Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...
terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Malam semakin larut, namun udara di kamar Ardiansyah justru terasa semakin panas. Kalimat Ratu, "Fokuslah pada badai yang baru saja Pak Ardi buat," terus bergema seperti alarm di kepalanya. Ia tahu Ratu benar. Ratu bukan tipe wanita yang akan langsung luluh dengan kata-kata manis di telepon jika di belakang mereka ada api yang siap membakar dua keluarga besar.
Ardiansyah melempar ponselnya ke kasur dan berjalan menuju balkon. Ia memijat pelipisnya yang berdenyut."tunggu aku Ratu, aku akan meyakinkan keluarga ku , aku akan membawa keluarga ku untuk melamarmu secara resmi" gumam Ardiansyah pelan, Ia memandang langit malam yang bertabur bintang.
"Aku pastikan, sebelum akhir tahun ini, kau sudah menjadi milikku" Ardiansyah tersenyum devil, senyum licik yang membuat semua orang tunduk.
Di depan Mansion Suhadi, tepatnya di kediaman rumah Najwa dan Ishaq...., setelah memastikan anak dan suaminya tidur, Najwa berjalan ke arah sofa yang ada di dalam kamar mewahnya, rambutnya di ikat tinggi, ia memakai kacamatanya, kini Najwa duduk bersila di depan laptopnya yang super canggih. Ia bukan sedang menyelidiki Ratu dalam arti sebenarnya, melainkan sedang bertukar pesan dengan Rukayyah, kakak sepupunya yang tak kalah cerdik.
"Mbak...., bang Ardi beneran nekat. Dia tadi berlutut depan Kakek cuma buat belain asisten Afnan style. Aku pura-pura nggak tahu identitas Ratu, padahal aku udah tahu kalau dia itu Vanessa-nya keluarga Pratama. Lucu banget liat Bang Ardi yang biasanya kaku jadi melow gitu!"
"Hahaha! Biarin aja, Najwa. Ardi butuh sedikit guncangan biar sel-sel otaknya yang cuma isi bisnis itu bisa kenal namanya cinta. Tapi hati-hati sama Mama Monica, dia kayaknya akan menjadi target Angga berikut nya."balas Rukayyah.
"Angga?..., siapa Angga?" tanya Najwa penasaran.
Rukayyah menepuk jidatnya " kamu itu, kenapa jadi ikut lemot, Angga itu , yang di maksud pria masa lalu Nisya, dan saat tahu Ardi sudah memutuskan Nisya, kini Angga mendekati Ratu, dan satu yang pasti, Angga itu sangat terobsesi untuk merajai dunia bisnis, saat ini, Ardiansyah adalah pesaing terberatnya, dengan mengobrak-abrik hati Ardiansyah, otomatis , pikiran Ardiansyah akan terbagi, dan itu membuat celah dirinya bisa masuk dan menyingkirkan Ardiansyah dari dunia bisnis ".
"terus Aku harus bagaimana?" tanya Najwa terkekeh , karena virus lemot abangnya menular.
"Terus awasi pergerakan Tante Monica, jangan sampai Tante Monica terpengaruh oleh hasutan Angga untuk menjauhkan Ardiansyah dengan Ratu, padahal Angga hanya memanfaatkan Tante Monica untuk mendekati Ratu, karena Angga sudah tahu, bahwa Ratu merupakan aset Pratama setelah Aditya ". tutur Rukayyah dengan tegas.
"Siap mbak... terimakasih " balas Najwa sebelum menutup laptop nya,lalu ikut bergabung, tidur bersama keluarga kecilnya..., malam ini, si kembar merengek ingin tidur bareng papa mamanya.
___
Di sisi lain kota, Angga sedang duduk di dalam mobilnya, membuang kartu SIM lamanya ke jalan raya. Ia tersenyum sinis melihat ke arah Mansion Pratama dari kejauhan.
"Maaf, Nisya. Kamu dan ayahmu terlalu berisik. Sekarang aku punya mitra yang lebih berkelas yaitu Monica Suhadi. Biarkan kalian bingung mencari jejakku, sementara aku fokus memenangkan hati Ratu dan menghancurkan Ardiansyah dari dalam."
"Ayahmu itu sangat sombong Nisya, aku memang masih mencintaimu mu,tapi aku tidak suka dengan sifat ayahmu yang haus akan harta, aku masih sakit hati ,pada saat itu, aku menemuimu dengan menggunakan motor,tapi ayahmu menghinaku habis-habisan, sampai akhirnya setiap menemuimu aku harus menyewa mobil agar aku terlihat seperti orang kaya, untung nya saat itu, aku mendapatkan beasiswa untuk kuliah di luar negri, mulai saat itu, aku harus bangkit dan menjadi orang sukses,agar aku bisa membalas perbuatan ayahmu itu dengan mempermalukan keluarga mu"
Angga sadar, jika ia terus berhubungan dengan keluarga Pramuji yang serakah, identitas aslinya dan rencananya bisa bocor. Ia memilih untuk menghilang sementara dari radar mereka untuk fokus pada target barunya, Ratu Pratama... putri satu-satunya dari Afdal dan Annisa yang saat ini berada di Jerman, dekat dengan orang tuanya juga.
" bagaimana rasanya Pramuji, saat Ardiansyah memutuskan pertunangannya dengan Nisya,dan sekarang Aku hilang dari hadapanmu, keinginan mu untuk memiliki menantu kaya kini hilang" gumam Angga terkekeh.
___
Sementara Nisya masih menunggu balasan pesan dari Angga sedari pagi, namun tak kunjung mendapatkan balasan, akhirnya Ia memutuskan untuk menelpon Angga, setelah beberapa kali berusaha menelpon Angga, ternyata nomornya sudah tidak aktif.
Nisya masuk ke kamar, ia merasa mual karena kecemasan yang membuncah. Ia memijat pelipisnya dengan minyak angin beraroma terapi ia mencoba menenangkan sarafnya yang tegang.
"Bang Angga... ke mana kamu? Apa janji-janji manismu dulu hanya cara untuk membuatku melepas Kak Ardi? Kalau sekarang kamu pergi, aku tidak punya siapa-siapa lagi untuk bersandar." Gumam Nisya dengan mata berkaca-kaca.
Ia melihat ponselnya yang tergeletak di kasur. Ia mencoba mencari nama Angga di media sosial, namun akun pria itu mendadak hilang atau diprivat secara total. Nisya mulai merasa bahwa ia hanya pion dalam permainan yang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan.
" apa bang Angga hanya memanfaatkan aku saja" gumamnya pelan.
"Astaghfirullah....aku tidak boleh suudzon, mungkin bang Angga sedang sibuk, bang Angga sekarang sudah semakin sukses,jadi jadwalnya pasti sangat banyak" ucapnya lirih dengan senyum getir yang di paksakan.
___
Pagi harinya, Ardiansyah bangun dengan tekad baru. Ia tidak akan berangkat ke kantor dengan mobil mewahnya. Ia mengambil kunci motor sport-nya yang sudah lama berdebu di garasi.
Ardiansyah melihat pantulan dirinya di cermin "Ratu suka pria yang tangguh, bukan yang hanya duduk di balik meja. Jika dia ingin aku fokus pada badai, maka aku akan menjadi badai itu sendiri....Ratu tidak tahu kekejamanku di belakang layar, sebagai anak didik mbak Rukayyah, Aku tidak takut apapun, , tunggu Ratuku"
Ia tidak sadar bahwa di saat yang sama, Nisya sedang menangis di pelukan Siska, bukan karena kehilangan Ardiansyah, tapi karena ayahnya, Pramuji, memaksanya untuk mengirim pesan pada Angga agar mau membantunya mencairkan deposit 500 juta yang ditinggalkan Ardiansyah sedangkan Angga sendiri nomornya sudah tidak aktif.
"Ayah, tapi nomor bang Angga tidak aktif dari kemarin" ucap Nisya yang kini sudah siap dengan seragam kerjanya.
"Ayah tidak mau tahu, pokoknya di tempat kerja nanti,kamu minta uang kembali pada Ardiansyah " seru Pramuji dengan mata memerah,
Ia sudah berjanji pada para warga, sesuai janji Angga malam itu yang akan merenovasi mushola nya sampai benar-benar megah.
"Ayah, sebaiknya ayah minta maaf saja pada warga, ayah batalkan semuanya, toh bang Angga saat ini tidak bisa di hubungi" tutur Nisya dengan mulut bergetar menahan tangis.
" dimana harga diri ayah,kalau semuanya di batalkan Nisya" ......