NovelToon NovelToon
Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Nikahmuda / CEO
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen

Ini bukan tentang perjodohan bukan pula tentang pengorbanan seorang anak yang membantu keluarga nya , tetapi ini tentang....

Syeila Rinjani Ahmad (17 th) , merupakan gadis cantik yang polos, ceria dan manja kepada siapapun yang dia anggap dekat dengannya.

Faishal Amarkhan (30 th), merupakan pribadi yang dingin dan tak tersentuh kecuali keluarga dan wanita nya, ya wanitanya yang sekarang berstatus sebagai istri temannya.

Bagaimana kisah Syeila dan Faishal ? bagaimana mereka bisa terikat dengan status pernikahan ? Dan apakah mereka bisa menerima kenyataan ? Penasaran ? Tetap pantau terus ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Pagi hari, cahaya matahari menembus dibalik korden mengganggu kenyenyakan tidur Syeila.

“Euuuuuuuh.” Syeila mencoba menggeliat, tetapi merasa susah dan dadanya sesak.

Perlahan lahan matanya mengerjap sembari mengumpulkan kesadaran. Ketika sudah sempurna sadar, yang pertama Syeila lihat adalah rambut seseorang.

Sudah jelas dong itu rambut milik siapa. Kemudian, pandangan Syeila turun kebawah, tiba tiba pandangannya berubah menjadi horor dengan mata melotot sempurna.

“Oh Lord, kenapa Om Fai posisinya gini sih. Kemarin kemarin tangannya namplok, kenapa sekarang gantian wajahnya sih yang namplok ndusel di punya Syeila.”

Ya, wajah Faishal tepat berada di bukit kembar biji sawi. Lebih tepatnya ndusel ke bukit kembar biji sawinya.Dan jangan lupa, tangannya mendekap erat biji sawinya.

Kalau di pikir pikir, Om Fai memang totalitas mesum kok, karena tingkah kemesumannya tetap mode on walaupun sedang tidak sadar seperti saat ini.

Kemudian, Syeila mencoba melepaskan diri dari dekapan Faishal. Bukannya terlepas, Faishal malah semakin mengeratkan pelukannya dengan wajah mendusel mencari kehangatan hakiki dibalik bukit kembar biji sawinya.

Syeila yang melihat itu menghela napas panjang.”Om, jangan dikekep dong Syeila. Syeila mau bangun ih.”

“Bentar Syeila,” sahut Faishal tanpa membuka matanya dengan wajah tetap namplok di salah satu spot favoritnya.

“Jangan bentar bentar dong Om, Syeila kan perlu menyiapkan keperluan Om juga. Astaga Om, geli ih, jangan ndusel ndusel dong!”

Tidak mendapatkan respon dari Faishal, Syeila kembali berucap, “ Lepasin Syeila dong Om. Syeila harus bangun, kalau nggak bangun sekarang entar kita bisa te.."

Cup… Dikecupnya bibir mungil Syeila, kemudian Faishal menyahut dan melepaskan dekapannya, “Iya iya, sudah gih sana bangun.”

Syeila segera duduk menghadap Faishal setelah terlepas dari dekapan Faishal, kemudian berucap, “Ish Om, kok dicium sih Syeila nya. Kan Syeila sudah pernah bilang jangan nyium pas bangun tidur. Masih bau jigong ini loh Om.”

“Tadi itu kecup, bukan cium kok.” Kilah Faishal enteng, kemudian ikut bangun dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.

Syeila yang mendengar sahutan Om Fai, mengerucutkan bibirnya sambil berkata, “Ya pokoknya itu lah Om, cium kecup atau apalah pokoknya Syeila….”

“Iya ya, sudah gih jangan dimonyongin gitu bibirnya. Ayo, katanya mau bersih bersih dan menyiapkan keperluan saya, nanti untuk masaknya saya bantuin,” sahut Faishal sambil mengelus pipi Syeila.

“Sudah jam setengah enam lebih tuh,” lanjut Faishal sambil melihat jam yang bertengger di dinding atas pintu kamar.

Syeila yang mendengar itu menepuk jidat.”Oh iya Om.”

Bergegas Syeila turun dari ranjang, kemudin  ke kamar mandi untuk cuci muka. Faishal yang melihat itu hanya terkekeh. Gampang memang mengalihkan pembicaraan dengan Syeila.

Kalau tidak dialihkan, beuuuh sudah dipastikan, mulut mungil biji sawinya tidak akan berhenti ngoceh mempermasalahkan kecupan tadi.

Tidak lama Syeila keluar dari kamar mandi. Sebelum Syeila berlalu ke dapur, Faishal berkata, “Kamu nyapu apartemen dulu ya, nanti untuk masaknya saya bantuin.”

“Baik Om," sahut Syeila kemudian keluar kamar dan segera membersihkan apartemen. Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit saja karena tidak perlu mengepel.

Setelahnya, Syeila berlalu ke dapur.

“Syeila masak apa ya? Ahh masak nasi dulu aja lah.”

Sambil menunggu nasinya matang, Syeila membuat teh hangat buat Om Fai nya. Setelahnya Syeila menuju kamar. Sesampainya dikamar ternyata Om Fainya habis bertelepon.

“Om.”

“Iya Syei,” sahut Faishal setelah meletakkan hape nya di nakas.

“Kita masak apa?”

“Oh iya, ayo ke dapur, kita lihat ada apa aja yang bisa dibuat sarapan.”

Sesampainya di dapur, Faishal segera melihat bahan bahan yang masih tersedia.

“Kita masak tumis jamur tahu aja ya sama ayam goreng?”

“Syeila ngikut aja Om, yang penting Syeila diajarin masaknya.”

“Oke.”

Dua puluh menit Syeila habiskan untuk memasak. Ya, yang memasak tumisnya Syeila dengan arahan dari Faishal.

“Om cobain deh, kurang apa.” Syeila menyodorkan sendok berisi sedikit tumis ke mulut Faishal.

“Gimana Om?”

“Hmm enak, sudah pas rasanya nya.”

Syeila yang mendengarnya tersenyum senang, kemudian berucap, “Yaudah Om, Syeila nyiapin ini di meja makan dulu.”

“Iya, kalau gitu saya mandi dulu.” Faishal berlalu ke kamar.

Syeila yang melihat Om Fainya berlalu, segera menyiapkan sarapannya di meja makan. Setelah semua siap, Syeila kekamar dan menyiapkan baju kerja Faishal lengkap dengan dasinya.

Beberapa menit kemudian Faishal keluar dari kamar mandi. “Saya sudah selesai, kamu cepetan mandi gih.”

“Siap Om,” sahut Syeila kemudian berlalu ke kamar mandi.

Setelah selesai mandi Syeila segera bersiap siap. Kemudian menuju  ruang makan, ternyata sudah ada Om Fai nya yang menunggu. Segera mereka berangkat setelah menyelesaikan sarapannya.

Hanya butuh waktu dua puluh menit, mereka sampai di depan sekolah Syeila.

“Ini uang sakumu,” ucap Faishal sembari memberikan 4 lembar uang berwarna biru.

“Makasih banyak Om.” Syeila menerimanya dengan senang hati. Semenjak menikah dengan Om Fai, uang sakunya naik dua kali lipat.

Kemudian Syela mencium punggung tangan Faishal dan segera keluar dari mobil. Namun, belum terbuka pintu mobilnya, Faishal kembali bersuara.

“Tunggu.”

“Iya Om?” Syeila mengernyitkan keningnya bingung

“Morning kissnya mana?”

“Haaah?”

“Morning kiss!”

“Morning kiss Om?”

“Astaga, iya biji sawi, kamu belum mengasih saya morning kiss.” Gemas Faishal dengan respon biji sawinya

Syeila yang mendengar ucapan Faishal, mengerjapkan mata polosnya kemudian bersuara, “Kan udah Om.”

Faishal mendelik, dengan kening mengkerut.” Kapan?“

“Tadi pagi kan sudah Om, pas bangun tidur.”

“Ya ampun, tadi pagi itu kan cuma kecupan. Morning kiss itu ya harus ciuman dong Syei.”

“Tapi kan sama sama nemplok sih Om bibirnya.”

“ Tetapi beda biji sawi, morning kiss yang benar itu tidak hanya sekedar kecupan.”

“Terus morning kiss yang benar kayak apa Om?”

Kena, Faishal suka banget dengan pertanyaan polos yang menguntungkan dirinya.

“Morning kiss yang benar itu seperti ini.”

Diraihnya tengkuk kepala biji sawi, kemudian

Cup

Dibenamkannya bibir tebal di bibir mungil biji sawinya dengan diberikan sedikit lum*tan lum*tan.

“Begitu lah morning kiss, tapi lebih sempurna kalau pasangannya saling membalas,” ucap Faishal setelah selesai dengan aktifitas morning kissnya.

Syeila yang mendapatkan serangan di bibirnya apalagi disertai lum*tan lum*atan, jujur saja Syeila sangat malu dan Syeila juga bingung harus ngapain.

Untuk mengenyahkan rasa malunya, Syeila segera izin keluar mobil.

“Om, kalau gitu Syeila keluar ya. Bentar lagi kelas masuk Om.”

Faishal yang mendengar ucapan biji sawinya, segera merangkum wajah dan memberikan ciuman hangat di puncuk kepala biji sawinya. Setelah itu Faishal berucap, “Belajar yang rajin ya.”

“He em Om,” sahut Syeila disertai anggukan, kemudian berlalu keluar.

Setelah Syeila keluar, Faishal masih bergeming dengan mata terus menatap Syeila yang berjalan semakin menjauh. Setelah Syeila sudah tidak terlihat, barulah Faishal mengemudikan mobilnya menuju ke perusahaan.

.

.

.

TBC

***

Halo semuaaa . tinggalin LIKE+KOMENTARnya dong buat Om Fai dan Biji Sawi

1
Fajar Alfiyanshah
Luar biasa
Any Adriani
kenapa tidak di lanjut thor
Tati Hariati
Halim tuh pasti
Nurahmawati
lanjut thor
Qiara Putri
Iya masa trllu polos kali Thor
Fatan
lanjut kk,,,
dulu aq baca pkek akun lma q kk,, sekarang aq lnjut kn pkek akun yg baru
Tina Martina
knp gak up lg Thor JD penasaran bgmn lanjutan ceritanya
Tina Martina
semangat Thor up nya💪💪
Manda Ramadhani
sukaa
Tria Hartanto
upnya lama banget ,lanjut thor and semangat terus 😘😘😘
Maizuki Bintang
bgs
Rina Rini
luvv bgt deh sama cerita ini
Tunggal Harjani
ketawa terussss....lucuu😁
Siscka Sari
sangat suka sama latar cerita ini awww imut juga sih
Juliah Ahmad
lanjut thor.
Reza Indra
Tambah Penasaran niichh... 🧡🧡❤🧡🧡😘😘😘😘
Author_Ay: Permisi

yuk baca kak novelku SUAMIKU 5 MILYAR

BERI LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

JANGAN BOOM LIKE
total 1 replies
Reza Indra
Ternyata ada lanjutannya... nunggu lama banGeettt..., Trma kaaih y Thor.. semoga aUthor sehat selalu.. 🧡🧡❤🧡🧡😘😘😘👍🏻👍🏻👍🏻
Salsaaa_23
Finally up juga after sekian purnama, sehat selalu ye Thor 🤗
Author_Ay: permisi kak

baca juga karya aku (bukan) pernikahan impian karya ayu Andita
jangan lupa like, komen dan rate
total 1 replies
Elfin Carolina Arikalang
terlalu lebay thor
Elfin Carolina Arikalang
malas juga thor akan tampilan syeila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!