NovelToon NovelToon
Petualangan Bintang ( Han Le)

Petualangan Bintang ( Han Le)

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Ilmu Kanuragan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

karena Ayahnya tewas di tangan Arya saat melakukan Pemberontakan Nirmala pergi ke negeri Bharat, guna belajar ilmu kanuragan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lin xue

Han Le berjalan sambil bernyanyi kecil, di bahunya satu buntelan kecil tersampir, Belati Meteor pemberian Paman Ten Zin terselip di pinggang sebelah kiri, sedang pedang Pemberian gurunya tergantung di punggungnya.

" Lihat ada yang keluar?" Para biksu dalai lama yang masih bersembunyi di sekitar kuil langsung memperhatikan Han Le yang baru keluar

" Itu bukan dia, mungkin hanya kiam khek (pendekar pedang yang sedang berkunjung" Sahut salah satu biksu itu, karena mereka melihat bukan Han Le yang keluar dari Kuil Shaolin, Samaran Han Le tak di kenali oleh mereka

Han dengan santai berjalan ke arah perguruan Wudang, guna menyerahkan kitab yang di titipkan, namun ia tak tahu jika kitab yang sudah di terjemahkan itu menjadi rebutan di dunia persilatan.

Han Le berencana akan mampir dahulu ke Siangyang, di mana Partai pengemis mempunyai markas di sana. ia ingin bertemu dengan kakek Han , yang pernah mengajari ilmu samaran padanya juga ilmu tongkat yang menjadi ciri khas partay Kay Pang.

" traaang"

"Traaaang"

saat melewati satu hutan kecil Han Le mendengar suara senjata beradu, hatinya tergerak mendengar suara itu, ia bergerak ke arah asal suara

Di sebuah lapangan kecil yang dikelilingi pohon pohon besat, seorang gadis cantik berbaju putih perak tengah dikeroyok oleh tujuh orang lelaki berbaju hitam. Di dada mereka terdapat sulaman ular yang melingkar, menandakan mereka adalah anggota dari Coa-hei-bun (Perguruan Ular Hitam) yang terkenal licik dan jahat.

Gadis itu,  nampak gagah namun mulai kelelahan, ia mengayunkan pedangnya dengan jurus-jurus yang indah namun mematikan. Namun, ia nampak terdesak karena kaki dan lengannya telah terluka dan juga banyaknya musuh membuat gerak nya menjadi sedikit kaku

"Ha-ha-ha! Lin-siocia, menyerahlah! Serahkan kitab yang kau bawam Jurus Coa-sin-ciang (Telapak Tubuh Ular) milikku telah melukaimu. Semakin kau bergerak, racun itu akan semakin cepat melumpuhkanmu!" seru pemimpin pengeroyok itu, seorang pria bermata licik dengan kumis yang menjuntai seperti taring ular.

"Cuih! Sampai mati pun aku tidak akan menyerahkan kitab ini kepada kawanan Coa (ular) menjijikkan seperti kalian!" balas Lin-siocia dengan napas tersengal.

"Kurang ajar! Serang! Gunakan Coa-nga-ciam (Tebasan Taring Ular)!" perintah si pemimpin.

Hiaaaaat

Ketujuh orang itu bergerak serentak, mengepung Lin-siocia dari segala penjuru dengan senjata-senjata mereka yang berlumur racun hijau.

Wust

Traaaang

Tepat saat pedang lawan hendak menghujam punggung Lin-siocia, sebuah bayangan biru melesat dan menangkis serangan pedang itu

"Tujuh ekor Coa mengeroyok satu bunga... Sungguh pemandangan yang memuakkan bagi mataku," suara Han Le menggelegar, mengandung tenaga dalam yang menggetarkan jantung.

Para pengeroyok itu terkejut dan melompat mundur. "Siapa kau?! Jangan ikut campur urusan Coa-hei-bun jika kau masih ingin melihat matahari besok!" ancam salah satu pengeroyok itu

Han Le tidak memedulikan ancaman itu. Ia berbalik sebentar ke arah Lin-siocia. "Siocia, beristirahatlah. Biarkan aku yang menghadapi mereka" Ucap Han Le

Lin-siocia tertegun melihat pemuda asing ini. Meski penampilannya seperti pengembara biasa, matanya memancarkan sinar yang sangat dalam.

"Habisi dia! Gunakan Hei-coa-tin (Formasi Ular Hitam)!" teriak si pemimpin.

Hiaaaat

wut

wut

Ketujuh pengeroyok itu bergerak melingkar, menciptakan gerakan yang membingungkan mata. Mereka menyerang secara bersamaan dari berbagai sudut. Namun, Han Le tetap berdiri tenang. Begitu serangan tiba, ia menggerakkan tangannya secara melingkar, menggunakan jurus tangan kosong

Pedang-pedang lawan seolah-olah menghantam dinding baja yang sangat kuat.

Heaaaah

Dengan satu sentakan, Han Le mengembalikan tenaga mereka.

BUM! BUM! BUM!

Tiga orang terpental ke belakang dengan dada sesak. Han Le tidak berhenti di situ. Ia melesat menggunakan teknik Liong-soan-po (Langkah Putaran Naga), salah satu jurus Lohan yang bisa membuat pemiliknya berputar di sekitar lawan dengan cepat

Wush

plak

plak

plak

Aaaargh

aaaaah

Sekali bergerak, tangannya bergerak dengan totokan mematikan

Tiga pengeroyok terjatuh dengan jeritan kesakitan, pukulan Han Le membuat mereka merasakan seperti di hantam palu godam yang sangat berat

Serrrr

"Awas siocia!" teriak Han Le mengingatkan karena  Melihat kawan-kawannya tumbang dengan mudah, si pemimpin murid Coa-hei-bun menjadi gelap mata. Ia mengeluarkan senjata rahasianya, jarum-jarum beracun yang dilemparkan ke arah Han Le dan Wanita itu

Wush

Wuuut

Han Le menghadang di depan wanita itu dan mengibaskan tangannya

semua jarum tersapu habis, sedangkan pemimpin murid itu bengong melihat jarum beracunnya di gagalkan hanya dengan kibasan tangan saja

Melihat itu Han Le tak menyia nyiakan kesempatan

Heaaaaah

Wuuut

Bugh

Aaaaargh

Dengan satu lompatan indah, Han Le mendaratkan sebuah pukulan ke dada si pemimpin. Pukulan itu nampak pelan, namun mengandung tenaga dalam yang menghancurkan.

Si pemimpin menjerit dan terpental belasan meter, memuntahkan darah hitam yang kental, lalu melarikan diri sambil memapah kawan-kawannya yang masih bisa bergerak.

Setelah keadaan aman, Han Le menghampiri Lin-siocia yang nampak mulai lemas karena pengaruh racun. Ia segera mengeluarkan sebuah botol kecil dari sakunya.

"Makanlah pil Cheng-sim-tan (Pil Pembersih Hati) ini, Siocia. Ini akan menetralkan racun ular di tubuhmu," ucap Han Le dengan sopan.

Lin-siocia menatap Han Le sejenak, lalu menelan pil itu. Beberapa saat kemudian, wajahnya yang pucat kembali bersemu merah. Ia segera menjura, memberikan penghormatan pendekar kepada Han Le.

"Terima kasih, Saudara yang budiman. Nama saya Lin Xue, dari perguruan Bing-ho-bun (Lembah Sungai Es). Jika tidak ada bantuanmu, entah apa yang akan terjadi padaku di tangan kawanan ular itu," ucapnya dengan tulus.

Han Le mengangguk. "Saya Han Le, hanya seorang pengembara yang kebetulan lewat. Mengapa mereka begitu bernafsu mengejarmu?" tanya Han le penasaran

Lin-siocia menghela napas. "Dunia Bu-lim (persilatan) sedang guncang, Saudara Han Le. ada kabar jika ada seseorang yang membawa kitab kanuragan yang sangat hebat yang akan ke perguruan Wudabf. Mereka mengira aku membawa rahasia kitab itu. Aku sedang dalam perjalanan pulang ke Siangyang  " sahut Lin Xue

" Kau akan ke siangyang!" Han Le terkejut mendengar tujuan gadis itu.

" Iya Han Le , rumahku di sana, kenapa?" tanya Lin Xue

"Kebetulan sekali, Siocia. Saya pun hendak menuju Siangyang untuk menemui kakek Han yang ada di markas Kay-pang. Jika kau tidak keberatan, bagaimana jika kita melakukan perjalanan bersama? Luka-lukamu butuh waktu untuk pulih sepenuhnya." ucap Han Le

Mata Lin-siocia berbinar. Ia merasa aman di dekat pemuda ini. " kita searah mengapa tidak Han le, Saudara Han. Mari kita berangkat sebelum matahari benar-benar tenggelam, dan jangan panggil aku Siocia, panggil Lin Xue saja " sahut Lin Xue dengan ramah , semburat merah menjalar di wajahnya

" Tapi baiknya kau mengobati lukamu dulu, akan berbahaya jika di biarkan begitu saja" Ucap Han le yang melihat kaki dan tangan Lin Xue terluka tetaoi tak segera di obati,

" Engg, aku lupa membawa bekal obat" sahut Lin Xue menunduk

" Ini pakai punyaku saja" Han le mengambil perbekalan obat dari buntalan pakaiannya, setelah mengobati dan memulihkan tenaga mereka berangkat ke kota Siangyang

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!