NovelToon NovelToon
Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.6
Nama Author: Aisy Arbia

Sharron Alexandria, 25 tahun, terjebak dalam belenggu cinta pria beristri hanya karena kesalahan satu malam. Dia adalah Darrell Wesley, 35 tahun. Demi mendapatkan seorang anak, dia rela menjalani hubungan dengan seseorang yang ditemuinya di dalam aplikasi kencan buta.

Seiring perjalanan waktu, Darrell tidak berniat membuat Sharron, wanita simpanannya itu untuk hamil. Dia terlalu mencintainya sehingga membuat Darrell melepaskan tujuan utamanya.

Sementara Callie Mavis, 28 tahun, istrinya itu sudah didesak oleh keluarganya untuk segera mendapatkan anak. Dia berusaha menanyakan perihal rencana suaminya itu untuk mendapatkan rahim pengganti. Nyatanya malah Darrell mengatakan belum mendapatkannya.

Mungkinkah Darrell dan Sharron bisa bersatu? Apakah istri Darrell mau melepaskan begitu saja ketika tahu suaminya mencintai wanita idaman lain? Bagaimana perjuangan Sharron menyembunyikan diri sebagai wanita simpanan? Mampukah mereka menjalani kehidupan yang tidak biasa ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisy Arbia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Kiss Me

Seminggu kemudian, Callie dan Marcello berpisah. Callie harus menjemput mertuanya. Sebelum itu, Marcello mengatakan padanya bahwa Callie tidak seharusnya menjadi model sebelum meninggalkan suaminya.

"Mengapa kamu berkata seperti itu, Pho? Apa aku tidak pantas kalau tetap bersama Darrell? Bukankah dunia model memperbolehkan aku memiliki suami?" tanya Callie.

"Baby, bisakah kau melepaskan suamimu saja. Sejujurnya, aku tidak bisa kehilangan kamu. Kalau kamu kembali, bagaimana rencana bahagia yang sudah kita susun selama ini? Kau menginginkan kehidupan mewah dan berkeliling dunia, bukan? Itu hanya bisa kau dapatkan dariku," ucap Marcello penuh percaya diri.

"Pho, kau tahu bahwa aku juga mencintai Darrell. Dia pria yang sangat sempurna untukku. Mengertilah! Kumohon," pinta Callie.

"Terserah kau saja. Kabari kalau ingin bertemu denganku. Setelah ini, aku akan pergi ke Swiss. Kalau kau merindukanku, terbanglah ke sini lagi. Aku akan menjemputmu," ucap Marcello.

"Mengapa tidak langsung ke Swiss?" tanya Callie penasaran.

"Karena aku ingin menikmati perjalanan dari Italia menuju Swiss bersamamu."

"Hemm, kamu manis sekali. Aku harus datang ke rumah mertuaku dulu. Setelah itu, aku akan pulang ke Meksiko menemui Darrell. Tunggu aku kalau kamu mau."

"Santai saja, Baby. Lekaslah jemput Tuan Javer dan Nyonya Allegra! Semoga keduanya tidak menyusahkanmu."

Marcello jelas hapal betul siapa mertua Callie. Wanita itu selalu menceritakan kebaikan dan keburukan mertuanya. Sejujurnya, Darrell sangat berbeda dengan mereka. Itulah sebabnya mengapa Callie sangat mencintai suaminya itu. Sayang, karena keegoisan Callie, hubungan rumah tangganya dengan Darrell terlihat sedikit rumit.

Setelah perpisahannya dengan Marcello, Callie sudah berada di mansion Tuan Javer, papa mertuanya.

"Callie, kau sudah datang, Sayang?" sapa Allegra.

"Ya, Ma. Aku berlibur beberapa hari di sini. Aku juga bermaksud menjemput Mama dan Papa untuk berkunjung ke mansion kami yang ada di Meksiko."

"Kau tidak bersama Darrell?" tanya Javer.

"Darrell sangat sibuk, Pa. Aku jalan-jalan ke tempat Marcello. Papa masih ingat, kan?"

Ya, antara Marcello dan Javer memang saling mengenal. Javer juga tahu kalau pria itu adalah sahabat dekat menantunya. Walaupun keduanya menjalin hubungan lebih dari sekadar sahabat, Javer tidak mengetahuinya.

"Ya, dia sahabatmu, kan. Dia apa kabar?" tanya Javer lagi.

"Baik, Pa. Sangat baik. Oh ya, Papa sudah menyiapkan semuanya, bukan?"

Ya, mereka sudah sepakat untuk datang ke mansion putranya yang ada di negara Meksiko. Walaupun jarak yang lumayan itu, Callie masih menyempatkan diri untuk menjemput mereka.

"Iya, Callie. Semuanya sudah siap. Apa kau mengatakan pada Darrell kalau aku dan papamu akan datang?" sahut Allegra.

"Iya, Ma. Kalau tidak seperti itu, aku tidak akan diizinkan untuk pergi."

Callie menceritakan bagaimana Darrell menjadi pria yang posesif dan sangat protektif sekali terhadapnya. Bahkan, ketika mau ke manapun, tak akan diizinkan kecuali mendapatkan izin darinya.

"Wah, suamimu keterlaluan!" sahut Javer.

"Tapi, dia sangat menyayangiku, Pa," balas Callie seolah suaminya itu sempurna di matanya. Padahal dia sengaja membuat kedua mertuanya itu percaya bahwa hubungan mereka baik-baik saja.

"Ya, ya, dia memang yang luar biasa," sahut Allegra. Dia tahu kalau putranya itu sangat menyayangi Callie dengan tulus.

Persiapan keberangkatan mereka ke Meksiko telah siap dari beberapa hari yang lalu. Pasport dan seluruh dokumen yang akan mereka bawa juga sudah siap.

...***...

Sepasang kekasih sedang memadu cinta di atas ranjang apartemen. Siapa lagi kalau bukan Darrell dan Sharron. Keduanya sangat menikmati permainan panas di pagi buta sebelum Darrell pergi ke kantor.

Desahannya sangat menggema ke seluruh kamar. Keduanya saling bersahutan manakala wortel impor Darrell menghujam keras inti Sharron. Rintihan kenikmatan terus mereka kumandangkan sebagai wujud bahwa keduanya saling menikmati.

Darrell menindih tubuh yang sama polosnya dengan pemacu adrenalin. Siapa lagi kalau bukan Sharron.

"Dad, faster!" teriak Sharron sambil terengah-engah menikmati wortel impor yang terus saja keluar masuk di dalam liang kenikmatannya.

Sampai pada lenguhan panjang Darrell bahwa sebentar lagi dia juga akan sampai. "Bersama, Sharron!"

Darrell terkulai lemas setelah permainan panjangnya. Pria itu terbaring tepat di samping wanita simpanannya itu.

"Thank, Baby! Ini permainan ranjang yang sangat memuaskan untukku. Aku sampai lemas seperti ini. Rasanya hari ini aku ingin tidur seharian setelah berperang denganmu, Baby!"

Selama seminggu ini, Darrell tidak lagi pulang ke mansion. Dia selalu tidur bersama dengan Sharron untuk menumpahkan segala kegundahan hatinya. Bahkan, dia hampir tidak pernah menerima pesan atau panggilan dari Callie. Darrell sudah berusaha menelepon atau mengirimkan pesan padanya. Nyatanya, dia tidak pernah mendapatkan balasan sama sekali.

"Dad, pergilah ke kantor. Debit card-ku perlu diisi. Aku ingin pergi berbelanja dengan Noelle, boleh kan? Aku ingin membelikannya sesuatu. Selama ini aku sudah bergantung padanya."

"Yah, pergilah. Asalkan sewaktu-waktu aku membutuhkanmu, kau harus siap, Baby."

"Iya, Dad. I love you," ucap Sharron kemudian turun dari ranjang. Namun, Darrell menahannya.

"One more time, Baby!" pinta Darrell manja. Salah siapa kalau Sharron sudah menjadi candunya sekarang.

"Dad, aku lelah. Sangat lelah sekali. Apa Daddy lupa kalau kita sudah melakukannya dalam waktu tiga ronde dengan durasi yang sangatlah cepat. Sekarang mau minta lagi? Astaga! Tidak, Dad! Aku lelah."

Sharron tetap melepaskan dirinya supaya lekas sampai ke kamar mandi. Dia juga harus belanja bersama Noelle. Tak lupa, Sharron selalu membelikan Darrell pengaman. Dia hanya khawatir kalau pria itu dalam keadaan on fire, tetapi lupa membawa alat tempur. Bisa berbahaya untuk Sharron.

Sharron mempercepat prosesnya di kamar mandi. Dia tidak mau terlambat pulang ke apartemen. Dia tidak ingin didahului oleh Noelle karena selama seminggu ini dia tidak pulang.

Selesai memakai bajunya, Sharron kembali ke kamar untuk mengambil tas dan high heels-nya. Sebelum pulang, dia berpamitan pada Darrell.

"Dad, aku langsung pulang, ya? Sarapan paginya di restoran saja. Aku tidak sempat memasak. Aku sangat lelah," pamit Sharron.

Masih pagi memang, tetapi dia harus secepatnya pulang ke apartemen.

"Jangan lupa kecupan selamat pagi untuk kekasihmu ini," ucap Darrell. Ya, beberapa hari yang lalu, Darrell tanpa sengaja meminta Sharron menjadi kekasihnya. Dia butuh teman wanita sebagai tempat mencurahkan semua perasaannya selama Callie pergi.

Sharron sedikit membungkuk. Dia memberikan kecupan kening pada Darrell. Setelah itu memundurkan tubuhnya lagi bersiap untuk keluar kamar. Lagi-lagi, Darrell menahannya.

"Baby, apa kau lupa?" tanya Darrell yang masih menggenggam pergelangan tangan Sharron.

"Apakah aku melupakan sesuatu?" tanya Sharron balik.

"Kecupan kening itu hanya untuk pria terhadap wanita. Kalau wanita kepada pria, kecupannya berbeda, Baby."

Deg!

"Adakah aturan demikian, Dad?" tanya Sharron semakin penasaran dengan maksud Darrell.

"Yes. I will let you kiss me here ... for ten seconds!" Darrell menunjuk bibirnya.

Tanpa banyak bicara, Sharron melakukan apa yang diminta Darrell. Dia hanya mengira-ngira saja supaya pas sekitar 10 detik. Setelah itu, Sharron segera kabur meninggalkan Darrell seorang diri. Pria itu tersenyum puas melihat tingkah Sharron yang penurut dan sangat menggemaskan.

...🪴🪴🪴...

Sambil menunggu update, yuk mampir karya keren ini. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️

1
Ririn Nursisminingsih
cinta jg bodoh darel.mau aja di perintah sama istri .klau ndak berkenan ya udah
Hamida Hamida
lbih ditail hotny
ika
sharon kah yg melapor?
Suli Kah
kok aku melihat ending cerita nya nggak bahagia, karena Sharron nggak jadi punya anak sampai tamat, Noelle nggak dapat pasangannya
Suli Kah
mudah mudahan segera diberikan momongan lagi yang penting usaha dan banyak berdoa
Suli Kah
ternyata Marcello yang melakukan semua ini, buang saja jauh jauh Marcello
Suli Kah
hmmmm siapa yang sudah meracuni mereka semua
Suli Kah
tak di sangka Alan malah nyusul ke butik demi menyelamatkan Noelle dari pertanyaan Sharron
Suli Kah
namannya juga orang lagi hamil moodnya berubah ubah...
Suli Kah
makanya Noelle cepat punya pasangan biar tidak hanya melihat kemesraan Darrell dan Sharron 😇😇
Suli Kah
berarti Alan nanti yang menggantikan sebagai pemimpin di perusahaan yang dipimpin oleh Darrell
Suli Kah
lagi lagi pengganggu datang, Marcello kamu tuh ya senang nya pingin merebut apapun yang dimiliki Darrell
Suli Kah
ternyata Blair itu benar benar licik
Suli Kah
ya memang harus nya yang menemani ke dokter itu Darrell suaminya
Suli Kah
akhirnya Sharron positif hamil
Suli Kah
hmmmm semakin penasaran
Suli Kah
kok bisa kisahnya seperti itu kan Sharron masih bayi dari mana tau kisahnya
Suli Kah
sedikit terkuak identitas Sharron
Suli Kah
semoga cepat terselesaikan misteri siapa keluarga Sharron yang sebenarnya
Suli Kah
serasa ikut didalam cerita menegangkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!