Mencintai setulus hati serta menyokong dana untuk seluruh keluarga sang suami. Siapa sangka hal itu tak bisa membuat Zeline mendapatkan balasan kebaikan. Wanita itu justru harus menerima kenyataan pahit bahwa Delon suaminya diam-diam berselingkuh. Dan parahnya lagi,mertua serta ipar-iparnya yang selama ini hidup bergantung dengannya bersekongkol untuk menutupi perselingkuhan sang suami.
Penasaran dengan isi ceritanya? yuk silahkan disimak kelanjutannya ...... happy reading 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinly Secret, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
Sepeninggalan Delon,Berti dan Dodi hanya duduk saling diam untuk beberapa saat,hingga akhirnya Berti kembali bicara.
"Di,tolong hubungi ayah dan adik mu pulang ke rumah. kita harus mulai mengumpulkan barang-barang dari sekarang. Besok sudah harus selesai semuanya,karena lusa Zeline akan datang."
"Emang ayah dan Ranti ke mana sih Bu ?"
"Ayah mu mungkin ke rumah teman atau ke tempat mancing. Kalau Ranti katanya lagi di rumah teman. Dari kemarin nggak pulang."
"Oke Bu." jawab Dodi dan langsung menghubungi dua anggota keluarga yang sedang tak ada di rumah itu.
Sementara sang anak menghubungi suami dan putrinya,Berti masuk ke dalam kamar.
"Kok baru pulang Mas ? Emang lagi bicara apa sih sama keluarga mu ?" Sambut Talita dengan wajah masam ketika Delon tiba.
"Mas mandi dulu sayang. Setelah itu baru Mas ceritakan." Jawab Delon berusaha sabar meskipun otaknya terasa penuh karena mendapatkan sambutan tak enak dari istri mudanya. Sepertinya saat ini dirinya tak memiliki tempat untuk berkeluh kesah.
"Ya udah sana Mas mandi dulu." Ucap Talita sambil kembali fokus pada handpone di tangannya.
Delon meletakkan tas kerjanya dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Sepanjang perjalanan pulang dari rumah orang tuanya,ia sudah memikirkan apa yang dikatakan Dodi untuk sementara tinggal di rumah Talita. Awalnya Delon sangat keberatan. Namun setalah memikirkan berbagai cara dirinya tak menemukan solusi lain. Ingin mencari tempat tinggal baru atau menyewa kontrakan ia tak memiliki uang. Sangat terpaksa ia harus berbicara dengan Talita dan meminta izin pada wanita itu untuk sementara menampung keluarga nya. Mau tak mau ia harus menggunakan ide yang dicetuskan oleh Dodi.
Selesai mandi dan menggunakan pakaian santai,karena lapar Delon tak langsung bicara bersama Talita. Saat melihat istrinya itu masih sibuk dengan handphonenya sambil berbaring di atas ranjang ia tak ingin mengganggu mood istrinya tersebut,Delon berinisiatif untuk memasak sendiri. Ia yakin sudah pasti di meja makan belum ada yang tersaji. Apalagi jika dibandingkan dengan Talita,dirinya lebih pandai memasak.
Talita tak perduli dengan aktivitas suaminya. Ia lebih sibuk dengan mencari-cari baju bayi yang akan ia beli nantinya setelah umur kandungannya mencapai tujuh bulan. Dan untuk sementara saat ini ia akan menyimpan terlebih dulu di dalam keranjang pembelian pada sebuah aplikasi belanja online.
"Sayang,kamu nggak makan ? Mas udah masak untuk makan malam kita." Talita langsung mengalihkan pandangannya dari handpone ketika mendengar Delon mengajaknya makan.
"Oh,iya. Mas tadi udah beli salad buah kesukaan mu ?"
"Masa Mas ? Kok,aku nggak liat bawa sesuatu ?" Tanya Talita penuh antusias dan langsung turun dari ranjang mengikuti langkah suaminya yang kembali ke ruang makan.
Mata Talita penuh binar bahagia saat melihat salad buah yang sangat menggiurkan sudah tersaji di atas meja. Sepertinya Delon sengaja menyiapkan semuanya hingga dirinya bisa langsung menyantap makanan tersebut.
"Mas,kamu ternyata pintar masak juga." Komentar Talita saat melihat menu makan malam mereka yang terdiri dari ayam goreng dan sup hangat.
"Iya sayang,Mas udah terbiasa dari kecil untuk memasak. Dulu kan ibu sama bapak sibuk bekerja. Jadi aku dan kak Dodi harus bisa memasak karena ada Ranti yang masih kecil yang kami jaga." Cerita Delon panjang lebar sambil mulai menyantap makanan yang sudah ia masak sendiri. Talita pun sangat menikmati masakan suaminya itu,sambil sesekali manggut-manggut mendengar cerita Delon yang kembali bernostalgia dengan kehidupan masa kecilnya.
Selesai makan,Talita kini mulai menikmati salad buah yang dibelikan oleh Delon. Tadi saat makan,sengaja dirinya makan tak terlalu banyak karena ada salad yang akan ia santap. Sebenarnya ia tak ingin makan nasi,tapi karena tergiur dengan hasil masakan suaminya,ia pun tergiur untuk mencicipi makanan yang tersaji.
kini Delon dan Talita sedang bersantai di ruang tengah sambil menonton televisi. Tak lupa Talita pun membawa salad buahnya dan menikmati makanan itu sambil menonton.
Melihat sang istri tampak rileks,Delon akhirnya memberanikan diri untuk berbicara.
"Sayang,ada yang ingin Mas bicarakan. Mas mohon kamu jangan marah." Ungkap Delon mulai berbicara.
"Tergantung apa yang Mas bicarakan. Jangan melarang ku untuk marah." Balas Talita masih tetap biasa sambil menikmati potongan buah yang berada di piringnya.
"Oke sayang. Jadi gini..." Ucap Delon sambil memperbaiki cara duduknya. Ada sedikit ketidaknyamanan yang ia rasakan karena takut dengan istrinya.
"Rumah yang ditempati ayah dan ibu akan diambil oleh Zeline."
"Lah,kok diambil Mas ? Emangnya itu rumah siapa ? Trus nanti ayah dan ibu mu tinggal di mana ?" Cerocos Talita ketika mendengar kata-kata suaminya. Namun beberapa detik kemudian ia mulai sadar ke mana arah pembicaraan sang suami. Dan tanpa menunggu jawaban,Ia langsung menebak arah tujuan pembicaraan pria di sampingnya itu.
"Apa Mas ingin membawa semua keluarga Mas tinggal di sini ?" Tebak Talita dengan mata melotot.
"I i iya sayang...tapi hanya sebentar. Sampai rumah yang baru terbeli,mereka akan pindah lagi." Takut-takut Delon mencoba untuk menjelaskan.
"Aku nggak mau Mas! Lagian rumah ini hanya ada tiga kamar. Nanti yang mau tidur di mana ?" Ucap Talita mencari alasan. Sebenarnya ia sangat tak suka tinggal bersama Berti yang menurutnya cerewet. Apalagi dirinya juga tak suka keramaian. Jika banyak anggota rumah tangga sudah pasti akan ribut setiap hari.
"Sayang ....Mas mohon hanya sebentar. Kalau soal kamar kamar nanti Bang Dodi bisa tidur di ruang tamu saja. Di sana ada sofa yang bisa digunakan untuk tidur." Bujuk Delon tak putus asa.
"Hah!" Talita mendelik kan matanya kesal dan meletakkan sendok salad buah. Rasanya ia tak lagi selera untuk makan. Sungguh dirinya tak sanggup menampung seluruh keluarga suaminya yang semuanya tak bekerja.
"Nanti Mas akan berikan semua gajinya kamu yang kelola."
"Oke. Tak ada bagian untuk ibu mu atau adik mu berdua. Apalagi ayah mu. Aku yang akan mengelola semua keuangan. Dan ingat Mas,mereka harus mengikuti aturan ku."
"Tentu sayang,kan kamu tuan rumahnya. Nanti akan Mas sampaikan pada mereka." Jawab Delon merasa lega karena istrinya menyetujui permintaannya. Tak masalah gajinya dipegang semua oleh Talita. Lagipula itu istrinya. Sudah sepantasnya wanita itu yang mengelola keuangan pikirnya.
"Janji ya Mas ? Kalau sampai nggak kamu tepati,aku akan menyuruh mereka semua keluar dari rumah." Ancam Talita sambil kembali melanjutkan makannya.
"Iya sayang. Berarti besok Mas akan suruh mereka pindah ke sini ya ?"
Talita mengangguk setuju. Namun Delon tak mengetahui apa yang telah direncanakan oleh dirinya. Pria itu hanya berpikir bahwa sang istri melakukan semua itu atas dasar sebuah ketulusan.
bapakmu lgi sibuk dgn selingkuhannya😅😅
cuma bisa berdoa; smg author cepat pulih dan bisa up lebih banyak, aamiin..🤲