Sepertinya alam semesta ingin bercanda denganku, orang yang ku cintai meninggalkanku di saat mendekati hari pernikahan kami. meninggalkan luka yang menurutku tidak ada obat untuk menyembukannya walaupun dia kembali untuk minta maaf.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon olip05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 32
Arun
Aku merasakan ada elusan lembut di pipiku. Aku membuka mata dan pertama yang aku lihat adalah wajah Mita menatapku, tersirat kelelahan di wajahnya.
“udah beres oprasinya?” tanyaku pelan, walaupun wajahnya lelah tapi dimataku wajah Mita sangat menggoda. Ingin sekali aku menangkup wajahnya dan menciumi seluruh wajahnya yang lelah.
Mita mengangguk sebagai jawaban. “kenapa belum pulang?” tanya mita lembut masih mengelus pipiku.
“Aku nungguin kamu” Aku masih dalam posisi tiduran di kasur brankar yang ada di ruangan Mita. Setelah aku menyelesaikan makan, Mita menyuruhku untuk pulang istirahat di Aparteman sedangkan Mita langsung masuk keruangan oprasi. Tapi karena aku tak tega membiarkan Mita pulang sendirian maka aku putuskan untuk menunggunya sampai selesai oprasi lagi pula aku tak ingin terjadi apa-apa pada mita yang mengandarai mobil di tengah malam yang sudah larut ini.
“Aku kan tadi udah bilang kamu gak usah nungguin aku, kamu pasti capekan?”
Tanganku menyentuh telapak tangan Mita yang masih mengelus pipiku, kemudian mencium telapak tangannya cukup lama. “Rasa capeku akan hilang kalau aku liat senyuman kamu yang manis itu”
Mita terkekeh kamudian menarik tanganya yang berada di pipiku “Mainstrim banget si gombalannya” Mita berbalik badan manjauh dari kasur brankar.
Melihat Mita yang masih mengenakan pakaian oprasi membuat pikiranku melalang buana. Pantatnya yang tercetak bulat, pinggangnya yang ramping dan dadanya yang bulat seperti minta untuk di remas membuat pikiranku membayangkan jika aku dan Mita bercinta di ruangannya ini dan Mita mengenakan jas dokternya pasti sangat asik dan menggairahkan. Membayangankannya saja sudah membuat juniorku tegang.
Aku bangun dari tiduranku lalu berjalan mendekati Mita “apa yang aku katakan barusan bukan gombal, aku mengatakan hal yang jujur”
Mita hanya mengangkat bahunya acuh tak menjawab pernyataanku.
“Aku mau ganti baju dulu setelah itu kita pulang” ujar mita. Aku mengangguk sebagai jawaban.
Setelah mita berganti baju kami langsung pulang menuju aparteman dengan mobilku, sedangkan mobil Mita dibiarkan dirumah sakit.
“Kalau mau tidur, tidur aja nanti kalau udah sampai aku bangunin” aku tak tega melihatnya yang begitu kelelahan, bagaimana kalau aku tidak menununggunya tadi dan Mita menyetir dalam keadaan yang lelah seperti itu, hal buruk mungkin bisa terjadi bukan.? Ya untung saja aku tadi aku menunggunya.
*****
Rasanya enggan sekali untuk membuka mata ini, apalagi ada wanita yang berada dalam pelukanku membuatku tak ingin melepaskan pelukan hangat ini, aroma tubuhnya membuat mataku ingin tertidur kembali dan berharap waktu berhenti sejenak agar aku bisa lebih lama merasakan kenyamanan ini.
Aku mengerjapkan mataku berkali-kali menyesuaikan dengan cahaya matahari yang masuk di sela-sela jendela. Aku menatap wajah wanita yang berada dalam pelukanku, sedang tertidur saja wajahnya sangat cantik dan menggemaskan seperti tidak ada sisi jelek diwajahnya. Semua sudut wajahnya terlihat cantik.
Aku sanggup menghabiskan berjam-jam waktuku untuk menatap wajah Mita yang tertidur ini, wajahnya tak membosankan untuk di pandang. Apakah artinya ini aku sudah jatuh cinta kepadanya? Entahlah aku juga bingung terhadap hatiku ini, aku baru satu bulan lebih beberapa hari berumah tangga dengan Mita jadi aku masih ragu jika hatiku sudah mencintai Mita. Yang bisa aku pastikan saat ini, bahwa aku nyaman dengan kehadiran mita di hidupku, aku bahagia saat bersama dengannya, aku ingin selalu melihatnya tersenyum bahagia dan aku tak ingin melihatnya bersedih, mengaluarkan air matanya. Jika melihatnya bersedih seakan hatiku juga ikut merasakan kesakitan hatinya.
kucium keningnya cukup lama lalu mencium kedua matanya, kedua pipinya, dan terakhir bibirnya. Sangat membahagiakan jika setiap hari bisa seperti ini.
Setelah beberapa saat Mita menggerakan tubuhnya, mengerjapkan matanya berkali-kali, lalu mengucek matanya. Semuanya tak luput dari pandanganku apa yang dia lakukan sangat menggemaskan dimataku.
“Morning” sapaku dengan sanyuman yang tak luput dari wajahku dari tadi.
“Morning too” sapanya balik dengan suara serak, yang menurutku suaranya sangat seksi di pendengaranku.
“Jam sembilan lewat lima puluh menit” ucapku saat Mita mencoba melirik ke arah jam dingding.
“Kamu kok belum berangkat kerja? ini udah siang banget” tanya Mita sambil berusaha manjauhkan dirinya dari pelukanku tapi aku semakin mengeratkan palukanku pada tubuhnya sampai ia susah untuk bergerak.
“Aku ini seorang CEO jadi bebas ke kantor jam berapa aja”
Mita terkekeh “Waktu itu pernah kesiangan panik banget”
“Waktu itu ada pertemuan sama klien penting dari cina, jadi sedikit panik deh”
“Paniknya gak sedikit tapi banyak” ucap mita sambil tersenyum meledek-ku.
Aku tersenyum miring lalu kucium bibir Mita yang merah ranum itu
“Jangan cium-cium, aku belum gosok gigi” protes mita sambil membekap mulutnya dengan tangannya sendiri. Aku tertawa ringan melihat kelakuannya yang lucu ini “Kalau udah gogok gigi berarti aku boleh ya cium kamu sampai sepuasnya” godaku pada Mita.
“Lepasin pelukannya aku mau ke kamar mandi” Mita mengelak dan berusaha melepaskan pelukanku.
“Jawab dulu kalau udah gosok gigi aku boleh cium kamu gak?” tanyaku mendesak sambil menahan tawaku melihat wajah mita yang merah merona.
“Biasanya juga kamu langsung langsung nyosor tanpa minta persetujuan aku” jawab Mita kesal.
Aku tertawa mendengar ucapan mita, sedangkan Mita langsung berjalan cepat ke kamar mandi setelah aku melepaskan pelukannya.
Memang benar apa yang dikatakan mita, aku tak pernah minta izin jika aku ingin mencium dirinya, lagi pula kenapa aku sangat konyol jika aku ingin menciumnya aku tak perlu minta izin seperi tadi. Sangat membahagiakan memulai pagi hari dengan menggoda Mita.
Melihat wajahnya merah merona, ekspresinya yang malu-malu, membuat pikiran kotorku muncul ke permukaan. Berdekatan dengan Mita selalu membuat pikiranku memikirkan hal-hal yang kotor. Apakah aku harus secepatnya meminta hak-ku kepada Mita? Tapi aku ingin melakukan percintaan dengannya ketika kami sudah saling mencintai, aku ingat perkataanku pada Mita saat awal pernikahan kami bahwa aku akan meminta hak-ku ketika kita sudah saling jatuh cinta, bukan hanya sekedar memenuhi hasrat nafsuku. Mita adalah wanita baik-baik jadi tidak pantas untuk dirinya mendapatkan percintaan hanya sekedar memenuhi nafsu diriku tanpa ada cinta di dalamnya.
“Juniorku bersabarlah sedikit, tunggu aku dan mita saling jatuh cinta setelah itu kamu akan mendapatkan kepuasaanmu setiap malam. Oke!” ucapku monolog sambil mengelus batangku yang sudah setengah menegang.
...----------------...
Eps Selanjutnya akan ada adegan panas Mita dan Arun. Aku akan langsung Upload kalau Likenya udah mencapai 200. Jadi kalau mau cepat aku uploadnya Like yang banyak. Makasih yang udah baca cerita ini. Happy Reading🥰🥰