Masalah ekonomi membuat sepasang suami istri terpaksa harus tinggal di salah satu rumah orang tua mereka setelah menikah. Dan mereka memutuskan untuk tinggal di rumah orang tua sang istri, Namira.
Namira memiliki adik perempuan yang masih remaja dan tengah mabuk asmara. Suatu hari, Dava suami Namira merasa tertarik dengan pesona adik iparnya.
Bagaimana kisah mereka?
Jangan lupa follow ig @wind.rahma
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Kembali
Namira dan bu Ita memutuskan untuk pulang. Namun saat di parkiran mereka bertemu dengan mama Sofia.
"Namira," ujar wanita itu dengan binar di wajahnya.
Mama Sofia lekas memeluk Namira untuk melepas rindu setelah tiga tahun terakhir tidak pernah lagi bertemu.
"Namira, kamu apa kabar, sayang?" tanya wanita itu seraya menangkup kedua pipi Namira usai melepaskan pelukannya.
"Aku baik, ma. Mama apa kabar?" jawab dan tanya balik Namira.
"Mama juga baik, sayang."
Pandangan mama Sofia beralih pada bu Ita, mereka lekas berjabat tangan.
"Apa kabar bu?" tanya mama Sofia dan di jawab oleh bu Ita.
"Alhamdulillah, baik."
"Syukurlah kalau begitu."
Bagi mama Sofia, rasanya seperti mimpi bisa bertemu dan berkumpul kembali bersama Namira. Meski di tempat yang kurang mendukung.
Perhatian Namira beralih pada pria yang berdiri di samping body mobil. Ya, itu Dava. Sepasang mata mereka bertemu. Namira melihat begitu banyak perubahan dari diri mantan suaminya itu. Dari segi wajah, Dava tidak setampan saat masih bersamanya.
"Oh ya, Ibu Sofia ziarah ke makam siapa?"
Pertanyaan ibunya membuyarkan lamunan Namira dan ia tertarik dengan hal itu.
Mama Sofia tampak sedih.
"Papanya Dava."
Jawaban mama Sofia membuat Namira terkejut.
"Inalilahi .." ucap bu Ita dan Namira hampir bersamaan.
"Turut berduka cita ya, bu," ucap bu Ita.
"Iya, terima kasih, bu."
"Sejak kapan, ma?" tanya Namira.
"Setahun lalu."
"Papa sakit atau kecelakaan?"
"Lebih tepatnya serangan jantung."
"Karena?"
Mama Sofia menghela napas. Mau tidak mau akhirnya beliau menceritakannya. Mama Sofia menoleh sebentar ke arah Dava, lalu menceritakan kejadiannya.
"Setelah bercerai dengan kamu, Dava sempat menikah dan punya istri lagi. Dava banyak berubah setelah itu. Dia berusaha menjadi suami yang baik untuk istrinya. Tapi mungkin Dava mendapat karmanya dari istri barunya itu. Dava di selingkuhi."
Namira hanya diam mendengar cerita dari mama Sofia. Mungkin pria itu memang pantas untuk mendapatkannya.
"Dava berusaha untuk memberi kesempatan kedua untuk istrinya karena dia tidak mau mengalami kegagalan yang kedua kalinya dalam hal rumah tangga, maka dia berbesar hati untuk memberi kesempatan kedua. Tapi, istrinya tidak pernah berubah. Dia tidak hanya selingkuh, dia juga melayani banyak pria karena merasa kurang atas uang yang di berikan oleh Dava, suaminya. Kesabaran Dava mulai habis pada saat itu, mereka sempat ribut besar, mama sama papa mencoba untuk melerai mereka, tapi papa malah terkena serangan jantung pada saat itu."
Namira turut prihatin atas apa yang terjadi pada keluarga mama Sofia. Bagaimanapun mama Sofia ini orang baik.
"Sejak saat itu, setiap hari Dava selalu menyesali apa yang telah ia perbuat terhadap kamu. Dia menyesal karena dulu menjadi suami yang tidak pernah bersyukur memiliki istri sebaik kamu. Tapi sekarang dia sudah mulai belajar menerima, apa yang ia tuai itu apa yang ia tabur selama ini."
Namira melihat kembali ke arah pria yang memberi sorot penuh penyesalan di matanya. Tapi inilah hidup, semua orang akan menyesal di akhir kisah.
Namira dan mama Sofia berpelukan kembali sebelum Namira memutuskan untuk pergi lebih dulu. Karena ia harus mencari keberadaan Sera lagi. Sepasang mata Sera dan Dava sempat bertemu dengan jarak yang cukup dekat ketika mereka berpapasan. Sebelum kemudian Namira melanjutkan langkahnya untuk segera pergi dari sana.
Dava terus melihat punggung kepergian Namira. Setetes air mata penyesalan keluar dari pelupuk matanya.
_Bersambung_