NovelToon NovelToon
Benih Ayah Mertua

Benih Ayah Mertua

Status: tamat
Genre:Anak Haram Sang Istri / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.6
Nama Author: Momoy Dandelion

Rima selalu disudutkan keluarga mertua karena belum juga hamil setelah menikah 4 tahun dengan Arjun. Dari hasil pemeriksaan, ternyata yang bermasalah bukanlah dirinya, melainkan sang suami. Arjun tak dapat memiliki keturunan.

Rasa cintanya yang besar terhadap suami dan tidak tega melihat Arjun sedih membuat Rima ragu mengatakan kebenarannya. Tanpa sengaja sang ayah mertua mengetahui kenyataan itu. Memiliki ketertarikan pada Rima sejak lama, membuat ide licik Sandi bermain. Berkedok rasa simpati, ia membujuk Rima untuk melakukan hubungan terlarang dengannya agar bisa hamil. Ia berjanji akan merahasiakan segalanya dari keluarga.

Kebimbangan telah membutakan mata Rima. Ia menerima tawaran sang ayah mertua dan melakukan hubungan terlarang dengannya. Satu bulan kemudian, Rima dinyatakan hamil. Ia mengandung benih ayah mertuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Yunita terkejut mendengar pengakuan Rima. Ia merasa sedih dan marah pada saat yang bersamaan. "Kenapa kamu tidak menceritakannya padaku sejak awal? Aku kan sahabatmu, Rima," ucap Yunita dengan suara yang agak tinggi.

"Maafkan aku, Yun. Aku takut kamu akan marah dan menjauh dariku," jawab Rima dengan suara terbata-bata. "Aku...aku tidak tahu harus mulai dari mana, Yun. Ini sangat rumit," kata Rima, mencoba menenangkan dirinya dan berusaha untuk tidak menangis.

"Rima, ini Arjun loh yang sudah kamu khianati. Kamu kok tega, sih? Arjun salah apa sampai kamu tega melakukannya?" tanya Yunita dengan nada yang masih tidak percaya.

Rima meraih tangan Yunita. Ia mencoba menguatkan hati meskipun tangisannya sudah tersedu-sedu. Untung saja tidur Renjun tidak terganggu oleh suara yang Dibuatnya.

"Yun, hidup di keluarga ini sangat berat. Empat tahun aku menikah dan belum juga diberikan keturunan. Semua orang menyudutkanku. Padahal, hasil pemeriksaan menunjukkan kalau Mas Arjun yang bermasalah. Dia kemungkinan tidak akan bisa memiliki keturunan, Yun! Mana aku tega mengatakannya?" kata Rima sembari menangis.

"Aku rasa kamu sudah salah langkah, Rim. Ini kesalahan fatal. Kamu bahkan tega melakukannya dengan ayah mertuamu sendiri? Itu keterlaluan dan tidak masuk akal!" Yunita turut menitihkan air mata. Ia sangat emosional meresapi permasalahan yang dihadapi oleh Rima.

"Aku memang sudah gila, Yun! Aku menyesal telah melakukannya. Tapi, semua sudah terjadi, aku harus bagaimana? Ini juga sangat sulit untukku, huhuhu ...."

Yunita rasanya ingin marah. Meskipun Rima sahabat baiknya, ia sama sekali tidak bisa menalar jalan pikiran Rima sampai melakukan hal itu. Kalau Rima melakukannya dengan lelaki lain, mungkin masih bisa dimaklumi. Rima melakukannya dengan ayah mertuanya, sangat menyakitkan jika Arjun sampai tahu.

"Kenapa harus ayah mertuamu, sih?" kesal Yunita.

"Dia tahu semua kondisiku, Yun. Dia tahu kalau Mas Arjun mandul. Saat itu kondisiku memang sedang tidak stabil dan akhirnya termakan rayuannya yang menjanjikan bantuan," lirih Rima.

"Bantuan supaya kamu bisa hamil?" tanya Yunita sembari terkekeh seolah ingin menertawakan kebodohan Rima.

Rima hanya bisa terdiam.

"Aku tidak menyangka orang berpendidikan sepertimu juga masih bisa terhasut modus lelaki, Rim. Luar biasa sekali ternyata ayah mertuamu sangat lihai mencari kesempatan."

"Dia bilang hanya mau membantuku, Yun. Aku tidak menyangka kalau dia akan mengancamku sekarang. Aku bingung," kata Rima.

Yunita mengambil napas panjang sebelum menatap Rima dengan tajam. "Kamu harus bertanggung jawab atas kesalahanmu, Rima. Kamu harus mengakuinya pada Arjun dan meminta maaf. Ini bukan hanya masalahmu dan Pak Sandi, tapi juga melibatkan orang lain yang tidak bersalah," ujarnya dengan tegas.

Rima mengangguk pelan. Ia tahu bahwa apa yang dikatakan Yunita benar. Ia harus meminta maaf pada Arjun dan memperbaiki segala kesalahan yang sudah dilakukannya. Namun, Rima merasa takut dengan konsekuensi dari perbuatannya. Ia takut kehilangan Arjun dan kehidupannya yang nyaman.

Rima menundukkan kepalanya. Ia merasa bersalah dan malu atas perbuatannya. "Aku tahu, Yun. Aku akan mengatakannya pada Mas Arjun dan meminta maaf padanya," ujarnya dengan suara lemah.

Yunita menyadari ketakutan yang dirasakan oleh Rima. Ia menggenggam erat tangan sahabatnya itu, memberikan dukungan dan kekuatan. "Aku akan selalu mendukungmu, Rim. Kamu tidak sendirian dalam menghadapi ini semua. Kita akan menyelesaikan masalah ini bersama-sama. Kalaupun tidak ada orang yang mau menerimamu, aku yang akan menjadi satu-satunya orang yang menerimamu," ucapnya dengan penuh kepercayaan.

Rima merasa terharu dengan dukungan yang diberikan oleh Yunita. Ia merasa beruntung memiliki sahabat seperti Yunita yang selalu ada di sampingnya, meskipun ia telah melakukan kesalahan besar. Ia berjanji akan memperbaiki segala kesalahan dan membuka hati Arjun tentang apa yang sebenarnya terjadi.

"Terima kasih, Yun. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan tanpamu," ucap Rima dengan suara terisak. Ia merasa lega setelah dapat mengeluarkan semua perasaannya dan mendapatkan dukungan dari Yunita.

Yunita mengusap air mata Rima dan tersenyum. "Kita akan menyelesaikan masalah ini bersama-sama, Rim. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja," ucapnya dengan penuh keyakinan.

Yunita memeluk Rima erat-erat. "Aku yakin kamu bisa melewatinya, Rima. Kamu kuat dan aku di sini untukmu," ucapnya.

Rima merasa terharu dengan kepedulian Yunita. Ia merasa beruntung memiliki sahabat sebaik Yunita. "Tapi, beri aku waktu untuk mengatakannya sendiri pada Mas Arjun, ya. Kamu pura-pura saja tidak tahu," ucap Rima sambil memeluk Yunita kembali.

"Iya, Rima. Aku akan melakukannya," kata Yunita.

Mereka bercakap-cakap sejenak dan saling meyakinkan satu sama lain bahwa semuanya akan baik-baik saja. Setelah itu, mereka keluar dari kamar Renjun dan berjalan menuju kamar masing-masing dengan perasaan yang lebih tenang. Rima merasa lega setelah berbicara dengan Yunita dan bersumpah akan memperbaiki kesalahannya.

1
Ati Ati
endingnya bikin terharu,ya si Arjun tahu diri juga dia punya kekurangan....
Ati Ati
kasihan Rima,br pun caranya salah bt dpt anak TPI dia sebenarnya istri yg baik,sabar dengan mertua yg suka ngatur,suami nya mandul dia tutupin,ya udh gini nasib nya yg buruk, harus nya si Sandi tu mati kecelakaan atau apalah jng mati ditangan Rima...
Dewi Habibah
bagus ceritanya
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Katherina Ajawaila
aneh" aja walaupun itu PP tiri judulnya. bukan suami. biarpun tdk ada ikatan darah dgn Arjun. mertua perempuan bawel ngk mikir 😡
Bunda
nyimak kak 🙏🏻
Wiwik Rusmita
Luar biasa
Amilia Indriyanti
bulshit
Amilia Indriyanti
pegawai wanita karir kok goblog. tapi ya mungkin dia menikmati si sebenernya
Amilia Indriyanti
goblogke renoreno
Nining Moo
malas deh sama rima
Retno Ardhani
keselku ama rima,pembohong
jujur lebih bsik
Ely
Luar biasa
Rama Rame
akhir yang membagongkan
Muliati Muliati
Biasa
Muliati Muliati
Kecewa
Dawam Lee
yang bikin novel ini anjing.......pezina berakhir bahagia itu tidak masuk akal......
Intan Risma Wandy
gk tlaten suwi" pancet ngene'ae
Momoy Dandelion: sabar, kak ... 😆
total 1 replies
Intan Risma Wandy
hadehhhh thorrrr gregettt suwi"
Intan Risma Wandy
lhaaaaa konagan thooooo
Intan Risma Wandy
gregettt sama Rima....... hadeh thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!