NovelToon NovelToon
Menjadi Tawanan Monster Tampan

Menjadi Tawanan Monster Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Reinkarnasi / Cintapertama
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu_Fikri

Seorang gadis cerdas, tetapi Cupu bertemu tanpa sengaja dengan seorang laki-laki dengan aura tidak biasa. Pertemuan itu adalah awal dari kisah panjang perjalanan cinta mereka. Laki-laki itu menunjukkan sikap tidak sukanya, tetapi dibelakang ia bak bayangan yang terobsesi pada kelinci kecil. Akankah kelinci itu terperangkap, atau justru mencoba kabur dari pengejaran si dominan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sweet Home

Setelah acara makan malam bersama keluarga Steel, Sesilia tidak punya waktu untuk bersantai. Calon dokter itu diburu oleh dosen pembimbing terkait hasil penelitiannya. Alhasil selama hampir seminggu terakhir gadis itu hampir tidak pernah bertemu sang kekasih, kecuali di waktu sarapan dan makan malam.

Tepat di hari ke sepuluh, Axel sudah tidak bisa menahan diri lagi. Beban kerinduan pada tikus kecilnya sudah tidak tertahankan. Sehari sebelumnya, sang CEO sudah memesan restoran mewah privat hanya untuk mereka berdua.

Saat hari yang dinanti tiba, Axel mendatangi kekasihnya langsung ke laboratorium pribadi milik gadis itu. Seperti biasa, Sesilia sedang berkutat dengan bahan dan alat penelitiannya, tanpa menyadari bahwa monster lapar sedang mengintai di belakang tubuhnya. Menunggu waktu yang tepat. 

Di pintu masuk laboratorium, Axel berdiri diam mengamati sosok yang sangat dirindukannya setengah mati itu. Tangan lelaki itu bersidekap, matanya fokus memandang ke arah pujaan hatinya. Naas, setelah hampir 30 menit berdiri bak patung di sana, Sesilia tidak menyadari keberadaannya. Bahkan menoleh saja, gadis itu seperti enggan. Ia lebih tertarik pada bahan penelitian, dibanding wajah tampan tunangannya.

“Ekhm…” Axel berdeham singkat, mencoba menarik etensi gadis itu. “Ekhem..ekhm…”

Sesilia sontak tersentak kaget. Suara sekecil apapun yang menginterupsi saat sedang sangat fokus pasti akan menimbulkan efek kaget yang dahsyat. Gadis itu hampir menjatuhkan pipet tetes ke dalam tabung erlenmenyer bahan penelitiannya.

“Oh my…Axel Steel!!!!” Sesilia berteriak, kesal karena hampir saja membuat kesalahan pada penelitiannya. sedangkan Axel juga sama kagetnya, sebab gadis itu berteriak memanggil nama lengkapnya. Lelaki itu buru-buru menemui pujaan hatinya, berniat memadamkan api amarah sang kekasih dengan kekuatan cintanya. Aku harap cara ini berhasil, teriaknya dalam hati.

“Baby, I'm sor…”

“Stop there Mr. Steel! You almost ruin my ekperimen!”

“I'm so sorry, baby…” Axel menghentikan suaranya yang sudah di ujung tenggorokan saat melihat wajah garang tikus kecilnya. Lelaki itu secara naluriah menutup mulutnya, langkahnya juga terhenti, takut membuat kesalahan lainnya.

Wajah Sesilia yang marah bak macan betina yang kelaparan adalah hiburan tersendiri bagi Axel. Ekspresi yang baru pertama kali gadis itu tunjukkan padanya, secara langsung.

“Why you here, Mr. Steel??” Sesilia bertanya, nada suaranya sudah sedikit normal.

“I…just..miss you”

“Hhhhmmmm….” Sesilia bernapas berat. “Let's go eat. I'm starving”

“Yes, madam!” 

….

Setelah itu, Axel mencoba membujuk sang pujaan hati agar mau makan malam romantis di restoran yang sudah di pesan itu, Sesilia mengiyakan walau perlu sedikit paksaan. 

Malam itu, Axel membawa gadisnya ke sebuah restoran yang terletak di lantai 60 salah satu gedung tertinggi di Jakarta. Begitu pintu lift terbuka, mereka di sambut oleh lorong panjang yang dihiasi lilin-lilin kecil di sepanjang lantai. Restoran itu sunyi, hanya ada suara denting piano lembut di kejauhan.

​"Kok sepi sekali, X?" tanya Sesilia pelan.

​"Aku sudah memesan seluruh tempat ini untuk malam ini," jawab Axel santai, seolah-olah itu adalah hal paling biasa yang dia lakukan.

Mereka lalu diantar menuju sebuah meja di sudut ruangan yang menghadap langsung ke dinding kaca raksasa. Dari sana, lampu-lampu Jakarta terlihat seperti hamparan berlian yang berserakan di bawah kaki mereka. Sesilia terpaku menatap pemandangan itu. Rasa lelahnya seminggu belakangan ini sirna seketika.

Axel dengan gerakan lembut dan sopan, menarikan kursi untuk gadis itu. Cahaya lilin di atas meja membuat bayangan di wajah tampan Axel terlihat lebih lembut, menyembunyikan sisi dingin yang biasa ditampilkannya pada dunia.

​Makan malam dimulai dengan hidangan pembuka yang sangat cantik. Namun, Sesilia hampir tidak menyentuh makanannya. Pikirannya masih melayang pada hasil penelitiannya.

​"What happened, baby girl? You don't like the food?" tanya Axel, menyadari kegelisahan tunangannya.

“No, the food is amazing.” Jawabnya dengan senyum di paksakan.

​"​Axel meletakkan garpunya, berniat sedikit menghibur kegundahan gadis pujaannya. Laki-lakinya itu mencondongkan tubuh ke depan, meraih tangan Sesilia yang ada di atas meja dan menggenggamnya erat. Ibu jarinya mengelus punggung tangan gadis itu perlahan.

​"Listen to me, baby girl," suara Axel terdengar pelan dan penuh penghiburan. "You can do it. I swear, cause you the most intelligent person in this world and of course, you're my fiancee. Aku juga bisa melakukan beberapa hal kecil, jika ada salah satu dosen atau apalah yang menyusahkanmu."

​Sesilia merasakan wajahnya memanas atas kata-kata pujian Axel. 

“X… can you kill someone?” Sesilia bertanya, nadanya serius.

Axel tersedak makanannya saat mendengar hal itu.

“S-siapa yang mau kau bunuh, tikus kecil?”

“Dosen pembimbing ku, mungkin?”

“Ok, tomorrow I.  “

“Kidding, Mr. Steel, heheh” Gadis itu lalu melanjutkan acara makannya yang tertunda tanpa rasa bersalah.

​Di sela-sela hidangan utama, Axel memberi isyarat pada seorang pelayan. Bukannya membawa makanan baru, pelayan itu datang membawa sebuah kotak kecil berbahan beludru biru tua.

​Axel mengambil kotak itu dan membukanya di depan Sesilia. Di dalamnya ada sebuah kalung perak dengan liontin berbentuk kunci kecil yang dihiasi batu safir biru di tengahnya.

​"Wow, amazing,” Sesilia bersuara takjub pada keindahan kalung itu.

​"Gift for my one and only, baby girl" kata Axel sambil berdiri dan berjalan ke belakang kursi Sesilia. Dia menyisihkan rambut panjang tunangannya ke samping, lalu memakaikan kalung itu ke lehernya dengan gerakan seringan kapas.

​Sentuhan jari Axel yang dingin di kulit lehernya membuat Sesilia merinding. Saat Axel selesai memasangkan kalung itu, dia tidak langsung kembali ke kursinya. Lelaki itu membungkuk dan membubuhkan satu kecupan manis di tengkuk sang pujaan hati. Kecupan itu lembut dan membangkitkan sesuatu dalam diri Sesilia. Gadis itu dapat merasakan seluruh nadinya bereaksi terhadap sentuhan kecil itu.  

​"​Axel kemudian mengulurkan tangannya, mengajak Sesilia berdiri. Di tengah ruangan yang luas dan kosong itu, mereka berdansa pelan tanpa irama yang rumit. Sesilia menyandarkan kepalanya di dada Axel, mendengar detak jantung pria itu yang terasa stabil dan kuat. 

“Ini musik terindah di dunia,” bisiknya manja.

​Di bawah sorotan lampu remang-remang, Axel mengangkat dagu Sesilia, memaksa gadis itu menatap matanya. Perlahan, dia menunduk dan mencium bibir menggoda itu dengan lembut. 

Ciuman itu terasa manis dan memabukkan seperti biasanya. Axel seperti sedang mengungkapkan cintanya hanya lewat ciuman, tanpa sepatah katapun. Lidah mereka bertaut, saling bertukar saliva. 

“Uhhmm…..” Sesilia melenguh pelan, menikmati ciuman penuh perasaan itu. 

Axel dan kemampuan menciumnya adalah yang terbaik di dunia.

….

Malam itu, di bawah temaram lampu restoran, sebuah kesadaran menghantam hati Sesilia. Gadis itu menyadari bahwa, selama tangannya masih di genggaman oleh lelaki bernama Axel Steel. Maka, tidak akan ada masalah yang terlalu besar untuk dihadapi. Di dalam dekapan lelaki itu, ia menemukan rumah yang paling tenang, tempat di mana rasa takutnya lenyap dan hanya menyisakan cinta yang begitu kokoh.

1
merdi Yanto
plot twist banget bab ini👍
partini
baca sinopsisnya penasaran
Lusy Kunut: Stay tune yah kak, supaya rasa penasarannya terobati👍
total 1 replies
merdi Yanto
cuit cuit cuit😍🤣
merdi Yanto
duh🤭
merdi Yanto
Bau-bau mulai berbalas perasaannya Axel
merdi Yanto
/CoolGuy//CoolGuy/
merdi Yanto
Plot twist banget keluarganyaa
merdi Yanto
🤭🤭🤭🤭
bau bau bucin😍😄
merdi Yanto
Suka cerita dari sok benci jadi bucin akut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!