Kisah Anna dan Hero.
Sepasang kekasih yang sudah dua belas tahun berpacaran, dua puluh empat kali putus nyambung, tetapi tak kunjung menikah juga karena terhalang restu orang tua.
Bagaimanakah kisah mereka akan berakhir nantinya? Manis, Pahit, Lucu, Bahagia, semuanya ada di sini!
Jangan lupakan juga Vanya dan Marco, kakak ipar baik hati yang menyayangi mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anarita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpaku
Anna terpaku menatapi dua sertifikat bertuliskan nama dirinya dan juga Hero.
Semburat merah pun mulai bermunculan di kedua pipi saat gadis itu membaca gelar barunya sebagai seorang istri dari pria bernama Hero Bastian Hugo.
Ah, ya Tuhan! Ini semuanya benar, ‘kan?
Anna tersenyum haru sambil mencubit pipinya untuk ke sekian kali. Rasanya benar-benar seperti mimpi.
Dua belas tahun mereka menunggu, dan dengan sekejap waktu doa mereka terkabul secara bersamaan.
Bermula dari lamaran yang Hero lakukan dengan cara mendadak, dan tanpa diduga ia resmi dinikahi Hero hari ini juga.
Tidak banyak yang menyaksikan pernikahan mereka tadi. Hanya ada beberapa saksi bayaran dan ibu kandung Hero yang sepertinya sudah dihubungi pria itu tanpa sepengetahuan siapa pun.
Sementara dari pihak Anna sama sekali tidak ada yang hadir karena Hero sendiri sengaja merahasiakannya.
“Kamu sedang apa?” Hero muncul dari arah samping saat Anna tengah duduk menunggunya di kursi tunggu dekat lobi. Pria itu baru saja selesai mengurus biaya administrasi dari pernikahan kilat mereka.
Anna mendongak. “Aku sedang membaca akta pernikahan kita, dong. Kamu mau membaca surat ini tidak, Kak?”
Pria itu tersenyum. “Aku sudah membacanya terlebih dahulu, An. Kan tadi aku yang memberikannya untukmu.” Lantas ikut bergabung duduk di samping gadis itu.
“Eh, aku lupa!” Senyum Anna mengembang tanpa bisa ditahan.
“Kamu senang?” tanya Hero yang sudah tahu jelas apa jawabannya.
Namun, Anna masih sabar menjawab karena hatinya teramat riang.
“Tentu saja senang. Menikah denganmu adalah impianku. Dan sekarang mimpi itu sudah terwujudkan,” kata Anna masih dengan posisi tersenyum.
“Hmmm. Benarkah?” Hero menyandarkan kepalanya di pundak Anna dengan manja. “Tapi maaf ... aku belum bisa memberikan konsep pernikahan indah yang seperti ada dalam mimpimu. Aku harap kamu bisa memaklumi keadaan ini.”
“Iya, tidak masalah! Yang terpenting kamu sudah resmi menjadi milikku. Dan aku tidak perlu membeli obat perangsang untuk membuatmu menikahiku secepatnya.”
Sontak Hero membeliak. “Obat perangsang? Apa maksudmu, An?”
Kepalanya yang semula menyender berubah mendongak. Ia tatap sang istri yang tengah menutup mulutnya menggunakan satu tangan dengan ekspresi heran.
“Ehem!” Hero berdeham tanpa kata.
“Aduh! Aku keceplosan sumpah!” gumam Anna lirih, tetapi masih dapat didengar telinga Hero dengan jelas.
“Apa maksudnya, An?” Hero mendesak gadis itu agar berkata jujur.
Gadis itu memandang Hero dengan penuh kecanggungan.
Jangan tanya seperti apa ekspresi Anna saat ini. Mungkin pipi itu sudah seperti kepiting rebus saking malunya.
“Ayo jawab! Kau merencanakan apa di belakangku? Kenapa tiba-tiba ada pembahasan obat perangsang segala?” Lagi-lagi kalimat Hero terus memojokkan dirinya agar segera buka suara.
“Emmm, jadi begini ....” Anna terlihat makin canggung dan malu.
“Begini apa? Jujurkan saja semuanya, An. Aku tidak akan marah padamu,” kata pria itu dengan lembut. Bahkan tangannya sudah menarik pinggang Anna hingga posisinya kini setengah memeluk.
“Beneran tidak marah, ya?” tanya gadis itu memastikan lebih pasti.
Pria itu kemudian menjawab santai. “Iya, An. Di hari yang spesial ini aku tidak akan marah padamu. Kamu bebas membuka aibmu apa pun itu.”
Merasa mendapat peluang emas, akhirnya Anna mulai buka suara.
“Jadi begini. Awalnya aku ingin membeli obat perangsang untuk dirimu. Aku berniat membuatmu memperkosaku sampai aku hamil agar kamu segera menikahiku.”
.ternyata ini novel lanjutan dari Dijual suamiku,di beli mantan pacarku ...bener kan Thor....?
kamu sampai seperti itu anNa Karena efek hero yg tdk bisa menahan diri karena sudah terlalu lama dia menahan godaan darimu 😂😂😂😂