NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Trauma masa lalu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aurin Josephine— tidak pernah menyangka, niatnya kabur dari perjodohan yang diatur paman dan bibinya justru menyeretnya ke dalam pernikahan tak terduga dengan pria asing, malam itu.

Gallelio Alastar, seorang CEO dingin yang mati rasa, mengubur perasaannya bersamaan dengan istrinya lima tahun lalu. Pernikahan itu tidak pernah ia inginkan. Bahkan terasa seperti pengkhianatan pada janji yang pernah ia berikan.
Namun di rumah yang sama, di bawah satu atap yang terasa asing, Aurin mulai mengenal sisi lain pria itu.

Dan untuk pertama kalinya, ia bertekad… membuatnya jatuh cinta lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Babu.

Di kantornya, Gallelio tidak bisa melepaskan pandangan dari rekaman CCTV yang terpampang nyata di layar ponsel. Setiap perubahan raut wajah Aurin saat membaca lembar peraturan itu membuat sudut bibirnya tertarik ke atas, menampilkan sebuah seringai puas yang terasa dingin. Pria itu bahkan sampai menggeser komputer yang masih menyala dan menyisihkan tumpukan berkas di atas mejanya, hanya karena ingin fokus sepenuhnya pada suasana di rumahnya saat ini.

​Mulai dari awal surat itu dibaca, hingga Revan terlihat beranjak pergi, dan saat Bibi Tika mulai mengajari Aurin, tidak ada satu pun detail yang lepas dari pantauannya.

​"Kamu harus paham, bahwa masuk ke dunia saya adalah kesalahan besar!" gumamnya sembari mendesah panjang.

​Gallelio menyandarkan tubuhnya di kursi kerja yang empuk. Ia tampak seperti seseorang yang sedang bersorak penuh kemenangan di dalam keheningan, merasa puas karena akhirnya ia menemukan cara tersendiri untuk memastikan gadis itu tidak akan pernah merasa betah di rumahnya. Baginya, melihat Aurin yang kini mulai mengekor di belakang Bibi Tika adalah sebuah pertunjukan yang sangat dinantikan.

...----------------...

"Dia gadis yang penurut!"

​Hampir tiga jam lamanya waktu Gallelio di kantor habis hanya untuk memastikan rekaman CCTV di rumahnya tetap menyala. Untuk kali pertama, pria itu tidak lagi fokus pada tumpukan kertas penting di atas meja kerjanya. Gurat wajah yang sejak tadi membentuk seringai penuh kemenangan mendadak berubah gelap. Apa yang ia lihat di layar ponsel sama sekali tidak sesuai dengan harapannya.

​Ia ingin melihat Aurin tampak pasrah. Ia ingin Aurin memprotes atau bahkan menangis menyerah. Namun, apa yang tertangkap kamera justru sebaliknya. Dari sekian banyak pekerjaan rumah yang sangat menguras tenaga, apalagi dengan kondisi kaki yang belum sembuh total, Aurin terlihat biasa saja. Gadis itu bahkan tampak terlalu santai untuk ukuran pekerjaan yang dirangkap sekaligus.

​Aurin terlihat tenang, bahkan jauh lebih bersemangat dibandingkan saat sebelumnya hanya duduk diam di sofa memperhatikan Geanetta belajar.

​"Kurang ajar, kenapa dia sesantai itu mengerjakan semuanya!" desis Gallelio sembari berdiri mendadak dari kursinya.

​Suara kursi yang terdorong kasar menciptakan bunyi nyaring yang memecah kesunyian ruangan. Ia menyambar jasnya dengan gerakan cepat lalu melangkah keluar dengan rahang mengeras.

​"Tuan, Anda mau ke mana?" tanya Revan yang ruangannya bersebelahan dengan ruangan Gallelio. Revan terlihat heran melihat atasannya itu tampak sangat terburu-buru.

​"Pulang!" jawab Gallelio datar tanpa menoleh sedikit pun.

​"Pulang, Tuan?" ulang Revan yang kini ikut berdiri. Ia berjalan di belakang Gallelio dengan langkah berwibawa, meski dalam hati ia bertanya-tanya apa alasan pria itu pulang di jam kerja, sesuatu yang sangat tidak biasa dilakukan oleh seorang Gallelio Alastar.

​"Celsie, apakah saya ada jadwal sore ini?" tanya Gallelio dengan nada menekan pada sekretarisnya.

​Celsie buru-buru membuka tablet di tangannya untuk memeriksa jadwal sang atasan. "Jam dua nanti ada pertemuan dengan—"

​"Batalkan. Jadwalkan ulang besok saja pertemuannya!" potong Gallelio cepat sebelum sekretarisnya selesai bicara.

"Baik, Pak!" jawab Celsie cepat.

​Setelah itu, Gallelio berlalu dari hadapannya, menyisakan tatapan kagum yang tak bisa disembunyikan oleh sekretaris cantik itu.

​Mobil yang dikendarai oleh Revan sampai lebih cepat di kediaman Alastar. Gallelio turun dengan langkah penuh wibawa. Ia masuk begitu saja ke dalam rumah setelah menyuruh asistennya kembali ke kantor untuk menangani segala urusan pekerjaan yang ia tinggalkan secara mendadak.

​Pandangan Gallelio langsung jatuh ke ruang tengah. Di sana, ia mendapati Aurin sedang duduk bersila di depan Geanetta sembari mengajari gadis kecil itu.

​Gallelio sempat terdiam sejenak sembari mengawasi. Detik berikutnya, langkahnya mendekat dengan rahang yang mengeras.

​"Apa begitu caramu bekerja?!" gertaknya tiba-tiba.

​Aurin langsung mendongak. Wajahnya seketika pucat melihat tatapan tajam yang menghunus ke arahnya.

​"Kamu tahu apa kesalahanmu?!" tanya Gallelio lagi dengan nada menekan.

​Aurin perlahan berdiri dari posisinya, namun pandangannya tetap menunduk dalam tanpa menjawab sepatah kata pun.

​"Kenapa diam! Ditanya itu dijawab. Tuli, hah?!" bentak Gallelio, membuat suasana ruang tengah mendadak mencekam.

​"Sa... saya boleh menjawab, Tuan? Tapi di peraturan itu tertulis bahwa saya tidak boleh menjawab apa pun kecuali jika hal itu mendesak," ujar Aurin dengan suara pelan dan bergetar. Ia melirik Geanetta dengan ekor matanya, memberi isyarat agar gadis kecil itu segera pergi dari sana supaya tidak perlu mendengar bentakan Gallelio yang semakin kasar.

​"Tapi sekarang pertanyaan saya mendesak. Kenapa kamu tidak menyambut tuanmu?!" tanya Gallelio tajam, mencari-cari celah untuk menyalahkan.

​"Di sana tertulis bahwa saya tidak boleh mendekat kepada Anda, apalagi menyambut," jawab Aurin tenang. Ia seolah sudah menghafal setiap poin detail kecil dari aturan yang dibuat oleh Gallelio sendiri.

​Pria itu terdiam sejenak. Wajahnya nyaris memerah menahan malu karena menyadari dirinya lupa akan poin-poin yang ia susun sendiri demi menjerat gadis itu. Namun dengan cepat Gallelio kembali memasang ekspresi datar sebelum Aurin sempat mendongak dan menyadari kegugupannya.

​"Pekerjaan kamu sudah selesai? Apa sudah benar semua? Saya tidak ingin melihat kesalahan kecil sedikit pun. Bila itu terjadi, kamu saya hukum!" tegasnya sebelum kemudian berlalu begitu saja dari sana.

​Aurin tetap berdiri di tempatnya, menghela napas berkali-kali dengan perasaan lega yang luar biasa. Ia merasa seperti seseorang yang baru saja berhasil lolos dari maut yang mengintai tepat di depan mata.

...----------------...

"Heiii, babu! Buatkan saya makan siang, saya akan makan di rumah!" panggil Gallelio begitu ia turun kembali ke lantai bawah. Pria itu sudah berganti pakaian dengan kaus dan celana yang lebih santai.

​"Siap. Anda mau makan siang apa, Tuan?" tanya Aurin sembari menunduk hormat, mencoba mengabaikan panggilan rendah yang baru saja ditujukan padanya.

​"Saya mau salmon panggang!"

​"Siap, Tuan," ujar Aurin singkat sebelum kemudian berlalu ke arah dapur.

​Sementara itu, Gallelio mendelik tajam. Ia merasa gusar karena gadis itu langsung setuju tanpa banyak bertanya. Aurin tidak menanyakan tentang porsi, tingkat kematangan yang ia suka, atau detail lainnya. Baginya, gadis itu terlihat terlalu percaya diri bisa memuaskan seleranya.

​Gallelio kemudian duduk di meja makan. Ia memperhatikan gerak-gerik Aurin diam-diam dari kejauhan saat gadis itu mulai menyiapkan alat masaknya.

​"Pastikan kamu bersih sebelum memasak. Saya tidak mau ada bakteri dari babu yang menempel di makanan saya nanti!" sindirnya dengan suara yang sengaja dikeraskan.

​Aurin tetap tidak menjawab. Ia mulai fokus sepenuhnya dengan masakannya. Rambutnya yang dicepol rapi serta celemek yang terpasang di pinggang membuatnya terlihat sangat cekatan. Gerakannya lincah namun tetap hati-hati, bahkan setiap irisan pisau di atas papan pemotong terlihat begitu terampil.

​Gallelio yang merasa diabaikan kembali mencari celah. Ia beranjak dari kursi dan mulai menyentuh benda-benda di sekitarnya.

​"Babu, kenapa vas ini digeser posisinya?" tanya Gallelio lagi dengan nada menuduh.

​Ia tidak berhenti di situ. Gallelio mengusap permukaan meja dengan jarinya lalu menunjukkannya pada Aurin.

​"Ini juga, mejanya masih berdebu! Sudah berapa kesalahanmu siang ini? Hitung saja sendiri. Hukumannya nanti, kamu harus berdiri di luar sepanjang jam!" lanjutnya dengan nada ketus.

​Aurin sempat menghentikan gerakannya sejenak mendengar ancaman itu. Dadanya berdenyut nyeri, namun ia segera menguasai diri. Ia kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa menoleh, karena ia tahu bahwa di rumah ini, setiap kata yang ia ucapkan hanya akan menjadi bensin bagi kemarahan Gallelio yang tidak masuk akal.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Rosita Zaky
bagisss
ChaManda
😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cih kesal
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kan kan kan kocak ini si Gel... bilang aja aku minta no kamu biar kalau ada apa-apa gampang/Curse//Curse//Curse//Curse/ pke alesan sebagai terima kasih
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: gengsi kk🤣🤣😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤔 apa ini? kau mulai water? cihhh... dasar Gelooooooo/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣jangan lama2 dia dinginnya, ntar beku kak
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
huhuhuair mataku😭😭😭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
jeng jeng jeng jeng..... Gel... baik2 bini mu incaran adik lelaki mu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: maca iya yuk lah buat Erza nyemek2
total 4 replies
ChaManda
aduhh kasian juga yaa si Clara
ChaManda
🫵🏻🫵🏻🫵🏻
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
ihhh msh kesel sama pak duda ngeselin😑
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
heh astagaaa keliarga gilaa ku penggal juga itu kepala kalian biar sekalian gk ounya otak😑
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
idih.... mulai nyaman dia natap yang belum tumbuh🤭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Udah tumbuh tapi belum keliatan menarikknya🤣🤣
total 1 replies
ChaManda
buat istrimu atau buat kamu?☺️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Gallelio: buat gadis itu, biar gak kuyuss krempeng
total 1 replies
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
🤣
ChaManda
🤣😭🫵🏻
ChaManda
🤣🤣🤣🤣 aku suka gayamuu
ChaManda
😭😭😭
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
heleh heleh🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!