NO BOM LIKE!! Hargai penulis!
Bagaimana jadinya jika wajah yang selalu datar dan dingin dijodohkan dengan orang yang memiliki sifat ceria dan bar-bar?
Ben Indorto seorang ketos di sekolah SMA Nusa Bangsa Jakarta. sifat nya dingin dan datar pada semua org termasuk pada dua sahabatnya. memiliki wajah yang tampan dan cerdas dalam segala hal mampu membuat wanita terpikat olehnya.
Keyla Raharja, seorang gadis cantik dan ceria rela pindah sekolah ke Jakarta untuk menghindar dari perjodohan yang tidak dia inginkan. namun siapa sangka di balik sifat cerianya ada sifat yang mengerikan?
Akankah terjadi pernikahan diantara mereka? ikuti terus ceritanya ya🥰😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina yuwita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertengkaran kecil
"Tapi dari yang gue lihat, Ben kayaknya perduli sama Siska" ucap Zico memilin bibir bawahnya.
"Ini nggak bisa didiemin Key, kita nggak usah pura-pura baik lagi di depan dia" sela Sisil geram.
"Tunggu sebentar lagi aja, permainan ini bakal segera berakhir" ucap Keyla memainkan ponsel ditangannya.
"Wah, Abang makin kagum sama ayang ebeb" Sisil memutar bola matanya malas mendengar ucapan Zico.
"Kumat lagi" gumam Sisil menggelengkan kepalanya.
Ditengah perbincangan mereka, Ben berjalan mendekat menarik tangan Keyla keluar dari cafe. Ben mendorong Keyla masuk ke dalam mobil di samping kemudi dan kemudian menancapkan gas melesat ke jalan raya menuju apartemen.
"Woi Lo bawa ayang ebeb gue kemana" teriak Zico ingin mengejar, namun tangannya lebih dulu di tahan Sisil.
"Nggak usah dikejar! itu urusan mereka, nggak usah ikut campur" ucap Sisil mengambil tas dan beranjak pergi.
"Lah, Lo juga mau kemana?" tanya Zico mengikuti langkah Sisil.
"Pulang, males ngeladenin katak kayak Lo" ketus Sisil
"Mas, mas makanannya belum di bayar" panggil pelayan yang melihat Zico ingin keluar dari cafe.
"Astaga, maaf saya lupa" Zico pun menuju kasir untuk membayar makanan tadi.
****
setelah sampai di parkiran, Ben segera turun mengejar Keyla yang sudah berjalan lebih dulu lalu menggendongnya ala bridal style.
"Ben, Lo apa-apaan sih" sentak Keyla kaget, reflek melingkarkan tangan ke leher Ben.
Cup
"Be emmmtt" Keyla membelalakkan matanya ketika ingin membuka suara, namun Ben kembali menciumnya.
"Ngomong Lo/gue lagi, aku cium" bisik Ken di telinga keyla membuat empu nya kegelian.
"Ya udah sekarang turunin aku" Ben pun menurunkan Keyla dari gendongan dan menggenggam tangannya berjalan ke arah lift menuju lantai apartemen. sesampai di apartemen, Keyla menghempaskan tubuhnya yang terasa lelah di sofa sebelum akhirnya beranjak ke kamar mandi.
"Mau kemana" cegah Ben dari arah dapur sambil membawa segelas jus di tangannya.
"Nabung" setelah itu, Keyla segera berjalan cepat ke lantai atas. Ben yang mendengar Keyla menabung pun tersenyum dan mengikutinya. namun ketika memasuki kamar, dia tidak menemukan keberadaan Keyla sama sekali di setiap sudut kamar, hingga matanya beralih pada pintu kamar mandi. tapi, mengapa Keyla sampai menabung disana, pikir Ben. karena penasaran, Ben pun membuka pintu kamar mandi.
Ben terkejut melihat wajah Keyla yang memerah menahan sesuatu di atas closet.
Plung
Suara nafas lega Keyla terdengar di telinga Ben bersamaan dengan bunyi sesuatu yang jatuh ke dalam air. Keyla yang sudah selesai kini berbalik pergi, namun matanya hampir jatuh melihat Ben yang ada di hadapannya.
"Se-sejak kapan kamu di sini?" tanya Keyla berusaha bersikap tenang.
"Sejak kamu berak" jawab Ben santai
Ingin rasanya Keyla masuk ke dalam closet bersama dengan para kotoran saking malunya ke pada Ben.
"Anj*r bisa-bisanya gue lupa ngunci pintu" gerutu Keyla dalam hati.
"Terus ngapain kamu kesini?" ketus Keyla berpura-pura tidak terjadi apa pun. padahal sekarang pipinya sudah merah seperti tomat saking malunya.
"Penasaran pengen liat kamu nabung, nggak taunya nabung yang itu" tunjuk Ben ke arah closet.
"Astaga BenBen" Keyla menepuk jidatnya saat tau alasan Ben datang ke kamar mandi.
"Katanya kamu pinter, tapi kenapa aku ngerasa kamu itu bodoh banget sih" sambung Keyla tak habis fikir, sambil berjalan keluar kamar mandi diikuti Ben.
"Ya mana aku tau arti bahasa kamu" kilah Ben membela diri.
"Terserah" Keyla memilih merebahkan diri di atas kasur dari pada berdebat dengan Ben.
Keyla yang sudah mulai memasuki alam mimpinya kini merasa terganggu saat sebuah tangan melingkar di pinggangnya.
"Nggak usah macem-macem Ben, aku capek" ucap Keyla lirih tanpa membuka matanya.
"Satu macam aja" Ben mencium tengkuknya yang masih berbalut seragam sekolah. Keyla yang kesal pun menyikut dada Ben hingga empunya meringis.
"Aku bilang capek Ben, capek!" sentak Keyla kesal. Ben mengernyitkan alisnya melihat sikap Keyla yang kembali seperti dulu sebelum mereka saling mencintai.
"Kenapa" tanya Ben lembut, tangannya terulur menggenggam tangan Keyla.
"Jawab aku Ben, sebenarnya kamu cinta apa nggak sama aku" tanya keyla menatap manik mata Ben.
"Harus berapa kali aku bilang, aku beneran cinta sama kamu Key" jawab Ben mengacak rambutnya frustasi.
"Terus apa yang lo berdua lakuin di belakang lap dan waktu pulang sekolah tadi" ucap Keyla menatap datar wajah Ben.
Ben tertegun sejenak mencerna ucapan Keyla, mungkinkah Keyla melihatnya? pikir Ben panik.
"Sayang dengerin aku, aku berani sumpah nggak ada hubungan apa pun sama Siska. semua itu murni sebagai sahabat buat nolong dia dari kekerasan. tolong percaya sama aku" jelas Ben menangkap pipi Keyla. ada rasa takut, bersalah, dan cemas secara bersamaan yang Keyla lihat dari matanya.
"Oh ya, sampai-sampai kamu nyusul dia buat minjemin baju kamu, gitu?" ucap keyla tersenyum sinis menepis tangan Ben dari wajahnya.
"Itu karena baju dia kotor sayang, nggak mungkin dia belajar gara-gara nggak ada seragam" kata Ben memberi penjelasan lagi pada keyla untuk mengerti.
"Alesan" keyla membuang wajahnya kesamping enggan menatap wajah Ben yang membuatnya emosi.
"Aku berani bersumpah Key, demi tuhan aku nggak ada hubungan apa pun sama dia" tegas Ben dengan nada tinggi.
"Oke kali ini aku percaya sama kamu.tapi inget! aku nggak bakal maafin kamu kalo kamu bohongin aku" ancam Keyla memeluk Ben.
"Iya aku janji sayang" balas Ben memeluk erat Keyla sambil sesekali mencium lehernya. kemudian ciuman itu berubah menjadi ciuman bergairah yang siap membakar lawan jenisnya dan terjadi lagi seperti hari biasa.
****
"Kamu yakin bawa mobil sendiri?" tanya Ben ragu-ragu, karena tidak biasa istrinya itu membawa mobil sport sendiri ke sekolah. Keyla mengangguk mengiyakan pertanyaan dari Ben.
"Sebenernya kamu lagi ngerencanain apa hmm" tanya Ben mencekal tangan Keyla yang hendak masuk.
"Kamu nggak percaya sama aku" kata Keyla menatap tajam Ben.
"Iya iya aku percaya"
Mereka pun berangkat sekolah menggunakan kendaraan masing-masing sambil beriringan. yang pertama kali Keyla lihat di parkiran adalah wajah wanita yang menjadi rivalnya.
Ketika Ben sampai, Siska langsung menghampiri dengan senyuman yang terus mengembang. Keyla yang masih berada di dalam mobil, terus memperhatikan interaksi keduanya.
"Ben" sapa Siska tersenyum manis.
"Kenapa" tanya Ben datar sesekali melirik arah mobil keyla yang terparkir tidak jauh dari mereka saat ini.
"Gue mau balikin baju Lo yang kemaren, sekali lagi makasi ya" ucap Siska menyerahkan paper bag di tangannya.
"Iya" jawab Ben singkat menyambar paper bag dan berjalan menuju mobil Keyla.
*
*
*
Bersambung.....
Dukung terus karya aku ya, biar aku makin semangat💪😚
Jangan lupa like, hadiah, fav, vote dan komen sebanyak-banyaknya🤗