NovelToon NovelToon
Rumah Ujung

Rumah Ujung

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Iblis / Horor
Popularitas:49.9k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.

satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Membawa ayam

Pardi mengendap-endap sambil membawa ayam jantan hitam sebanyak tiga ekor, padahal saat ini sudah tengah malam dan semua orang juga tertidur lelap. hari ini Suminah tidak ada pergi ke sawah sama sekali karena dia tidak ingin menunggu sawah tersebut setelah apa yang terjadi kemarin, masih ada rasa trauma di dalam diri dia sehingga membiarkan saja sawah tersebut.

Beda dengan Melva dan juga Rais karena mereka selalu bersama untuk menjaga sawah itu meski sempat mengalami hal yang tidak enak namun mereka selalu berdua, beda dengan Pardi yang tidak pernah menemani Suminah untuk menjaga sawah itu sehingga wajar saja bila Suminah merasa takut.

Jadi untuk sementara ini Suminah memutuskan untuk tidak menjaga salah itu dan membiarkan saja, bila memang ada sisa dari babi hutan maka dia akan memanen padi dan bila memang tidak ada maka Suminah pasrah saja, sebab dia lebih tak kuasa memendam rasa takut yang timbul di dalam hati ketika akan mendatangi sawah itu.

Pardi disuruh menjaga juga tidak mau karena dia memiliki berbagai macam alasan, jadi rasanya Suminah malas untuk berjuang sendiri dan lebih baik untuk diam saja terlebih dahulu membiarkan yang sawah itu bila memang sampai habis nanti, titik jenuh wanita terkadang memang seperti itu bila sudah tak sanggup menampung kesedihan di dalam hati.

Malah sekarang Pardi membawa ayam sebanyak tiga ekor itu untuk menuju sebuah tempat yang tidak dia ketahui juga, Suminah mengintip dari pintu dapur karena dia penasaran atas apa yang dilakukan oleh sang suami, sebab bila nanti Pardi bermasalah maka dia pasti akan ikut kena masalah juga.

Sebab menurut Suminah aneh juga bila mendadak Pardi membawa ayam seperti itu dan semua ayam berwarna hitam pekat, setelah Pardi agak pergi jauh maka Suminah juga keluar dari pintu rumah untuk mengikuti langkah sang suami yang terlihat agak pincang karena kaki Pardi memang masih cukup sakit akibat asam urat.

"Kok dia membawa ayam sangat banyak seperti itu dan mau dibawa kemana juga?" batin Suminah sambil terus mendekat.

"Jangan sampai dia membuat masalah untuk para warga yang ada di sini, ah Ya Allah ada saja yang akan dia lakukan untuk menyakiti orang." keluh Suminah yang sudah hafal dengan tabiat sang suami.

Selama ini memang selalu ada saja tingkah Pardi ketika dia merasa tersenggol dengan omongan para warga, Suminah menduga ini pasti ada sangkut paut dengan jalan baru yang sedang dibangun oleh Pak Lurah dan juga warga lain karena saat itu Pardi sempat berdebat sehingga pasti sekarang dia menyimpan dendam.

"Aku akan mencegah dia bila memang akan melakukan perbuatan buruk, tidak peduli nanti dia marah atau bagaimana tapi yang jelas Pardi harus diberi peringatan." tekad Suminah segera mengejar.

"Kenapa kau mengikuti aku?!" Pardi berseru marah ketika melihat Suminah sudah datang.

"Mau ke mana kamu malam-malam seperti ini sambil membawa ayam?" Suminah tidak peduli dengan suara Pardi yang sangat tinggi.

"Itu bukan urusan yang harus kau ketahui, lebih baik kau diam di rumah atau jaga saja sawah sana!" bentak Pardi.

"Aku tidak mau kalau kamu sampai membuat masalah dengan para warga yang ada di sini ya!" Suminah memberikan peringatan.

"Lalu emangnya kenapa kalau aku mencari masalah dengan orang yang ada di sini?" Pardi justru menantang sang istri.

"Mas, mau sampai kapan kamu akan terus seperti ini?!" Suminah rasa ingin menangis melihat kelakuan suami dia.

"Lah apa yang salah dari aku lakukan sekarang ini? aku tidak merugikan orang lain dan aku juga tidak ikut campur dalam urusan orang lain!" jawab Pardi dengan sangat enteng.

Suminah menarik nafas panjang Karena dia sungguh bingung dengan kelakuan suaminya ini, sudah berusaha untuk di beri nasehat secara baik-baik namun dia tetap saja membangkang seperti itu dan merasa tidak pernah melakukan kesalahan walau hanya sedikit saja di dalam hidup ini.

Sama seperti sekarang yang mendadak saja membawa ayam hitam seperti itu untuk tujuan yang tidak jelas sama sekali, Pardi juga terlihat sangat berang karena Suminah berani mengikuti dia sampai ke tempat ini, tidak pernah ada orang seperti ini yang berani membantah dia dan selama ini Suminah juga tidak pernah banyak tingkah.

Mungkin sekarang Suminah sudah merasa lelah dan merasa Pardi begitu keterlaluan sekali, bukan hanya kepada dia selaku istri tapi juga kepada para warga yang ada di sekitar sini, emang kelakuan Pardi begitu buruk dan dia tidak pernah bisa bersikap baik terhadap orang yang dekat dengan dirinya.

"Pulang dan jangan pernah kau katakan ini kepada semua orang!" Pardi mengambil barang yang ada di tangan kanan untuk menunjuk Suminah.

"Kau akan melakukan perbuatan sesat kan?" tuding Suminah langsung.

"Jaga bicara mu itu, Kau tidak perlu ikut campur dalam urusan ini." bentak Pardi kembali.

"Mas, kita ini hidup bertetangga dan jangan sampai membuat masalah seperti itu. kamu kalau tidak terima dengan warga yang membuat jalan maka Ya sudah diam saja!" Suminah mengira bahwa Pardi akan mengacaukan soal jalan itu.

Plaaaaak.

"Aku sudah mengatakan kau jangan ikut campur dan ternyata malah sok tahu seperti ini." Pardi menampar wajah Suminah.

Suminah yang kena tampar tentu saja menjadi merintis kesakitan, Pardi sama sekali tidak merasa bersalah dan justru dia merasa bahwa Suminah ini terlalu sok tahu dengan urusan yang sedang dihadapi sekarang, padahal dirinya sudah berusaha untuk menyembunyikan itu semua namun ternyata wanita ini bisa mengetahui dan sekarang justru mengikuti dia ke sini.

"Pulang atau aku akan memberi Kau pelajaran yang lebih jauh lagi." ancam Pardi tidak main-main.

Dengan hati yang begitu sakit sekali maka Suminah segera pergi dari hadapan Pardi karena dia juga tidak mau bilang sampai terkena tamparan keras kembali, Suminah tahu bahwa Pardi tidak akan pernah main-main bila sudah mengancam seperti itu dan dia tidak akan segan menyakiti dengan apa yang ada di tangan dia saat ini. takut juga membayangkan bila nanti justru akan kena bacok, sebab Pardi sedang membawa parang besar.

"Dari tadi kau selalu saja membuat aku emosi seperti itu." geram Pardi dan kembali melanjutkan perjalanan.

"Ya Allah apa yang akan dia lakukan itu dengan membawa ayam dan juga parang?" Suminah masih sempat menoleh karena dia penasaran.

"Tolong jangan biarkan dia melakukan perbuatan jahat kepada para warga, Kenapa Mas Pardi ini tidak pernah bisa berubah sama sekali?" Suminah berkata sambil menangis pilu.

Jujur saja rasa ingin menyerah karena memiliki suami seperti itu, tapi apa mau dikata karena memang itu adalah pilihan dia sendiri dan juga tentu dia harus menanggung resiko yang ada di dalam rumah tangga ini karena memiliki suami seperti Pardi, terserah mau orang berkata apa saja karena dia juga sudah berusaha untuk menasehati sang suami.

"Semoga dia tidak merusak jalan yang sudah dibuat oleh para warga." Suminah masih tetap saja takut dengan hal itu.

Sebab dari awal Pardi sudah merasa tidak setuju dengan jalan tersebut Dan dia bahkan menghina pak lurah hanya ingin korupsi uang itu, jadi wajar saja bila saat ini Suminah merasa curiga bahwa pergi akan melakukan perbuatan jahat tentang jalan tersebut, takut juga nanti ketika sedang melakukan aksi maka di lihat oleh para warga.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
V3
jgn coba-coba ngomong kalau Arya itu Kalem 🤭
di balik kalem nya ada congor nya jg yg kalau ngomong setajam sileeeet
V3
benar kn tebakan ku td ,,,, apakah mereka adalah seorang Mafia atau punya Pesugihan ❓
eeee ..... ternyata mlh Pesugihan nya yg di ambil 🤣🤣🤣
V3
si Pardi ada di lemari kamar tidur yg mana yaaaa ❓❓❓
V3
si rete benar-benar yaaaa ,, knp sih pke sgla ngelarang Arya buat dobrak pintu nya ,,, takut benar rusak 🤦
lagian biarin ja sih rusak , orang nya dh PD koit 🤣
V3
weleeh ... babang ganteng sdh muncul nih 🤭🤭
aku kira kedatangan tamu orang jahat itu ,, eee ... gak thu nya tamu nya adalah Arya 🤭🤭
V3
mereka ini siapa yaaa ,, knp bgtu jahat bgt sih ❓❓
mereka mafia kah ❓ atau mereka melakukan pesugihan ❓
V3
gmn kondisi Pardi yaaaa , apakah wes mati Nang jerone lemari ❓❓
orang PD sibuk mencari dan ngomongin si Pardi ,,, tahu-tahu wonge wes mati 🤣🤣
V3
gmn kondisi Pardi yaaaa , apakah wes mati Nang jerone lemari ❓❓
V3
mknya JD orang itu jgn songong , jgn sombong , jgn takabur jg ,, yg namanya mahkluk ghaib itu psti ada ,, ini mah mlh sombong bgtu , gak percaya dan mlh nantangin , yaa bgni deh JD nya 🤣🤣
para tetangga jg ogah mo bantu mencarinya 🤣
V3
Pardi wes di sumpetke Nang lemari ,, mungkinkah ada orang yg menemukan keberadaan ❓❓
atau mungkin kah Pardi akan mati membusuk di lemari itu ❓❓
kualat tuh si Pardi ,, syukurin Kowe 🤣🤣🤣
V3
malam kak Nov 🤗
wes angel iki mah ,,, ora iso di kandani ,, sak karep mu Dewe ,, Yoo Ben lah ,, Ben mati wae si Pardi di cekik setan 🤣🤣🤣
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Nureliya Yajid
Lanjut 👍
Nureliya Yajid
Lanjut
Raffaza Direzky87
loh kmaren bukannya tangannya pardi di patahkan ya sama hantu di rumah Sayuti, kok sdh sembuh
V3
smg ja si Pardi pas ke sawah nya dan lewat jalan yg lama di hantui oleh para arwah keluarga Sayuti itu 🤣
V3
apakah Rais bakalan meninggal jg ,,, apakah mimpi itu mmg pertanda buruk ,, ❓
apakah Rais sdh terikat dh para arwah pembantaian itu ❓
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Ayuk Witanto
Pardi gak merusak jalan,tapi mau merusak hidup nya
Ayuk Witanto
kenapa gak terus terang saja...gak usah gengsi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!