NovelToon NovelToon
Sebatas Wanita Bayaran

Sebatas Wanita Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Konflik etika / Obsesi / Bad Boy / Dark Romance / Sugar daddy
Popularitas:34.8k
Nilai: 5
Nama Author: Melia Andari

Luna Evelyn, gadis malang yang tidak diinginkan ayah kandungnya sendiri karena sang ayah memiliki anak dari wanita lain selain ibunya, membuat Luna menjadi gadis broken home.

Sejak memutuskan pergi dari rumah keluarga Sucipto, Luna harus mencari uang sendiri demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Hingga suatu malam ia bertemu dengan Arkana Wijaya, seorang pengusaha muda terkaya, pemilik perusahaan Arkanata Dinasty Corp.

Bukannya membaik, Arkana justru membuat Luna semakin terjatuh dalam jurang kegelapan. Tidak hanya menginjak harga dirinya, pria itu bahkan menjerat Luna dalam ikatan rumit yang ia ciptakan, sehingga membuat hidup Luna semakin kelam dan menyedihkan.

"Dua puluh milyar! Jumlah itu adalah hargamu yang terakhir kalinya, Luna."
-Arkana Wijaya-

Bagaimana Luna melewati kehidupan kelamnya? Dan apakah ia akan berhasil membalas dendam kepada keluarga Sucipto atau semakin tenggelam dalam kegelapan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melia Andari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aksi Nekat

Luna memejamkan matanya saat ia merasa ada tubuh yang menahan dirinya. Luna jatuh di atas tubuh seseorang, hingga ia tidak begitu cidera setelah jatuh dari lantai dua.

Saat sadar ternyata ia telah selamat, Luna pun tertegun sejenak. Aroma tubuh seseorang yang berada di bawahnya saat ini begitu familiar.

Ia pun berusaha menengadahkan kepala untuk melihat siapa yang tengah memeluknya.

"Arkana?"

Pria itu diam namun matanya menatap tajam pada Luna. Luna tertegun, ia tak menyangka jika Arkana nekat untuk menangkap tubuhnya dan menahan berat badannya.

Padahal aksi tersebut terhitung berbahaya, karena bisa membuat Arkana cidera. Menahan berat beban seseorang yang terjatuh dari lantai dua hingga membenturkan punggungnya sendiri pada lantai kasar, dapat mengakibatkan retak pada tulang punggung dan tangannya.

Luna pun menjadi linglung, saat ini pikirannya semakin rumit dengan hal-hal yang tak ia mengerti.

"Bangun! Tubuhmu lumayan berat, Luna," ucap Arkana mencoba bangkit, namun rasa nyeri di punggungnya dan tangannya membuatnya meringis.

"Kau tahu tubuhku berat, kenapa kau nekat menangkap ku?"

Arkana hanya diam sambil menatap Luna dengan intens. Ia datang hanya untuk mengembalikan ponsel Maya yang tertinggal, namun ia terkejut ketika melihat Luna terlempar dari balkon.

Sehingga tanpa pikir panjang ia berlari dan langsung menangkap tubuh wanita itu dengan kedua tangannya. Dan di sinilah ia, berakhir dengan tubuh cidera karena aksi nekatnya.

"Nak Arkana...."

"Kak Arkana...."

Ana dan Maya berlari-lari menghampiri Arkana dengan wajah cemas. Hal itu sontak membuyarkan lamunan Arkana.

Setibanya Ana dan Maya di sisi Arkana, Ana langsung mendorong tubuh Luna yang berada di atas tubuh Arkana, lalu kembali fokus pada pria itu.

"Nak Arkana, kamu nggak apa-apa? Mana yang sakit?" tanya Ana.

Sementara Maya membantu Arkana untuk bangkit sambil menghapus airmatanya.

"Kak Arkana kenapa nekat? Bagaimana jika tadi Kepala kakak yang terbentur lantai?" jerit Maya.

Arkana hanya diam memperhatikan mereka satu persatu. Rasa nyeri di tubuhnya membuat ia tidak ingin berkata apapun.

Sementara Luna yang melihat itu pun merasa jijik. Terlalu mendramatisir!

Maya menoleh ke arah Luna dengan tatapan yang penuh dengan amarah.

"Kak Luna! Jika kamu ingin bunuh diri, sana pergi di tempat lain. Jangan di rumah ini. Kau hampir saja mencelakai tunanganku!"

Luna terperangah.

"Bunuh diri? Nggak salah??" sahut Luna.

Bisa-bisanya Maya mengatakan ia ingin bunuh diri sementara ibunya sendirilah yang mendorongnya dari lantai dua. Meski tanpa sengaja tetapi hal itu tetap membahayakan dirinya.

Luna muak dengan wanita licik di hadapannya. Tetapi ia pun tak mencoba membela dirinya. Ia hanya menatap Maya dengan putus asa.

Percuma jika aku membela diriku. Tidak ada yang akan berpihak kepadaku, disini.

Tidak akan ada yang mempercayaiku.

"Kau akan membayar nya jika terjadi sesuatu kepada Kak Arkana, Luna!" ancam Maya.

Sementara Arkana yang baru berdiri itu mencoba menepis tangan Maya dan Ana yang mencoba membantunya.

"Bukankah kalian tadi terlibat pertengkaran? Aku tak melihat Luna ingin bunuh diri, Maya. Dia justru terlihat jatuh, bukan lompat," ucap Arkana dingin.

Maya tercekat, begitu juga dengan Ana. Hendri yang baru saja tiba di sana tidak luput dari rasa terkejutnya.

Mereka tidak menyangka jika Arkana menyangkal ucapan Maya dan terkesan membela Luna.

Arkana melirik Luna sejenak, lalu pandangannya dialihkan pada Hendri.

"Om Hendri, jika saja ada orang lain yang datang kemari lalu melihat ini, dan Luna sampai benar-benar jatuh, bukankah keluarga Om Hendri akan tertuduh melakukan percobaan pembunuhan?" ucap Arkana.

Hendri tercekat, matanya terbelalak menatap Arkana.

"Bukan..ini bukan seperti yang kau katakan nak Arkana," sahut Hendri cepat.

"Iya nak, sebenarnya tadi Luna datang dan tidak terima saat kami bertanya mengapa ia bisa menjadi sekretaris mu. Lalu dia melakukan kekerasan padaku, dan Maya datang untuk membelaku. Tetapi karena rumah kami yang tidak begitu besar, pergerakan kami membuat Luna—"

"Cukup!" ucapan Arkana seketika menghentikan penjelasan bohong Ana.

Ana pun tercekat. Ia menatap Arkana dengan hati-hati.

"Tidak usah memberi penjelasan. Aku tidak tertarik dengan urusan keluarga kalian. Tapi satu hal yang membuatku terganggu, hampir setiap kali aku kesini, selalu ada keributan yang membuat kepalaku pusing."

"Nak Arkana, ini tidak seperti —"

"Aku bilang cukup. Selesaikan saja masalah keluarga kalian selayaknya keluarga normal! Dan mulai malam ini, pertunangan aku tunda sampai tidak ada lagi drama keluarga yang memuakkan," ucap Arkana tegas lalu ia pun pergi meninggalkan rumah itu dengan langkah yang terlihat kesulitan akibat cidera pada punggung dan tangannya.

Luna yang sedari tadi memperhatikan, hanya menatap kepergian Arkana dengan termangu tanpa berniat menghentikan ataupun mengejarnya.

Sementara Maya yang melihat Arkana pergi dengan beberapa luka dan juga sikap dinginnya itu membuatnya kesal. Ia menghampiri Luna dan memaki kakak tirinya itu.

"Dasar wanita jalang murahan! Kenapa kamu nggak mati saja sekalian hah?!" jerit Maya kesal.

Mendengar itu Luna pun hanya tersenyum. Ia membalas tatapan Maya dengan penuh ejekan.

"Sayang sekali jika kamu harus kecewa malam ini karena mendapati aku masih hidup. Apalagi yang membuatku tetap hidup adalah karena pertolongan dari calon tunanganmu," sahut Luna.

Maya terperangah. Ia membelalakkan matanya mendengar ucapan Luna.

Luna pun melangkah melewati tubuh Maya, hendak keluar dari rumah itu. Lalu ia berbisik di telinga Maya dengan nada mengejek.

"Atau jangan-jangan, tunanganmu itu sebenarnya lebih menyukaiku daripada dirimu?" bisik Luna tersenyum lalu pergi meninggalkan kekacauan di rumah itu.

.

.

.

Bersambung

1
Ani Basiati
lanjut thor
Piyah
arkana CEO tapi oooonn
ga tegas
azzura faradiva
dasar pria murahan....,sana sini mau🙄
azzura faradiva
lbh baik Luna sama Radika,buang jauh² si pria maniac(Arkana)
Ani Basiati
arkana pasti marah krn cemburu 🤣🤣🤣
Piyah
lanjut ga pake lama
Ani Basiati
lanjut thor
Bella syaf
gimana mau cerita tiap dateng cuma mau gitu gitu doang udahnya pergi. Aidah kesel
Ani Basiati
kamu aj yg bego arkana mknya selidiki
Melia Andari: tenang kk, update setiap malam di jam 11an yah jadi tidak akan lupa 😁🥰
total 2 replies
Neneng Yensiana
pergi Luna buat dirimu bahagia
Ani Basiati
lanjut thor
Bella syaf
Arkana cemburunya gila. semuanya gila Arkana ini
Bella syaf
yg menguji kesabaran itu kamu Arkana gemes
Simsiim
Lanjut thorrrr
Ani Basiati
lanjut thor
Kurnia Damiasih
tor baca LG enak2nya gantung ,coba upnya dua episode satu hari .
Usaha Berkah
2 bab dong tor
اختی وحی
buat luna pergi jauh dr arkana dong thor
Melia Andari: nanti menjelang akhir yah kk
total 1 replies
Ani Basiati
lanjut thor
Arshafana
cepatin dong updatex
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!