Hanya cerita fiksi
Tidak terkait dengan agama manapun
maaf jika ada yang kurang berkenan 🙏
Bella Amanda awalnya adalah gadis cantik yang begitu periang. Tapi sikapnya lambat laun berubah ketika orang-orang membandingkan dirinya dengan adiknya sendiri yang katanya lebih cantik, lebih pintar dan lebih segala-galanya.
Bukan hanya itu Bella juga harus menelan pil pahit saat suaminya dengan tega bermain belakang dengan Belinda, adiknya sendiri dan diharuskan menikah.
Sanggupkah Bella tetap bertahan dengan pernikahannya atau memilih menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airarahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Finn
Hari itu juga setelah pertemuannya dengan Bella, Sean langsung meluncur menemui Finn ke kota Mina. Tidak peduli dia harus membayar mahal untuk tiket pesawat dadakannya yang penting bagi Sean adalah menuntut penjelasan dari Finn.
Finn sudah berjanji untuk menjaga Bella tapi kenapa perceraian itu bisa terjadi? Padahal Bella tidak mengatakan alasan dia bercerai tapi entah kenapa Sean sudah bisa menebak alasannya pasti karena perselingkuhan
Bella adalah seorang pemaaf, kalau kesalahannya bukan karena penghianatan dia pasti akan memaafkan. Tapi apabila sudah berselingkuh maka tiada maaf lagi. Dulu Bella sudah pernah mengatakan pada Sean kalau dia tidak bisa memaafkan perselingkuhan maka Sean yakin kalau Erlan pasti berselingkuh. Dan kalau penyebabnya karena Bella melakukan kesalahan , Sean yakin itu tidak mungkin karena Bella terlalu sempurna untuk itu. Sean yakin mantan suami Bella sekarang pasti sedang menyesali perbuatannya.
Jam 7 malam Sean sudah sampai di depan rumah Finn. Dengan tidak sabaran dia memencet bell rumah Finn.
Seorang asisten rumah tangga membukakan pintu untuk Sean.
"Cari siapa ya pak?" tanya Asisten itu ketakukan setelah melihat wajah sangar dari Sean.
"Apa Finn ada dirumah?" tanya Sean yang sudah mengendurkan wajahnya. Dia bisa melihat bagaimana ketakutannya asisten rumah tangga Finn.
"Bilang teman lamanya, Sean Anderson datang" lanjutnya.
Asisten rumah tangga itu mengangguk dan mempersilahkan Sean untuk masuk.
Tak berapa lama Finn turun dari kamarnya dengan wajah mengantuk. Sepertinya dia baru bangun tidur padahal ini masih petang.
"Sean..." panggil Finn yang masih mengumpulkan nyawanya.
Tapi wajah Finn yang awalnya mengantuk mendadak hilang ketika melihat tatapan membunuh dari Sean.
"Kenapa kamu?" tanya Finn kemudian.
Sean terlihat mengepalkan tangannya. Saat ini dia sangat marah tapi tidak tau pada siapa.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau Bella sudah bercerai?" tanya Sean dengan intonasi penuh penekanan.
Harusnya setelah sekian lama tidak bertemu mereka saling menanyakan kabar. Ini malah langsung perang dingin.
Glek.
Finn menelan ludahnya paksa. Dia sudah menebak kalau ini akan terjadi.
"Kamu sudah tau?" bukannya menjawab Finn malah bertanya.
"Kenapa kamu merahasiakan ini dari ku? Kenapa Finn? Bukankah aku sudah memintamu untuk menjaganya?" bentak Sean. Dia marah sekali saat ini.
Finn menghela nafas berat.
"Bukan maksud ku untuk merahasiakan ini. Hanya saja posisiku berat, Sean. Aku tidak mungkin membicarakan aib keluargaku sendiri. Bagaimanapun juga Erlan adalah kakak kandungku. Maaf" ucap Finn jujur.
Sean semakin mengeratkan kepalan tangannya. Rasanya saat ini juga dia ingin menghajar pria bernama Erlan itu.
"Satu-satunya yang bisa aku lakukan adalah membantu proses perceraian itu walau akibatnya Erlan jadi membenciku" lanjutnya.
Sean menghela nafas berat.
"Kenapa Bella bisa memutuskan menggugat cerai?"tanya Sean saat dia sudah bisa mengontrol emosinya.
Kini Finn yang menghela nafas berat.
"Erlan berselingkuh dengan Belinda, adik angkat Bella dan sekarang mereka sudah menikah" jawab Finn.
"Apa?" tanya Sean terkejut. Bukan dia tidak mendengar, hanya saja dia ingin lebih memastikan.
"Kejadiannya saat Erlan mengantar Belinda seminar, Erlan mabuk dan menodai Belinda dengan alasan mereka saling mencintai. Tapi setelah hal itu terjadi Erlan begitu menyesali perbuatannya. Dia pun menolak bertanggung jawab pada Belinda. Tapi Belinda terus mendesak pertanggung jawaban Erlan karena masa depannya sudah dirusak oleh Erlan" Finn menjeda sejenak ceritanya. Tapi Sean tidak menyela, dia ingin mendengarkan kelanjutannya. Walau saat ini hatinya sudah memanas menahan amarah.
Sean tidak mengerti kenapa Erlan begitu bodoh telah menyia-nyiakan wanita sebaik Bella. Dari dulu Bella sudah terlalu sering mengalah demi Belinda dan kini dia harus mengalah lagi tentang suami.
Bersambung...