"Inikah wajah Siena tokoh figuran yang seharusnya mati bunuh diri karena minum racun! berarti sekarang aku berada di tubuh Siena? aku menjadi Siena sekarang?"
Karin yang awal nya panik langsung loncat bahagia karena dia berhasil mendapatkan kesempatan kehidupan kedua dan mendapatkan kesempatan masuk kedalam tubuh salah satu toko figuran yang sangat menyebalkan bagi nya yaitu Seina Cassius.
"Kenapa aku menjadi Siena? kenapa tidak Lucia saja? Siena kan hanya tokoh figuran yang bodoh," gumam Karin kesal.
"Yasudah tidak masalah masuk ke tokoh mana saja yang penting aku tidak mati mengenaskan, aku akan menjadi Siena yang baru dan tidak akan menjadi Siena seperti di Novel!" ujar Karin dengan bangga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bebekmanisnis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Siena merasa ada yang aneh dengan reaksi putri Ariane baru seperti seseorang yang sangat terkejut dan menyangkal sesuatu membuat Siena merasa tidak nyaman, Siena menyentuh pundak Ariane untuk menyadarkan perempuan itu dari lamunan nya. "Tuan Putri apakah anda baik-baik saja? mengapa reaksi anda seperti itu? jika anda mengira saya berbohong saya bersumpah mengatakan nya dengan jujur," ujar Siena dengan nada lembut walau sejujur nya dia agak kesal.
"Ah.. ya benar memang sudah sepantasnya kedua pasangan saling jatuh cinta agar rumah tangga bisa berjalan dengan baik, hanya saja saya sedikit terkejut karena yang saya tahu orang seperti Damian sama sekali tidak mudah jatuh cinta bahkan lebih tidak tertarik kepada seorang perempuan," ujar Ariane dengan tawa kecil nya.
"Sifat Damian memang dingin tapi dia laki-laki normal jadi tentu saja dia akan jatuh cinta pada perempuan baik hati seperti diri ku," ujar Siena dengan bangga sementara itu Fina yang datang membawa camilan merasa telinga nya gatal setelah mendengar ucapan Siena barusan.
"Permisi Nyonya dan Tuan Putri silahkan menikmati camilan nya," ujar Fina lalu segara pergi dari sana.
"Kau yakin? aku merasa kasihan jika kamu hanya mencintai sepihak saja," ujar Ariane dengan nada sendu.
"Pembicaraan kita terlalu ke hal pribadi saya, saya rasa sudah cukup sampai disini saja," ujar Siena sudah merasa tidak nyaman jika membahas masalah pribadi nya dengan Damian yang dia rasa tidak perlu ada yang tahu hubungan mereka berdua.
"Tidak perlu malu aku selalu setia membantu mu untuk berpisah dengan Damian. Aku bisa memintanya menjauh dari mu secepatnya agar kamu bisa memulai hubungan dengan laki-laki yang kamu cintai," ujar Ariane kekeh akan membantu memisahkan Damian dan Siena membuat Siena ingin sekali marah.
"Maaf Tuan Putri saya tidak akan berpisah dengan Damian," tegas Siena dengan tatapan tajam nya.
"Berpisah?" ujar seseorang yang barusan saja datang yang tidak lain adalah Damian.
"Saya dan Siena tidak akan berpisah," tegas Damian dengan wajah dingin nya membuat suasana terasa tidak enak namun Siena merasa sangat senang akhirnya seseorang yang di bicarakan segera muncul jadi Siena tidak perlu mengeluarkan pukulan nya untuk menutupi mulut Ariane.
"Damian bagaimana kabar mu?" tanya Ariane yang langsung memeluk tubuh Damian membuat Siena langsung melebarkan bola matanya terkejut.
"Maaf Tuan Putri tidak pantas anda bersikap seperti ini kepada saya. Jika anda ingin kesini lain kali tolong beritahu saya," tegas Damian dengan cepat langsung melepas pelukan Ariane.
"Wah maaf aku terburu buru ingin kesini saat ada waktu luang," jawab Ariane dengan senyuman manis nya.
Apa-apaan perempuan ini? apakah karakter Tuan putri di novel memang seperti ini? astaga aku sama sekali tidak bisa ingat.
"Seperti nya kalian berdua sangat dekat ya," ujar Siena dengan senyuman pahit nya.
"Tentu saja kami berdua sudah berteman sejak kecil, aku dan Damian selalu bersama selama ini sampai seseorang datang dan menganggu nya," ujar Ariane dengan suara mulai sinis di akhir kata membuat Siena merasa semakin kesal sekarang.
"Baiklah seperti nya urusan saya dan Tuan putri sudah selesai, kalian berdua bisa lanjutkan minum teh bersama," ujar Siena dengan senyuman paksa nya, Siena hendak melangkah pergi namun Damian langsung menarik tangan nya kemudian....
Damian memberikan ciuman singkat di bibir Siena membuat semua mata tertuju pada mereka terutama Ariane yang mematung seperti batu."Aku tidak mengizinkan mu pergi," ucap Damian dengan nada menggoda membuat Siena seketika tersenyum malu.
"Maaf apa yang barusan kalian lakukan di hadapan ku?" tanya Ariane sangat terkejut.
"Sedikit ciuman singkat," jawab Damian dengan senyuman tipis nya.
"Kalian sangat romantis sekali seperti nya aku sudah menganggu waktu berdua kalian, aku akan segara pergi," ujar Ariane lalu segara berlari pergi dari sana di susul dengan semua pengawal nya.
Siena yang melihat itu merasa aneh."Apa hubungan kalian berdua sebelum kita menikahlah?" tanya Siena penuh rasa penasaran.
"Hanya teman dan kami tidak akrab," jawab Damian dengan wajah santai nya seperti seseorang yang sudah berkata jujur tapi dalam hati Siena penuh dengan keraguan.
"Tolong lain kali jangan biarkan dia datang kesini lagi," tegas Siena lalu segara melangkah pergi dari sana dengan perasaan. marah.
"Siena! aku berkata jujur sayang, jangan marah padaku lagi!" ucap Damian sambil mengejar Siena yang tentu saja cemburu bukan hanya marah.
...........
Malam itu Siena tidak bisa tidur sama sekali karena dia sedang memikirkan peran Ariane dalam cerita ini apa sebab Siena sama sekali tidak bisa mengingat peran Ariane karena ingatan nya tentang novel asli perlahan menghilang karena efek dia merubah alur cerita sejak awal cerita di mulai. Damian yang melihat sikap Siena berusaha meyakinkan Siena jika dia dan Ariane dahulu nya hanya lah teman saja dan tidak akan pernah lebih.
"Bagaimana cara nya aku membuatmu percaya padaku?" tanya Damian yang tengah duduk bersandar di sofa.
"Ada satu cara kamu ingin tahu?" tanya Siena sambil menyisir rambut nya di depan cermin.
"Katakan saja akan ku lakukan," balas Damian.
Siena berjalan ke arah Damian yang sedang duduk memperhatikan nya, kemudian Siena menarik kera baju Damian membuat Damian terkejut tapi berikut Siena langsung melumat bibir Damian selama beberapa menit dengan perasaan puas Siena mengakhiri. "Ini cara nya, kamu benar-benar memuaskan ku sekarang," ujar Siena dengan senyuman seksi nya.
"Hanya ini cara nya? aku rasa masih kurang," ucap Damian lalu perlahan dia membuka kancing baju nya.
"Ya benar ciuman saja terasa sangat kurang," seru Siena dengan senyuman menggoda nya lalu perlahan membuka pakaian nya.
...bersambung..... ...
gantung banget ceritanya😭
mau di rebus, di goreng, apa di bakar.😈😈😈
ikan maksudnya🤣
lanjutkan kehidupan mu disana. pepet terus si damian ampe ngesot.. ngesot..😂