Apa jadinya jika seorang Anak kecil memanggilmu Mommy. Bocah perempuan usia 5 tahun yang imut nan cantik lebih sialnya adalah Anak dari bosnya yang dingin tapi genteng yang membuatnya digandrungi kaum hawam.
Yuk baca kelanjutannya...... 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nyemplung
"Holla,,," ucap Oma, sedikit terpana akan Cira yang baru bangun dan dari balik kamera aja sudah cantik apalagi bertemu. Pantesan saja cucunya ditolak. Oma tidak sabar ingin bertemu dengan Cira dan mengobrol banyak hal.
"Kamu cantik banget sayang" ucap Oma memuji Cira. Membuat Cira menjadi tersipu malu.
"Oma, juga masih cantik" puji balik Cira membuat Oma terkikik geli.
"Cira nanti main kesini ya?" ucap Oma membuat Cira tersentak, karena Oma tau namanya.
"Iya Oma. Kapan-kapan Cira kesana sekarang lagi sibuk kerja" ucap Cira berbohong sedikit.
Rey yang mendengar Cira berbohong sontak saja ia mendengus kesal. "Sibuk ngebo aja di banggain" celetuk Rey membuat Cira terkejut. Karena ia kira Rey sedang bekerja dan Cia dirumah dengan Omanya.
"Eh,,,,"ucap Cira terkejut.
"Daddy nyaut aja kayak Beo" cibir Cia membuat Oma dan Cira tertawa.
"Cia, Mommy matikan dulu ya. Mommy sudah dipanggil. Da...Sayang. Oma. dan Rey." ucap Cira mengakhiri panggilannya dan dibales senang oleh Cia dan Oma. Kalau Rey masih terpaku duduk disamping Cia.
Ternyata kamu pencuri yang cerdik. Belum bertemu secara langsung saja, sudah mencuri hati Oma batin Rey.
####
Matahari sudah mulai memunculkan semburat warna jingga yang menghiasi langit yang cerah. Kini mereka Cia sedang bersiap untuk berenang dengan bola-bola kecil warna-warni yang menghiasi kolam tersebut.
Cia dengan baju renangnya dan pelampung di bagian lengannya dan membawa pelampung flambingo berwarna pink.
Byur....
Ternyata itu bukan Cia melainkan Rey, yang sudah merada di dalam kolam hanya memakai kolor saja. "Daddy!!!!" teriak Cia. Karena tidak terima didahului oleh Rey.
Rey tak mendengarkan teriakkan Cia. Ia asik berenang kesana kemari dengan bola-bola tersebut.
Cia berlari masuk kedalam rumah dengan wajah yang sudah kesal sekali. "Papa!!!" teriak Cia menggema didalam rumah. Membuat semua penghuni keluar dari kamarnya.
"Kenapa Sayang?" ucap lembut Papa. Seraya menuruni tangga.
"Daddy jahat. Dia duluan nyemplung, padahal Cia yang nyiapin kolamnya!" kesal Cia kemudian membawa Papanya menuju kearah kolam renang. Papanya hanya mengikuti kemana Cia akan membawanya.
"Daddy jangan pakai pelampung Cia!!!" ucap Cia yang melihat Rey sedang Berbaring dengan membawa minumannya.
Papanya yang melihat apa yang sedang dilakukan Rey. Membuatnya sedikit tersenyum. Karena kalau ada dirinya Rey akan dengan leluasa menjahili Cia, tapi kalau ia tak ada maka Rey akan menjadi sosok Daddyable.
"Sini sayang berenang. Airnya segar." ajak Rey dengan mengarahkan jus jeruknya kearah Cia.
Cia sudah kepanasan melihat tingkah Daddy-nya yang tidak peka itu hanya menghentak-hentakan kakinya dan bibir yang mengerucut lucu.
"Daddy jahat!!!" ucap Cia kemudian memilih duduk dipinggir kolam dengan memandang Daddy sebal.
Papa yang melihatnya hanya mampu tersenyum. Dan ikut duduk dipinggir kolam dan memasukan kakinya kedalam kolam menikmati sejuknya air kolam.
Rey kembali berenang dengan sesekali bermain memasukan bola-bola tersebut kedalam ring basket yang ada di samping kolam renang.
"Nggak jadi berenang??" tanya Papanya dengan mengelus rambut Cia.
"Nanti aja Pa" ucap Cia dengan kaki yang di hentak-hentakan sehingga mampu menyipratkan air.
Dan kolam segera dibersihkan daari bola-bola yang menghiasi kolam tersebut.
Byur.....
Seseorang nyemplung ke kolam dengan dan lebih parahnya Cia terkena bersama Papanya yang sudah basah kuyup.
Ucup punya usus ternyata yang nyemplung kekolam renang adalah Aidan yang sudah berenang dengan gaya kataknya membuat Rey mengikuti gaya renang katak milik Aidan. Sehingga mereka berdua keliatan katak di sawah. Cia yang mulanya sudah kesal tambah kesal lagi akibat ulah Aidan.
Byur.....
Lagi. Tapi kali ini Cia yang nyempul akibat ulah Rey dan Aidan yang menarik kakinya. Sehingga membuat mereka tertawa. Dan dalam sekian detik kelelep air, akhirnya Cia udah tidak kesal lagi dan malahan ia mengikuti gaya katak Aidan dan mencoba berbagai gaya aneh yang dibuat oleh mereka bertiga.
Papanya sudah kembali ke kamar dan mandi karena ia ada meeting dengan perusaha yang ada di Amerika.
"Sudah berenangnya, itu bibir kalian udah pada biru-biru" ucap Andra yang membawa nampan berisi sup ayam bening.
Mereka akhirnya keluar kolam dan memakan sup ayam yang dibawakan Andra dengan lahap. Karena kelelahan akibat berenang sehingga membuat mereka lapar.
"Om. Aidan udah beli petasan. Nanti malam kita nyalain, yuk." ajak Aidan disela memakan supnya.
"Oke, nanti mainnya sekarang kita mandi dulu terus makan" ajak Rey yang sudah selesai makan dan diangguki oleh mereka.
####
Tanpa dirasa waktu sudah menunjukan malam. Kini keluarga Aditama sedang berada diluar. Lebih tepatnya berada di taman. Aidan, Karta, Rey dan Cia sudah bersiap menyalakan kembang api yang tadi dibeli oleh Aidan.
Mereka tertawa girang dan bahagia melihat kembang api yang menjala ditangannya. "Lagi ,Om. Dad" ucap keduanya bersamaan setelah kembang apinya habis.
Karta sudah berpindah posisi. Duduk disamping istrinya. Andra. "Kamu udah minum susu"tanya Karta yang diangguki olehnya.
"Oma. Sini main. Kembang api nya nggak berbahaya kok. Cia aja berani." ucap Cia mengajak Oma.
Berbahaya atau tidaknya kamu tetap akan mencobanya kan. Mirip banget kamu sama ibu mu nak batin Oma saat melihat Cia yang berani.
"Oma?"tanya Andra yang ada disamping Oma.
"Melihat Cia seperti itu membuat Oma teringat Mama mu waktu kecil. Persis seperti Cia yang pemberani, cengeng, galak tapi perhatian dan penyayang." ucap Oma yang mengingat masa kecil anaknya. Nara. Ibu dari Rey, Andra dan Cia.
"Sudah lah, Oma. Mama disana pasti bahagia karena melihat orang disekitarnya sangat menjaga dan menyayangi Cia" ucap Andra yang berusaha membuat Oma ikhlas. Walau dia sendiri tidak bisa melupakannya.
Mama kami akan menjaga Cia seperti Mama menjaga kami dulu sewaktu masih kecil batin Andra.
"Setiap melihat Cia. Oma teringat Mamamu" ucap Oma berusaha menahan air matanya agar tidak keluar.
Tanpa dirasa air mata Andra pun menetes. Namun, segera ia hapus agar tidak menimbulkan kesedihan di saat bersama keluarganya.
"Oma, bisa melihat dibalik mata yang galak dan bahagia Cia. Ada rasa kesedihan yang mendalam" ucap Oma lagi. Namun, kini air matanya sudah menetes tak bisa terbendung lagi.
"Oma nangis?" tanya Cia yang menghampiri Oma dan Andra.
Oma dan Andra terkejut melihat Cia sudah ada didepannya. "Tidak sayang. Oma kemasukan bulu mata di mata" ucap Oma berbohong.
"Iya sayang, Oma hanya kelilipan bulu mata. Kamu mau makan?" tanya Andra
Cia percaya saja apa yang diucapkan oleh Oma dan Andra. "Iya Cia lapar pengen makan." ucapnya dengan mengusap perutnya.
"Yaudah, Mau makan bareng apa?" tanya Andra.
"Mau sama ayam aja" ucap Cia. Dan Andra segera menyiapkan makanan untuk Cia.
"Cuci tangannya dulu. Habis main kembang api, nanti keracunan." ucap Oma membuat Cia segera mencuci tangannya.
"Cia, mana Oma?" ucap Andra dengan membawa sepiring makanan. Dan kembali duduk disamping Oma.
"Itu. Lagi cuci tangan" tunjuk Oma pada Cia yang lagi mencuci tangan.
"Ternyata dia sudah besar." ucap Oma yang masih memandang Cia.
"Iya Oma. Bahkan sekarang dia sudah bisa mandi sendiri dan sangat mandiri." ucap Andra.
Cia yang sudah selesai pun menghampiri mereka dengan senyum yang secerah langit malam ini. "Papa sudah makan, Kak?" ucap Cia yang teringat akan Papanya yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya.
"Sudah. Sekarang Cia makan dulu. Nanti keburu Aidan dan Daddy mu datang"ucap Oma membuat Cia makan dengan lahap.
Oma dan Andra yang melihat Cia makan terharu. Dan juga sedih karena selama ini Cia tak pernah meminta apapun yang merepotkan ya.
Mama, anakmu sudah besar. Jaga dia dari sana ya Ma. Batin Andra dengan memandang Cia yang sedang makan.