikmati embusan angin sepoi-sepoi dan pijatan lembut di kakinya yang lelah. Rasa damai itu begitu berharga.

​Namun, ketenangan yang baru saja ia cecap itu rupanya tak bertahan lama. Sebuah interupsi datang merusak atmosfer pagi yang indah itu. Seorang pelayan lain berjalan mendekat dengan langkah yang agak ragu dan wajah yang dipenuhi ketegangan.

​"Mohon maaf mengganggu waktu Anda, Nyonya Muda," ujar pelayan itu dengan suara merendah. "Di gerbang depan, ada dua orang tamu yang baru saja datang. Mereka mendesak masuk dan mengaku sebagai bagian dari keluarga Nyonya. Apakah Nyonya Muda bersedia untuk menemui mereka?"

​Della menghentikan gerakan jemarinya di atas majalah. Alisnya bertaut rapat. "Keluarga? Siapa nama mereka?"

​"Tuan Tantowi Gauta dan Nyonya Ruhana, Nyonya Muda."

​Mendengar dua nama sialan itu disebut, Della seketika mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kuku-kukunya memutih. Amarah lama yang sempat terkubur mendadak meletup kembali di dalam dadanya. Mau apa lagi orang-orang serakah ini datang kemari? Apakah mereka belum cukup puas mengisap darahku selama bertahun-tahun? ucap Della dalam batin, rahangnya mengencang menahan rasa muak.

​Melihat perubahan drastis pada ekspresi wajah Della, pelayan senior itu segera menundukkan kepala lebih dalam. "Apakah perlu saya memanggil tim keamanan untuk mengusir mereka secara paksa dari area mansion, Nyonya Muda?"

​Della menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya perlahan untuk menguasai emosinya. "Tidak perlu. Saya sendiri yang akan menemui mereka. Biarkan mereka masuk ke ruang tamu depan. Tapi ingat, tak perlu siapkan minuman atau camilan apa pun untuk mereka, karena mereka bukan tamu yang layak dihormati di rumah ini."

​"Baik, Nyonya Muda."

​Della bangkit dari sofanya, merapikan gaun rumahnya yang elegan, lalu berjalan menuju ruang tamu depan dengan langkah kaki yang dihentakkan anggun namun angkuh. Ia sengaja memasang dagu yang terangkat tinggi, menunjukkan statusnya sebagai tuan rumah tunggal di istana megah keluarga Herlos ini.

​Begitu melangkah masuk ke ruang tamu, mata Della langsung menangkap sosok Tantowi dan Ruhana yang sedang duduk di atas sofa beludru mewah. Penampilan mereka berdua tampak agak kusut, tidak seangkuh biasanya, menyiratkan bahwa keluarga Gauta saat ini sedang berada di ambang kehancuran finansial yang serius.

​Della berdiri tegak di tengah ruangan, enggan untuk duduk atau sekadar mendekat. "Ada perlu apa kalian berdua kemari?" tanya Della langsung to the point, suaranya terdengar sedingin es di kutub.

​Ruhana yang sejak tadi sibuk mengagumi kemewahan interior rumah keluarga Herlos langsung menoleh. Mendengar nada bicara Della yang tanpa basa-basi, wajah paruh bayanya seketika mengencang penuh kekesalan. "Sungguh tidak sopan! Bukannya menyambut orang tua dengan memberikan minuman hangat, kamu malah berdiri di sana seperti patung! Benar-benar anak yang tidak tahu sopan santun dan tidak berpendidikan!" balas Ruhana ketus, mencoba menekan Della dengan statusnya sebagai ibu tiri.

​Della terkekeh sinis, tatapan matanya menatap Ruhana dengan pandangan menghina. "Apa kalian pikir kalian adalah tamu di sini? Sayangnya... kalian berdua sama sekali tidak layak menjadi tamu di rumah ini, bahkan hanya untuk sekadar disuguhi secangkir air putih mentah sekalipun."

​"Kau!!!" Ruhana bangkit berdiri dengan wajah memerah padam, jarinya menunjuk lurus ke arah wajah Della, bersiap untuk melayangkan makian makian kasarnya.

​"Ruhana, duduklah! Tenangkan dirimu!" Tantowi buru-buru menarik lengan istrinya, menahan Ruhana yang sudah diselimuti amarah. Pria tua itu kemudian menatap Della dengan gurat wajah yang dipaksakan untuk terlihat memelas, sebuah ekspresi kemunafikan yang sangat dikenali oleh Della.

​"Della... tolong dengarkan Ayah dulu," ucap Tantowi, suaranya sengaja dilembutkan, mencoba mengetuk sisi kemanusiaan putrinya. "Ayah datang jauh-jauh kemari karena Ayah pikir hanya kamu, satu-satunya putri Ayah, yang bisa membantu menyelesaikan masalah besar yang sedang menjerat bisnis keluarga Gauta saat ini. Makanya Ayah merendahkan diri untuk menemui dirimu."

​"Cih..." Della mendengus jijik, memalingkan wajahnya sejenak sebelum menatap Tantowi dengan pandangan menusuk. "Sekarang, setelah kalian terjepit dan jatuh miskin, kalian datang kemari hanya untuk mengemis bantuan dariku? Di mana ingatanmu, Tuan Tantowi? Dulu... saat tanah makam ibu kandungku bahkan masih basah, kau justru buru-buru memasukkan gundik murahan ini beserta anak harammu ke dalam rumah kita! Kalian menyiksaku, merampas hakku, dan dengan tega membuangku ke rumah sakit jiwa agar aku membusuk di sana!"

​Wajah Tantowi menegang, rasa malu sempat melintas di matanya sebelum ia menunduk lesu. "Maafkan Ayah, Della... Waktu itu Ayah khilaf. Ayah tidak bermaksud jahat padamu..."

​"Khilaf?" Della maju satu langkah, suaranya naik satu oktav penuh dengan penekanan yang bergetar oleh kepedihan masa lalu. "Apa semua penderitaan yang aku lalui selama bertahun-tahun itu cukup dibayar dengan satu kata maaf yang murah?! Khilaf yang mana, Tuan Tantowi yang terhormat? Kamu juga orang yang sama yang mengeluarkanku dari bangsal isolasi hanya untuk dijadikan barang pajangan, menjadi pengganti anak harammu untuk menikah dengan Tuan Muda Herlos yang kalian rumorkan sebagai pria gila dan kejam! Tapi..." Della menjeda kalimatnya, sebuah senyum kemenangan yang dingin terukir di bibirnya. "...aku rasa aku harus berterima kasih kepada kalian. Jika bukan karena rasa ketakutan kalian yang pengecut dan kelicikan anak haram kalian itu, mungkin sampai detik ini aku masih membusuk di dalam rumah sakit jiwa akibat perbuatan kalian!"

​Ruhana yang tidak tahan melihat suaminya disudutkan langsung menyela dengan nada suara yang kembali angkuh. "Hidupmu sudah sangat enak sekarang, Della! Kamu sudah menjadi nyonya muda kaya raya di rumah ini! Makanya, sekarang adalah saat yang tepat bagimu untuk balas budi kepada orang tuamu, jika kamu memang masih tahu cara berterima kasih sebagai seorang anak yang dilahirkan ke dunia ini!"

​"Anak?" Della tertawa terbahak-bahak, sebuah tawa hambar yang sarat akan rasa sakit hati yang mendalam. "Hahaha! Anak mana yang kalian maksud, Nyonya Ruhana? Anak yang kalian kurung di tempat gelap dan kalian beri makan sisa itu? Dengar baik-baik... Fradella Gauta yang lemah dan malang itu sudah mati sejak hari di mana kalian membuangnya ke rumah sakit jiwa! Yang berdiri di hadapan kalian saat ini adalah Nyonya Muda Herlos, istri sah yang dilindungi secara penuh oleh Dayaksa Herlos!"

​"Jangan sombong kamu, Della! Bagaimanapun juga, di dalam tubuhmu itu masih mengalir darah keluarga Gauta yang tidak akan pernah bisa kamu hapus!" Kali ini Tantowi yang kehilangan kesabarannya angkat bicara, suaranya meninggi penuh dengan otoritas kepala keluarga yang kosong.

1
🏫⃟SᵐᵖSENJA
waddduuh
🏫⃟SᵐᵖSENJA
sukur lu 🤣
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
punya suami kek Aksa sungguh menggemaskan dan bikin hati menghangat berarti Aksa tak akan tergoda lagi dengan mantannya si Helena itu walaupun dia supermodel cantik internasional 🤔good lah Aksa so proud👍🏻
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Duhh haii gemess dahh ma km bayii gedeee Aksa 🤣
tetap seperti itu kalau dengan istri mu.. Kudu patuhh n nurutt..
butuhh tutorr banyak hal dell dia.. dan km harus kasih paham.. jgn sampai yg lain yg meracuni pikiran suami poloss muu🤭
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
Wkwkwk astagaaaaa Aksa istrimu sedang datang bulan itu ya ampun hanya kram perutnya dan emang sakit kalo lagi bulanan sebagian wanita seperti itu tuan muda Aksa 😭🤣🤣🤣🤭
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
alhamdulilah donk jika tuan muda mu sudah pulihh.. kan ada Della yg setia merawat dan mengawasi tiap harinya...
laahh jelasin aja dell
dr pada yg lain menjeleskan bisa salahh arahh nanti🤭
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Lebihh baik km pergi teraturr dr pada nanti km akan nyesal seumur hidup.. atau km pilihh mati🙁
🏫⃟SᵐᵖSENJA
kasih paham jalang itu opa jerry 😤
🏫⃟SᵐᵖSENJA
lu licik sekaligus jalang 🥴
🏫⃟SᵐᵖSENJA
iyaaa si ratu jalang bunting elu yg ngidamnya 🤣
🏫⃟SᵐᵖSENJA
laaaah lu nikmatin sana jalang itu 🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
wihhh kakeknya Aksa langsung beri ultimatum buat Helena supaya jangan mendekati cucunya lagi apalagi sampai menganggu kehidupan rumah tangga Aksa dan Della
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Camm kann tuhh kata" dr kakek Jerry
kau harusnya sudah paham akibatnya jika berani menyentuh cucu kesayangannya🙁
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Wahh km mau bermain Main yahh Helena..
tp jgn sentuhh Della.. atau km akan nyeselll
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Kasihan baget km Adryan...
tuhh lahh akibat salahh dalam memilihh orang...
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
wah Ratu pasti sedang mengandung dan Adryan Juardi ketiban bagian ngidamnya meskipun kau tak mau punya anak dengan Ratu tetap saja Ratu itu hamil benihmu bung😏😌
chataleya
siapa yang tidak tersenyum bahagia, kalau dikasih kartu belanja seperti itu. 🤭
kalau aku ya sudah tentu tertawa bahagia... silahkan suamiku kerja saja terus. lama tidak apa-apa. 🤣🤣🤣
🏘⃝Aⁿᵘ𝐇⃟⃝ᵧꕥᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: sayangnya laki macam itu hanya 1: 1.000.000 😭😭
othor hanya bisa berkhayal lewat tukisan😭
total 1 replies
chataleya
owalah ternyata cuma nyaring dari luar aja ini mbak Emily 🙈
chataleya
sebenarnya siapa disini yang gila? menurutku Fabio dan Emily 🤭
chataleya
mau komen dasar gila.. tapi pada kenyataannya WNI memang rata2 sudah mendekati kegilaan.. hanya saja masih bisa jaga outfit 🤣
🏘⃝Aⁿᵘ𝐇⃟⃝ᵧꕥᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: suuutttt🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!