NovelToon NovelToon
NIKAH KONTRAK 9 BULAN

NIKAH KONTRAK 9 BULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsih Hada

Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Sarah sendiri tidak menyahut, sibuk mengatur napas dan tubuhnya yang terasa sangat tidak nyaman. Lemas dan hilang tenanga setelah perutnya merasa kosong. Kepalanya kliyengan, Sarah benar-benar pusing.

“Kamu sengaja mau memanfaatkan keadaan kemarin. Jangan harap aku mau tertipu,” kata Lingga dengan nada meremehkan.

“Lo yang ngirim tespack ini kan? Kesalahan kemarin itu tidak di sengaja Sarah, jangn berlebihan, dan jangan coba-coba memanfaat keadaan. Lo pikir gue mau sentuh lo, jangn mimpi terlalu tinggi, lo sama sekali bukan tipe gue!” ucap Lingga tanpa perasaan.

“Aku baru tau ada orang sebejat dirimu, siapa juga yang sudi dengan pria sepertimu, brengsek!” umpat Sarah hilang kesabaran. Dirinya bahkan kehilangan arah dan tujuan sejak malam itu. Hidupnya kacau di buatnya, sekarang malah begitu merendahkannya seperti sampah tanpa perasaan.

“Hahaha. Sadar diri juga, bagus dong, Jangn coba-coba menghubungkan kejadian malam itu dengan diriku. Gue udah berusaha membuat kesepakatan damai, dan lo yang menolaknya, itu tandanya tidak perlu ada yang di sesali, salah lo sendiri.”

Sarah memejam, ingin sekali menampar dan menyeretnya ke meja pengadilan. Ia sekarang menyesal kenapa dulu tidak melaporkan saja ke kantor polisi, sekarang bagaimana ia mencari bukti. Belum apa-apa sudah berkelit, kenapa Lingga sekejam ini.

Gadis itu hampir melawan, tetapi kepalanya yang semakin berdenyut dengan tubuh kliyengan membuatnya ti ada daya. Sementar Lingga acuh tak acuh seakan tak peduli. Bahkan hendak meninggalkan Sarah begitu saja setelah marah-marah. Namun, belum sempat pria itu masuk ke mobil. Sarah lebih dulu ambruk tak sadarkan diri, membuat Lingga menghentikan langkahnya.

“Nggak usah acting, gue nggak bakalan ketipu!” ujar pria itu berlalu masuk ke mobilnya. Lingga benar-benar menyalakan mesin nya dan melaju. Pria itu memperhatikan dari kaca spion yang tidak menemukan tanda-tanda Sarah terbangun. Membuat pria itu resah sendiri.

“Jangan-jangan beneran pingsan? Sial , merepotkan sekali,” umpat Lingga kembali memundurkan mobilnya.

Pria itu turun dan langsung mendekat. Berjongkok sembari meraih denyut nadinya. Sarah benar-benar tidak sadarkan diri. Lingga langsung memasukkan ke mobilnya dan melarikan ke rumah sakit terdekat.

Selama perjalanan, Lingga sesekali menatap belakang dari pantulan kaca spion, sesungguhnya dia tidak berniat membuat gadis itu tidak sadarkan diri. Kenapa harus terjebak dalam situasi yang membuatnya rumit.

Lingga melajukan mobilnya dengan cepat. Menuju rumah sakit terdekat. Sampai di sana di bantu tim medis dari mobil dan langsung masung ruang IGD. Selama pemeriksaan Lingga menunggu di luar dengan perasaan tak karuan. Apakah dirinya tadi terlalu kejam dan keterlaluan.

“Dengan saudara pasien atas nama Sarah?”

“Iya, saya sendiri sus!” jawab Lingga langsung berdiri menghadap dokter yang bertugas.

“Bapak suaminya?” tanya dokter serius.

“Bukan, dia teman saya, katakan saja nanti saya sampaikan ke keluarganya .”

“Kasihan sekali, pasien sedang hamil, harusnya di jaga kesehatannya tidak harus seperti ini. Dia hampir saja dehidrasi dan itu sangat membahayakan ibu dan janinnya.” Seketika Lingga membeku di tempat, apa katanya? Hamil? Terus anak siapa?

“Hamil dok? Berapa bulan?”

“Belum bisa di pastikan dengan benar, lebih baik saya sarankan untuk periksa ke dokter kandungan. Namun, tolong sampaikan ke keluarganya ya pak, agar menjaganya dan memperhatikan kesehatannya. Pasien sangat lemah saat ini dan membutuhkan perawatan.”

“Siap Dok, lakukan saja perawatan yang di perlukan, saya akan menghubungi keluarganya.”

1
Sabil illah
bagus kak ceritanya.... semangat update kak
Ningsih Hada: Terima kasih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!