Alur cerita ringan...
Dan novel ini berisi beberapa cerita dengan karakter yang berbeda-beda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arran Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenzo & Naya [Bab 6]
Malam Harinya
Suasana di Mansion Kenzo terasa hangat dan sunyi setelah makan malam. Kenzo menuntun Nayara masuk ke kamarnya yang luas. Dinding kamar itu dilapisi panel kayu gelap yang mewah, dan lampu remang-remang menciptakan suasana yang intim. Mereka berdua berbaring di tempat tidur king size yang empuk, memilih film untuk ditonton, meskipun fokus Kenzo sepenuhnya beralih dari layar ke gadis di pelukannya.
Kenzo memeluk Nayara erat, mencium kening gadisnya yang terasa lembut. Setelah beberapa saat, ia menunduk sejenak menatap wajah Nayara. Keningnya berkerut kala melihat bibir sang kekasih tampak mencebik.
"Bibirnya kok monyong-monyong gitu, baby? Kenapa, hmm?" tanya Kenzo lembut, mengusap pipi Nayara.
"Aku lagi kesal, Kak," ucap Nayara manja, menyandarkan kepalanya di dada Kenzo.
"Loh? Kesal kenapa, Sayang?" tanya Kenzo bingung.
"Tadi aku hubungi Gaby. Aku pengin Gaby menginap di sini, Kak, tapi Gaby bilang enggak bisa, soalnya dia mau menginap di apartemen pacarnya," ucap Nayara cemberut.
"Menginap di apartemen pacarnya?" Kenzo mengangkat sebelah alisnya. Ia sudah menduga ini.
Nayara mengangguk. Lalu, ia mendongakkan kepalanya menatap Kenzo dengan mata polos. "Kata Gaby, orang tuanya baru aja keluar kota, jadi dia manfaatkan buat menginap di apartemen pacarnya. Gaby juga bilang enggak mau diganggu sama aku, katanya Gaby bakal sibuk semalaman, mau buat αηακ," ucap Nayara dengan kepolosan total.
Kenzo menggeleng. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan pergaulan teman Nayara yang satu itu. Tapi, Kenzo tidak bisa menampik bahwa ia harus berterima kasih pada Gaby. Tanpa sadar, Gaby telah membuka pintu kemajuan hubungan Kenzo dengan Nayara.
"Kak, buat αηακ itu memang gimana sih?" tanya Nayara, matanya penuh rasa ingin tahu yang tak terbatas.
"Kamu mau tahu caranya?" tanya Kenzo tiba-tiba, suaranya memberat.
Naya mengangguk antusias.
"Caranya itu, κοηt•l harus dimasukin ke mεmεκ," jawab Kenzo terus terang, tanpa ditutup-tutupi.
Gadis polos itu mengerjap. "Jadi maksud Kakak, mεmεκ Gaby bakal dimasukin κοηt•l pacarnya?"
Kenzo mengangguk.
Gadis polos itu mengernyit. Ia bangkit sedikit, menatap Kenzo dengan ekspresi bingung. "Emangnya bisa masuk ya, Kak?" Nayara mengangkat sedikit rok tidurnya, lalu membuka cεlαnα dαlάmηya, ia kemudian melebarkan pάhάnyα dan melihat ke arah bagian prίbάdiηya.
"Lubangnya kecil," kata Nayara heran, menunjuk ναgίηαnya. "Gimana κοηt•l bisa masuk? Kalau κοηt•l pacarnya Gaby besar kayak Kak Kenzo, apa enggak robek lubangnya?" tanyanya, benar-benar penasaran.
Kenzo terkekeh, gemas melihat kepolosan yang dikombinasikan dengan observasi tajam itu. "Bisa dong, Sayang, tapi memang agak sakit sedikit di awal. Mau coba, hmm?" ucap Kenzo sembari mengelus ναgίηα Nayara.
"Euungghh... Coba tes, Kak," desah Nayara, tantangan polosnya membuat Kenzo tidak lagi bisa menahan diri.
Kenzo segera bangun dari posisi berbaring. Ia membuka cέlαnαnya sendiri, lalu menarik Nayara hingga ke ujung kasur, dan mendekatkan ρεηίsnya yang sudah tegang ke lubang ναgίηα gadisnya.
"Nggak muat, deh, kayaknya, Kak," ucap Nayara, matanya menatap ρεήίs Kenzo yang mulai menyentuh ναgίηαnya.
"Muat, Sayang," ucap Kenzo, memosisikan diri. Ia lalu mendorong ρεηίsnγα masuk ke lubang νάgίnά Nayara.
"AHHH! SAKITTTTT!!!" pekik Nayara, tangisnya pecah.
"Tahan, Sayang!" erang Kenzo, menahan rasa nikmat dan bersalah yang bercampur aduk, terus berusaha memasukkan ρεηίsnya.
Hingga... Blesss!
Nayara terisak hebat. "Hiks, hiks, hiks... Sakit, Kak!"
"Syuuu... syuuu... Kalau pertama dimasukin memang sakit, Sayang, tapi lama-kelamaan enggak bakal sakit lagi, malah jadi enak," bujuk Kenzo. Ia memejamkan mata, kepuasan luar biasa membanjiri dirinya.
"Akhirnya aku bisa masukin κοηt•l ku ke mεmεκ kamu, baby. Aahhh, kamu jepit κοηt•l ku, Sayang," erang Kenzo dalam hati.