sequel: terpaksa menikah adik tiri × bayi rahasia idola kampus
Axelle Aididev Atharic adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Nakal, keras kepala, dan anti diatur. Hidupnya yang bebas mendadak jungkir balik saat sebuah kecelakaan konyol memaksanya terjebak dalam nikah kilat dengan Rea Zelene Xavandra, cewek paling ambisius dan kaku di sekolah.
Dua kutub utara dan selatan harus tinggal di bawah satu atap yang sama. Bagi Axelle Aididev Atharic, ini adalah penjara. Tapi bagi sang istri, Rea Zelene Xavandra, Axelle adalah rahasia terbesar yang harus ia sembunyikan rapat-rapat demi reputasinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
...
Halaman SMA Galaksi malam itu berubah jadi lautan cahaya lightstick dan teriakan histeris. Bau parfum remaja, asap fogger panggung, dan dentuman bass bikin adrenalin siapa pun naik. Di balik panggung, Rea sibuk dengan HT-nya, memastikan koordinasi keamanan terakhir.
"Re, giliran XI-A. Axelle udah siap?" tanya Bagas lewat HT, suaranya terdengar tegang.
Rea menoleh ke arah belakang panggung axelle duduk santai di dekat teman teman nya. Di sana, axelle mengenakan kaus hitam polos yang pas di badan, dibalut jaket kulit hitam model racer dengan kerah tegak yang kancingnya dibiarkan terbuka. Lengan jaketnya disingkap sebatas siku, memperlihatkan otot lengan yang kokoh. Detail yang paling mencuri perhatian adalah sarung tangan kulit hitam fingerless yang membungkus tangan kanannya—seolah ia siap memetik senar gitar hingga putus atau sekadar memberikan kesan pemberontak yang elegan.
Rambut cokelat gelapnya yang ikal sengaja dibiarkan berantakan (messy look), jatuh menutupi sebagian dahi dan memberikan kesan misterius di balik cahaya lampu panggung yang remang-remang. Axelle tidak terlihat tegang sama sekali; ia justru tampak seperti predator yang sedang menunggu waktu yang tepat untuk menerjang mangsanya di atas panggung.

Gantengnya bener-bener ilegal.
Rea harus berkali-kali mengingatkan paru-parunya untuk tetap bernapas saat mata mereka tidak sengaja beradu. Begitu Axelle bangkit dan berjalan melewatinya, indra penciuman Rea langsung disergap aroma yang begitu dominan—campuran Woody yang hangat dan Musky yang sensual.
"Gue siap, Bu Ketos," ucap Axelle sambil mengedipkan sebelah mata saat melewati Rea.
Begitu lampu panggung meredup dan sorot spotlight putih hanya tertuju pada satu titik, teriakan cewek-cewek pecah sampai ke parkiran. Axelle berdiri di depan mik, jari-jarinya memetik senar gitar, tapi nadanya... beda.
"Loh? Kok intronya bukan lagu yang pas latihan?!" gumam Rea panik di pinggir panggung.
Lampu panggung mendadak mati total, menyisakan kesunyian yang mencekam. Tiba-tiba, petikan gitar elektrik Axelle membelah udara, memainkan intro lagu
Apa Artinya Cinta versi zinu Arashi (plis dengerin deh pas baca bab ini biar bapernya makin jadi😄😍🥵 anggap aja suara zinu itu suara nya axelle)
Di pinggir panggung, Rea membeku. HT di tangannya hampir terlepas. Dia tahu lagu ini. Dia tahu liriknya. Dan dia tahu siapa yang sedang berdiri di bawah spotlight sana.
Axelle mulai bernyanyi, suara nya beneran lembut dan sangat candu:
"Tiba-tiba engkau ada... kemudian engkau hadir..."
"Laksana kerdil ku memeluk... lihat aku lebih dalam..."
"Di matamu ku melihat... ada cinta yang tersirat..."
Setiap Axelle nyanyi lirik "Lihat aku lebih dalam", matanya bener-bener ngunci ke arah Rea. Rea ngerasa sistem robotnya bukan cuma error, tapi udah mau meledak. Dia benci cara Axelle bikin dia jadi pusat perhatian terselubung kayak gini.
Tirani hati merebah,
barang kali aku salah...
Kuterdiam bukan bisu
Kutahu engkau besar malu..
sesekali axelle melirik rea, tatapan matanya lebih serius dari biasanya. Berhasil bikin suara jantung Rea lebih kencang di banding suara bass panggung
Tutupi rasa gelisah
Biar saja waktu nanti
Yang menikmati kisah ini
bersama mu aku senang....
Pas masuk ke bagian Reff, Axelle bener-bener tumpahin semua energinya. Gak ada suara lain di backstage, cuma suara Axelle yang memenuhi seluruh SMA Galaksi:
"Belum jugakah kau menyadarinya... akulah yang pantas untuk kau cintai..."
"Di bawah langit biru aku bersumpah... hidupku tanpamu apa artinya cinta..."
"Cinta ini sudah menelan waktuku... siang malam hanya untuk pikirkan engkau..."
"berjuta kali aku berani bersumpah... hidupku tanpamu apa artinya cinta..."
Suasana makin pecah! Siswi-siswi di depan panggung histeris memuja pahatan sempurna dibatas panggung itu, tapi di sudut backstage, suasana justru lebih intens buat Rea.
Jovanka nyenggol bahu Rea kenceng banget sampe kacamata Rea hampir melorot. "Re... lo ngerasa nggak sih? Kayaknya ada yang janggal deh. Cara Axelle nyanyi... dia kayak lagi ungkapin cinta, tapi masa ke musuh bebuyutannya?"
"Iya, Re! Gila, dia kayak lagi nge-tag lo di depan umum!" sahut Clara antusias.
Giselle malah ketawa ngakak. "Hahaha! Axelle emang jahil tingkat dewa ya! Bisa-bisanya dia ngelirik lo pas lirik 'akulah yang pantas'? Dia lagi ngeledek lo atau gimana nih, Re?"
Rea tersentak, dia buru-buru benerin kacamatanya dan masang muka sedatar aspal sirkuit. Dia narik napas panjang, nyoba ngembaliin mode robotnya yang udah hampir hancur lebur.
"Apaan sih kalian?!" potong Rea sambil mendengus ketus. "Nggak usah ngaco. Lo kayak nggak tau dia aja. Axelle itu cuma jahil dan tengil. Dia sengaja ngelirik gue biar gue kesel, biar konsentrasi gue pecah pas lagi jaga keamanan Pensi. Itu trik dia buat ngerjain gue,!"
"Tapi Re, lirikan itu—"
"Gak ada tapi-tapi!" sela Rea lagi, dadanya naik turun nahan emosi (dan salting). "Dia itu berandalan yang hobi cari masalah. Lagu itu cuma akting biar penampilannya dramatis. Jangan kemakan drama murahan dia!"
Rea balik badan, pura-pura sibuk ngecek HT-nya lagi, padahal tangannya gemetar hebat. Dia bener-bener denial tingkat akut. Baginya, mustahil Axelle yang liar itu bisa punya rasa sama "Robot" kayak dia.
Sementara itu, Valerie yang berdiri di barisan depan kelas satu cuma senyum miring. Dia tahu abangnya nggak pernah seserius ini kalau cuma mau jahil. "Abang gue... beneran jatuh cinta? Dan dia jatuh cinta sama si kak Ketos galak itu? Lucu banget," batin Valerie.
Lagu berakhir dengan satu petikan gitar panjang dari Axelle. Dia turun panggung, ngelewatin Rea gitu aja sambil ngebisikin sesuatu yang cuma bisa didengar Rea.
"Gimana, Koala? Bagus kan akting gue?" tanya Axelle sambil nyengir tengil, seolah sengaja ngedukung teori denial Rea.
Rea cuma bisa mematung, meremas HT-nya kuat-kuat. "Sialan lo, Atharic. Lo bener-bener ngerusak otak gue!"
Axelle melangkah santai menuju gerombolan temannya yang sudah stand by di bawah tangga backstage. Begitu jaraknya dekat, Ferro langsung merangkul leher Axelle kencang sampai cowok itu hampir terhuyung.
"Gila lo, Xel! Lo kesamben setan apaan nyanyi lagu baper gitu?!" seru Ferro sambil tertawa ngakak. "Biasanya juga lo nyanyi lagu yang bikin telinga pecah, ini malah bikin cewek-cewek se-SMA Galaksi baper tingkat dewa!"
Liam ikut menimpali sambil menyugar rambutnya, matanya melirik Rea yang masih mematung di kejauhan. "Mana liriknya 'akulah yang pantas' lagi. Lo sengaja banget ya ngeledek si Ketos Galak? Gue liat tadi mukanya si Rea udah merah padam kayak mau meledak."
"Asli! Lo berani banget, Xel," sahut Jaxon sambil geleng-geleng kepala. "Cuma lo doang emang berandalan yang berani nge-tag musuh bebuyutan di depan umum. Habis ini siap-siap aja lo dikurung di ruang OSIS lagi, dihukum lari keliling lapangan seratus kali!"
Arkan yang biasanya paling kalem cuma senyum miring sambil nyalain korek api—sekadar buat gaya-gayaan. "Taktik lo oke juga buat bikin dia kesel. Musuh bebuyutan emang paling enak dikerjain pas lagi tugas gini, kan? Biar jabatan Ketos-nya nggak bikin dia sok jagoan terus."
Sementara itu, Zeyden yang dari tadi merhatiin interaksi Axelle dan Rea cuma menyipitkan mata. "Tapi gue akuin, Xel, akting lo dapet banget. Kalo gue jadi Rea, gue udah geer duluan. Untung dia robot, jadi hatinya anti-baperan."
Axelle cuma terkekeh, menyampirkan jaket kulitnya di bahu sambil sesekali melirik Rea lewat pantulan kaca di dekat sana. "Ya gitu deh. Namanya juga cari hiburan. Biar si Koala itu nggak tegang-tegang banget idupnya."
yang ANYA dan EL saja belom move on thorrr, muncul lah si tengil ell, makin cintaaa thor🤗🤗
😍😍
takut gula darah naik🤭
terlalu manis soalnya🥰🥰
akhir nya rea menyerah kan diri ooohh , sweet nya axelle bahagia. banget ya yg udh dapet jatah🤣🤣🤣🤣
nyari es batu lahhh🤭
love bagt sama Valerie 🥰🥰
meleleh adek bang🤣🤣🤣🤣
terimakasih Thor
love sekebonnnnn🥳🥳🥳
nangis bombay gak tu si vanya gimna hati vanya masih aman 🤣🤣
pengen ngegaplok si ziro deh sok sotoy banget terherman² aku nya🤣🤣
gedhek bgtsss sama Vanya n the geng, ziro harata apalah itu🤭
tapi saling berharap ,
di depan entar nemu bawang apa nemu krupuk thor , semankin penasaran sama kehidupan rea kedepanya , gimna nasib hubungan axelle sama rea nanti
cepet buntingin rea nya xel,
biar kelar hidup ziro.
wkwkwkwkkw