kau hadir saat ku benar benar merasa hancur dan nyaris gila dengan alur cerita hidupku. kau seperti malaikat tak bersayap yg di utus tuhan untuk menyadarkan dan menyelamatkan hidupku.
tanpamu aku bukan lah siapa siapa, tanpamu aku hanya orang hina yg kehilangan arah tujuan hidup.
takan cukup aku mengucap kata terimakasih kepadamu, atas segala kebaikan dan ketulusan hatimu.
kaulah jawaban do'a dalam hatiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pencuri
Setelah itu aku berjalan keluar dari dapur. lalu aku melihat ke arah kamarnya asep, saat itu pikiranku jadi kacau, aku berpikiran untuk masuk ke dalam kamarnya asep untuk mencari dan mencuri uangnya, dengan mengendap ngendap aku mendekati kamarnya asep, saat aku mencoba membuka pintu kamarnya, ternyata pintu kamarnya tidak di kunci, dengan mengendap ngendap aku masuk ke dalam kamarnya. Aku mengeledah lemari di kamarnya, dan aku menemukan sejumblah uang di dalam lemari di bawah susunan pakaian, uang itu lumayan banyak, lebih dari 1 jt saat aku menghitung uang itu, dengan berat hati aku curi uang asep itu, namun aku tidak mengambil semua uang itu, aku ambil uang itu 70% lalu sisanya aku taruh kembali ke tempatnya, setelah itu aku dengan buru buru keluar dari kamarnya asep, karena aku takut ibu melihatku. setelah keluar, aku perlahan menutup rapat kembali kamarnya, dan langsung pergi dari rumah.
Saat aku menyalakan motor, ibuku mendengar suara motorku, lalu ibu menghampiri dan memanggilku.
" Satria,, kamu mau kemana lagi,? Makan dulu nak.." ucap ibu di depan pintu rumah.
" Mau keluar dulu mi, iya nanti aja mi..." Ucapku , lalu aku langsung pergi meninggalkan rumah mengendarai motorku. sementara ibu geleng geleng kepala memperhatikan kepergianku.
Aku pergi menemui temanku itu untuk membayar hutangku, setelah aku membayar hutang, aku pergi meninggalkan tempat itu. saat itu masih ada sisa uang setelah aku membayar hutangku. saat di tengah perjalanan, aku melihat dony sedang berjalan seorang diri, aku menghampirinya dengan mengendarai motorku.
Aku mengangetkanya dari belakang." Woyy..mau kemana loe..? " Tanyaku, lalu aku menghentikan laju motorku.
" Ehh kampret ngagetin aja loe ah, gue abis dari rumah paman gue.." jawab dony.
" Ouh, loe gak kerja don..? " Tanyaku.
" Gak, gue lagi libur dulu.." Dony.
" Ngopi yuk ah..!" Ajakku.
" Yuk ah, kebetulan belum ngopi gue..!" Dony.
" Yaudah yuk naik..! " Aku.
Dony naik ke motorku, dan kami pun pergi ke tempat biasa kami ngopi.
Dan Sesampainya di sana aku duduk berdua dengan dony sambil menikmati kopi. " Gak ada loker apa buat gue don..? " Tanyaku sembari menikmati segelas kopi dan sebatang roko.
" Beluma ada sat, kalau ada mah gue kabarin, gue aja ini pengen cari kerjaan lain.." dony.
" Kenapa emang..? " Tanyaku heran.
" Ya gitu lah kalau kerja sama soudara sendiri mah, gak bebas gue nyah, di tambah gue udah bosen juga sebenernya.." ucap dony.
Dan tidak lama kemudian, HP ku berdering menerima pesan dari elina, elina menanyakan kabar dan sedang apa diriku, aku pun menberi tau bahwa aku baik baik aja, dan aku juga menanyakan kabarnya, aku tersenyum senyum sendiri chatan dengan elina, begitu juga dengan elina di sana.
Saat aku sedang asik chatan dengan elina, tiba tiba ada seseorang berjalan di hadapan Kami berdua, dan tiba tiba saja dengan cepat orang itu merampas HP ku dari tanganku, orang itu langsung berlari dengan cepat membawa kabur hp ku.
_WOYYY_ teriaku dan langsung mengejar pencuri itu. Dony pun berteriak dan langsung mengejar pencuri itu denganku. Pencuri itu berlari sangat cepat, sementara aku dan dony terus berlari sekuat tenaga mengejarnya.
pencuri itu masuk ke dalam perkampungan, aku dan dony berlari puntang-panting sampai menabrak jemuran orang, dan barang barang lainnya, pencuri itu semakin jauh, dia berlari masuk ke dalam gang gang jalan kecil, aku dan dony terus mengejarnya. Tak lama, kami kehilangan jejak pencuri itu, sejenak kami terdiam menghela nafas panjang karena sangat begitu lelah.
" Kemana dia sat..?" Tanya dony di sampingku dengan nafas yang ngos ngosan.
" Gak tau dia kemana, sialan cepet banget dia larinya.." ucapku dengan nafas ngos ngosan.
dan tiba tiba saja pencuri itu berlari dari belakang melewatiku dan dony. Kami terdiam cenga melihat pencuri itu yang tiba tiba muncul dari belakang berlari melewati kami berdua, aku meneriakinya lagi dan langsung mengejarnya lagi. pencuri itu masuk gang kecil lagi, dan lagi lagi aku kehilangan jejaknya. di perkampungan itu sangat banyak sekali jalan gang kecil, hingga aku bingung pencuri itu berlari ke arah mana.
sejenak aku dan dony terdiam. Kami memutuskan untuk berpencar mencari pencuri itu, dan kami pun berlari berpencar mencari pencuri itu.
Aku terus berlari mencari pencuri itu, lalu aku melihat ibu ibu sedang menjemur pakian. " Bu liat orang lari ke sini gak bu..? " Tanya ku.
" Gak, ibu gak liat orang lari ke sini a.." jawabnya sambil menjemur pakaian.
" Ouh gak liat ya bu, yaudah makasih ya bu.." ucapku, aku langsung berlari lagi mencari pencuri itu, aku menanyakan ke beberapa orang di kampung itu, namun tidak satu pun dari mereka yang melihatnya. saat aku sedang berlari aku melihat orang yang sedang memandikan burung peliharaanya, aku tidak bertanya kepadanya, karena aku meresa percuma dia juga pasti tidak melihatnya, dan tidak lama kemudian aku berhenti lagi sejenak, karena aku sangat lelah.
Sementara elina yang di jakarta, dia merasa heran karena aku tidak membalas chat nya. Lalu elina mencoba menghubungiku. namun tidak aktif. “kok gak aktif, kenapa ya?” gumamya heran. Elina tidak tau bahwa hp ku di curi orang.
Dan sementara dony. Saat sedang berlari mencari pencuri itu, dony melihat orang yang sedang memandikan burung itu tadi, lalu ia bertanya kepada orang itu. " Bang liat orang lari ke sini gak..?" Tanya dony dengan nafas yang ngos ngosan.
" Liat, tadi dia lari ke sana..! " Jawab orang itu.
" Serius liat bang?, itu maling bang..." Ucap dony.
" Ah yang bener loe..? " Orang itu.
" Iya beneran bang, tadi hp temen saya di ambil sama itu orang .." ucap dony beruntun.
" Sialan, jangan jangan dia juga yang udah ngambil burung gue kemarin.." ucap orang itu dengan kesal.
" Bisa jadi bang, kemana dia larinya bang?.." dony.
" Udah ayo kejar, gue tau dia lari kemana, awas aja tuh orang ya.." ucap orang itu dengan kesal dan lansung berlari dengan dony mencari orang yang dia maksud itu.
Dan sementara aku yang sedang berhenti sejenak menghela nafas yang ngos ngosan, tiba tiba saja ada orang yang meneriakiku dari belakang.
" Nah itu dia orang nya, woyy, jangan lari loe " ucap orang itu lansung berlari menghampiri ku, dan langsung menangkapku.
" Apa apan nih woy.." ucapku berontak di pegangin orang itu.
" Diem loe, loe maling kan hah, loe juga yang udah ngambil burung gue kemarin kan hah, ngaku loe.." ucap orang itu dengan kesal.
dan sementara dony menepuk jidat melihatku di sangka maling oleh orang itu.
" Apaa sih loe bang, gak jelas loe, gue korban , malah di kira maling lagi, lepasin gue ah.." ucapku kesal.
Dony menghampiriku." Lepasin dia bang, dia bukan maling, dia korbannya, itu temen saya.." ucap dony sembari berjalan menghampiri ku.
" Lah gimana sih ini, berarti kita dari tadi malah ngejar ngejar korbanya dong .." ucap orang itu melepaskanku.
" Lah iya bang, kirain saya orang yang di maksud abang pencuri.." ucap dony.
" Ah sialan gue capek capek lari.." ucap orang itu, dan ia langsung berjalan pergi meninggalkan kami berdua.