NovelToon NovelToon
Wasiat Tanpa Cinta

Wasiat Tanpa Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ndo' Anha

Demi menyelamatkan hak waris adiknya dari keserakahan sang kakak tiri, seorang CEO wanita yang berhati dingin terpaksa terjebak dalam pernikahan kontrak. Ia harus bersanding dengan pengacara mendiang ayahnya—pria yang memandangnya dengan kebencian, namun memegang kunci kekuatan hukum yang ia butuhkan.

Tempaan hidup yang keras telah membentuknya menjadi sosok yang tegas dan tak kenal lelah. Di bawah atap yang sama, tak ada ruang bagi cinta, hanya ada dendam yang membara di hati sang suami. Demi ambisi masing-masing, keduanya terpaksa memerankan sandiwara rumah tangga yang sempurna di mata dunia.

Akankah benih cinta tumbuh di sela-sela permusuhan mereka, ataukah perpisahan pahit yang menjadi akhir dari kesepakatan ini?

Mau tahu kelanjutan ceritanya? Jangan lupa baca di sini, ya. 🤗

Jangan lupa, like dan komentarnya sebagai penyemangat Author. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ndo' Anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. WATACI

Cahaya matahari pagi menyeruak masuk melalui celah gorden, tepat mengenai wajah Adnan. Ia menggeliat, merasa kasur Nika jauh lebih empuk daripada sofa kamar tamu. Namun, rasa nyaman itu seketika sirna saat ia merasakan aura dingin yang menusuk.

Adnan membuka mata perlahan, dan jantungnya hampir melompat keluar saat melihat Elano sudah berdiri di samping ranjang dengan tangan bersendekap dan tatapan setajam silet.

"Eh ... E-elano? Sejak kapan di sini?" tanya Adnan, terbata-bata.

"Sejak Kakak ngigo manggil nama Kak Nika lima kali," jawab Elano datar.

"Kenapa Kakak bisa ada di kamar ini? Pakai selimut pink Kak Nika lagi?"

Adnan langsung duduk tegak, mencoba mencari sisa-sisa harga dirinya yang tercecer. "Itu ... anu, El. Tadi malam ... ada cicak! Iya, cicak raksasa di kamar tamu. Kakak takut, jadi Kakak lari ke sini mau minta bantuan Kak Nika, eh malah ketiduran karena ... karena saking takutnya!"

Elano menaikkan satu alisnya, tidak percaya sedikit pun. "Cicak raksasa? Kakak kan badannya kayak kulkas dua pintu, masa takut cicak?"

"Cicaknya punya otot, El! Serius!" Adnan bergegas turun dari ranjang dengan langkah seribu. "Duh, tiba-tiba Kakak merasa gerah sekali. Harus mandi! Mandi di kamar tamu! Bye, El!"

Adnan kabur seketika, nyaris tersandung kakinya sendiri demi menghindari interogasi lebih lanjut dari adik iparnya itu.

Setelah perjuangan mandi kilat dan menenangkan jantungnya, Adnan turun ke lantai bawah. Langkahnya terhenti di anak tangga terakhir. Di meja makan, Nika sudah siap. Namun ada yang berbeda.

Nika tidak memakai setelan kerja formal yang kaku. Ia mengenakan blus berwarna peach cerah dengan celana bahan kasual yang membuatnya terlihat beberapa tahun lebih muda dan sangat segar.

"Nika? Kamu ... pakai baju warna cerah?" gumam Adnan tanpa sadar, matanya tidak bisa beralih.

Nika hanya menoleh sekilas, menyembunyikan senyum tipisnya. "Kenapa? Aneh ya?"

"Enggak, justru ..." Adnan berdehem, mencoba kembali cool. "Bagus kok. Cocok."

Saat mereka berjalan menuju depan rumah, Elano sudah bersiap di atas motor sport miliknya. Mesin menderu rendah. Adnan yang mengantar sampai depan pintu kembali celingukan.

"Inget ya, Kak Adnan," seru Elano sambil menunjuk Adnan. "Jagain Kak Nika. Kalau sampai pulang-pulang dia sedih atau baju cerahnya kena noda air mata gara-gara Kakak, aku beneran bakal belajar karate buat tendang Kakak!"

Adnan hanya terkekeh. "Siap, Bos Kecil!"

Arta Dirgantara Group

Suasana hati Nika yang tadinya sangat cerah mendadak mendung saat ia melangkah masuk ke lobi kantor. Di sana, di tengah kerumunan staf, berdiri Vivian yang tampak sangat bangga dengan pakaian formal barunya.

Nika mengernyitkan dahi. Perasaan tidak enak mulai muncul. Ia segera menghampiri Geby yang sedang asyik berbisik-bisik.

"Geb, ada apa sih ramai-ramai di sana? Itu Vivian kenapa di situ?" tanya Nika.

Geby menoleh dengan wajah prihatin. "Duh, Buk Nika ... belum tahu? Barusan ada pengumuman internal. Vivian ditarik ke pusat dan naik jabatan jadi Staf Produksi. Katanya sih karena kinerjanya yang 'luar biasa' beberapa minggu ini."

Nika mengepalkan tangannya di samping tubuh. Mood cerahnya menguap seketika. Staf produksi artinya Vivian akan lebih sering berurusan langsung dengan divisi manajemen—tempat di mana ia dan Adnan berada.

"Staf produksi?" Nika bergumam pahit. "Sepertinya hari ini tidak akan semanis yang aku bayangkan."

Langkah kaki Nika bergema di koridor laboratorium dan ruang pengemasan.

Aroma lembut bunga melati dan bahan kimia murni tercium di udara. Setelah melakukan peninjauan di divisi pemasaran yang cukup menguras emosi, Nika tiba di area produksi untuk melihat progres peluncuran lini skincare terbaru mereka.

Di sana, di tengah deretan mesin pengisi botol serum yang canggih, Vivian berdiri mengenakan jas lab putih yang rapi. Sebagai staf produksi baru, ia tampak sedang memberikan instruksi pada beberapa operator.

Melihat kedatangan Nika, Vivian segera menghentikan aktivitasnya. Ia membungkuk hormat, menunjukkan sikap profesional sebagai bawahan kepada Direkturnya.

"Selamat siang, Ibu Direktur," sapa Vivian dengan suara yang tenang namun tegas. "Suatu kehormatan Ibu turun langsung meninjau bagian produksi siang ini."

Nika berhenti di depan Vivian, menatap botol-botol serum yang berjalan di atas conveyor belt. "Saya dengar kau sekarang yang bertanggung jawab atas pengawasan kualitas di lini ini, Vivian. Jabatan baru yang cukup berat untuk seseorang yang baru bergabung di pusat."

"Benar, Bu. Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan perusahaan," jawab Vivian sopan.

"Saya sedang memastikan formula serum pencerah ini memiliki konsistensi yang tepat sebelum masuk tahap pengemasan akhir."

Meski Vivian bersikap hormat, staf lain di sekitar mereka mulai merasa ada hawa dingin yang merayap.

"Baguslah. Dalam bisnis kecantikan, kejujuran pada label itu nomor satu. Apa yang tampak indah di luar, harus benar-benar murni di dalam. Saya tidak suka jika produk kita terlihat 'berkilau' tapi sebenarnya mengandung zat yang bisa merusak dalam jangka panjang," ungkap Nika.

"Tentu, Bu Direktur. Saya setuju. Tapi terkadang, kulit juga butuh regenerasi. Formula lama yang sudah tidak efektif memang harus diperbarui agar wajah perusahaan tetap terlihat segar dan menarik, bukan?"

"Regenerasi itu penting, tapi jangan sampai salah memilih bahan aktif. Bahan yang terlalu agresif mungkin memberi hasil instan, tapi ujung-ujungnya hanya akan menimbulkan iritasi. Dan sebagai Direktur, saya tidak akan membiarkan ada iritasi sekecil apa pun di perusahaan ini," timpal Nika lagi.

Vivian tersenyum getir. "Instruksi diterima, Bu. Saya akan memastikan setiap botol yang keluar dari sini memiliki 'kandungan' yang tepat. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk ... kemajuan bersama."

Para staf produksi di sekitar mereka hanya bisa berdiri mematung. Mereka bingung dengan arah pembicaraan ini.

"Eh, itu mereka lagi bahas active ingredients atau lagi bahas soal hubungan pribadi ya?" bisik seorang staf laboratorium pada rekannya.

"Nggak tahu, tapi rasanya lebih panas daripada mesin pemanas bahan baku di belakang sana," sahut rekannya pelan.

Nika mengambil satu botol sampel, memperhatikannya sebentar di bawah cahaya lampu, lalu meletakkannya kembali dengan bunyi klik yang tajam.

"Pastikan semuanya sesuai SOP, Vivian. Saya memantau setiap pergerakan di sini," tegas Nika sebelum berbalik pergi.

"Tentu, Bu Direktur. Hati-hati di jalan," pungkas Vivian sambil kembali membungkuk hormat, namun dengan tatapan mata yang sulit diartikan saat melihat punggung Nika menjauh.

1
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
mampuss luu🤣🤣
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: bahagianya ibuk🤣
total 1 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wahh ada niat terselubung apa lagi si vivian ini
Resa05
novelnya keren thor, semoga makin rame semangat up terus!
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Aamiin,. makasih kak🙏
total 1 replies
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
aduhh ibuk... 🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
lahh kenapa nggak tidur bareng aja nika🤣🤣
Aldinakbar
bangun Elano jangan hanya berlindung dibalik kakakmu Bangun dan lindungi kakakmu selayaknya pria sejati
Aldinakbar
17 tahun udah bukan anak anak lagi harusnya udah ngerti,kebanyakan dimanja sih
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Iya kadang karena dia anak laki" perhatiannya dengan anak perempuan berbeda.
total 1 replies
Raine
nika yg badas kenapa jodohnya adnan sih, coba ceo kaya juga biar otaknya setara
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Jodoh gak ada yg tau ya kak🤭
total 1 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
cieee udah mulai naksir🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: wkwkwk iya yi🤣🤣
total 2 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
iyalah.. nika istri nya, kmu cuma mantan/Tongue//Tongue//Tongue/
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
syukurin🤣🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
hayo lohh Adnan, kmu pilih siapa?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: harus nya istri lahh🤭🤭
total 4 replies
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Violin≛⃝⃕|ℙ$☘𝓡𝓳
Astaga belum juga kering makamnya udah sibuk masalah warisan
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
wahhh salut sama Nika wanita yg gak gampang ditindas, tapii ituu yg kenaa vas siapaa yaa?🤔🤭
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
Jawabannya ada di bab selanjutnya ya buk.. sumpah aku bener" keteteran ini buk nulisnya🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
apa Adnan ya yg menyelamatkan nika?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika🥺🥺🥺
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wkwkwkwk kesian adnan🤭🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
jngn bilang gaby kenap2 ya thor🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!