menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang harus menikah di usia muda karena perjodohan. seiring berjalannya waktu mereka mulai merasakan getaran-getaran cinta. hingga membuat mereka tidak ingin berpisah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syaiful Zein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
persahabatan tanpa batas
Kini setelah jam pulang sekolah. Mereka berkumpul di area parkir, setelah semua berkumpul mereka langsung bergegas menuju rumah Ken yang tidak terlalu jauh dari sekolah. Kinan memilih berboncengan dengan Alena , sedangkan Haikal dengan Denis yang awalnya tidak ingin ikut, tapi karena ajakan Zein akhirnya Denis pun ikut ..
". Tunggu. Gue tau masalah kalian berdua, tapi tolong jangan pernah rusak persahabatan kita " ujar Zein yang melihat Haikal dan Kinan selalu jaga jarak.
". Kinan loh gak harus menghindar , gue tau Luh perlu waktu menerima ini , tapi gue harap Luh gak seperti ini Kinan " sambung Dira.
" gue gak menghindar tapi gue merasa gak enak aja sama Haikal, takut dia ngira kalo gue yang mau perjodohan ini " ujar Kinan.
". Gue gak ngomong gitu ya , dan gue biasa aja , gue cuek karena gue gak mau loh ngira gue ngasih harapan, sedangkan kita sama sama di jodohin " ujar Haikal yang tak terima.
". Udah gak perlu saling emosi, kan Zein cuma bilang jaga persahabatan doang " ujar Alena .
". Iya sorry gue gak mau salah faham aja " ujar Haikal.
". Dah kalian seperti biasa aja lah , gak perlu cuek cuek kaya gini. Untuk masalah perjodohan, itu semua takdir " ujar Zein. Akhirnya mereka faham. Dan saling memaafkan. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Ken...
Beberapa saat kemudian...!!
Mereka tiba di rumah Ken , mereka langsung di sambut oleh orang tua nya dan dipersilahkan untuk langsung masuk saja, Ken berada di ruang depan dengan perban yang masih melingkar di kepala nya.
" astaga. Loh Ken apa mummy " celetuk Denis .
" sialan loh " ketus Ken ..
". gimana bro kondisi loh sekarang ' tanya Zein.
" mendingan gue . Cuma masih pusing aja " jawab Ken yang masih lemas .
" bro kapan loh masuk sekolah, gue pusing liat Denis kaya kang somay " ujar Haikal.
Membuat Ken tertawa kecil" belom tau gue . Mungkin kalo udah enakan gue sekolah lagi..
Alena langsung duduk di samping Ken membuat semua bergemuruh melihat kedekatan mereka.
". Ehem , jangan Deket Deket belom muhrim" ledek Dira ..
". Apaan sih reseh banget " ujar Alena yang malu..
" kal , loh gimana dah nembak Kinan belom " tanya Ken , dia tau kalo Haikal berencana menyatakan perasaan nya.
Muka Haikal dan Kinan berubah seketika saat Ken menanyakan itu .
". duh gak usah bahas itu Ken , gue males " saut Haikal.
". Hahaha pasti loh di tolak sama Kinan ya , kasian deh loh " ledek Ken.
". Kaga et dah , " saut Haikal.
" Ken gue sama Haikal gak ada hubungan apa apa ya , kita memilih jalan hidup masing masing. Dan kita sahabat selamanya" ujar Kinan .
". Lah bukannya kalian cocok banget. Bahkan nempel terus kaya nasi Padang " ledek Ken.
" mereka gak bakal bisa bersatu. Orang mereka dah dijodohin sama orang lain " celetuk Alena , Ken langsung membulatkan matanya.
". Hah , serius masa iya ko gue gak tau sih " ujar Ken.
" yeh kan loh pingsan gak sadar sadar Cok " saut Zein.
" iya Ken gue di jodohin sama bokap gue, dan Kinan juga sama dijodohin sama orang tua nya " ujar Haikal.
" ya ampun. Kenapa nasib kalian sama kaya Zein dan Dira " ujar Ken.
" tau dah , mungkin gue kena virus nya Zein kali " celetuk Haikal membuat tertawa semua.
". Sialan loh, gue gak punya virus ya, yang ada loh tuh virus nya" ketus Dira.
". Buset NYI Blorong galak amat " ledek Denis .
" wah berani' sama bini gue loh , gue usir baru tau rasa loh " saut Zein..
". Sorry sorry, reflek gue " ujar Denis .
" sumpah gue kangen banget suasana kaya gini " ujar Ken.
" iya Ken , serasa keluarga sendiri ya " saut Haikal.
" gue berharap selama nya kaya gini apapun keadaannya kita harus menjaga persahabatan ini selama nya " ujar Kinan .
" yoi persahabatan tanpa batas " sambung Alena.
" setuju gue , selama nya kalian sahabat gue " ujar Zein..
Mereka berkumpul bersama, karena Ken masih dalam kondisi kurang lebih, mereka memilih berkumpul di rumah nya. Mereka berjanji untuk menjaga persahabatan ini, dan menjadi keluarga..
Dan sekitar 3 jam lebih mereka berkumpul, akhirnya mereka pulang karena tidak enak berlama-lama di rumah Ken , karena Ken masih butuh istirahat..
saat di perjalanan tiba tiba Zein dihadang oleh Dava , musuh Zein di arena balap..
" wah wah , mau kemana sih buru buru" ujar Dava .. Menghalangi motor Zein.
". Sialan, mau apa Luh " ketus Zein.
". Santai kawan, kita cuma mau bersenang senang" ujar Dava .
". Kak Dira takut " bisik Dira.
" kamu tenang aja, ada aku " ucap Zein.
Zein segera turun dari motor nya.. " apa mau luh, gak ada kapok Nya cari masalah sama gue ..
" hahaha gue gak takut , Karena lu cuma sendirian, " ujar Dava yang sok merasa kuat.
". Berani nya maen keroyokan. Maju sini " Zein bukan nya takut, malah balik menantang mereka yang berjumlah enam orang.
". Kalian habisi dia " Dava memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Zein .
Zein tidak gentar menghadapi mereka semua. Walaupun sempat kesulitan, Zein berhasil menjatuhkan lawannya satu persatu. Kini tinggal Zein vs Dava . .
". Anak buah loh gak ada apa apanya" ketus Zein.
". Bangsat. Dava mengeluarkan sebilah pisau. Membuat Dira sangat ketakutan. " ..
". Kak awas " teriak Dira. Zein langsung menghindari. Dan memukul Dava ..
" bugk ... Bugk .." Zein menghajar habis habisan hingga Dava tidak bisa melawan lagi..
" segitu doang. Dasar lemah" ketus Zein.
Dava dan kawan nya langsung pergi.. Dira yang khawatir lagi memeluk Zein karena takut.
". Kak , kakak gapapa " tanya Dira mengecek tubuh Zein yang sedikit luka di bagian pipi.
" aku gapapa sayang, kamu tenang aja" ujar Zein. Tersenyum..
" ya ampun kak , kenapa mereka gak ada kapok nya sih nyari masalah..
". Dava tidak akan pernah puas, kalo dia tidak bisa menang dari kakak, sudah banyak cara dia lakuin tetap hasilnya sama , gagal " ujar Zein.
". Sombong banget kamu, tapi Dira gak mau kakak berantem terus " ujar Dira .
". Iya sayang, selama enggak ada yang cari gara gara, ya aku sih biasa aja " ..
". Inget ya kak , aku lagi mengandung anak kakak, jadi Dira gak mau kalo ayahnya jadi preman sekolah " bisik Dira.
". Hehehehe. Ada ada aja kamu Ra . Dah ayo kita pulang, aku pengen itu " ujar Zein membuat Dira membulatkan matanya. Dia tau maksud dari Zein.
". Emang boleh kalo lagi hamil gini kak ?"
". Boleh sayang kenapa gak boleh "..
". Kok kamu lebih tau ya Kak, kaya udah berpengalaman" ledek Dira .
". Enak aja, aku baru ngelakuin itu baru sama kamu aja " ujar Zein.
". Bohong banget " ujar Dira dengan sinis.
". Gak percaya nih , ya udah terserah, yang penting aku jujur sama kmu .
". Iya Dira percaya kok " Dira langsung memeluk Zein.
". Kamu mau kan " tanya Zein.
Dira mengangguk," iya Dira mau " bisik Dira. Membuat Zein bergairah. Mereka pun langsung melanjutkan perjalanan, sesampainya di rumah Zein langsung menyerang Dira tanpa ampun, . Dira hanya pasrah menikmati permainan suami. Dira mulai terbiasa. Zein terus menggempur Dira lagi dan lagi.. Tampa sadar hari makin gelap, dan setelah itu mereka tertidur saling berpelukan. Tampa sehelai benang. Hanya tertutup selimut saja ...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Bersambung dulu ya... Mohon maaf durasi nya pendek karena author lagi sibuk harus bagi waktu...
See you next time.. Salam sukses....