NovelToon NovelToon
Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Beda Usia / Keluarga / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Danie A

Bercerita tentang dua gadis muda dengan kepribadian yang berbeda dalam satu keluarga.

Cathy gadis blasteran berusia 18 tahun, Gadis bar-bar yang memiliki kemampuan beladiri dan menyetir yang handal. Cathy yang mencintai Asisten Sang Daddy bernama Kennan. Dengan usia yang terpaut 19 tahun. Bagaimana perjalanan cinta Cathy dalam mengejar cinta Om Kennan?

Kayla gadis cantik berusia 18 tahun saudara perempuan Cathy dari ibu sambungnya. Kay menjalin asmara dengan Gara, anak musuh Daddy-nya. Gadis pendiam yang memiliki kemampuan bak Hacker profesional.

Mungkinkah cinta Kay dan Gara akan bersatu?

Dan berhasilkah Cathy merebut hati Om pujaannya?

Ikuti kisahnya. antara kebaperan dan kegokilan yang mengocok perutmu. Nggak nyesel deh buat baca.

O iya, cerita ini adalah sequel dari dicerai karena dekil. Kisah anak Malvin dan Embun.

Jangan lupa like, komen dan dukungannya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"Ini!" Kenan menyerahkan bandana yang tadi dia beli.

Cathy melihat pada benda yang Ken berikan. Lalu berpindah melihat pada Kenan.

"Apa ini?"

"Bando! Apa kamu nggak tau kalau ini bando?" Kenan mendudukkan bokongnya di Sofa samping Caty.

"Ya tahu lah om, Maksud Cathy itu untuk apa? Dalam rangka apa?"

"Oleh-oleh."

"Haahh? Nggak biasanya ngasi oleh-oleh." Cathy semakin heran saja.

"Ini karena kamu sudah berusaha membantuku membereskan rumah ini."

Kenan memandang berkeliling, melihat betapa bersih dan rapinya tempat itu.

"Padahal kamu di rumah mu nggak pernah mengerjakan tugas apapun."

"Yaah, di rumah kan ada pelayan yang mengerjakan itu semua."

Kenan menjawab nya dengan senyuman. Cathy memasang bandana itu di kepalanya.

"Om? Bagaimana?" Tanya Cathy dengan senyum riang dan gembira. Ken menoleh, melihat Catty begitu bercahaya.

"Cantik." Menatap wajah Cathy.

"Benarkah?"

Kamu semakin menggemaskan dengan itu. Batin Ken.

"Om! Jangan lama-lama liatin Cathy. Nanti jatuh cinta loh."

Kenan tersentak buru-buru mengalihkan pandangan nya. Melihat lagi pada televisi yang menayangkan film romantis komedi.

Catty bersenandung kecil. Ikut menonton film. Mata Cathy tak sengaja terpancak pada benda di lengan Ken.

"Oooo... ini..."

Cathy memegang lengan Ken. menyentuh pada gelang berwarna hitam itu. Kenan menatapnya.

"Kamu mau?"

"Bagus Om."

"Kamu mau?" ulang Kenan merasa pertanyaan nya tidak di tanggapi Cathy.

Cathy hanya mengangguk. Ken melepaskan gelangnya. Lalu memasang nya di lengan gadis cantik itu.

"Buat mu saja."

"Eh? Benarkah?"

"Heeemm.... Aku masih punya."

Wajah Caty semakin sumringah.

"Makasih Om. Udah dapat bando, dapat gelang lagi."

Kenan tersenyum mendengar ocehan Cathy.

"Om!"

"Heemm."

"Om Nyimpen pembalut atau tampon nggak?"

"Haaahh?"

"Aku ngapain Nyimpen benda begitu an?"

Cathy nyengir canggung.

"Om, kayaknya aku, haid deh."

"Apa?" Ken tersentak.

Catty berdiri. Tampak bercak merah di sofa dan bokong gadis itu.

"Maaf Om. Jadi bikin kotor." sesal Cathy dengan muka sedikit memerah karena malu.

"Ya Cat. Bajumu udah kering belum?" tanya Ken. "Aku beliin dibawah ya. Tampon apa pembalut biasa nya?"

Cathy terkesima menatap pada pria tampan didepan nya .

"Om nggak apa-apa beliin benda begituan?"

"Nggak papa. Biasanya pakai apa?" Kenan berdiri dan mulai melangkah.

"Om.. Nggak malu?" tanya Caty sedikit malu dan tak enak hati.

"Enggak! Aku bukan orang kolot kok. Biasanya pakai apa?" balas Ken cepat.

"MMM.. Tampon."

"Ya udah. Tunggu sini. Biar aku belikan di bawah." ucap Ken seraya memakai jaketnya dan berjalan ke pintu depan.

"Om.. " Cathy memanggil, Ken berhenti dan menoleh.

"Makasih." ucap Catty lirih

Kenan hanya melirik dan tersenyum kecil.

Seusai Kenan pergi. Cathy jatuh terduduk.

"Om Ken! Jangan buat aku makin terpesona padamu." gumam Cathy.

Kenan memasuki mini market dekat apartemennya. Didalam minimarket itu, Kenan langsung menuju konter keperluan wanita. Beberapa wanita yang ada di sana terlihat heran. Seorang pria tampan berada di konter keperluan wanita dan mengambil beberapa bungkus tampon.

"Anoe.." Seorang wanita memberanikan diri untuk bertanya.

Kenan menoleh.

"Kenapa seorang pria tampan berada di konter keperluan wanita?"

"Apa itu dilarang?"

"Tentu saja tidak. Hanya...."

"Ini untuk adik saya..." Kenan menunjukkan tampon ditangannya.

"Oohh.. Kamu perhatian sekali pada adikmu. Pasti kamu sangat menyayangi dia."

Ken hanya tersenyum canggung mendengar ucapan wanita itu. Ken melangkah pergi meninggalkan para wanita yang masih terkagum pada nya.

Setelah membayar Kenan segera kembali ke apartemen nya. Tanpa peduli dengan tatapan para wanita dan juga kasir yang menatapnya dengan pandangan suka.

***

"Ini."

Kenan menyodorkan tampon pada Cathy.

"Terima kasih om."

Cathy segera berlari ke kamar mandi. Membersihkan diri dan keluar dengan pakaiannya yang sudah kering. Kenan terlihat sedang mengganti penutup sofa yang ternoda.

"Om! Itu biar aku saja yang cuci." seru Cathy dengan berlari kecil. Tangannya menengadah meminta spray sofa ditangan Kenan.

"Oke."

Cathy melipat dan memasukkan benda itu ke kantong tempat pakaian kotornya. Untuk di bawa pulang.

Ken hanya memperhatikan aktivitas gadis cantik itu.

DING DONG!!

Suara bel rumah berbunyi.

Ken melangkah ke depan membukakan pintu. Ken terkejut, dengan mengumbar senyum canggung menggosok tengkuknya.

***

###

Dihari yang sama diwaktu yang berbeda.

Siang itu Kay membawa mobilnya keluar dari kampus. Hari ini Kay berencana untuk bertemu dengan ayahnya. Danu. Di tengah jalan Kayla menghentikan laju kendaraan. Membeli beberapa buah,kue dan mainan.

Kayla membawa mobil putih itu keluar kota, dimana Danu tinggal bersama istri dan mertua nya. Tepat didepan sebuah rumah yang cukup besar. Mobil putih itu berhenti dan terparkir. Dari dalam rumah keluar bocah kecil berumur sekitar 2 tahun. Berlari kecil menghampiri Kay.

"Tay!"

Kayla merentangkan tangannya dan memeluk bocah laki-laki yang masih cedal.

"Tanen!" seru bocah itu.

"MMM... masak? Cium sini kalau kangen."

Kay melonggarkan pelukannya mencium pipi bocah laki-laki itu.

"Kaka Kayla membawa mobil-mobilan loh buat Bagus."

"Nana?"

Kay terkekeh "bentar ya."

Kay membuka pintu mobil dan mengambil mainan yang tadi dia beli. Dibelakang bocah bernama Bagus itu berdiri Yura. Dia tersenyum kecil menatap Kay.

"Masuklah dulu."

Kay membalas senyuman ibu sambungnya.

"Iya ma."

"Kamu nggak perlu repot-repot beliin mainan buat Bagus, Kay." ucap Yura melihat Kay mengeluarkan mobil-mobilan dan menyerahkan pada Bagus.

"Hooollleeeee...." seru Bagus girang. Bocah itu berlari lagi masuk ke dalam rumah sambil memanggil ayahnya.

"Nggak papa Ma, Buat adek juga kok." Kay menyalami tangan Yura dan menciumnya.

"Ma, aku bawa buah dan kue."

Kay mengambil barang-barang yang masih berada dalam mobil. Menyerahkan salah satunya pada Yura.

Mereka berjalan beriringan menuju ke rumah.

Diruang tamu Danu duduk di sofa dengan tongkat penyangga disampingnya. Danu tersenyum ramah begitu melihat anak sulungnya terlihat masuk dan menyalami nya.

"Kapan dari sana?"

"Siang yah, abis balik kuliah tadi." Kay mendudukkan bokongnya di sofa seberang Danu duduk.

"Jadi nanti nginep sini kan?"

"Iya." ucap Kay . "Bolehkah?"

"Tentu saja ini juga rumah mu Kay." Sambut Yura muncul dari dalam dengan membawa minuman hangat untuk Kay.

"Ayo diminum dulu." ucap Yura duduk disamping suaminya. "Ini kue yang tadi kamu bawa. Sekalian di icipin."

Kay meminum dan memakan sambil mengobrol dengan ayah Danu dan Mama Yura. Adik kecilnya, buah cinta Danu dan Yura asyik dengan mobil-mobilan yang Kay belikan tadi.

Malam harinya Kay tidur dikamar yang disediakan untuknya. Kay memainkan ponselnya. Panggilan masuk dari Dari Malvin.

📞:"Yes Dad?"

📞:["Kamu dimana? Kenapa belum pulang?"]

📞:"Dirumah ayah. Kay menginap malam ini,Dad."

📞:["Baiklah. Dimana Mommy, twins dan Cathy? Apa mereka ikut bersama mu?"]

📞:"Tidak. Apa mereka tidak ada di rumah?"

📞:["Tidak ada seorangpun. Jadi mereka tidak bersamamu?"]

📞:"Naaahh.."

📞:["Ya sudah jangan tidur terlalu malam. Salam untuk ayah Danu."]

Sambungan diputus.

Malvin menatap layar ponselnya.

"Aku pulang, tapi tak ada yang menyambutku! Luar biasa! Pada kemana meraka?"

____^_^____

My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.

Like

Komen

Terima kasih.

salam hangat

☺️

1
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Seven8
di kira babi ngepet atau manusia serigala
sri afrilinda
Luar biasa
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
kereeeeeen 👍👍👍👍
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ngakak aku nya kk thor
martina melati
rumput x... yg mkn daun itu jerapah
martina melati
waduh... koq dsamain dg tikus sih...
martina melati
hahaha... mau ngintip tp ketara bingit
Sihono Sihombing
Luar biasa
dr_
cape aku ketawa ya allah
Calon Makmum
Luar biasa
Danie a: makasih🥰
total 1 replies
Salwa Antya
lanjutkan misimu Kay...sepak si Donal bebek alias Daniel itu
Salwa Antya
waduh ternyata ...mas cantik
Salwa Antya
ada ulet bulu...
Salwa Antya
biar tau rasa si daniel
Salwa Antya
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Salwa Antya
Ken Ken kena kau/Curse/
Salwa Antya
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!