NovelToon NovelToon
ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.6
Nama Author: Nafsienaff

Demi menyelamatkan nyawa sahabat masa kecilnya, Hana dengan suka rela menikah dengan seorang pria tampan dan kaya raya bernama Stefan Devandra. Duda beranak satu dan berdarah campuran Amerika-indonesia yang sangat dingin dan terkenal dengan kekejaman-nya.

Dari pernikahan itu Hana mulai mengetahui sosok lain dari seorang Stefan yang tidak semua orang tau.

Jangan lewatkan juga kisah cinta manis Tristan dan Amira, juga Alan dan si cantik dokter Rania.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 33

Stefan masuk kedalam ruangan-nya kemudian balik menghubungi dokter Rania. Stefan benar benar merasa kesal karena Hana lancang mengangkat telepon dari dokter Rania.

“Ada apa Rania?” Tanya Stefan dengan rahang mengeras.

“Ya, Stefan. Maaf kalau aku mengganggu. Tapi ini tentang Alan.”

Stefan mengeryit mendengar apa yang dokter Rania katakan.

“Kenapa dengan Alan?” Tanya Stefan penasaran.

“Stefan, Alan sudah ada perkembangan baik.”

Stefan langsung terdiam sesaat mendengar apa yang dokter Rania katakan. Tiba tiba bayangan Hana tersenyum manis padanya melintas di penglihatan Stefan. Dan entah kenapa Stefan tiba tiba merasa khawatir.

“Ada perkembangan apa? apa dia sudah siuman?” Tanya Stefan dengan rahang yang kembali mengeras membayangkan Alan membuka kedua matanya kemudian datang menjemput Hana dan membawa Hana pergi dari sisinya.

“Hahaha.. Kamu bercanda Stefan? Mana mungkin seorang yang koma tiba tiba siuman begitu saja? Semuanya membutuhkan proses oke?”

Stefan tersenyum merasa lega mendengar apa yang dokter Rania katakan. Rasa khawatirnya perlahan mulai mereda.

“Tapi Stefan, mungkin tidak lama lagi Alan akan siuman. Berkembangan-nya mendadak sangat baik.”

“Ya.. Kamu urus dia dengan baik.”

Stefan langsung memutuskan sambungan telepon-nya setelah itu. Stefan menghela napas kemudian berdecak. Membayangkan Hana di ajak pergi dari sisinya oleh Alan membuat Stefan merasa kesal sendiri. Stefan seperti tidak rela jika Hana kembali lagi dengan Alan. Orang yang sampai saat ini masih Stefan kira pacar Hana.

“Ada apa denganku sebenarnya? kenapa sepertinya aku tidak rela jika Hana harus pergi dariku?”

Stefan membasahi bibirnya yang kering dengan lidahnya sendiri. Mendadak hatinya menjadi tidak tenang. Apa lagi mengingat Hana berada di sisinya juga demi Alan dan keluarganya.

Stefan mengusap kasar wajah tampan-nya merasa frustasi sendiri. Stefan juga tiba tiba merasa takut jika Hana tau bahwa yang menabrak Alan adalah dirinya. Hana pasti akan sangat marah dan tidak mau mendengarkan penjelasan-nya. Dengan begitu Hana akan dengan sangat mudah pergi dari sisinya. Disamping itu jika Sera tau tentang itu Sera juga pasti akan salah paham. Bisa saja Sera menganggap Stefan tidak menghargai wanita atau mungkin menganggap Hana wanita gampangan yang mau saja melakukan segala hal demi uang.

“Stefan..”

Suara Sera membuat Stefan menoleh. Pria itu menatap Sera yang berdiri di ambang pintu ruang kerjanya. Saat itu jantung Stefan seolah berhenti berdetak. Stefan berpikir mungkin saja Sera mendengar pembicaraan-nya dengan dokter Rania di telepon tadi.

“Mamah..” Stefan menelan ludah. Stefan belum siap dan belum memikirkan kata yang pas untuk menjelaskan semuanya pada mamahnya itu sekarang.

Sera melangkah mendekat pada Stefan dengan tatapan yang begitu serius seperti orang yang hendak menanyakan sesuatu yang sangat penting. Dan tatapan itu berhasil membuat Stefan kebingungan sendiri.

“Eemm.. Ada apa mah?”

Sera mengeryit mendengar pertanyaan Stefan. Meskipun putranya memang terus ber ekspresi datar, namun Sera bisa dengan jelas melihat bahwa putra kesayangan-nya itu sedang gugup.

“Ada apa?” Tanya balik Sera menatap Stefan. Tidak biasanya Stefan bertanya lebih dulu padanya.

Stefan menunduk sesaat dan menegakkan kembali kepalanya menatap lurus kedepan menghindari kontak mata langsung dengan mamahnya itu.

Sera menghela napas kemudian mengangguk pelan. Sera berpikir mungkin karena baru berziarah ke makam mendiang istri pertamanya sehingga Stefan tampak lain dari biasanya.

“Kenapa kamu selalu saja menomor satu kan pekerjaan Stefan? Ini hari libur.. Seharusnya kamu beristirahat. Menikmati waktu berdua kamu dengan Hana. Bukan malah terus bekerja dan membiarkan Hana sibuk sendiri. Kamu harus bisa membagi waktu kamu Stefan. Kamu harus bisa adil..”

Stefan hanya diam. Namun dalam hatinya Stefan merasa sangat lega karena ternyata mamahnya tidak sedikitpun menyinggung tentang pembicaraan Stefan di telepon tadi dengan dokter Rania.

“Sekarang lebih baik kamu istirahat siang. Mamah akan beri tahu jika sudah waktunya makan siang.” Senyum Sera mengusap lembut lengan kekar Stefan.

Stefan tidak punya alasan untuk menolak sekarang. Dan jalan satu satunya menghindari Sera memang beralasan istirahat siang.

“Ya mah.. Kalau gitu aku ke kamar.” Angguk Stefan kemudian berlalu begitu saja dari hadapan Sera.

Sera tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Sera tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat di cintai. Sera bahkan pernah berpikir mungkin Stefan akan mengikuti jejaknya untuk tidak menikah lagi setelah orang yang sangat di cintainya meninggal. Tapi ternyata pemikiran Sera salah karena akhirnya Stefan membawa Hana dan memperkenalkan guru TK yang begitu sederhana dan manis sebagai kekasih yang akan segera di nikahinya. Dan itu benar benar Stefan buktikan dalam beberapa hari saja. Stefan bahkan mengatur acara yang begitu meriah untuk pestanya.

Sera kemudian melangkah keluar dari ruang kerja Stefan. Tidak lupa Sera menutup pintu ruangan tempat putranya selalu berkutat dengan berbagai kesibukan-nya yang Stefan bawa sampai kerumah.

Sementara Stefan, pria itu menaiki satu persatu anak tangga menuju kamarnya dan Hana. Pikiran Stefan terus tertuju pada Alan sekarang. Berbagai pertanyaan bersarang di kepala Stefan. Tentang bagaimana dirinya nanti jika Alan benar benar membawa Hana pergi dari sisinya.

Stefan berhenti melangkah ketika sampai dianak tangga terakhir di lantai dua rumahnya. Stefan menelan ludah menatap pintu kamarnya. Tempat dirinya dengan Hana tidur bersama meskipun tidak melakukan apa apa karena bahkan mereka berdua saling memunggungi jika berada diatas tempat tidur.

Pelan pelan Stefan melangkah menuju pintu kamarnya. Ketika hendak membuka pintu kamarnya Stefan mengeryit. Hana menguncinya dari dalam.

Stefan berdecak. Pria itu berpikir mungkin Hana marah padanya karena apa yang Stefan katakan tadi saat Hana mengangkat telepon dari dokter Rania.

Tidak mau membuat Sera heboh, Stefan mencari kunci cadangan kamarnya ke gudang. Setelah mendapatkan-nya Stefan pun kembali ke kamar dan langsung membuka pintu kamarnya dan Hana.

Begitu pintu kamarnya dibuka, Stefan menemukan Hana yang masih fokus berkutat dengan aktivitas merajutnya.

Stefan tersenyum samar. Hana pasti juga tidak menyadari kehadiran dirinya seperti saat Stefan keluar dari kamar mandi tadi.

Stefan melangkah mendekat menuju ranjang dimana Hana duduk di tengahnya. Stefan baru tau ternyata selain pandai memasak Hana juga pandai merajut. Sebenarnya perlengkapan rajut itu juga Stefan yang membelinya dulu untuk Lusi. Tapi karena Lusi menolaknya Stefan menyimpan-nya di gudang. Stefan bahkan tidak tau jika perlengkapan itu masih ada dan lengkap. padahal Stefan kira sudah di buang oleh pelayan yang membereskan gudang.

“Hana...”

Hana tidak menyaut. Wanita itu benar benar sedang sangat fokus dengan apa yang dilakukan-nya. Kentara sekali Hana sedang tidak mau di ganggu karena bahkan Hana sampai mengunci pintu kamar mereka dari dalam.

Karena Hana tidak menyaut, Stefan kemudian mendudukkan dirinya di samping Hana. Pria itu bahkan duduk dengan posisi yang sangat dekat dengan Hana.

Stefan menatap Hana dari samping dengan posisi yang sangat dekat. Stefan tersenyum. Hana terlihat semakin menarik jika sedang serius seperti sekarang.

“Hana, sepertinya aku tidak bisa melepaskan kamu begitu saja.” Batin Stefan.

Merasa ada yang mengawasi Hana pun menoleh. Saat itu juga tatapan mereka bertemu. Hana terdiam menatap wajah Stefan yang begitu tampan dengan hidung mancung dan kulit putih bersih kemerahan. Pria berdarah campuran Amerika itu memang terlihat sempurna dari segala sudut pandang. Baik dari rupa maupun kekuasaan yang di milikinya.

“Lanjutkan saja, aku tidak akan mengganggu.” Bisik Stefan.

1
Dita manurung
bagus
Aldi Thalib
agak bosan tor bisa ga fov amira di pisah aja jdi ganggu bgt, sampe 3slide pula
Resky Ameliya
aku sangat menyukai bacaan on
Novi Yantisuherman
SEMUA tergantung Authornya wkwkwkwk
Anisa Putri
Luar biasa
Anisa Putri
baguss
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
harusnya dya juga meyakinkan apa yg Hana lakukan itu hanya karena Stefan suaminya bukan pria yg disukai...hadeuwww malah dibuat besar kepala stefannya.
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
kenapa setiap novel .pasangan yang tdk saling mencintai harus perempuan dulu yang jatuh cinta?

wanita seakan lemah hanya karena pria bahkan setelah ditindas diejek ataupun diremehkan. buatlah pria yang suka meremehkan dll itu merasa tertampar dengan perkataannya selama ini bukan malah sebaliknya..ck
Khoirunnisa Anis
alur ceritanya bagus, ngga ngebosenin
Yuni ZF
awas lhooo Stef, tggu sj tgl mainnya author akan membuat kamu bener² bucin sama Hana
Yuni ZF
aku suka sekali baca karya kak author....gk ber tele² 👍👍❤️
Nafsienaff: Terimakasih 🥰
total 1 replies
santinah
lanjut bagus
Mhimi Rahalus Rahakbauw
astaga bumil🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mhimi Rahalus Rahakbauw
astaga ini bumil bikin ngakak terus ya🤣🤣🤣
Mhimi Rahalus Rahakbauw
yg sabar daddy ini demi kenyamanan istri dan anakmu
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul "Beautifully Hurt" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Apa jadinya kalau Dinda (21) dipaksa menikah dengan Rendra (35) ? Putra tunggal presiden yang reputasinya sedang hancur karena skandal panas dengan seorang aktris.
Di balik pernikahan yang penuh tekanan, rahasia, dan sorotan publik, Dinda harus bertahan di dunia yang sama sekali bukan miliknya 💔
total 1 replies
Mhimi Rahalus Rahakbauw
Alan emang kamu pikir dgn ngasih tau hana dia tetap gak menikah?? ya gk mungkin lah orng dia nganggep kamu sahabatnya
Mhimi Rahalus Rahakbauw
aku mampir thor
Marhamah Khamah
lqnjutin thor.. bagus alurnya
asyik deh kalau ada kelanjutann6a
29 / siti nurtsani syawalia
Luar biasa
Novia Syafa
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!