NovelToon NovelToon
Pacar Sewa Satu Milyar

Pacar Sewa Satu Milyar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:234
Nilai: 5
Nama Author: Ddie

Andi, seorang akuntan kuper yang hidupnya lurus seperti tabel Excel, panik ketika menerima undangan reuni SMA. Masalahnya: dulu dia selalu jadi bahan ejekan karena jomblo kronis. Tak mau terlihat memprihatinkan di depan teman-teman lamanya, Andi nekat menyewa seorang pacar profesional bernama Nayla—cantik, cerdas, dan terlalu mahal untuk dompetnya.

Namun Nayla punya syarat gila: “Kalau kamu jatuh cinta sama gue, dendanya satu milyar.”
Awalnya Andi yakin aman—dia terlalu canggung untuk jatuh cinta.

Tapi setelah pura-pura pacaran, makan bareng, dan menghadapi masa lalu yang muncul kembali di reuni… Andi mulai menyadari sesuatu: dia sedang terjebak.
Antara cinta pura-pura, kontrak tak wajar, dan perasaan yang benar-benar tumbuh.

Dan setiap degup jantungnya… makin mendekatkannya ke denda satu milyar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ddie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kontrak Denda Satu Milyar

Gedung itu berdiri di pinggir jalan besar Jakarta Selatan, kaca-kacanya memantulkan matahari pagi baru naik—cahaya yang terang tapi dingin, tidak seperti lampu warung nasi uduk tadi.

Bukan gedung tinggi yang menindas. Bukan juga gedung kecil yang ramah tapi gedung yang… terlalu rapi. Semua sudutnya lurus, temboknya putih bersih tanpa noda

Papan nama berhuruf perak CINTA RENTAL MANAGEMENT tertulis dengan font yang rapi, tanpa "24 Jam", tanpa emoji, tanpa kesan apapun yang bisa dianggap "lucu".

Gedung ini tidak bercanda.

Andi berdiri di depan pintu masuk, sepatunya menginjak lantai marmer dingin meresap ke telapak kaki. Bau sarapan tadi—nasi uduk, telur balado, aroma sabun Nayla—masih menempel di baju nya, tapi di sini, bau itu terasa asing.

“Ini… kantornya?” tanya Andi pelan. Suaranya terasa kecil di ruang sunyi.

Nayla mengangguk. “Iya.”Nada suaranya berubah bukan dingin—tapi resmi seperti orang bicara di rapat penting

Mereka masuk.

AC dingin langsung menyergap—dingin menusuk ke tulang, tidak tercium aroma kopi hangat atau nasi uduk, tapi aroma mahal dan steril: parfum ruangan bunga melati ber campur kertas baru, dan sedikit bau tinta printer.

Lantai marmer mengilap. Musik instrumental pelan dimainkan dari speaker tersembunyi tidak mengganggu, tapi juga tidak memberikan kehangatan apapun..

“Nama?” tanya resepsionis, seorang gadis cantik tanggung tanpa melihat ke arah mereka.

“Andi Pratama,”

“Nayla.”

Dia mengecek tablet dengan jemari kuku berkutet merah."Ruang Meeting B. Lantai dua.”

Lift tertutup bergerak perlahan. Andi meliriknya, hoodie abu-abu pagi tadi sudah berganti dengan blazer hitam. Rambutnya diikat ke belakang tanpa helai benang rambut keluar. Roman sewaktu subuh terasa dekat, wajah yang tertawa kecil ketika ibu warung bercanda, wajah yang menatap lembut—sekarang berjarak. Mata nya masih sama, tapi tidak ada lagi kehangatan.

Ruang Meeting B tidak besar, tapi bersih dan terang. Meja panjang kayu putih bersih tanpa noda. Dua kursi kulit hitam yang rapi. Satu layar TV mati di dinding. Tidak ada dekorasi apapun—tidak ada foto, tidak ada tanaman, tidak ada hal yang bisa membuat ruang ini terasa "hidup".

Seorang perempuan sekitar tiga puluhan berdiri sambil merapikan map cokelat, memakai bando, kacamata tipis berbingkai hitam bertengger di hidung bangir, senyumnya tipis tajam terlatih bertahun-tahun untuk merayu klien.

“Selamat pagi,” katanya seperti email resmi: jelas, tanpa emosi. “Saya Mira, legal & compliance silakan duduk.”

Andi duduk perlahan. Nayla duduk di sebelahnya—jarak mereka kini sesuai SOP: tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh.

Gadis itu membuka map cokelat “Baik, kita langsung ke inti.” Mendorong satu bundel kertas tebal berwarna putih bersih tulisan hitam rapi ke arah Andi.“Ini kontrak kerja sama jasa pendampingan sosial profesional.”

"Tebal juga klausal nya.”

“Cinta bukan hal sederhana, Pak Andi,” jawabnya datar. Tidak ada nada lucu disana “Setiap detail harus tertulis dengan jelas, apalagi ini menyangkut nama talent."

"Nayla maksudnya ?"

Gadis itu tertunduk, wajahnya menekur.

Mira melanjutkan, membaca poin-poin kontrak suara tidak berubah:

“Durasi kontrak tiga bulan. Lingkup acara sosial, keluarga, reuni, dan pertemuan yang telah disepakati sebelumnya. Nayla akan hadir sebagai pasanganmu di semua acara tersebut, dengan perilaku yang sesuai dengan harapan klien.”

Andi mengangguk membaca teliti, kata-katanya terasa asing, talent, klien. Semua yang hangat tadi pagi sekarang memudar.

“Pembayaran dilakukan di muka. Tidak ada pembatalan sepihak. Jika klien membatalkan kontrak sebelum durasi selesai, maka uang pembayaran tidak dapat dikembalikan.”

Ia berhenti sejenak menatap langsung tanpa emosi. “Dan ada satu klausul utama.”

Laki laki itu mengangkat kepala.

Mira membalik halaman terakhir hanya ada satu kalimat, ditulis dengan huruf besar:

Klausul 17. Larangan Keterlibatan Emosional.

Hening

“Kedua belah pihak—klien dan talent—dilarang menjalin hubungan emosional di luar konteks profesional."

Andi mengerutkan keningnya. “Emosional itu… maksudnya?”

“Jatuh cinta,” jawab Mira tanpa ragu.

kata itu jatuh seperti palu.

“Jika terbukti melanggar, maka dikenakan denda kontrak sebesar satu miliar rupiah.”

Andi tertawa refleks wajahnya berubah pucat. “Hehe… satu miliar?” Dia pikir itu lelucon. Tapi Mira tidak tertawa.

“Itu angka tetap,” jawabnya tidak ada nada yang berubah.

"What ? Satu Miliar ? " Tubuh Andi tiba tiba memanas, satu miliar rupiah bukan jumlah sedikit, bisa membayar cicilan rumah, membeli mobil baru, beliin mama baju raya, untuk biaya kawin, tapi di sini? Oh My God, mudah mudahan salah. “Kok… segede itu?”

“Karena… pernah terjadi kasus ” jawab Nayla kecil

“Talent kami adalah aset." timpal Mira, " bukan hanya reputasi kantor—tapi stabilitas emosional klien, keterlibatan emosional bisa merusak kedua pihak.”

Andi menelan ludah menyangkut di gigi nya, mulut nya terasa kering. “Jadi… "

“Selagi dalam batas wajar tidak ada masalah, yang dilarang hanya keterikatan, bukan makan bukan ngobrol tapi perasaan hati."

Hening

Degup jantung laki laki itu semakin menghentak, sarapan warung nasi uduk, senyum manis, tangan hangat—semua itu hanyalah "bagian dari layanan profesional", bukan hal yang nyata.

Mira menggeser pulpen ke arahnya “Jika tidak ada pertanyaan, silakan tanda tangan.”

Andi memegang pulpen. Tangannya gemetar sedikit.“Mba” katanya ragu, “kontrak ini… fleksibel, kan? Saya soalnya… hari ini harus ke Bandung.”

Mira mengangkat alisnya“Bandung?”

“Iya. Ibu saya ada acara keluarga, penting.”

Nayla langsung menoleh. “Oh… jadi Kak Andi habis ini ke Bandung?”

Ia mengangguk cepat. “Iya. Saya udah janji. Jam sepuluh harus sampai.” Itu bukan kebohongan tapi janji menunggu dengan ancaman nyata.

Perempuan itu menutup map sebentar.

“Kami tidak menghalangi urusan keluarga. Tapi setelah ini, komitmen kerja jalan.”

Nayla ikut menambahkan, nadanya profesional:“Kita mulai aktif setelah reuni. Hari ini cuma pengesahan.”

“Oke. Saya janji.”

Janji itu terasa berat. Bukan cuma ke Nayla. Tapi ke ibunya. Ke Sofiah. Ke hidup yang sebentar lagi berbelok tajam.

Pulpen menyentuh kertas.

TANDA TANGAN ANDI PRATAMA

Kontrak satu miliar di tangan. Janji ke ibu di kepala. Dan satu pacar sewaan yang—entah kenapa—terlalu terasa nyata.

“Jadi… sekarang resmi ya?”

“Belum."

" Kenapa ? "

" Kak Andi belum ngajak Nayla ke Reuni, belum ada kata sayang.."

" Haa?… dilarang jatuh cinta.”

“Heheh."

“Tenang Nay, Gue akuntan hidupnya rapi tidak akan ada yang kebablasan.”

“Justru itu yang bikin gue khawatir.”

“So?”

“Orang yang hidupnya rapi… kaget melihat sesuatu hal baru "

" Tidak juga."

"Buktinya sekarang ?"

" Apanya ?

"Mana yang kakak pilih Uang Satu Milyar atau Nayla."

Mulut laki laki itu menganga, alarm kecil berbunyi lagi—lebih keras, lebih jelas: Hati, awas. Ini bukan bagian dari kontrak.

1
Greta Ela🦋🌺
Dah ketebak pasti si Nayla/Facepalm/
Ddie: 🤣🤣 ...ya gitu dk...Nayla
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Jadi dia ini anak mama yang manja ya/Chuckle/
Ddie: ya begitu lah dk ...kalau dk gak begitu ya..mandiri ...mandi sendiri
total 1 replies
Ddie
lucu absurd tapi mengena di hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!