Rhea , agen elit berkode sandya 01 , mati ditikam 13 kali oleh seorang CEO dari perusahaan Long Corp di misi terakhirnya.
Saat membuka mata, dia justru terbangun di tubuh wanita gendut 120 kg bernama Rhea juga. Istri yang dibenci, dibuang ke sebuah gudang oleh Rey Long, dan akan dibunuh malam ini demi wanita simpanannya .
Semua mengira Rhea Long bodoh dan lemah. Mereka salah besar. Karena ' istri gendut ' bisa membunuh dengan pulpen, punya IQ 180, dan baru menyusun rencana untuk meruntuhkan Long Corp dari dalam .
Tapi Rey Long tidak tahu , malam ini dia bukan membunuh Istrinya. Dia justru membangunkan pembunuhnya .
Kira-kira balas dendam apa yang pertama kali dilakukan Sandya 01 pada suami pembunuh yang tidak tahun siapa dia hadapi ?
Yang penasaran dengan ceritanya ikuti dari awal hingga akhir ya Guyss 🙏 😊 🤗 🥰
Happy Reading 📝
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
_RS INTERNASIONAL SHANGHAI. RUANG ICU. 2 JAM KEMUDIAN. 23:47 MALAM._
Bau disinfektan, bau darah dan bau rasa takut.
Sandra berdiri di depan kaca ICU. Seragam biru kebesarannya sudah diganti pakaian operasi berwarna hijau. Tapi darah Adrian + darah "Bayangan" masih ada di tangannya dia tidak ingin mencucinya . supaya dia mengingat pengorbanan kedua pria itu .
Di dalam, "Bayangan" tertidur. Selang infus + selang oksigen + selang darah. Di dadanya terdapat perban tebel. Monitor jantung berbunyi...
BIP...
BIP...
Sangat pelan seperti menghitung mundur.
Dokter kepala, Dr. Liu, menghampiri Sandra dia menunduk takut . "Nyonya Lee... kondisi pasien kritis. Peluru 9mm nembus paru kanannya. Kami sudah melakukan operasi 3 jam. Tapi..."
"Tapi apa?" Suara Sandra datar. Dingin. Tapi tangannya mengepal kuat hingga kukunya menancap ke telapak tangan .
"Kemungkinan selamat 30%, Nyonya." Dr. Liu berkeringat dingin. " Jika 24 jam ke depan dia tidak sadar..."
BRAK!
Sandra menendang kursi tunggu dan kursi besi itu penyok. Semua perawat + satpam RS menoleh takut.
"30%?" Sandra berjalan ke arah Dr. Liu. Satu langkah \= nyawa dokter menciut satu. "3 tahun yang lalu dia ditembak 2x untuk melindungi aku , dia tidak mati lalu dia ditusuk 4x di Bangkok dia juga tidak mati. Sekarang kamu bilang dia hanya 30%?!"
"Nyonya, saya—"
"DENGAR BAIK-BAIK, DOKTER LIU." Sandra menyekal ucapan dokter matanya menyala. "Nama dia bukan 'pasien'. Namanya Jarum. Sandya 02. Adikku. Keluargaku. Jika dia mati, aku akan membuat 30% itu menjadi 0%... buat seluruh RS ini. Mengerti?"
Dr. Liu mengangguk. Pucat. " Mengerti, Nyonya Lee! Kami akan menggerakkan tim terbaik! dan alat terbaik! Dari Jerman! Langsung!"
"Bagus. Aku akan menunggu di sini. Sampai dia membuka mata."
POV ADRIAN: KAMAR RAWAT VIP. LUKA TEMBAK BAHU KIRI
Adrian terbangun bahunya diperban tebal dan di infus. Tapi yang sakit bukan bahunya. Yang sakit hatinya .
Karena di samping ranjang, kosong tidak ada Sandra .
"Sandra..." Bisiknya. Parau.
"Dia di ICU, Tuan Lee." Jawab "Jarum" KW, bodyguard baru. "Dia menjaga Tuan Jarum sudah 2 jam tidak bergerak dari depan kaca."
Adrian menyengir. Pahit. "Bodoh. Luka aku saja dia ikat, tapi luka dia sendiri dia membiarkannya..."
Dia mencabut infus darah menetes lalu dia berdiri merasa pusing "Antar aku ke ICU."
Pintu ICU terbuka pelan. Adrian masuk, dituntun oleh bodyguard wajahnya pucat. Tapi jas 2 Miliarnya sudah diganti menjadi piyama RS, tapi masih terlihat tampan .
Sandra menoleh matanya memerah. Bukan marah dan lelah tapi takut. Untuk pertama kalinya Adrian melihat Sandya 01 ketakutan seperti ini .
" kamu ngapain kesini ?" Suara Sandra serak. "Harusnya kamu tidur."
" aku tidak bisa tidur kalau istri aku menangis." Jawab Adrian dengan pelan , dia berjalan kearah Sandra dengan sempoyongan dan berdiri di samping wanita itu lalu menatap Jarum di atas Brangkar.
"Dia tidak akan mati." Adrian menggenggam tangan Sandra. Tangan yang masih terdapat noda darah. "Dia sudah berjanji ingin melihat kamu menikah, kan? 3 tahun lalu?"
Sandra terdiam lalu mengangguk kecil 1 kali "Dia bilang... 'Komandan harus menikah dengan orang yang rela mati untuk Komandan. Biar aku pensiun tenang'."
"Nah." Adrian tersenyum. "Berarti aku harus cepat sembuh. Biar dia bisa pensiun."
Sandra menatap Adrian cukup lama dan....
BUG
Dia menonjok dada Adrian dengan pelan, tapi mengenai bahu pria itu yang terluka.
"AKH!" Adrian meringis. "Sakit, Sayang!"
"RASAIN!" Sandra sedikit berteriak, setetes air matanya terjatuh. "KAMU PIKIR KEREN HAH?! MELOMPAT DIDEPAN PELURU?! KAMU PIKIR KALAU KAMU MATI AKU BAKAL MEMBERIMU BUNGA?! TIDAK! AKU BAKAR SELURUH LEE INTERNATIONAL!"
Adrian terbengong dan setelahnya dia tertawa, dia tertawa sambil menahan sakit "Galak banget... pantas... pantesan aku cinta banget..."
Sandra terdiam. dia dengan cepat menghapus air matanya. "Jangan mati . Aku sudah kehilangan semua orang 3 tahun lalu. Kamu + Jarum itu sisa keluargaku. Jika kalian mati, aku tidak punya alasan untuk menjadi manusia lagi."
Adrian menarik Sandra kedalam pelukannya, dia memeluk wanita itu dengan lebut supaya tidak mengenai lukanya. " tidak bakalan, aku berjanji. 7 menit sudah lunas. Sekarang giliran aku menjaga kamu... seumur hidup."
Di dalam ICU, tiba-tiba monitor Jarum berbunyi...
BIP...
BIP...
BIP...
Sedikit lebih kencang , sepertinya dia mendengar janji bosnya .
SKIP TIME: JAM 04:00 PAGI. LOBI RS
Wartawan sudah bubar dan polisi juga sudah bubar. Tinggal Sandra + Adrian yang duduk di sofa lobi. Adrian ketiduran, kepalanya bersandar di bahu Sandra. Infusnya sudah di pasang kembali .
Tapi Sandra tidak tidur matanya terus menatap pintu lobi.
KLEK.
Pintu lobi terbuka 5 orang melangkah masuk. Bukan perawat juga bukan polisi.
4 bodyguard tinggi berbadan besar. Di tengah mereka berdiri wanita 50 tahun. Terlihat sangat Anggun. Rambut sanggul. Cheongsam hitam emas. wajahnya sangat mirip dengan Adrian 80%. Tapi matanya... dingin. Lebih dingin dari Sandra.
NYONYA BESAR LEE. IBU ADRIAN. NENEK KELUARGA LEE.
Dia berjalan kearah Sandra. Sepatu hak tingginya berbunyi
TAK
TAK
TAK
Dan berhati 2 meter di depan sofa.
Bodyguard-nya ingin membangunkan Adrian , tapi Sandra mengangkat tangannya. "Jangan. Dia baru tidur 10 menit."
Nyonya Besar Lee menatap Sandra. Dari ujung rambut ke ujung kaki, dari baju RS hijau, ke tangan berdarah, lalu ke cincin naga hitam yang berada di jari manis Sandra.
"Cincin itu." Suaranya pelan dan berat seperti seorang hakim. "Siapa yang memberikan cincin itu ?"
Sandra berdiri. Pelan. tidak membangunkan Adrian, dia meletakkan kepala Adrian dengan pelan ke bantal sofa.
" Putra Anda." Jawab Sandra. Datar. "Adrian Lee."
" Putraku sudah tidak waras." Nyonya Besar Lee tersenyum. Senyum yang tidak sampai ke mata. "Dia memberi segel keluarga 300 tahun ke... tukang pel. Yang baru saja membuat Putraku tertembak. Yang baru saja membuat saham Lee International anjlok 7% karena skandal tembak-tembakan."
Sandra diem.
" Lepaskan cincin itu." Perintah Nyonya Besar Lee. "Kamu tidak pantas. Kamu bukan siapa-siapa. Kamu hanya... Sandya 01. Mesin pembunuh yang gagal melindungi tuannya 3 tahun lalu."
DUARR!
Ucapan itu seperti Bom yang meledak di telinga Sandra. _Gagal melindungi tuannya._
Adrian terbangun saat mendengar nama "Sandya 01". Pria itu perlahan duduk "Mama?"
"Adrian." Nyonya Besar Lee tidak menoleh ke arah putranya. Matanya masih mengunci Sandra. "Mama datang ke sini ingin membawa kamu pulang ke Hong Kong. Berobat lah di sana. Dan... putuskan hubunganmu dengan wanita ini. Dia berbahaya untuk kamu. Untuk keluarga Lee."
Sandra tertawa pelan. Tapi membuat suhu lobi turun 10 derajat. "Nyonya Besar." Dia melangkah maju. 1 langkah. "3 tahun lalu putra nyonya terlambat 7 menit. Akibatnya aku + bayiku mati. Tapi sekarang jika putra nyonya telat sedetik saja, aku yang membuat Putra Nyonya Mati "
"Berani sekali kamu mengancam aku?" Nyonya Besar Lee mengangkat alisnya.
"Tidak." Sandra tersenyum. Senyuman Valkyrie. "Aku tidak mengancam nyonya , tapi aku hanya memberi fakta. Jika tidak percaya Nyonya bisa bertanya kepada putra nyonya sendiri . Dia sudah berjanji untuk manjadi anjingku. Dan anjingku, akan menggonggong ke siapa saja yang aku suruhkan. Termasuk ke... Ibunya sendiri."
Adrian berdiri dengan susah payah. Berdiri di antara Sandra dan Ibunya. Bahunya berdarah, wajahnya pucat tapi suara terdengar sangat tegas.
"Ma." Kata Adrian. "Cincin itu aku yang memberikannya. Sandra dia pilihanku. jika Mama ingin melepaskan cincin itu, lepaskan dulu nyawaku Ma. Karena nyawaku sudah aku berikan kepadanya 2x. Di lobi Long Corp."
Nyonya Besar Lee menatap Putranya lama, lalu dia tertawa dingin. "Bagus. Bagus sekali, Adrian. Kamu lebih memilih kain pel daripada Ibumu. Kamu lebih memilih pembunuh daripada keluargamu."
Dia berbalik badan. "Kita pulang." Perintah ke bodyguard.
Di pintu lobi Nyonya Lee kembali berhenti dia menoleh setengah. "Sandra, kan? Sandya 01?"
Sandra diem.
"Jaga Putraku baik-baik." Suara Nyonya Besar Lee pelan tapi beracun. " Jika dia mati karena kamu ... aku akan mengirim seluruh pasukan bayangan di keluarga Lee buat memburu kamu. Dan kali ini, kamu tidak bakalan selamat. Karena yang memburu kamu bukan Rey Long kacangan. Tapi... Sandya 00."
DEG.
Sandra berdiri kaku.
Sandya 00. Guru, Pencipta dan Mesin pembunuh pertama. Yang mengajarkan Sandra memegang pisau. Yang 3 tahun lalu... menghilang.
Pintu lobi tertutup.
BRAK.
Adrian jatuh duduk di sofa. Napas ngos-ngosan. "Sandra... Sandya 00 itu..."
"Guruku." Jawab Sandra. Pelan. "Dan dia... lebih kuat dari aku 10x lipat."
Di ICU, monitor Jarum berbunyi...
BIIIP...
BIIIP...
BIIIP...
Pria itu membuka matanya 1 detik menatap kaca , menatap Sandra.
Dia berbisik , tidak terdengar, tapi Sandra bisa membaca gerakan bibir:
_"Komandan... bahaya... 00... datang..."_
Lalu Jarum kembali pingsan lagi.
----
Guyysss Author sampai gak tidur siang nih gara-gara buat nih Novel , tapi ini semua demi kalian , jadi kalian harus memberikan Like , Komen , Vote dan dukungan banyak-banyak supaya rasa lelah Author hilang . 🥰🤗
maaf jika masih ada typo nya , 🙏 😊
bagaimana lanjut bab 12 atau off sampai disini dan lanjut besok lagi. ? , komen yang ingin di buatkan bab 12 🤗🤗
.
.
.
tggal kehidupan yg bahagia ,,
yg akan mereka jalani ,,
nyonya lee udh berdamai dg kesalahan ny ,,
maaf maaf niih Adrian skraaang cuma ad sandraaa di hati mama mu 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,, jdi ank tiri sebentar gpp x yaaaa ,, 😁😁😁
ad apa siih km kedap kedip truus ,, 😒😒😒
jgn dulu ad kucing garoong yx ,,
baru menikah looo ini ,,
masa mau perang pake gaun pengantin 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁😁
meski d masa lalu mereka jga udh menikah ,,