Dania, seorang gadis yang akhirnya melakukan perjalanan waktu dan pindah ke dalam tubuh seorang putri kekaisaran yang sangat disayang dan dicintai oleh kaisar, permaisuri dan juga saudara-saudaranya.
dia adalah Diana deniela.
kekaisaran deniela dikenal sebagai kekaisaran yang lemah, miskin, dan bahkan rakyatnya serta prajurit-prajuritnya hidup susah.
tetapi walaupun begitu, walau kekaisaran deniela ini adalah kekaisaran yang kecil, tapi kekaisaran kekaisaran besar di luar sana, tak ada yang berani mengincar kekaisaran kecil ini. tak ada yang mau merebut atau menjatuhkan kekaisaran ini, karena alasannya tanah kekaisaran ini semuanya gersang.
bahkan, kalaupun harus mendapatkan wilayah kekaisaran deniela yang tidak seberapa, juga tidak akan bisa membuat kehidupan kekaisaran lainnya menjadi makmur.
tetapi jangan salah, walaupun kekaisaran kecil ini miskin, tetapi para penduduknya sangat setia. mereka dengan senang hati memikul semua beban kekaisaran dan saling berlomba-lomba.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hayu Nissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. pelatihan militer yang harus ditingkatkan
"woah...!! ini benar-benar sangat enak tuan!! rasa dagingnya ini sangat manis.. entah bagaimana buah seperti ini tak pernah ada di kekaisaran ini.. tolong, tolong berikan padaku 5 kilo. oh ya, ini juga, Dan ini juga." ucap ibu tersebut dengan kalapnya.
sementara parah pembeli yang lain yang mendengar pengukuran itu, langsung berlomba-lomba untuk ikut membeli. mereka membeli sekilo per kepalanya, karena tentu saja mereka masih ragu akan rasanya.
mereka merasakan buah-buahan itu benar-benar seperti turun dari surga. karena buah-buahan ini tak pernah ada sebelumnya.
setelah berhasil mempromosikan buah-buahan yang langsung habis hanya dalam beberapa detik saja, membuat sebagian pembeli merasa menyesal.
"berikan padaku lagi..!! aku beli 10 kilo!!" seru salah satu dari mereka.
"aduh mohon maaf tuan.. buah-buahan sudah tidak ada lagi. tapi besok pak pasti kami akan kembali dan membawa lebih banyak.. oh ya, tetapi, makan buah dengan perut yang kosong, itu biasanya akan berdampak yang namanya sakit perut. jadi bapak-bapak ibu-ibu, tuan tuan dan nyonya. makanlah buah-buahan ini sebanyak-banyaknya, ketika perut sudah diisi dengan makanan. jangan, setelah bangun pagi-pagi terus langsung konsumsi buah ini." ujarnya lagi menjelaskan kepada para pembeli yang masih berdiri sambil menikmati makanan itu.
"apakah makanan ini beracun..?" tanya salah satu dari mereka membuat beberapa warga pun terdiam Hening.
"tidak tidak.. buah-buahan ini tidak beracun. tetapi, menurut teori dan pelajaran yang kami dapat dari orang yang menjaga buah-buahan ini, buah-buahan ini bisa membuat asam dalam lambung menjadi naik. karena, selain ada rasa manis, rambutan serta buah-buahan ini juga memiliki kandungan tersendiri yang tak bisa langsung dikonsumsi saat bangun tidur. buah-buahan ini aman, jadi tuan-tuan Nyonya-nyonya tidak perlu khawatir." semua orang pun langsung menganggukkan kepala setuju.
"baiklah kalau begitu.." dan karena buah-buahan yang dijual sudah tidak ada lagi, para warga yang berasal dari kekaisaran Daniela pun langsung tersenyum bangga.
"sudah waktunya untuk pulang.. yakinlah, barang-barang hasil anyaman ini, tidak akan laku dalam waktu cepat. sebaiknya kita kembali ke kekaisaran, dan sampaikan hal ini kepada kaisar. nanti besok kita datang lagi, dengan membawa banyak buah-buahan kembali. untuk buah-buahan yang kita bawa hari ini, anggap saja hanya sebuah percobaan." tutur salah satu dari mereka yang merupakan pimpinan dari tim pedagang tersebut.
karena mereka belum sempat membagi diri, akhirnya mereka semua pun kompak dan kembali ke kekaisaran dengan cepat.
******
di kekaisaran Daniela.
setelah kaisar, penasehat Ken, dan juga dua pangeran melihat senjata yang sangat sangat misterius ini, segitiga di sana, mereka kembali duduk dan berunding.
"jadi, semua senjata-senjata itu bisa diproduksi besar-besaran ?" tanya kaisar kepada putrinya.
"tentu saja ayah.. dan aku sudah memiliki gambar desainnya dan juga model pembuatannya. hanya tinggal mengumpulkan bahan-bahannya saja. yang kemungkinan bisa kita dapat agak sedikit sulit. tapi menurutku, bubuk-bubuk mentah yang berbahan kimia di tempat ini sangat mudah ditemukan. hanya saja tidak diolah dengan baik " kaisar sander yang mendengar penuturan putrinya mengerutkan kening. dia tahu, putrinya memang berbakat dan sangat peduli terhadap keberlangsungan kekaisaran ini.
tetapi dia tidak tahu, kalau ternyata putrinya bisa cerdas di atas rata-rata bahkan senjata yang bisa membunuh dalam radius jarak jauh pun bisa terpikirkan olehnya. bahkan hal itu sudah dicoba dan, hasilnya sangat memuaskan.
"oh begitu.."
"ayah.. sistem pertahanan dan latihan militer juga harus dirubah. setiap pagi, para prajurit wajib mengikuti olahraga pagi untuk memperkuat otot-otot mereka. dan, setelah selesai, skill dari para prajurit itu harus diasah dan dipisah-pisahkan perpleton."
semua orang terdiam mendengar penuturannya.
"maksudmu bagaimana dek..?" tanya pangeran etan.
"maksudku.. para prajurit itu memiliki tugas yang sangat berat dan keras. bahkan taruhannya adalah nyawa. karena itu, seharusnya mereka yang harus lebih menguasai banyak teknik dan ilmu bela diri. ayahanda, jika ayah anda tidak berkeberatan, izinkan Ananda untuk memberikan wejangan kepada prajurit-prajurit kita. prajurit kita tidak banyak, tidak sampai beratus-ratus ribu. bahkan, mungkin rp100.000 pun tidak sampai. hal ini perlu kita pertimbangkan, agar kekaisaran Daniela ini tetap berdiri tegak tanpa bisa dihantam oleh angin dan badai." kaisar yang mendengar penuturan putrinya mengepalkan tangannya. semangat di dalam dadanya seolah-olah langsung membara.
"kalau begitu, kami akan mendampingimu dek. ayahanda.. apa yang dikatakan oleh adinda tampaknya sangat-sangat benar. sistem pelatihan militer kita wajib untuk diubah. ketahanan fisik para prajurit, wajib untuk dibentuk. selain ketahanan fisik, ada juga sistem strategi yang harus diperhatikan. prajurit-prajurit kita tidak terlalu banyak, paling mentok itu 50 sampai 70.000 prajurit. untuk persenjataan, rasanya itu sudah sangat aman. makanya tinggal mengumpulkan dana lagi, agar kita bisa membeli perlengkapan untuk membuatnya." pangeran etan, berujar dengan penuh wibawa di hadapan sang ayah.
penasehat Ken, yang memang merupakan seorang jenderal juga terbakar api semangatnya.
(mungkin ini adalah awal kebangkitan kekaisaran ini. tidak salah mengabdi di kekaisaran ini, selain kaisar yang sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat serta para menteri-menterinya, ada juga temuan-temuan baru untuk bisa mengembangkan kekaisaran ini.) batinnya.
"aku juga akan ikut Andil ayah!! sepertinya, sudah waktunya bagi kita untuk bangkit dan merubah sistem kekaisaran kita." tutur pangeran Jasper dengan tangan terkepal. kaisar Sander yang mendengar penuturan itu langsung mengangguk bangga.
walaupun hasilnya belum tampak, tetapi mendengar kata-kata yang penuh dengan motivasi dan membakar semangat, membuatnya juga ikut membara.
"baiklah!! sistem ini akan kita terapkan dengan cepat. Putri Dania, untuk sementara, ayah akan serahkan pelatihan militer ke tanganmu. dan tak lupa, nanti di sana kamu akan ditemani oleh saudara-saudaramu, dan jenderal-jenderal setia milik kekaisaran ini." ucapnya. semua orang pun mengangguk semangat. walaupun rapat ini hanya dirundingkan mereka saja, namun kalau sudah mendapatkan titik temu, maka tidak ada alasan untuk tidak menerapkan.
*******
sore hari pun tiba.
terlihat, permaisuri jenny, kaisar Sander, dan juga beberapa pengawal yang selalu menjaga di sekitar, tampak berdiri di pintu gerbang. di sana beberapa utusan yang datang dari wilayah utara, akan kembali berangkat.
"tolong bawalah. setidaknya ayah dan ibu bisa merasakannya juga. sampaikan pada mereka, rasa terima kasih dari kami yang sangat besar. semoga, ayah dan ibu mertua di sana sehat walafiat bersama dengan keluarga lainnya." tutur sang kaisar sambil menitipkan satu amplop yang berisi surat tentunya.
permaisuri jenny juga ikut berpesan di sana.
"sampaikan pada ayah dan ibu.. kami semua di sini baik dan sehat. agar ayah dan ibu di sana tidak terlalu kepikiran." para utusan itu pun mengangguk dengan senyum gembira. setidaknya, mereka kembali di lepas pergi dengan perut yang kenyang, dan perasaan puas karena telah mencicipi ikan segar, yang biasanya susah untuk didapatkan.
"tentu saja nona. kami akan sampaikan semuanya kepada tuan. kalau begitu kami pamit undur diri."
"baiklah.. kalian semua berhati-hati lagi perjalanan."
"baik yang mulia kaisar, yang mulia permaisuri, para pangeran. terima kasih atas jamuannya." setelah berkata demikian, rombongan itu pun langsung kembali melanjutkan perjalanan kembali ke wilayah utara.