Sebelum baca cerita ini, ada baiknya baca sekuel Penyesalan Ayah Dari Anak-anak Ku terlebih dulu.
-_-
Prince Oscar Arnold tidak pernah menyangka kalau wanita dulu sering membully dirinya di kampus ternyata adalah wanita yang selama ini diincar oleh musuhnya di dunia bawah tanah. Namun, siapa yang akan menyangka jika wanita itu ternyata diam-diam menyimpan rasa padanya.
Dua tahun kemudian sejak lost contact. Mereka dipertemukan kembali dengan situasi yang berbeda. Tak ada angin tak ada hujan. Tiba-tiba Oscar mengajak Kimberly menikah tanpa sebab. Akankah Oscar benar-benar mencintai Kimberly dan membalas cinta Kimberly yang sudah tumbuh sejak beberapa tahun yang lalu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Kimberly termenung seharian saat tidak mendapatkan kabar dari Oscar. Hari juga semakin gelap namun Kimberly tak kunjung beranjak dari kursi kebesarannya. Stevi juga sudah kembali beberapa menit lalu. Hanya tinggal Kimberly dan beberapa karyawan yang harus lembur tinggal di perusahaan.
Kimberly menatap ponselnya dengan sedikit lebih lama. Ia berharap Oscar akan menghubunginya dan memberikan kabar kepadanya. Ini sudah dua Minggu dari waktu yang dijanjikan oleh suaminya. Namun, Oscar tak kunjung kembali ke Amerika. Oscar hanya bilang maaf aku belum bisa kembali karena urusanku belum selesai di Indonesia.
Kimberly tentu saja memaklumi pekerjaan suaminya yang sering melakukan perjalanan dinas ke beberapa cabang perusahaan keluarga Gultom yang berada di beberapa negara yang berbeda.
"Aku merindukannya. Mengapa dia belum mengabari ku juga." gumam Kimberly dengan wajah sedih.
Tiba-tiba lampu perusahaan mati membuat Kimberly tiba-tiba mengalami serangan panik hingga membuatnya kesulitan bernapas.
"Oscar..." lirih Kimberly dengan cepat menghubungi suaminya. Namun, Oscar tak kunjung mengangkat panggilan telepon dari Kimberly.
Sementara disisi lain
Oscar tersenyum tipis menatap bunga dan coklat disampingnya. Ia berniat memberikan kejutan untuk istrinya setelah dua Minggu tidak bertemu. Oscar sengaja tidak menghubungi Kimberly seharian ini agar istrinya merindukannya.
Oscar tersenyum tipis saat melihat nomor Kimberly menghubunginya. Namun Oscar tidak mengangkatnya. Karena beberapa menit lagi mobil yang ditumpanginya akan tiba di apartemennya tanpa tahu kalau Kimberly belum pulang ke apartemen.
Dengan wajah bahagia. Oscar turun dari mobil dan meminta Mike agar langsung pergi saja tanpa menunggunya masuk ke apartemen. Setibanya di apartemennya. Oscar mengetuk pintu berulang kali. Namun Kimberly tak kunjung membukakan pintu. Karena khawatir terjadi apa-apa dengan Kimberly seperti sebelum-sebelumnya. Oscar memutuskan membuka pintu apartemennya dengan password seperti biasanya.
Saat pintu sudah terbuka. Oscar dengan cepat masuk ke dalam apartemen yang terlihat gelap. Oscar menghidupkan lampu ruangan tamu dan melangkah menuju kamar yang mereka tempati.
"Sayang." panggil Oscar membuka pintu kamar. Namun Oscar tidak menemukan Kimberly disana. Dengan wajah panik Oscar membuka lokasi istrinya melalui kamera dan GPS pelacak yang terpasang di cincin dan kalung yang dipakai Kimberly.
Oscar berlari keluar dari apartemen dengan wajah panik.
"Mike! Kembali ke apartemen ku! Urgent!" tegas Oscar dengan suara panik membuat Mike ikut panik.
Setibanya di lobi apartemen. Oscar langsung masuk ke dalam mobil dan meminta Mike mengemudi menuju perusahaan Gomez.
Dalam waktu 15 menit. Mereka akhirnya tiba di perusahaan Gomez. Mereka terkejut saat melihat beberapa petugas keamanan terlihat sibuk memperbaiki listrik. Sementara Oscar tidak melihat keberadaan Kimberly disana.
Oscar dengan cepat masuk ke dalam perusahaan tanpa sepengetahuan para petugas keamanan. Sesampainya di lantai paling atas. Oscar melihat Kimberly berteriak kencang berusaha melepaskan diri dari seorang pria yang berniat memperkosanya.
Dengan kemarahan berapi-api. Oscar langsung menembak pria itu hingga membuat pria itu langsung tewas di tempat.
"Bajin9an!"
Dor
Dor
Dor
Meskipun ruangan itu gelap. Namun Oscar memiliki penglihatan cukup jernih hingga membuatnya tidak kesulitan menghabisi pria itu. Apa lagi cahaya bulan dari luar dan lampu bangun lain sedikit memantul kearah kaca jendela transparan ruangan Kimberly.
Oscar melihat tubuh Kimberly bergetar sembari meringkuk di lantai. Oscar mempercepat langkahnya dan menarik tubuh pria itu hingga tergeletak di lantai. Oscar kembali menembak dahi pria itu hingga berlobang.
Dor
Dor
Dor
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Oscar dengan suara lirih berjongkok di depan Kimberly.
Kimberly malah mendorong Oscar agar menjauh darinya.
"Oscar... Kau membunuhnya..."lirih Kimberly dengan suara parau.
"Dia tidak pantas hidup di dunia ini." jawab Oscar dengan suara datar.
Hiks
Hiks
Hiks
"Mengapa kau malah membela brengsek itu setelah apa yang ingin dia lakukan padamu!" lanjut Oscar dengan rahang mengeras.
"Kau bisa menjebloskannya ke penjara tanpa harus membunuhnya. Kau bisa dituntut atas kematiannya. Dan kasus ini akan semakin panjang. Apa lagi kejadian ini terjadi di perusahaan Gomez." jawab Kimberly masih sempat-sempatnya memikirkan keadaan orang lain dan perusahaan.
Oscar menghapus air mata Kimberly dengan wajah tenang dan tatapan lembut.
"Apa kau sedang menghawatirkan ku? Atau mengkhawatirkan perusahaan mu?" goda Oscar membuat Kimberly semakin menangis.
Hiks
Hiks
Hiks
"Aku serius Oscar! Mengapa kau malah menanggapi kekhawatiran ku dengan bercanda!"
Oscar dengan cepat menarik tubuh istrinya masuk ke dalam pelukannya.
"Jangan khawatir. Aku akan membereskan kejadian hari ini tanpa sepengetahuan siapapun." ujar Oscar menenangkan perasaan khawatir Kimberly.
Tak beberapa lama lampu hidup kembali. HIngga Kimberly bisa melihat kondisi ruangannya. Ia terkejut saat melihat Leo salah satu karyawannya sudah tewas dengan mengenaskan.
Meskipun Kimberly mendengar suara tembakan itu. Namun ia tidak bisa melihat kondisi mayat Leo. Saat lampu sudah hidup kembali. Kimberly pada akhirnya bisa melihat kondisi mengenaskan Leo yang sudah jadi mayat.
"Bagaimana bisa?" gumam Kimberly saat melihat mayat Leo.
"Tutup matamu! Jangan lihat apapun sebelum aku mengijinkannya!" ujar Oscar mengendong tubuh istrinya keluar dari ruangan itu. Oscar tidak peduli dengan percikan darah berbau amis yang menempel di tubuh istrinya.
Setibanya di lobi perusahaan. Oscar meminta Mike membereskan kejadian hari ini tanpa jejak.
"Mike! Aku meninggalkan satu mayat di ruangan istriku. Tolong bakar mayatnya dan buang abunya ke laut." ujar Oscar tanpa perasaan membuat Kimberly yang ikut mendengarnya merasa merinding sekaligus takut. Ia tidak tahu kalau Oscar memiliki sisi keji yang selama ini tidak diketahuinya.
hadir thor