Bermula dari jebakan yang di lakukan teman temanya, membuat Maira Kirana Putri, seorang gadis berprestasi dan juga cantik, harus menanggung keswdihan berkepanjangan.
dimana dirinya harus kehilangan masa depannya di atas ranjang dengan pria yang tidak di kenal.
"aku ingin mati!!" teriaknya. saat dirinya berada di dal.kamar sendirian.
akankah gadis itu bisa melewati semua ujian yang ada? atau justru malah menyerah,?
yuk simak...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merencanakan Hal Besar
Di tempat lain, dua orang gadis terlihat tengah membicarakan sesuqtu yang sangat serius.
"bagaimana Ran, apa semuabisa berjalan dengqn lancar,?" tanya Kinan dengan ekspresi wajah tak sabarnya.
Maharani yang mendengarnya, menatap kearah luar ruangan yang sangat gelap karena memang, hari telah larut.
"kau tenang saja, kita hanya tinggal menunggu waktu saja," tiba tiba, seseorang muncul dari dalam ruangan gelap itu.
Hal itu membuat Kinan, membulatkan matanya saat tau siapa orang itu.
"di-dia,..." Kinanta menunjuk ke arah orang itu dengan ekspresi terkejutnya.
Sementara itu, Maharani dan orang itu, hanya tersenyum menyerigai. "selamat berkerja sama,: Maharani dan orang itu, berjabat tangan.
Mereka sepertinya akan merencanakan hal besar. Pada Maira Kirana Putri. Gadis cantik nan periang.
namun, sepertinya kebaikanya akan di salah gunakam oleh sebagian orang.
"kita harus menyelidiki semua yang akan kita lakukan, agar kita tak.salah langkah," ucap orwng itu tersenyum mengerikan.
hal itu membuat Kinanta yang melihatnya, seketika menjadi merinding sendiri.
"tenang saja, semua akan di persiapkan " Maharani berkata dengan mantap.
Setelah Kepergian orang itu. Kinanta segera menghampiri temanya itu. " loe serius mau ajal.dia gabung,?" tanya gadis itu.
Dan hal itu di balas anggukan oleh Maharani. Sementara Kinanta, gadis itu tiba tiba merinding dengan suasana di sekitarnya.
Sepertinya, dendam dan amarah telah membuat Maharani menjadi seperti sosok orang lain
apa yang akan di lakukan oleh sahabatnya itu untuk Maira, membayangkannya saja, gadis itu merasakan bulu kuduknya meremang sendiri.
"kenapa kita nggak minta sama Gery dan Bara saja,?" tanya Kinanta yang masih mencoba bernegoisasi. Karena jujur saja, gadis itu benar benar ketakutan jika letahuan.
Maharani yang mendengarnya, menggelengkan kepala seraya tersenyum smirk. " mereka berdua terlalu bodoh untuk di perintah hal seperti ini," ucapnya sseraya berlalu pergi.
Entah apa yang di rencanakan oleh Maharani, karena kinan juga tidak mengetahuinya.
*******
Pagi harinya, Maira berangkat sekolah bersma Nando Kebetulan, laki laki itu ada urusan dengan salah satu siswa di sana.
"loe mau ngapain ke sekolah gue,? Jangan bilang, loe mau macem macem,?" tanya Maira saat telah masuk kedalam mobil.
Pletak.
Satu sentilan keras, mendarat mulus di dahi Maira. Hal itu membuat gadis cantik itu mengerang kesakitan.
"osh sialan kau, sakit bege!!" Maira menouor kepala sang adik.
"makanya kalau ngomong, jan asal. Kek buang sampah bsnget sembarangan," omelnya pada sang kakak.
Sementara Maira. gadis itu hanya mendegus kesal mendengar omelan sang adik.
Memang Nando lebih muda dari pada Maira. Namun, jika soal nasehat, laki laki itu terlihat sangay bijaksana jika sedang serius.
Tak lama berselang, Maira telah berada di depan gerbang sekolah. Dan dengan segera, gadis itu segera masuk kedalam area sekolah.
Sementara Nando, laki laki itu segera menghampiri orang yang ia cari selama ini.
Sementara itu di dalam kelas, Maira segera mendudukan dirinya di bangkunya. Seraya meletakan kepalanya di atas meja.
"hai, boleh gabung,?" tanya seseorang yang membuat Maira seketika mendongak dsn mendapati si anak baru alias Adrick.
Maira yang mendengarnya, hanya menganggukan kepalanya. Dan setelahnya, Adrick segera duduk di eebelah Maira.
"kenapa lemes banget, belum makan,?" tanya Adrick dengam tersenyum tipis. Maira meresponya dengan menggelengkan kepalanya.
Tak lama berselang, bel tanda masuk berbunyi. Maira yang mendengarnya, menatap keluar kelas.
"Yolanda kemana ya, kok nggak masuk sekolah,?" gumamnya lada diri sendiri.
Sementara itu, tak lama berselang, Daniel datang untuk mengajar. Karena jam pelajaran pertama, adalah pelajaranya.
"selamat pagi anak anak, hari ini kita ulangan ya," Daniel berkata dengan mwletakan absensi di atas meja.
Mata elangmya menatap kearah bangku.Maira. Dam setelahnya, ada sesuatu yang aneh yang tiba tiba merasuk dalam dadanya.
Damiel mencoba menyakinkan jika itu hanya perasaan kasihan dan rasa bersalah karena telah merenggut masa depan gadis itu.
Sementara itu, Maira yang tau dirinya di perhatikan, memilih untuk menunduk
*******See.You********