NovelToon NovelToon
Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi / Time Travel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Calista F.

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!
Terseret masuk ke dalam novel dan menjadi Freya Valencia Vane? Bukan jadi pemeran utama wanita yang baik hati, tapi malah jadi Villainess kejam yang nasibnya pasti mati tragis di akhir cerita?
Demi menyelamatkan nyawaku, aku harus berubah total.
Di depan orang, aku jadi wanita paling suci, lembut, dan sopan sedunia.
"Tolong maafkan aku... aku tidak bermaksud begitu."
Tapi di dalam hati?
"Dasar tolol. Kalau bukan karena takut mati, udah gue hancurin muka lo dari tadi. Sabar Freya, sabar... demi nyawa gue."
Rencananya simpel: Jauhi Pangeran Zevian si algojo, lindungi Aria si Female Lead, dan hidup tenang.
Tapi kenapa semuanya berjalan salah?
Kenapa Zevian yang dulu benci aku malah natap aku begitu?
Kenapa Ares si sepupu tampan malah makin mendekat?
Oh Tidaaaak. Aku cuma mau hidup tenang kok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Calista F., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Belum lama setelah itu, pintu kamar terbuka keras.

BRAK!

Seorang pria muda masuk dengan langkah cepat dan lebar. Aura dinginnya langsung memenuhi ruangan bahkan sebelum ia membuka mulut.

Freya refleks menoleh.

Dan jantungnya langsung berdegup sedikit lebih cepat.

Pria itu sangat tampan. Rambut hitam rapi. Mata tajam berwarna biru gelap. Seragam bangsawan biru tua yang dikenakannya membuat sosoknya terlihat semakin berwibawa dan sulit didekati.

Felix Orion Vane. Kakak kandung Freya.

Di novel, Felix dikenal sebagai kakak yang galak dan dingin pada Freya karena muak dengan semua tingkah memalukan adiknya itu. Namun sebenarnya, pria ini diam-diam sangat menyayangi Freya.

Sayangnya…

Freya asli terlalu sibuk membuat masalah sampai tidak pernah menyadarinya.

"Freya. Kau akhirnya sadar juga." Nada suara Felix terdengar keras dan tajam.

Ia berdiri di dekat tempat tidur sambil menatap Freya dari atas ke bawah dengan wajah tidak puas.

"Kau benar-benar membuat kekacauan." Felix menghela napas kasar. "Sudah diperingatkan berkali-kali agar tidak berkuda sembarangan, tapi tetap nekat. Lihat akibatnya sekarang."

Insting asli Rara langsung muncul.

'Iya iya cerewet banget sih…'

Hampir saja kalimat itu keluar begitu saja. Untungnya Freya cepat sadar diri.

Tidak. Dia bukan Rara sekarang. Dia Freya Valencia Vane. Villainess si calon almarhumah.

Freya langsung menundukkan kepala pelan. Bahunya sengaja dibuat sedikit gemetar agar terlihat menyedihkan.

"Maafkan aku, Kak Felix…" suaranya terdengar kecil dan lembut. "Aku benar-benar menyesal."

Hening.

Sangat hening.

Freya sampai bisa mendengar suara angin dari luar jendela.

Felix tidak menjawab. Karena pria itu sedang membeku di tempat.

"Kau…" Felix berkedip pelan. "Meminta maaf?"

Ia terlihat seperti baru saja menyaksikan kiamat kecil.

“Biasanya kau sudah berteriak dan melempar bantal ke arahku.”

Freya menunduk makin dalam. "Aku sadar selama ini aku terlalu kekanak-kanakan." Ia memasang wajah paling tulus yang bisa dibuatnya. "Aku pasti sudah sangat merepotkan Kakak… dan Ayah Ibu."

Perlahan, Freya mengangkat wajahnya.

Lalu...tersenyum kecil. Manis. Lembut. Tidak berbahaya sama sekali.

Dan efeknya langsung brutal. Wajah Felix mendadak merah sampai ke telinga. Pria itu langsung memalingkan muka sambil batuk kecil.

"H-Hm. Sudah cukup." Suaranya mendadak tidak segalak tadi. "Kalau sudah sadar cepat makan dan istirahat."

Freya hampir tertawa melihat reaksinya. Ternyata kakakny ini gampang sekali dilemahkan.

"Ayah dan Ibu sebentar lagi datang," lanjut Felix cepat. "Dan jangan buat masalah aneh lagi. Mengerti?"

Freya langsung mengangguk patuh. "Baik, Kak."

Felix tampak makin tidak nyaman. Ia buru-buru berbalik lalu berjalan cepat keluar kamar.

Tapi sebelum pintu tertutup, Freya sempat melihat telinga kakaknya merah padam.

Klik.

Pintu tertutup. Dan detik berikutnya...

'YES.'

Freya langsung mengepalkan tangan ke udara penuh kemenangan.

‘Berhasil!’

Ia bahkan hampir ingin salto di atas kasur.

‘Mudah banget ternyata. Dasar kakak tsundere.'

Lily yang melihat perubahan emosi majikannya hanya bisa bengong kebingungan.

"Nona…" gumam pelayan itu pelan. "Aneh sekali."

Freya langsung batuk kecil lalu kembali duduk manis. "Apa yang aneh?" tanyanya pura-pura polos.

"Biasanya setelah dimarahi Tuan Muda Felix, Nona pasti marah besar."

"Ah…" Freya tertawa canggung. "Manusia bisa berubah kan?"

Lily masih terlihat ragu.

Freya langsung mengalihkan pembicaraan. "Ngomong-ngomong… aku benar-benar separah itu ya dulu?"

Lily langsung membeku. "Eh?"

"Maksudku…" Freya tersenyum tipis. "Aku penasaran seperti apa diriku sebelumnya."

Wajah Lily mendadak panik. "Ti-tidak kok, Nona. Anda tetap baik."

Freya menyipitkan mata curiga. 'Oh jelas bohong.'

Ia menghela napas kecil.

"Lily."

"Y-ya?"

"Katakan jujur."

Pelayan itu langsung menunduk gugup.

"Kadang… Nona memang sedikit…"

"Sedikit?"

"…menyeramkan."

Freya memejamkan mata. ‘Tamatlah riwayat.’

"Dan…" Lily mulai menghitung dengan jari. "Nona sering memecahkan vas bunga, memarahi pelayan, membuat nona bangsawan lain menangis…"

Freya makin pucat.

"…lalu minggu lalu Nona menyiram teh ke gaun Lady Isabella."

"Hah?"

"Karena dia berdiri terlalu dekat dengan Pangeran Zevian."

Freya langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan.

'Freya asli… hidupmu benar-benar penuh dosa.'

Ia sekarang mengerti kenapa semua orang membenci villainess ini.

Kalau dirinya jadi karakter sampingan pun mungkin ia juga ingin menjauh.

Namun rasa senangnya karena berhasil melewati Felix tidak bertahan lama. Senyumnya perlahan menghilang. Wajahnya mendadak pucat. Karena ia baru teringat satu orang. Satu manusia yang paling berbahaya untuk hidupnya.

Zevian Aldric Arkwright.

Pangeran Mahkota. Male lead utama novel. Dan… calon algojonya di masa depan.

Tubuh Freya langsung merinding.

"Aku harus menjauh dari orang itu…" gumamnya pelan. "Pokoknya harus."

Dalam novel asli, Zevian benar-benar membenci Freya. Dan itu masuk akal.

Karena, Freya asli itu arogan, obsesif, tukang bully Aria, dan bikin masalah tiap lima menit.

Kalau Freya jadi Zevian pun mungkin dia juga ingin menampar dirinya sendiri.

"Aku tidak boleh dekat-dekat sama dia…" gumamnya lagi serius. "Semakin jauh semakin bagus."

Tiba-tiba kepalanya kembali berdenyut nyeri.

"Ah..."

Freya memegang pelipisnya. Potongan-potongan ingatan asing mendadak masuk ke kepalanya secara paksa.

Tentang keluarga kerajaan. Tentang para bangsawan. entang hubungan antar keluarga.

Tentang pesta dansa. Tentang akademi. Dan tentang...Zevian.

Freya membeku. Matanya perlahan melebar.

"Oh tidak…"

Hari ini. Hari ini Zevian memang dijadwalkan datang ke kediaman Duke Vane.

Bukan karena khawatir. Tapi karena muak. Karena Freya asli sebelumnya membuat masalah besar saat acara berkuda.

Dalam ingatan Freya asli, ia sengaja memaksa ikut berburu demi menarik perhatian Zevian. Namun karena kemampuan berkudanya buruk, ia malah jatuh dari kuda dan membuat semua orang panik.

Dan yang paling parah...sebelum jatuh, Freya sempat mencoba mendekati Zevian dengan cara yang sangat memalukan.

"YA TUHAN...."

Freya langsung menjambak rambutnya sendiri.

"Aku bahkan belum mulai hidup damai tapi dosa sosialku sudah segunung."

Lily panik. "N-Nona? Tolong tenang!"

"Bagaimana aku bisa tenang?" Freya menunjuk dirinya sendiri dramatis. "Aku ini villainess kelas berat."

Lily terlihat makin bingung. "Nona bicara apa sebenarnya?"

Freya langsung membeku.

"Ah."

Bahaya. Hampir keceplosan. Ia langsung tertawa kecil canggung. "Maksudku… aku sadar aku banyak salah."

Lily menghela napas lega. "Saya pikir Nona hilang ingatan total."

'Sebetulnya iya sih.' Freya kembali berpikir keras.

Oke. Situasi sekarang sangat berbahaya. Ia harus membuat semua orang percaya kalau dirinya berubah. Kalau tidak? Kemungkinan besar ia akan dibenci semua orang, dijauhi keluarga, dipancung cantik di masa depan.

'Tidak boleh terjadi.' Freya mengepalkan tangan penuh tekad.

Mulai sekarang ia harus jadi wanita paling sopan, baik hati, dan tidak bermasalah di seluruh kerajaan.

Target utama:

- jangan bully Aria

- jangan cari gara-gara dengan Zevian

- jangan bikin keluarga stres

- hidup panjang umur

Sederhana…mungkin.

"Aku bisa lakukan ini," gumamnya menyemangati diri sendiri.

Lily menatap heran. "Nona?"

"Tidak apa-apa." Freya tersenyum tipis. "Aku hanya sedang memikirkan masa depan."

'Masa depan tanpa hukuman mati tentunya.'

Tiba-tiba pintu kamar diketuk pelan.

TOK TOK TOK.

Seorang pelayan masuk sambil membungkuk hormat. "Nona Muda, makan siang sudah disiapkan."

Perut Freya langsung berbunyi pelan. Ia baru sadar sejak bangun tadi dirinya belum makan apa pun.

"Baik. Aku akan turun sebentar lagi."

Pelayan itu membeku. Lalu perlahan mengangkat kepala dengan ekspresi syok.

"Eh?"

Freya berkedip bingung. "Ada masalah?"

"Ti-tidak…" Pelayan itu terlihat gugup. "Hanya saja biasanya Nona akan marah kalau makanan tidak dibawa langsung ke kamar…"

Freya langsung batuk kecil. 'Astaga image Freya asli benar-benar hancur.'

"Tidak apa." Freya tersenyum lembut. "Aku akan makan bersama keluarga."

Pelayan itu langsung tampak hampir menangis haru.

"Ba-baik, Nona."

Begitu pelayan itu pergi, Freya langsung jatuh terduduk lemas di kasur.

"Capek juga ternyata jadi orang baik…" gumamnya.

Lily tertawa kecil.

"Itu karena Nona belum terbiasa."

Freya menatap langit-langit kamar. Ia masih belum benar-benar percaya. Kemarin ia masih rebahan sambil baca novel. Sekarang? Ia malah masuk ke dalam novel itu sendiri.

Dan lebih sialnya lagi...jadi villainess.

"Nasibku kenapa begini…" keluhnya lirih.

Namun tiba-tiba kepalanya kembali terasa nyeri. Kali ini lebih kuat.

"Ah..."

Freya memegangi kepalanya lagi. Potongan ingatan lain masuk dengan kasar. Tentang ballroom besar. Tentang suara musik dansa. Tentang pria bermata dingin. Tentang dirinya yang mengejar seseorang sambil menangis. Dan tentang suara rendah penuh kebencian.

'Jangan pernah mendekatiku lagi, Freya.'

Tubuh Freya langsung menegang. Ia mengenali suara itu. Zevian. Bahkan hanya dari ingatan saja, aura pria itu sudah menyeramkan.

"Tidak." Freya langsung menggeleng keras. "Pokoknya aku harus menghindarinya."

Ia meraih lengan Lily erat-erat.

"Lily..."

"Y-ya?"

"Kalau nanti ada pria tampan dingin menyeramkan datang ke sini...pokoknya auranya kaya mau bunuh orang, jangan biarkan dia masuk."

Lily tampak bingung.

"Nona maksud Pangeran Zevian?"

"IYA DIA." Freya hampir menangis. "Bilang saja aku pingsan. Tidur. Mati suri. Apa kek."

"N-Nona…"

"Aku belum siap ketemu dia. Pokoknya jangan biarkan dia masuk."

Setelah berkata begitu, Freya langsung melompat kembali ke kasur lalu menarik selimut sampai menutupi tubuhnya.

Ia memejamkan mata rapat-rapat sambil gemetar kecil.

'Ya Tuhan… Aku masih ingin hidup panjang. Tolong jangan biarkan dia masuk…'

Beberapa detik kemudian.

TOK TOK TOK.

Suara ketukan terdengar dari luar pintu. Lalu suara pelayan terdengar gugup.

"Nona Muda…"

Freya langsung membeku.

"Yang Mulia Pangeran Zevian telah tiba."

Jantung Freya serasa berhenti berdetak.

"…Mati aku."

1
aku
lagi 😁
aku
😭😭 alasan nmr 83 😭😭 🤣🤣🤣no.1 nya cembokurr 🤣🤣
aku
mulai mekar kah bunga asmara pangeran?? 😁
aku
🤣🤣🤣🤣 jlebbb 🤣🤣🤣
aku
aduduh,ngabrut 🤣🤣🤣 seminar ekonomi 🤣🤣🤣
aku
jangan2 si ares kyk emaknya 🤣
frina ayu: faktor genetik kak 😭
total 1 replies
paijo londo
lyra dulu meninggal karena TDK ada yg membantu untuk menutup gerbangnya hingga mengambil nyawanya sedangkan Freya mulai banyak yg munyukainya hingga tanpa ragu berani mengorbankan nyawanya untuk Freya 💪freya
paijo londo
celetukan Freya bikin Ares suka ketawa
paijo londo
frey lucu ya kalo ngumpat dalam hati kita yg baca jadi ketawa ngakak 🤣🤣
aku
kok kesian sm monster2 nya 😭😭
aku
res, lu lama2 gue gibeng jg. bkin reader kepo maksimal. 😭😭 agk curiga tp jg menghibur 🤣
aku
ceileeeehhh terkesimo kah kau frey 😌😌
aku
ares, lama2 kau makin mengerikan 😭😭
aku
selamatkan jantungmu frey 🤣🤣
aku
bnr, tidak fantassttt ish ish ish 😌😌🤣🤣
aku
ceplas ceplos dn bar bar kah aslinya ra??? 🤣🤣🤣
frina ayu: asbun kak dia🤣
total 1 replies
aku
heh 🤣🤣 nyukurin yg asli mati duluan 🤣🤣 astagaa
frina ayu: takutnua kalo gak dimatiin nanti rebutan tubuh kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!