Cover by @iqbald26
Menceritakan tentang dua manusia yang berupaya setia pada pasangannya yang sudah tiada,namun takdir yang mengatur mereka.
***
*Tidak ada orang ketiga
*Episode tidak banyak
*Siapkan tisu,karena mungkin saja cerita ini mengandung air mata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terkuak
Hubungan Farid dan Hana tidak baik-baik saja, semenjak ana mengatakan uneg-unegnya semuanya terasa canggung. Farid jarang berkomunikasi dengan Ana namun sebagai seorang istri dia masih menjalankan kewajibannya.
Tepat usia ke 6 tahun Farid mengirim Hana untuk sekolah diluar negeri tepatnya di Presbyterian Ladies 'College, Melbourne (PLC ), adalah sekolah asrama dan mandiri untuk anak perempuan yang independen , swasta , presbyterian , yang terletak di Burwood , pinggiran timur kota Melbourne , Victoria , Australia.
Dengan berat hati keluarga melepas Hana begitu juga dengan Ana, meskipun Hana bukan anak kandungnya namun Ana sudah menganggap seperti darah daging sendiri,Ana tidak ikut mengantarkan Hana sampai Australia karena dia phobia ketinggian jadi Ana hanya mengantarkan sampai bandara saja.
Satu Minggu kemudian Farid sudah kembali dia sengaja tinggal disana sementara karena ingin melihat reaksi Hana yang jauh dari orangtuanya,namun tanpa disangka-sangka Hana sudah beradaptasi dengan situasi disana dan berkat Bella Hana diperkenalkan dengan banyak teman, setelah mendengar hal itu Farid memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan menitipkan anaknya pada Rahmi saudara sepupunya yang tinggal disana.
Pukul 3 pagi Farid baru sampai dirumah dan ternyata Ana mengunci kamarnya,Farid pun memutuskan untuk tidak membangunkan Ana dan memilih untuk beristirahat dikamar miliknya,Farid sangat lelah, beberapa jam perjalanan cukup menguras tenaganya.
Azan subuh berkumandang Ana pun memutuskan untuk shalat subuh dan mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya. Setelah selesai Ana memutuskan untuk pergi ke dapur namun saat ia akan keluar kamar Ana melihat koper yang dibawa Farid saat ke Australia.
"Mah,apakah mas Farid sudah kembali?," tanya Ana pada ibu mertuanya
"Sudah Ana,Farid sudah kembali pukul 3 pagi tadi, memangnya dia tidak ada dikamar kamu?"
"Kebetulan semalam aku tidak sengaja mengunci pintu,tapi aku tidak mendengar mas Farid mengetuk pintu,"
"Sudah tidak apa apa yang terpenting dia sudah kembali,"
Ana menyiapkan sarapan dan setelah selesai dia langsung naik kelantai atas untuk membangunkan suaminya,karena waktu sudah menunjukkan pukul 7 lewat sedangkan asisten Farid sudah menunggu tuannya diruang tamu katanya ada rapat penting.
Ana melewati kamar utama keduanya dan langsung berjalan ke ujung kamar,Ana mengetuk pintu kamar itu namun tidak ada jawaban,dia mencoba membuka handle pintu dan ternyata tidak dikunci,Ana mencoba masuk ke kamar itu dan betapa terkejutnya dia bahwa dikamar itu seperti sebuah museum keabadian cinta,banyak foto-foto Farid dan mendiang istrinya terpajang, keromantisan yang terpampang disana bahkan baju-baju milik istrinya masih tertata rapih disana, sepertinya semua hal tentang Hana ada disana ya semua tentang istrinya.
Ana menahan sesak di dadanya,jadi selama ini hal itu yang sedang disembunyikan oleh Farid,kamar yang bertahun-tahun tertutup rapat bahkan terlarang untuk siapapun memasukinya. Ana begitu tertarik dengan buku Diary berwana coklat,dia membuka satu halaman pertama.
"*Sampai kapanpun aku adalah milikmu,dan siapapun tidak akan pernah menggantikan mu,"
"Aku akan mencintaimu sampai akhir,aku berjanji hanya kamu satu-satunya . Hana istriku,"
"Aku terpaksa menikahinya,semua kulakukan demi anak kita,tapi percayalah selamanya kamu tetap ibu dari Hana putri kita. "
"Sampai saat ini aku masih setia terhadap mu, meskipun ada dia*.,"
Lembar demi lembar Ana baca inti dari Diary itu adalah Farid selalu mencintai istrinya tidak ada yang lain . Ana terjatuh tank sanggup meneruskan lembar demi lembar yang Farid tulis hingga ia menangis dan tak bisa menahan semuanya.
Saat Ana sedang menangis Farid datang dengan segenap emosi yang membuncah karena melihat Ana yang masuk kedalam kamar rahasianya.
***
Lanjutan besok ya,jangan lupa like komen dan vote ❤️😉
semoga
maling teriak maling....
lebih baik berpisah, dr pada menyiksa diri....
jangan menyiksa orang lain karena pikiran mu yg salah....
manusia tidak punya hati..... 😡😡