NovelToon NovelToon
CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: NONA GINCU MERAH

Pernah denger nggak ada mitos yang bilang kalau dua orang yang wajahnya mirip itu berarti jodoh ? dan itu yang dialami nadin, di hari pertama dia menginjakkan kaki di SMA Garuda dia bertemu dengan pria yang wajahnya mirip dengan nadin namanya Gavin. Sejak saat itu mereka selalu jadi pasangan yang sering mendapatkan "ciye ciye" oleh satu sekolah, Padahal yang sebenarnya Nadin dan Gavin tidak pernah akur sama sekali.

8 Tahun kemudian Nadin mendapatkan pekerjaan sebagai sekretaris di sebuah perusahaan di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Nadin yang sangat mencintai uang memiliki misi untuk memacari salah satu petinggi di perusahaan itu. Tapi imajinasi nya akan boss yang tampan dan kaya luntur seketika saat dia mendapati kalau orang yang menerimanya sebagai sekretatis tidak lain adalah Gavin, musuh abadinya.

Dengan seringai jahat gavin berkata " ingat, gue boss lo ! gue gak terima kata tidak !"

Dan sejak saat itu nadin merasa kalau neraka ada di depan matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NONA GINCU MERAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Nadin Almira Queen

Bunyi pintu yang  tertutup membuat gue menoleh ke sumber suara. Gavin sudah tidak ada di samping gue. Pria itu pergi begitu saja setelah mengatakan kalau gue di pecat.

Jika kalian jadi gue, apa yang kalian fikirkan saat pria yang kalian cintai menelfon kalian terus menerus tanpa henti. Ah mungkin dia kangen gue . Pasti itu yang akan kalian fikirkan jika seorang pria terus menerus menghubungi kalian tanpa henti.

Lalu tiba-tiba saja pria itu mengejutkan kalian dengan membawa 500 tangkai bunga mawar merah. Apa yang kalian fikirkan ? Ah dia pasti naksir gue

Dan di saat kami saling berhadapan, lelaki itu menatap gue tepat di manik mata nya yang berwarna hitam legam. Semua wanita yang di tatap begitu dan dengan posisi yang sama, pasti akan berfikir hal yang sama dengan gue. Ah pasti gue mau di tembak nih

Gue bukan tipe wanita yang gampang GR. Karena selama ini pria yang dekat dengan gue, terang-terangan memuji atau menyatakan perasaannya secara langsung pada gue.

Tapi ada satu pria yang selalu buat gue GR. Gue jadi selalu berasumsi sendiri dengan perlakuan dia ke gue. Kadang dia romantis kadang dia jahat. Kadang dia sayang kadang dia cuek. Satu prinsip yang gue pegang dalam hidup gue. Gue gak akan menganggap laki-laki itu mencintai gue sebelum laki-laki itu mengatakannya sendiri.

Cinta itu butuh pengungkapan. Cuma orang pengecut yang lari dari perasaan dan selalu menyangkal perasaan itu. Dan orang itu adalah gavin.

Kembali lagi ke gavin

Pria itu berhasil membuat gue terkejut akan kedatangannya secara tiba-tiba bak jailangkung. Gue terkejut sangat terkejut. Di tambah dengan 500 tangkai bunga mawar yang dia bawa. Astaga wanita mana sih yang nggak meleleh lihat pria bawa buket bunga sebesar itu.

Tapi lebih dari kedatangan gavin dan buket bunga raksasanya. Pernyataan pria itu sebelum dia meninggalkan rumah gue sungguh membuat gue kehilangan akal.

Dia bilang gue di pecat.

Jujur, gue tidak bisa membedakan gavin ini berkata serius atau tidak. Jika kalian jadi gue, menurut kalian gavin serius bilang kalau gue di pecat atau dia hanya mengerjai gue saja ?

Entahlah, bertahun-tahun mengenal gavin gue tidak pernah benar-benar yakin kalau gavin sungguh mencintai gue. Oke walaupun di beberapa moment gue sangat amat meyakini kalau gavin memiliki perasaan yang sama, tapi di beberapa moment gavin menunjukkan penolakan dan itu bukan hanya sekali dua kali terjadi dalam hubungan kami.

Gue merebahkan diri di kasur yang sudah sangat gue rindukan ini. Menatap langit-langit kamar, sambil membayangkan apa yang akan gue lakukan besok. Mulai besok gue akan jadi pengangguran. Alamat lipstik channel gue berkurang deh koleksi nya.

Tapi apa salah gue sampai gavin tega pecat gue ? Apa salah kalau gue suka sama dia ? Apa salah kalau gue minta kejelasan dari dia atas hubungan kita selama ini ?.

\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

Ting Nong

Suara bell membuat gue beranjak dari tempat tidur. Membuat gue terpaksa dari tidur lelap gue yang baru berlangsung kurang lebih 3 jam. Menangisi tingkah gavin kemarin membuat gue merasa bodoh di pagi hari, gue yakin saat ini mata gue bengkak sebesar bola golf

Gue berjalan dengan gontai sambil sesekali menguap. Menghampiri pintu yang sejak tadi di ketuk oleh seseorang.

Gak faham banget situasi, bertamu di saat mood gue lagi jelek.

Ceklek..

Gue membuka pintu secara perlahan, di sana nampak seorang pria sedang berdiri sambil membawa kotak besar yang gue gak bisa tebak isinya apa. Kenapa hari ini ada aja yang bertamu ke rumah gue. Pertama gavin sekarang mas-mas ini.

Kalau gue lihat dari warna jaketnya sepertinya mas ini salah satu driver ojol. Gue sedikit cemas juga, mengingat gue yang lagi sendirian di rumah. Dan tiba-tiba ada driver ojol yang bawa kotak gede banget. Apa jangan-jangan gue mau di culik terus di mutilasi, seperti berita kriminal yang sedang marak saat ini. Aduh jangan dong gue kan belum nikah !

"atas nama mbak nadin ya ?"pria itu nampak ragu memperhatikan penampilan gue yang.. Em amburadul. Rambut berantakan, baju kedodoran. Duh malu-maluin aja lo nad.

Gue mengangguk. "iya.. Ada apa ya mas ? Saya gak order makanan apalagi barang segede ini "

"saya kesini mau anterin ini mba, buat mbak nadin dari ji chang wook "ucap si mas-mas itu yang logat jawa nya masih ketara. Lucu saat dia menyebutkan nama ji chang wook dengan aksen jawa nya.

Tunggu deh, ini ada yang aneh .. Maksudnya ji chang wook siapa sih ?

"mba ini mau di taro dimana ya ? Berat "

"ji chang wook siapa ya mas ? Terus ini isinya apa ?"gue mencium keanehan disini.

"kata mas ji chang wook.. Ini buat mbak nadin "si driver ojol itu masih kekeuh dengan perkataannya.

Siapapun yang mengaku ji chang wook itu, sungguh dia adalah orang dengan tingkat pede dan kewarasan yang patut di ragukan.

"isinya apa emang mas ? Jangan-jangan itu bom lagi "tuduh gue dengan masih berdiri dengan memasang kuda-kuda. Takut - takut kalau driver ojol ini ternyata rampok.

"astagfirullah mbak jangan suuzon.. Ini kayaknya kue deh, soalnya saya ambil nya dari toko bakery "

"kue ? "

"mbak ini kaki saya udah kesemutan, bisa di ambil aja nggak kotak nya ?"

Gue akhirnya memutuskan untuk mengambil kotak itu dari tangan si mas driver ojol. Kalau ini beneran bom, yasudahlah gue pasrah aja kalau harus mati dalam keadaan jomblo.

Si mas driver ojol itu berlalu begitu saja setelah menyerahkan kotak yang ternyata memang sangat berat itu. Gue membawa kotak itu dengan hati-hati, selain karena berat , kalau isinya beneran bom, kalau jatuh pasti langsung meledak.

Pelan-pelan gue menaruh kotak itu di tengah ruangan. Menimbang-nimbang sebelum akhirnya gue membuka tutup kotak itu secara perlahan.

Gue mulai memejamkan mata dan berdoa sekhusyu mungkin.

Satu dua tiga...

Loh kok gak ada suara meledak ? Gue beranikan diri untuk membuka mata.

Sebuah kue muffin bertingkat super tinggi dengan berbagai bentuk lucu berada di dalam kotak tersebut. Gue sempat curiga jangan-jangan kue ini sudah di racun atau bisa jadi kue ini sudah kadaluarsa.

Aneh kan tiba-tiba saja ada orang yang mengirimkan kue ini kalau gak ada maksudnya. Di dalam kotak itu juga ada beberapa bungkus coklat dan permen. Semua makanan manis kesukaan gue ada di dalam sana.

Gue jadi curiga, apa jangan-jangan danar yang mengirimkan semua ini ? Karena Cuma danar yang tahu makanan kesukaan gue apa saja. Dari pada gue berasumsi sendiri, lebih baik gue menelfon danar. Gue langsung pergi ke kamar, mengambil ponsel yang gue letakkan di atas tempat tidur.

Baru saja gue akan memencet tombol hijau. Sebuah suara bell membuat gue terkejut. Tamu siapa lagi ini ?

Seorang pria dengan seragam salah satu florist ternama di jakarta berdiri di depan pintu. Jangan bilang ini dari ji chang wook lagi.

"mba nadin ya ? Saya dari kenanga florist mba.. Mau mengantarkan pesanan atas nama mas ji cang wook "

Tuh kan bener

"jadi mau di taruh dimana saja ya mba bunga nya ?"si mas florist itu kembali bertanya.

"taruh di sana aja mas "gue menunjuk pada satu sudut di dekat ruang tamu.

Si mas florist itu mengangguk, kemudian berjalan kembali ke mobil nya.

Tidak lama si mas itu kembali dengan membawa sebuket bunga mawar merah dan sebuket bunga lily. Meletakkan di tempat yang gue tunjuk kemudian berjalan kembali menuju mobil.

Si mas itu kembali berjalan sambil membawa 3 buket bunga, meletakkan kembali di dekat dua bunga yang sebelumnya sudah dia taruh di sudut ruangan.

Begitu seterusnya sampai gue pusing sendiri melihat si mas florist berjalan mondar-mandir di depan gue. Dan sekarang gue lebih bingung dengan 25 buket bunga dengan variant yang berbeda ini.

Jangan-jangan orang yang mengaku ji chang wook ini tukang kembang. Kalau tidak, Mana mungkin ada orang yang dateng-dateng ngasih gue 25 buket bunga seperti orang itu. Gue jadi takut sendiri. Jangan-jangan pria yang mengaku ji chang wook itu stalker gue.

Baru saja gue berniat menutup pintu, seorang mbak-mbak yang baru turun dari motor menghampiri gue. Ini apalagi ? Tanya gue dalam hati melihat si mbak-mbak yang menggunakan seragam salah satu ojol.

"permisi mbak.. Ini betul dengan mbak nadin ?"

"iya.. Ada apa ya mbak ?"

"saya dari go-glam. Mas ji chang wook yang order saya untuk kesini "

"mbak.. Saya cukup pusing dengan si ji chang wook ini . Dia siapa sih ?!"semprot gue yang mulai tersulut emosi mendengar nama ji chang wook berkali-kali di sebutkan.

Si mbak go-glam itu nampak diam saja, sepertinya dia enggan menyebutkan atau dia kaget mendengar gue yang tiba-tiba membentak dia. Oke gue nyerah. Siapapun si ji chang wook gadungan ini gue akan ikuti kemauan dia.

Gue pun menggeser badan gue agar si mbak go-glam bisa masuk ke dalam rumah. Gue dan si mbak go-glam duduk saling berhadapan. Wanita itu mulai mempersiapkan peralatan tempur nya, berupa alat meni pedi.

Gue diam saja saat si mbak go-glam itu mulai memijat kaki gue. Ini nih yang namanya habis gelap terbitlah terang. Gue merasa jadi ratu dalam sehari, padahal belum ada genap satu hari gue tertimpa musibah, di pecat gavin.

Sambil menikmati massage yang luar biasa enak banget dari si mbak go-glam. Gue menatap kesekeliling ruangan yang gue tempati. Bunga dimana-mana, kue favourite gue , coklat favourite gue. I really love this.

Tatapan gue tiba-tiba terutuju pada sepucuk surat yang terselip di antara puluhan bunga yang tergeletak di sekeliling gue. Kenapa gue baru sadar kalau ada surat disana .

"mbak bisa tolong ambilin itu "tunjuk gue pada surat dengan amplop berwarna biru.

Si mbak yang ternyata bernama rogaye, membantu gue mengambilkan benda persegi panjang itu.

Gue membuka surat itu dengan perlahan. Ternyata di dalam nya ada sebuah alamat dan sepucuk surat.

Gue pun membaca tulisan itu dalam hati. Sebuah kalimat sederhana tercetak jelas disana. Dan kalimat itu membuat sudut bibir gue menyunggingkan senyuman.

Treat Your Self, Princess

Fix gue yakin sosok di balik nama ji chang wook ini sudah pasti danar. Gue jadi ingat moment kebersamaan kami saat di KL tempo hari. Seperti layaknya teman baik, danar dan gue berkeliling KL dengan menggunakan kereta. Danar baik. Gue gak pernah meragukan kebaikan hati danar.

Apa mungkin selama ini jawaban dari doa gue itu danar ? Apa tuhan mengirimkan danar untuk mengobati patah hati gue karena gavin ?

"hai danar, kemarin sampai rumah jam berapa ?"gue tersenyum pada si mbak go-glam nya sambil meletakkan telfon di telinga sebelah kiri.

"jam 10 nad , lo udah makan ?"

"udah .. Makasih ya nar. Gue sukaaa banget hadiah dari lo "gue tersenyum sambil menatap ke sekeliling ruangan.

Danar mendadak diam saja.

"dan.. Danar . Masih hidup kan ?"gue heran dengan danar yang tiba-tiba tidak bersuara.

"masih nad... "

"gue gak tahu lo bisa hafal makanan kesukaan gue. Sampai ke merk nya pun lo tahu.. Dan makasih ya bunga nya. Gue sukaaa banget "

Gue tersenyum lebar, jujur saja gue betul-betul merasa bahagia dengan semua kejutan yang danar berikan. Gue merasa seperti ratu dalam sehari. Ini semua membuat gue memikirkan lagi tawaran danar tempo hari saat kami jalan-jalan di legoland-Malaysia.

Flash Back

"gila gue pegel banget nad "gue dan danar duduk di bangku panjang, setelah kami berdua turun dari roller coster.

"payah. Baru segitu doang udah capek "gue meninju lengan danar, gila keras juga ternyata lengannya.

"hahaha efek umur kayaknya nad "

Gue mendengus, memperhatikan kening danar yang bercucuran keringat. Udara siang ini memang panas, malaysia atau indonesia tidak ada bedanya ternyata.

Gue memutuskan untuk beranjak dari bangku, menghampiri penjual es krim dan ikut mengantre bersama barisan para bocah.

Setelah mengantri dengan sabar, karena beberapa bocah sempat berebut es krim tadi, akhirnya gue bisa mendapatkan dua buah es krim juga. Rasa vanila dan strawberry favourite gue.

Gue menyerahkan es krim rasa vanila untuk danar, dan strawberry untuk gue. Kami berdua menikmati es krim sambil memperhatikan orang yang berlalu lalang.

"penerbangan lo jam berapa nad besok ?"

"jam 5 sore "

"kok sama sih ? Tuh kan gue bilang apa. Kita emang jodoh "danar terkekeh. Mulai deh modus.

"gue tahu lo pasti ikut-ikutan gue doang kan. Baru beli tiket yang sama kayak gue kan ?"tuduh gue yang langsung di hadiahi gelak tawa danar.

"ketahuan banget ya modus gue haha "

"iyalah. Gue kenal lo udah lama danar argantara "gue kembali menjilati es krim strawberry yang memang enak banget, pantas jika antrean nya lumayan panjang tadi.

"iya ya, lo kenal gue banget. Lo tahu sifat gue gimana. Bahkan lo tahu kalau gue modus sama lo. Gue yang mudah di tebak atau lo yang terlu sayang gue nad ?"danar kembali dengan aksi modusnya. Mantan gue ini emang pinter banget mencari kesempatan dalam kesempitan.

Gue memukul lengan danar, keras juga ternyata. Pasti dia sekarang rajin pergi ke gym. Pantas sih kalau sekarang badan danar jadi pelukable gitu. Duh mikir apa sih nad.

"nad.. Gue boleh tanya lo sesuatu. Tapi lo jawab jujur ya "

Gue beralih menatap danar, sejak kapan lelaki itu tertunduk lesu. Firasat gue jadi nggak enak, gue pernah lihat sikap danar yang seperti ini. Tapi .. Pada saat gue dan dia memutuskan untuk berteman. Ya pada saat kami putus.

"apa ? asal lo gak nanya aset apa aja yang gue punya. Gue nggak akan jawab "

Danar terkekeh. Malah menyentil kening gue sampai gue mengaduh. Bahagia banget dia sepertinya menyiksa gue.

"buruan mau nanya apa ?"gue mengelus kening gue yang baru saja di sentil oleh danar.

"gue .. Mungkin gak nad gue gantiin gavin di hati lo ?"

Deg

Gue gak berani menoleh untuk melihat danar. Perasaan nggak enak mulai melingkupi hati gue. Gue tahu perbuatan gue salah selama 5 hari ini. Memanfaatkan danar hanya untuk melupakan gavin.

Selama di malaysia, gue menikmati pergi kesana kemari di temani danar. Dia orang yang baik. Dan jujur saja dia sangat memenuhi kriteria calon pacar gue. Tapi ternyata baik aja gak cukup, ganteng aja gak cukup, bahkan kekayaan danar nyatanya gak bisa membuat gue menganggap dia lebih dari teman.

Gue wanita jahat bukan ?

Hati itu bukan baju, yang bisa di ganti sesuka hati. Gue tahu danar masih memiliki perasaan pada gue. Dan sekarang gue bingung, bagaimana cara menjelaskan ke danar tentang perasaan gue. Gue masih mencintai lelaki itu.

"gue anggap diam lo berarti , No "

Perlahan gue beranikan diri untuk menatap danar. "maafin gue danar "

"jangan minta maaf nad. Maaf lo juga gak buat gue lebih baik. Nyatanya gue tetap patah hati "

Gue kembali tertunduk, semakin merasa gak enak dengan danar. Mungkin setelah kembali ke Indonesia hubungan kami akan berbeda. Benar ternyata, gak ada orang yang bisa berteman murni dengan mantan. Salah satunya pasti akan tetap menyimpan rasa. Entah itu pihak wanita atau pria.

Lama kami saling terdiam, cukup lama sampai matahari mulai beranjak turun. Gue melihat beberapa pengunjung sudah mulai banyak yang berjalan menuju pintu keluar.

Tapi gue dan danar masih setia duduk di pangku panjang. Hanya diam saja, tidak ada satupun dari kami yang berani berbicara. Atau mungkin kami ada di fikiran yang sama. Tidak enak hati.

"hah ! Jadi sampai disini aja nad "danar akhirnya beranjak dari bangku. Wajah yang tadi sendu sudah berubah ceria kembali. Atau dia hanya pura-pura.

"ayo bangun. Lo gak laper apa ? Gue sih laper. Eh gue kok jadi mau makan kepiting saus tiram ya nad "danar tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.

"ayo nad "gue gak sadar kalau sejak tadi danar mengulurkan tangannya, gue jadi semakin gak tega.

Gue berdiri di hadapan danar, menerima uluran tangan pria itu. Gue gak akan melupakkan semua yang terjadi selama 5 hari kebersamaan gue dan danar. Danar pria yang baik, dia pantas mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari pada gue.

"let's go bro. Gue traktir apapun yang lo mau "

"beneran ya nad. Jangan nyesel loh. Gue kan makannya banyak "

"iya. Ayo buruan. Ntar keburu gue berubah fikiran "

"let's go "

Gue dan danar saling bergandengan tangan keluar dari area legoland. Matahari sudah tenggelam, membuat langit berubah menghitam.

Terima kasih danar yang baik

"mba.. Ini udah kelar meni pedi nya "suara mba rogaye membuat gue kembali tersadar.

"wih.. Jadi cantik banget kuku aku , makasih ya mba "gue tersenyum puas melihat hasil kerja mba rogaye.

"sama-sama mba, besok kalau mau meni pedi calling aku aja yaa, udah punya kan nomor whatsapp aku "

"beres mba.. Eh mba , beneran kamu gak tau yang order kamu itu siapa ?"

"dua rius mba nadin. Wong di aplikasi tulisannya cuma mas ji chang wook. Eh kok namanya mirip artis korea ya mba. Mba nadin kenal sama mas ji chang wook ? Saya mau dong mba di kenalin sama lee min ho "

Gue menggeleng-geleng. Ya kali gue kenal ji chang wook yang artis korea itu. Kalau gue kenal dia, udah gue geret paksa kali ke KUA. Kalau perlu gue minta bantuan pak RT biar di grebek terus di arak warga. Nah kan mulai imajinasi nya.

"yauda mba kalau gitu saya pulang dulu ya "

"mba gaye.. Makasih yaa "gue menyalami mbak gaye sambil menyelipkan uang 100 ribu sebagai tips.

"makasih yaa mba nadin, semoga lancar sama mas ji chang wook "

Gue terkekeh sambil mengamini di dalam hati apa yang mbak rogaye doakan itu. Siapa tau gue emang beneran jodoh sama ji chang wook oppa. Kalaupun ji chang wook oppa kejauhan, ya cari yang KW super nya juga boleh.

Setelah mengantarkan mbak rogaye keluar pagar rumah. Gue mendudukan diri di sofa. Memperhatikan kuku kaki dan tangan gue yang cantik, berkat kreatifitas mbak rogaye.

Kriukk...

Gue mendengar bunyi perut gue, lalu melirik jam yang tertempel di dinding. Sekarang sudah pukul 18:00 pantas saja para cacing sudah mulai berdemo minta di isi. Gue mengambil ponsel yang tergeletak di meja TV, gue berniat memesan makanan via ojol. Karena menurut info hari ini sedang ada promo 50% potongan setiap order makanan via ojol.

Gue memilih salah satu restaurant yang tidak jauh dari rumah gue. Restaurant yang terkenal dengan ayam bakar di lumuri sambal super pedas. Membayangkannya saja air liur gue nyaris menetes.

Baru saja gue akan memencet tombol order. Suara bell kembali mengganggu gue. Oke kali ini apalagi. Danar danar, ngapain juga pakai nama ji chang wook segala buat bikin kejutan. Tapi gue penasaran juga sih kali ini apa yang akan gue dapat.

Gue berjalan menghampiri pintu, setelah membukanya. Seorang pria sedang berdiri membelakangi gue. Kali ini dia nggak memakai jaket ojol. Apa mungkin ini yang di sebut mas ji chang wook ?

"malam mba nadin .. "

"cari siapa ya mas ?"

"nama saya indra mba, saya di suruh oleh mas .. Ji chang wook buat jemput mba nadin "

Gue mengernyitkan dahi. Lelaki di hadapan gue ini sepertinya seorang supir. Kalau gue ikut, berarti gue bisa dong ketemu sama si ji chang wook. Tapi kalau mas mas ini bohongin gue terus gue di culik gimana ? Ya kali besok wajah gue nampang di surat kabar.

"saya nggak bakal nyulik mba nadin kok. Bisa di pecat saya mba sama den.. Makasud saya mas ji chang wook "mas mas bernama indra itu tersenyum.

Gue menimbang-nimbang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi kalau gue ikut si mas indra ini. Aha gue kan punya semprotan cabe. Amanlah.

"oke deh saya ikut, tapi kita mau kemana ? Ketemu si ji chang wook ? "

Mas indra itu hanya mengangguk. Kalau di lihat dari penampilan mas indra, dia nggak menunjukkan kalau dia ini penculik. Wajahnya polos seperti anak kuliah smester awal. Pakaian yang dia kenakan juga sopan. Bisa di asumsikan orang ini bukan penculik, walaupun gue harus tetap wasapada.

"sebentar ya saya ganti baju dulu "

Mas indra itu hanya mengangguk kemudian gue menutup pintu setelah mempersilahkan mas indra duduk di bangku teras.

Tunggu, kenapa gue jadi bahagia banget gini sih, rasanya seperti mau kencan saja. Padahal gue nggak tahu siapa yang mau gue temui ini. Kalau memang benar danar yang mengaku sebagai ji chang wook, mungkin gue betul-betul harus memberikan danar kesempatan.

Tapi jika itu orang lain, mungkin gue bisa mengenal nya lebih lajut. Melihat semua perlakuan manis yang orang itu berikan, gue yakin kalau dia orang baik.

Gue mengikuti langkah mas indra menuju ke mobil yang dia parkir di depan rumah gue. Saat itulah gue menatap takjub pada mobil Audi A8. Jangan norak nadin jangan norak please.

Mas indra langsung membukakan pintu penumpang di belakang. Gue menggeleng, lebih baik gue duduk di samping mas indra saja. Lebih aman sepertinya.

Diam-diam gue menatap takjub pada interior mobil yang di bandrol dengan harga fantastis ini. Duh kapan gue punya satu yang kayak begini. Tapi cooper gue gak kalah cantik kok.

Satu jam setelahnya mas indra memberhentikan mobilnya di sebuah tempat yang gue tebak sebagai butik. Ini jangan-jangan ji chang wook itu salah satu designer terkenal di indonesia. Omo bisa ketiban durian runtuh gue kalau beneran.

"ayo mba turun "mas indra sudah membukakan pintu.

"makasih mas "

Gue mengikuti mas indra masuk kedalam salah satu butik. Jejeran baju-baju pesta yang terlihat mahal langsung mencuri perhatian gue. Jelas ini butik ternama dan pasti perancangnya pun designer ternama. Mungkin saja dia ...

"cyin.... "suara melengking terdengat semakin mendekat, duh kenapa bulu kuduk gue merinding.

"ini ya yang namanya mba nadin. Duh yee cantik banget, walaupun cuma pake begini doang "ujar si mas eh mba eh duh gue harus panggil dia apa.

Gue memperhatikan penampilan gue di cermin. Astaga gue baru inget kalau gue belum ganti baju. Pantas saja, beberapa orang tadi memperhatikan gue, gue fikir karena gue cantik gak tau nya gara-gara pakaian gue yang kucel bin kumel. Duh tensin.

"it's okay it's okay.. Malam ini kaka akan buat yey Jadi cucok marucok kayak cinderella "si kakak tau-tau sudah merangkul pundak gue sok akrab.

Gue tersenyum aja pada si kakak ini. Kemudian dia membawa gue ke salah satu ruangan tempat dia menyimpan gaun koleksi eksklusifnya. Dia memilih-memilih beberapa gaun yang tergantung disana.

Gue melihat-lihat deretan baju-baju itu. Karena keppo gue tengok salah satu baju yang terlihat price tag nya. Di saat itu gue langsung menelan saliva dengan susah payah. Harga baju yang gue lihat tadi setara dengan harga mobil fortuner terbaru.

Oke gue yakin banget, siapapun sosok di balik nama ji chang wook ini. Dia bukan orang sembarangan. Dia tajir melintir cekiwir kiwir.

"cyin.. Coba ye cobain yang ini deh "kakak designer itu menyerahkan sebuah gaun dengan model punggung yang terekspos sempurna.

Sambil menenteng gaun itu, gue berjalan menuju ruang ganti. Setelah mengunci pintu, gue bisa bernafas lega. Kalian tau bagaimana rasanya menenteng gaun seharga mobil itu. Berat tapi gak terasa. Iya gue bahkan sampai menahan nafas takut kalau gaun itu sampai jatuh atau kotor.

Setelah mengenakan gaun yang... Em oke harus gue akui harga emang gak bohong. Gaun itu seakan tercipta memang untuk gue, ukuran yang pas sampai-sampai gue merasa gaun itu betu-betul punya daya magnet yang menempel di kulit gue.

 Gue keluar dari ruang ganti, si kakak yang sedang berbicara dengan mas indra langsung menatap gue.

"ye cantik banget mba nadin... "puji si kakak, diikuti oleh acungan dua jempol oleh mas indra.

"makasih .. Tapi sebenernya kalian itu tau gak sih ji chang wook itu siapa ?"

Mereka berdua saling bertatapan kemudian kompak meggelengkan kepala. Pasti mereka berdua sudah di hasut oleh si ji chang wook itu supaya gak buka suara. Dan gue semakin penasaran.

Setelah membayar gaun yang gue kenakan, bahkan harganya lebih mahal dari pada gaun yang tadi gue lihat, gue kembali masuk ke dalam mobil.

Sepanjang perjalanan gue selalu bertanya pada mas indra mengenai destinasi kami selanjutnya, tapi pria itu diam saja. Gue juga mempertanyakan identitas asli dari si ji chang wook itu, tapi mas indra masih menggeleng tidak tahu.

Terus saja gue recoki dia dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama, sampai kami berdua tiba di salah satu gedung yang terkenal di daerah menteng-Jakarta Pusat.

Gue turun dari mobil setelah sebelumnya mas indra membukakan pintu. Berbeda dengan tadi, kali ini mas indra tidak mengantarkan gue. Dia hanya menginstruksikan gue agar menaiki lift menuju lantai paling atas. Setelah itu dia kembali melajukan mobilnya.

Dan sekarang dengan gaun indah dan sepatu kets, gue berjalan menuju lift. Seorang satpam yang kebetulan berpapasan dengan gue, langsung menyapa gue. Ini bener-bener aneh.

Gue jadi memperhatikan sepatu kets yang gue kenakan, sangat amat tidak cocok memang bersanding dengan gaun yang super cantik ini. Mendadak gue di landa rasa minder yang luar biasa, salah kostum ini sih namanya.

Oke lupakan soal sepatu, ada hal yang lebih penting dari pada memikirkan sepatu kets gue ini. Hal yang membuat gue setuju untuk mengukti semua hal-hal konyol yang terjadi pada gue hari ini. Sampai pada akhirnya gue berada di tempat ini untuk mengetahui siapa pria yang hari ini berhasil membuat gue sangat amat terkejut.

Gue mulai berfikir yang tidak-tidak. Kalau beneran danar di balik sosok yang mengaku jadi ji chang wook itu, apa iya keluarga nya sekaya ini sampai bisa memberikan gue kejutan satu hari ini.

Gavin ? Oke untuk yang itu gue cukup tahu diri. Kemarin saja dia baru pecat gue, jadi mana mungkin dia sosok di balik nama ji chang wook itu. Lagi pula gavin kan benci banget sama gue karena gue matre, jadi mana mungkin dia rela mengelurkan kocek yang gak sedikit demi membuat gue jadi cinderella dalam sehari. Tidak tidak

Apa mungkin, saudagar minyak yang terpesona akan kecantikan gue ? Tapi kalau ternyata orangnya udah tua pake banget gimana dong. Gue emang cinta duit, tapi gak sampai harus menyerahkan diri sama bandot tua juga keles.

Ting

Pintu lift terbuka, mata gue langsung termanjakan oleh pemandangan malam yang nampak sangat indah yang hanya bisa di saksikan di atas gedung pencakar langit. Suara pemain piano mulai mengalun, menyanyikan salah satu lagu romantis milik Christina Perri- A Thousand Years.

Dan baru gue sadari kalau hanya gue satu-satu nya pengunjung di restaurant ini. Artinya seseorang yang menyamar sebagai ji chang wook itu sudah menyewa seluruh restaurant ini. Oke semua ini membuat gue gak bisa berkata-kata lagi.

"beautiful shoes will bring you to beautiful places "

Suara berat seorang pria membuat gue memutar badan ke belakang. Di sana seorang pria sedang berlutut, di tangannya terdapat sebuah sepatu cantik. Sebuah senyuman tersungging di bibirnya. Pria itu sangat tampan dengan tuxedo abu-abunya.

Gue menutup bibir gue sendiri, sebutir air mata mengalir begitu saja tanpa gue bisa cegah.

Speechless

Bersambung

 

 

1
TRI UTAMI
lucuu
Akugabutt
cung yang dari lapak sebelah👆
Sary Leha
Arwah ruben masuk ke tubuh hans paling
Capricorn 🦄
keren
Baihaqi Sabani
duh rumityaaa kehidupan aurora..jd deg2 n jgw2 nnti gavin ma aurora...huft...
Anonymous
lawaklah novel nya, ceritanya receh yg asik2...ada scene minum2 tp ga menonjolkan adegan ++ nya...kissing tipis2 ada siy...
Anonymous
bukit Teletubbies
Laili Maslinani
aq pun merasa sebodoh itu 😭
Tiwi Rahayu
langsung kenak mental tuh pak bos...
Endang Anwar Rahmawati
Lis Manda Cel
katax ahli fashion kok gk tau kidaran harga cincin kwn yg limitited edition🤔🤔🤔
AbhiAgam Al Kautsar
mbuleeet kayak benang kusut cerita mu Thor
AbhiAgam Al Kautsar
mbuleeet
Adil Adil
Pelajaran buat yg jadi org tua, punya anak pinter memang bangga. Tapi biarkan mereka ikut umur nya, baik itu pendidikan mau pun lingkungan sosial nya. Dalam case si Jerry ini, mungkin dia di bully Dan gak bisa menyesuaikan lingkungan baru dgn usia sebenar nya. Dan ortu gak aware akan hal ini. So anak jadi korban.
Dewi Rose
Kereen bgt...sukaaa skli...ceritanya bagus bgt Thor...trm ksh ya Thor...sekses sll dg karya2 terbaikmu....selamat berkarya, Tuhan Memberkati🥰🥰
Intan Suci
hihihi
Intan Suci
lanjut ...
Reni Rahmawati
cerita seru....so sweet...
Zuni Tree
takut jadi pembunuh itu makannya nangis
emak @l ahsan
sebenarnya klo bag pov g usah pake lo gua...pasti lebih asyik....karna tiap masuk dialog itu,aku suka.......😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!