NovelToon NovelToon
Second Chance, Merubah Takdir

Second Chance, Merubah Takdir

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Obsesi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Tamat
Popularitas:655.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: waya520

Apa yang akan Luna lakukan jika dia memiliki kesempatan untuk kembali ke tiga tahun sebelumnya?.

Luna: "Aku akan menjauh dan menghindari pria brengsek seperti Julian."

...

Di pemakaman yang sudah sunyi, seorang wanita menatap kosong tiga nisan milik keluarganya, Ayah, ibu dan kakaknya. Semua telah pergi, meninggalkannya sendiri.

Ini semua karena Julian. Obsesinya pada pria itu menghancurkan segalanya. Ia menyakiti Kirana, tunangan Julian, hingga pria itu membalas dengan menghancurkan hidupnya.

"Ini balasan karena menyakiti Kirana," ucap Julian sebelum pergi.

Luna terisak. Julian benar. Dialah yang salah. Dia mencoba membunuh Kirana demi mendapatkan Julian, tapi sekarang, dia kehilangan segalanya, dan itu semua karena dirinya yang membuat Julian murka hingga pria itu membunuh keluarganya.

Bodoh. Aku bodoh, ratapnya dalam hati.

....

Hai jangan lupa beri like dan dukungan kalian untuk cerita ini ya. 😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pacar Justin?

Sesuai dengan ucapannya kemarin. Hari ini David pergi menemui Wijaya di perusahaan pria itu.

Terlihat langkahnya yang tegas saat masuk ke perusahaan milik Wijaya. Beberapa karyawan menyapanya dengan sopan. Siapa yang tidak mengenalnya?, disini dia sebagai kolega paling penting bagi Wijaya.

Klek...

"Akhirnya sampai juga." Wijaya tersenyum ramah lalu membawa David masuk ke dalam ruangannya. Kebetulan didalam ada Julian yang ikut membantu dalam mengurus bisnisnya.

"Ayah." Julian terlihat terkejut melihat ayahnya Luna datang.

"Sapa dulu calon mertuamu ini." ujar Wijaya yang membuat David kesal. Tapi dia tetap menyambut uluran tangan Julian.

"Ayo duduk dulu." David langsung duduk diatas sofa, diikuti oleh Wijaya dan juga Julian. Kedua pria itu menatapnya dengan penasaran karena tiba-tiba dia ingin datang dan mengobrol.

"Jadi ada hal penting apa yang akan kita bahas?" tanya Wijaya sambil menyeruput teh hangat yang sudah disiapkan oleh bawahannya tadi.

David mengambil nafas panjang, ini keputusannya dan demi anaknya juga. "Aku ingin membatalkan rencana perjodohan anak kita."

Julian terkejut saat mendengar ucapan ayahnya Luna. "Kenapa di batalkan yah?" tanyanya tidak terima. Padahal ini jalan satu-satunya agar dia bisa mendapatkan wanita itu.

"Apa Luna menolak lagi?" tanya Wijaya tenang, sebenarnya David pernah bilang jika Luna menolak untuk di jodohkan dengan Julian, awalnya dia tidak percaya karena yang dia lihat, anak sahabatnya itu sangat menyukai Julian. Jadi aneh saja saat David bilang anaknya tidak mau dengan Julian.

"Sebenarnya dari awal Luna memang menolak Jay, tapi aku berpikir mungkin anak itu hanya sedang gengsi, tapi saat putraku bilang alasan Luna menolak di jodohkan dengan Julian karena anakmu sudah punya kekasih itu membuatku terkejut, dan kupikir lebih baik perjodohan ini di batalkan saja." ujar David yang membuat Wijaya dan Julian terkejut.

Kedua orang itu langsung bertatapan. "Kau punya kekasih nak?" tanya Wijaya pada putra satu-satunya itu.

Julian menggelengkan kepalanya. Kekasih apanya?, dari kecil hingga sekarang dia masih jomblo karena Luna.

"Jujur." pinta Wijaya karena tidak mungkin David berbohong dan mengucapkan omong kosong padanya.

Julian menelan ludahnya dengan susah payah, dia menolehkan kepalanya ke arah David. "Yah aku tidak memiliki kekasih bahkan dari dulu aku hanya dekat dengan Luna." jelasnya jujur. tapi David mendengus kesal.

"Tapi kata Deon, dia bertemu denganmu yang bergandengan mesra dengan Kirana di mall, apa itu tidak benar?" mata Wijaya melebar mendengar ucapan sahabatnya itu. Dia memang menyuruh anaknya itu mengantarkan Kirana ke mall karena Romi yang sibuk membantunya di perusahaan.

Lidah Julian terasa kelu, dia ingin menyangkal tapi benar jika Kirana menggandeng dirinya. Bagaimana ya menjelaskannya.

Wijaya menoleh ke arah anaknya, tatapannya menajam. "Kau berpacaran dengan Kirana?" tanyanya memastikan bahwa itu tidak benar.

"Tidak, yah, aku hanya menganggapnya adik dan untuk urusan gandengan tangan itu memang benar, tapi Kirana yang menggandeng tanganku, sedangkan aku tidak." jelas Julian yang sudah panik. takut jika perjodohan ini dibatalkan.

"Sepertinya itu salah paham vid, Julian tidak mungkin menyukai Kirana." jelas Wijaya yang berharap David tidak membatalkan perjodohan anak mereka, karena hanya Luna yang pantas bersanding di sisi Julian.

"Tapi kata Deon, Kirana bilang jika dia berpacaran dengan mu Julian, ayah tidak tahu mana yang benar mana yang salah, intinya Luna sudah tahu tentang semuanya dan dia menolak untuk dijodohkan denganmu."

deg.....

Jantung Julian terasa nyeri saat mendengar ucapan David.

"Tapi yah, apa tidak bisa dibicarakan lagi, aku akan menjelaskannya pada Luna jika semuanya hanya salah paham, aku hanya menyukai Luna yah, dan untuk Kirana, aku tidak menyukainya dan mungkin saat itu dia asal bicara saja." suara Julian sedikit bergetar saat menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Kirana pada David.

Tapi dilihat dari ekspresi wajah pria itu sepertinya David masih tetap tidak mempercayai ucapannya.

"Apa tidak bisa dibicarakan lagi vid?" lagi-lagi Wijaya berusaha mempertahankan rencana perjodohan anak mereka. Tapi melihat David yang menggelengkan kepalanya membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Jika David sudah menolak, apa boleh buat. dia tidak bisa memaksakan kehendaknya karena mau bagaimanapun dia dan pria itu bersahabat, jangan sampai karena masalah ini, hubungan mereka menjadi buruk.

"Baiklah, aku akan membatalkan perjodohan ini." putus Wijaya yang membuat Julian melotot tidak terima.

"Yah jangan di batalkan aku hanya ingin Luna." rengek Julian.

"Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu." tanpa mendengar penjelasan Julian, David memutuskan untuk segera pergi dari sana. Meninggalkan Wijaya yang menatap kepergiannya dengan perasaan sedih. pria itu bahkan mengabaikan rengekan anaknya yang terus-menerus mengoceh tentang Luna.

....

Luna terlihat murung saat mengikuti pembelajaran hari ini.

"Ada masalah?" tanya Linda yang duduk di samping wanita itu.

Luna menggelengkan kepalanya lalu menoleh ke arah wanita itu. "Mau ke kantin?"

Linda mengangguk. untung saja sudah jam makan siang, dia langsung menarik tangan Luna dan membawa wanita itu ke kantin. Namun langkah mereka terhenti saat melihat Justin yang berdiri diambang pintu kelas. tatapan pria itu itu tertuju pada Luna.

"Lun tentang janji makan siang."

"Ayo sekarang dengan Linda juga." sahut Luna cepat. Wanita itu bahkan mendorong tubuh Justin hingga pria itu mundur dua langkah.

"Ayo Justin." Linda segera menarik tangan pria yang masih saja diam.

Entahlah, Justin merasa ada yang berbeda dari Luna. Wanita itu tidak seceria biasannya.

Ketiganya Sudah sampai di kantin fakultas. Hari ini kantin tidak seramai biasanya, jadi mereka cepat mendapatkan makanannya.

Posisi duduk, Linda dan Luna yang berdampingan sedangkan Justin duduk dihadapan Luna. Sepanjang makan siang mereka, hanya Linda yang aktif bicara sedangkan Luna dan Justin sesekali menimpali ucapan wanita itu.

Hingga.

"Justin." ketiganya menoleh ke arah seorang wanita yang berpakaian cukup rapi di sana.

Wanita itu segera menghampiri Justin lalu tanpa ragu duduk di samping pria itu.

Luna menatap wanita itu dengan tatapan dalam. Sepertinya dia pernah melihatnya. Tapi dimana?.

"Pacarmu?" tanya Linda penasaran. Wanita cantik itu hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Linda.

Justin sendiri memilih untuk diam saja.

"Aku mau." tanpa menunggu persetujuan pria itu. Wanita itu langsung menarik makanan milik Justin yang membuat Pria itu kesal setengah mati.

"Kau ini suka sekali mengambil makananku, yasudah makan itu, aku akan memesan lagi." celoteh pria itu lalu pergi meninggalkan ketiga wanita itu disana.

"Kalian temannya Justin?" tanya wanita itu pada Luna dan Linda yang langsung mengangguk menjawab pertanyaan wanita itu.

"Kalian cantik-cantik, pantas Justin sering membatalkan acara makan siang kami." keluh wanita itu yang membuat Luna dan Linda merasa tidak enak.

1
Ashesllyenne♡
FINALLYY💓😭
Ashesllyenne♡
omg!!! aku thanks god sesuai angan2 ku😭🤏 , honestly aku dari awal cerita sampek sekarang aku masih stay ke Julian and Luna mereka tuh couple goals bgtt lohh😭🫵💓
Ummee
kirana kah?
Ummee
Luna... gk nyangka ternyata kamu bisa melakukan perundungan yg kejam
Ummee
ternyata kakaknya Kirana itu Johan...
brarti memang dari smp johan punya rencana buruk ke Julian
Ummee
siapa lagi ini?
Ummee
apa johan itu justin? hehe
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
jujur menurutku itu jahat nya ngejahat banget sampe ngorbanin bayi yg seharusnya masih hidup hanya gara2 dendam, trus dokternya kata aku mah harusnya di pecat bisa2 nya mau di bayar buat bikin info palsu kan itu menyalahi kode etik dokter 🥲
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oiya orang jepang kan ga bisa huruf L 😆
Haidar_ kun
bagus GK
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
konsep nya begimane johan kok kangen di bully wkwk lu naksir luna apa gimana 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
isi otak ku juga sama ini wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
curiga ini si johan 😅
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
"Kirana memang pernah berencana menjebak Kirana" jd siapa yg menjebak siapa ini wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oooh ternyata balik juga si jul wkwk pasti bawa penyesalan segebok ya
Ummee
jangan² justin dan kirana saudara kandung yg hidup terpisah krn broken home?
Ummee
ehh... ternyata Romi penghianat
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
BODO AMAT, MAKAN TUH KIRANA DIKASITAU BAPAKNYA MALAH TERIAK2 🫵🏻😤
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
yaelah kirain udah pinter ternyata masih bodo aja ngulangin kesalahan dia yg terlalu ada buat kirana 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
HAAHHH 😱😲 ternyata pemain si kirana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!