Ibu hamil yang wafat di tempat kejadian,sebut saja Rini bersama dengan anaknya yang belum lahir. Rasa cinta yang dalam pada anaknya dan kemarahan pada mereka yang menyebabkan kematiannya membuatnya menjadi arwah penasaran yang tak bisa pergi ke alam lain. Setiap malam, dia muncul di jalan raya tempat kejadian itu terjadi—bayangan dia dengan perut membuncit dan tas yang masih tersangkut di bagian tubuhnya sering dilihat oleh sopir yang lewat, membuat mereka merasa dingin mendadak dan merasakan kesedihan yang mendalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechie kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Bareng Teman Kenangan Tetap Ada
Malam Minggu telah tiba, langit sudah gelap total ketika kedua teman Dewi.Noer dan Angelina datang menginap di kamar kostnya. Mereka membawa berbagai macam makanan: mangkuk besar berisi spaghetti saus tomat yang masih hangat, stik ayam renyah yang baru saja digoreng, bahkan ada yang membawa jajanan pinggir jalan seperti batagor dan cilok yang dibungkus rapi.
"Udah siap nih makanannya!" ucap Noer sambil menata makanan di atas lantai yang telah ditutupi tikar besar. Dewi segera mengambil tiga gelas dan menuangkan minuman dingin ke dalamnya.
"Ayo duduk aja kita makan bareng!" ajak Dewi dengan senyum, meskipun masih ada kesedihan yang tersembunyi di mata nya.
Setelah makan sampai kenyang, mereka berencana menonton sesuatu di Netflix. Angelina langsung menggeleng ketika melihat pilihan film horor yang ditawarkan Noer. "Gak bisa apa jangan nonton film horor serem tahu!" ucapnya dengan nada sedikit takut.
Noer mengangkat alisnya dan menoleh ke arah Anggel. "Trus apa? Drakor?" tanya Noer.
"Ya tuh boleh, " jawab Dewi dengan lembut.
"Ya udah nonton Drakor aja," kata Noer sambil mengambil remote dan mencari judul yang cocok. Sementara itu, Dewi menyerahkan gelas minuman ke tangan Angelina dan Noer. "Ni minumnya!"
"Iya tahu lo Noer, udah temen kita habis itu kan...." ucap Angelina sambil menerima gelasnya, tapi kemudian dia tiba-tiba terdiam dan mulai melihat sekeliling kamar dengan tatapan khawatir.
Noer yang melihatnya langsung bertanya, "Itu apa, ?!"
"Udah ah gak usah diceritain, takut gue!" kata Angelina dengan suara pelan, masih terus melihat ke sudut kamar yang gelap.
Noer segera menggulir layar Netflix dan menunjukkan salah satu judul. "Nonton apa ni? Ghost Doctor aja ya,?"
Angelina menepuk pundak Noer dengan sedikit kuat. "Itu mah hantu juga kan?!"
"lah... hantu yang ini mah beda, ganteng-ganteng ,!" jawab Noer sambil tertawa.
Dewi hanya bisa tersenyum melihat kedua temannya itu. "Ya udah ya udah!" ucapnya untuk menghentikan argumen mereka.
"Deal ya, ?!" ucap Noer sambil melihat ke arah Angelina dan Dewi.
"Iya-iya!" jawab keduanya serempak, lalu mereka duduk berdekatan sambil menunggu film mulai diputar. Suara musik pembuka film mulai terdengar.
Setelah beberapa menit menonton, Noer tiba-tiba terdiam dan melihat ke arah kursi kosong di sebelahnya. "Gue jadi kangen sama Rini, kita biasa ngumpul kaya gini kan?" ucapnya dengan suara pelan, membuat suasana sedikit menjadi tenang.
Dewi mengangguk perlahan, matanya mulai berkaca-kaca. "Ya... dulu kita selalu berempat orang yang kumpul malam-malam kayak gini. Dia selalu yang paling banyak cerita dan bikin kita ketawa."
Angelina menepuk bahu Dewi dengan lembut. "Semoga dia dan anaknya baik-baik saja di sana ya..."
"Amiin," kata Dewi sambil tersenyum kecil, matanya menatap ke arah jendela yang terbuka sedikit.
Di sudut kamar yang gelap, sosok Rini berdiri dengan tenang sambil menggendong bayi Rini. Ia melihat ketiganya dengan senyum hangat dan mengangguk perlahan sebelum menghilang perlahan ke dalam kegelapan.
Mereka melanjutkan menonton sambil ngemil stik ayam dan cilok yang masih ada. Ketika muncul adegan di mana karakter utama salah paham dan melakukan hal lucu, ketiganya langsung tertawa terbahak-bahak.
"Kok bisa sih dia salah ngerti gitu ya? Kaya kamu waktu pertama ketemu pacarmu, Anggel!" canda Noer sambil tertawa.
Angelina langsung melempar bungkus cilok ke arah Noer. "Lho kamu juga dong! Dulu kamu yang nyasar masuk kamar kosong orang karena salah baca nomor, kan?"