Gadis berdarah suci ditemukan oleh sang penguasa. Eleanor tidak akan pernah bisa kabur.
Arthur tersenyum menyeringai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 - Tidak Mengenal
Di taman kampusnya, Eleanor menunjukkan berkas itu pada Priska dan Haldez.
Manusia dan siluman itu tentu saja merasa sangat terkejut tapi mereka berdua lebih cemas pada keadaan Eleanor.
Haldez dan Priska kompak menatap Eleanor dengan lekat, mencari Apakah ada gurat kesedihan dari raut wajah wanita cantik itu. tapi keduanya tidak melihat kesedihan, Haldez dan Priska melihat Eleanor yang benar-benar telah merelakan masa lalu.
Kedua mata Eleanor nampak biasa saja.
"Selama ini Daddy Erzan pasti terus mencari Art, dan dia mendapatkan informasi itu," ucap Eleanor.
"Bagaimana dengan mu El? setelah mengetahui ini semua, apa kamu berpikir bahwa dia adalah Arthur?"
Eleanor mengedikkan bahu, dia malah menatap Haldez.
"Apa yang harus aku lakukan Hald?"
"Temui pria itu dan lihatlah bahwa dia tidak mengingatmu sama sekali."
"Itu juga yang ingin aku lakukan, dan setelah ini aku benar-benar bisa merelakan semuanya."
Priska hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan lemah.
Mereka bertiga telah sepakat untuk mendatangi negara Austane, tidak mengulur-ulur waktu, mereka akan pergi ke negara itu hari ini juga dengan Priska sebagai alasan.
Melakukan penerbangan di malam hari, jadi ketika pagi mereka sudah berada di negara itu.
Priska dan Eleanor segera menuju hotel tempat mereka menginap selama di sini.
ketika masuk ke dalam kamar hotel itu mereka sudah melihat Haldez ada di dalam sana.
"Astaga, kamu selalu membuatku terkejut Hald," keluh Priska, menyentuh daddanya yang berdegup karena kaget.
"Kamu harus membiasakannya Pris, bisa-bisa aku muncul di dalam kamar mandimu."
"Hih!!" Priska melempar sebuah bantal ke tubuh Haldez, namun malah ditangkap oleh salah satu ekor milik pria itu.
Dan malah membuat Priska yang berteriak.
Pertengkaran keduanya membuat Eleanor tertawa kecil.
Dengan kemampuan Haldez, kini mereka semua tahu di mana Arthur Heil berada dan apa yang sedang dikerjakan oleh pria itu.
Nanti malam pria itu akan menghadiri perjamuan makan malam di salah satu hotel.
Eleanor akan menjadi salah satu tamu yang diundang dalam acara itu.
Haldez telah mencuri 1 undangan yang bisa Eleanor pakai untuk masuk ke dalam sana.
Setelah merias dirinya hingga sangat cantik, Eleanor siap pergi.
Priska dan Haldez hanya mengantar hingga di depan hotel itu.
"Aku akan mengawasi mu dari jauh, jangan cemaskan apapun," ucap Haldez.
Eleanor mengangguk.
Beruntung sekali memiliki Haldez di dalam hidupnya.
Masuk ke dalam hotel itu Eleanor mulai merasa gugup. Bagaimanapun pria bernama Arthur Heil itu memiliki wajah yang sama dengan suaminya.
Sangat mirip, seperti tak ada beda.
Jantungnya makin berdegup ketika pintu ballrom tempat acara makan malam itu dibuka.
Eleanor masuk ke dalam sana dan beberapa orang memperhatikan.
Eleanor sangat cantik menggunakan gaun berwarna merahnya. Kedua matanya yang bermata biru seketika mencuri perhatian.
Semuanya seperti terhipnotis dan ingin terus menatap wanita itu.
Eleanor mulai melangkah, masuk lebih dalam. Dia menelisik mencari sosok yang dia cari.
Deg!
Pria itu ada di ujung sana, berbicara dengan para kolega.
Art.
Arthur Heil menoleh ke arah Eleanor, namun tidak sampai 3 detik pria itu kembali menatap lawan bicaranya.
Deg! Eleanor membeku. Kedua matanya menatap nanar. Semua jadi terasa hampa, ruangan yang bising ini seketika jadi senyap di pendengarannya.
Benar saja, pria itu tidak mengenal dia.