NovelToon NovelToon
Mr. Profesor

Mr. Profesor

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Cintapertama
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Amabillis.13

POV:
Kamu jatuh cinta pada dosen dingin dan tampan… lalu berusaha keras mengejarnya.
Mulai dari cari perhatian, pura-pura kebetulan ketemu, sampai diam-diam cemburu pada perempuan lain di dekatnya.

Tapi plot twist-nya...

Dosen itu ternyata tunanganmu sendiri. 😭
Tunangan hasil perjodohan yang dulu kamu tolak sebelum sempat bertemu!

Sekarang siapa yang sebenarnya sedang mengejar siapa?

✨ Romance kampus
✨ Professor x mahasiswa
✨ Lucu, manis, bikin gemas
✨ Banyak momen salting & cemburu

Baca gratis di NovelToon:
Mr. Profesor⁠�

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amabillis.13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29

Cara Arlo tanpa sadar memperhatikan Zoya.

Cara pria itu diam-diam kesal saat BenBen lebih dekat dengannya.

Dan terutama… tatapan cemburu yang beberapa kali melintas di mata Arlo ketika melihat dirinya terlalu akrab dengan Zoya.

Jaiden sangat peka terhadap emosi manusia. Apalagi terhadap tatapan pria pada wanita yang mereka sukai. Dan sebagai sesama pria… ia tahu persis arti sorot mata Arlo.

Sejak awal, ia memang sengaja memancing perasaan Arlo. Ia tidak ingin Zoya menjadi gadis yang terus mengejar cinta sendirian. Jadi ia berharap Arlo mulai menyadari perasaannya sendiri dan mengambil langkah lebih dulu.

Namun sekarang… melihat Arlo sudah mulai berani memerintahnya atas nama adiknya… perasaan Jaiden tiba-tiba menjadi sangat tidak nyaman.

Karena itu berarti suatu hari nanti… akan ada pria lain yang menjadi orang paling penting dalam hidup adiknya selain dirinya.

Bahkan mungkin… Zoya akan lebih mendengarkan Arlo dibandingkan dirinya. Hanya membayangkannya saja sudah membuat Jaiden kesal.

Wajahnya langsung menggelap.

Tatapan matanya dingin hingga terasa membeku.

Ia menatap Arlo tajam sebelum berkata pelan, “Bukan urusanmu.”

Arlo mengernyit. “Bagaimana mungkin bukan urusanku…” Ia ingin membantah.

Namun kata-kata berikutnya mendadak tertahan di tenggorokannya. Karena… Arlo menyadari kenyataan yang tidak bisa ia bantah.

Jaiden memang benar.

Ia tidak memiliki hubungan spesial apa pun dengan Zoya. Status mereka hanyalah dosen dan mahasiswa. Sedangkan Jaiden… sudah mengenal Zoya jauh lebih lama darinya.

Seketika, Arlo terdiam.

Bibir tipisnya mengatup rapat.

Sorot matanya perlahan meredup, dan wajahnya yang biasanya dingin kini justru tampak sedikit lesu.

Setibanya di apartemen arlo langsung masuk ke ruang kerjanya, duduk termenung di ruang kerja untuk waktu yang lama sebelum akhirnya pergi tidur.

Malam itu, arlo yang biasanya bisa langsung terlelap begitu menyentuh bantal, untuk pertama kalinya mengalami yang namanya insomnia. Ia mengerjapkan mata berkali-kali namun tetap tidak bisa tidur. Ia hanya menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong sampai akhirnya ia tertidur menjelang fajar.

Keesokan harinya..

Arlo pergi ke kampus dengan lingkaran hitam besar di bawah matanya. Begitu sampai di kelas, ia langsung melihat zoya duduk di baris kedua. Namun kali ini, sosok yang duduk di sebelah Zoya adalah Adelia.

Mata Adelia menangkap jelas gerakan kecil Arlo yang tanpa sadar langsung mencari Zoya.

Duduk di samping Zoya, Adelia perlahan mengepalkan jemarinya di bawah meja sambil menatap gadis yang sedang menunduk membuka buku catatannya, sama sekali tidak menyadari tatapan Arlo yang jatuh padanya.

Terkadang, ia berharap… mata itu menatap dirinya, bukan Zoya.

Adelia benar-benar tidak mengerti.

Mengapa orang yang mati-matian mengejar sesuatu justru tidak bisa mendapatkannya… sementara orang yang tampak tidak terlalu peduli malah bisa dengan mudah menarik perhatian Arlo?

Semakin dipikirkan, semakin besar rasa bencinya terhadap Zoya.

Apalagi setelah beberapa hari terakhir ia meminta kakaknya diam-diam menyelidiki latar belakang Zoya.

Dan hasil penyelidikan itu… justru membuatnya semakin gelisah.

Pertama, identitas Zoya hampir tidak bisa dilacak. Riwayat kehidupannya, latar belakang keluarganya, bahkan riwayat pendidikannya terasa kosong. Adelia hanya mengetahui bahwa sejak kecil Zoya tidak menempuh pendidikan formal, ternyata selama ini, Zoya hanya menjalani homeschooling.

Dan itu saja sudah cukup membuat Adelia merasa tidak nyaman. Sebab seseorang yang bisa menjalani homeschooling dengan guru privat biasanya berasal dari keluarga yang benar-benar berada.

Selain itu, ada kemungkinan lain… Zoya mungkin memang bukan berasal dari negara ini. Karena itulah banyak datanya tidak muncul.

Namun kakaknya lebih condong pada kemungkinan pertama. Karena tidak semua orang mampu menjalani pendidikan homeschooling sejak dini, lalu tiba-tiba kuliah di Universitas ternama dengan mulus.

Biasanya… hanya keluarga kelas atas yang sengaja melindungi identitas anak-anak mereka yang melakukan hal tersebut.

Latar belakang Zoya kemungkinan besar berasal dari keluarga besar dan berpengaruh di negara ini. Setahu Adelia, banyak keluarga kuat yang memang sengaja menyembunyikan identitas anak-anak mereka demi keamanan dan privasi.

Dan itulah yang paling tidak bisa diterima Adelia.

Awalnya, ia ingin menyelidiki Zoya untuk mencari kelemahan gadis itu. Tetapi sekarang… jika status keluarga Zoya ternyata lebih tinggi darinya, lalu bagaimana ia bisa menekan atau mengancamnya?

Hanya membayangkannya saja sudah membuat Adelia frustasi. Ia bahkan sempat berharap Zoya hanyalah orang asing ilegal yang masuk ke negara ini tanpa identitas yang jelas. Sayangnya… mereka sama sekali tidak menemukan hal seperti itu.

Akibatnya, beberapa hari terakhir suasana hati Adelia terus memburuk hingga ia memilih absen selama beberapa hari terakhir.

Namun yang paling membuat Adelia tidak bisa tenang adalah berita dari kakaknya… bahwa ia pernah melihat Zoya keluar dari apartemen Arlo!

Apa yang sebenarnya mereka lakukan?

Adelia tahu Arlo bukan pria sembarangan. Ia tidak percaya pria itu akan melakukan hal seperti itu dengan begitu mudah. Namun rasa penasaran dan cemburunya tetap mendorongnya mencari tahu. Dengan bantuan koneksi kakaknya, ia memaksa melihat rekaman CCTV apartemen tersebut.

Dan ternyata ia benar.

Arlo dan Zoya hanya masuk lalu keluar kurang dari lima menit kemudian. Tidak mungkin terjadi sesuatu di antara mereka. Mereka hanya mengambil wine.

Fakta itu sedikit melegakan, tetapi tidak cukup untuk menghapus kecemburuan di hatinya.

Mengapa Arlo membawa Zoya ke apartemennya?

Pertanyaan itu terus mengusiknya. Sebuah kemungkinan perlahan muncul di benaknya, membuat napas Adelia terasa berat. Bagaimana jika suatu hari nanti gadis itu benar-benar menjadi calon istri Arlo?

Terlebih sekarang, Arlo mulai memandang Zoya dengan cara yang berbeda.

Memikirkan kemungkinan itu membuat dada Adelia terasa sesak. Ia bahkan hampir tidak berani membayangkan akhirnya.

Adelia mengerjapkan mata pelan, lalu mulai memikirkan berbagai cara.

Ia sudah melepaskan begitu banyak hal demi Arlo. Jika pada akhirnya Arlo justru bersama Zoya, maka semua pengorbanannya akan menjadi sia-sia.

Tidak… Ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Adelia perlahan menundukkan kepala, jemarinya mengepal erat di bawah meja.

Ia harus melakukan sesuatu… sebelum semuanya terlambat.

Saat pelajaran berlangsung, suasana tenang menyelimuti kelas hingga akhir penjelasan. Arlo berdiri di podium sambil mengajar seperti biasa, namun sesekali matanya tanpa sadar melirik ke arah Zoya. Karena itu, setiap gerakan kecil gadis itu hampir selalu tertangkap olehnya.

Ketika ponsel Zoya bergetar pelan di atas meja, Arlo langsung menyadarinya.

Ia memperhatikan Zoya yang menunduk membaca pesan itu, lalu jari-jarinya mulai bergerak cepat membalas nya.

Tatapan Arlo sedikit tertahan.

Entah mengapa, ia jadi penasaran siapa yang mengirim pesan hingga membuat Zoya tampak begitu fokus.

Begitu kelas selesai, suara kursi bergeser mulai memenuhi ruangan. Zoya sempat melirik ke arah Arlo, seolah ingin mengatakan sesuatu, namun keraguan muncul di wajahnya. Pada akhirnya, ia hanya mengangguk kecil sebelum menunduk membereskan buku dan alat tulisnya ke dalam tas.

Arlo tentu menyadari keraguan yang terpancar dari wajah Zoya.

1
Tamirah
Zoya sang artis yg terpikat pada dosen nya tapi ia tidak memperlihatkan ketertarikan biar tidak dianggap murahan.Karena banyak wanita yang mendekati dosen tampan itu dgn menggunakan cara yg sdh bisa ditebak oleh dosen tsb.Beda nya sang artis punya pertanyaan jitu yg bernuansa ilmiah dan juga tdk banyak omong gestur tubuh annggun,gerakan tubuh normal tidak ada unsur menggoda .Justru itu yg membuat dosen tampan penasaran.
fhallenopsis amabilis: Jadi, Gimana.. apakah metode mengejar Zoya ini ampuh? 😄
total 1 replies
Hizbi Hizbi
tentang dunia hiburan?
Ratna Sriistiani
bagus banget 🤗
Nuznul aini
kerennn
Nuznul aini
kerennn👍
EvhaLynn
Semangat Thor😉
fitriana dian85
Thor, tuan muda saksomo kakaknya zoya sangat ketat sama adiknya! kasian arlo
Rahil Ziazun
ih.. seru juga ternyata 😍🤣 semangat Thor 💪
Alia Chans: seru nih, semangat ✍️ nya

dan jangan lupa ya kalo ada waktu mampir juga😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!