NovelToon NovelToon
Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:31.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Pernikahan adalah tentang kepercayaan. Setidaknya itu yang diyakini oleh Arini selama lima tahun pernikahannya dengan Galang. Namun saat kenyataan itu terungkap secara tidak sengaja, ternyata pernikahan mereka hanyalah sebuah lelucon yang dibuat oleh suami dan selingkuhannya selama ini. Dan dia hanyalah wanita bodoh yang tidak tau apa-apa, dan sudah bekerja keras untuk membangun reputasi suaminya sebagai istri yang baik selama ini.

Hancur dan merasa di bohongi sudah pasti, lalu apa yang akan dilakukan Arini setelah mengetahui semua kebohongan suaminya?
Apakah dia bisa bertahan di kerasnya hidup tanpa Galang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pewaris Itu Arini

Deburan ombak di Pantai Uluwatu sore itu seolah menjadi saksi bisu transformasi Arini. Jika seminggu lalu ia datang dengan pundak yang layu dan sorot mata yang redup, kini wanita itu berdiri tegak dengan gaun putih berbahan linen yang berkibar tertiup angin. Kulitnya sedikit lebih gelap karena terpapar sinar matahari Bali, namun justru memancarkan rona kesehatan yang selama ini terkikis oleh stres pekerjaan dan kebohongan rumah tangga.

​"Aku tidak menyangka kamu benar-benar nekat menyusul ke sini, Vin," ujar Arini tanpa menoleh, ia tahu langkah kaki siapa yang sedang mendekatinya di atas pasir putih itu.

​Kevin terkekeh, ia melepaskan kacamata hitamnya dan berdiri di samping Arini. Ia mengenakan kemeja pantai berwarna biru muda yang kancing atasnya dibiarkan terbuka, jauh dari kesan pengacara kaku atau CEO Mahendra Group yang ditakuti. "Jakarta sangat membosankan tanpa seseorang yang bisa diajak berdebat tentang draf kontrak. Dan lagi, aku punya janji untuk menjagamu, bukan?"

​"Janji atau sekadar ingin memastikan aku tidak mencari pelampiasan bule?" goda Arini sambil melirik jenaka.

​"Dua-duanya," jawab Kevin jujur dengan tawa ringan. "Ayo, matahari hampir tenggelam. Aku sudah memesan meja di resto dekat tebing. Kamu harus mencoba seafood di sana."

​Sepanjang akhir pekan itu, Kevin benar-benar menjadi sosok sahabat yang sempurna. Mereka menghabiskan waktu dengan berkeliling pasar seni di Sukawati, memilih beberapa suvenir untuk Pak Bayu, dan mencicipi berbagai kuliner lokal yang belum pernah Arini coba sebelumnya. Di sela-sela belanja, Kevin dengan sabar membawakan kantong-kantong belanjaan Arini, sesuatu yang hampir tidak pernah dilakukan Galang selama lima tahun mereka bersama.

"Lihat ini, Vin. Apa kamu suka?" Arini menunjukkan sebuah kemeja pantai khas Bali.

"Bagus, tapi aku suka warna biru. " kata Kevin menunjuk kemeja di sampingnya.

"Baiklah, ambil itu. Aku akan membayarnya. "

"Oh, ayolah, biar aku saja yang bayar. " Kevin menolak.

"Tidak, aku ingin membelikanmu hadiah, jadi kemeja ini aku yang bayar. Oke! "

Kevin hanya tersenyum, dan pasrah tidak menolak pemberian Arini.

"Setelah ini kita kemana? " tanya Arini.

"Kita makan malam. aku sudah memesan tempat, "

"Baiklah Tuan Kevin, aku menurut. "

​Saat makan malam di sebuah restoran mewah dengan pemandangan langsung ke samudera, suasana mendadak menjadi tenang. Cahaya lilin memantul di mata Arini yang kini tampak jernih.

​"Vin, terima kasih ya," ucap Arini pelan. "Seminggu ini... aku merasa seperti kembali mengenal diriku yang dulu. Arini yang ambisius, Arini yang ceria, bukan Arini yang hanya menjadi bayang-bayang di kantor Galang."

​Kevin menatapnya dalam. Ada gejolak di dadanya untuk menggenggam tangan Arini dan mengatakan bahwa ia ingin menjadi alasan di balik keceriaan itu selamanya. Namun, Kevin menahan diri. Ia tahu hati Arini masih dalam masa pemulihan. Luka akibat dikhianati selama lima tahun tidak akan sembuh hanya dalam tujuh hari. Ia tidak ingin menjadi pelarian, ia ingin menjadi tujuan.

​"Kamu selalu hebat, Rin. Galang hanya cukup bodoh untuk tidak menyadari bahwa kaulah yang membuat dia terlihat hebat," kata Kevin tulus. "Setelah ini, dunia akan melihat siapa sebenarnya pemegang kemudi di balik kesuksesan yang selama ini ia klaim."

​Hari kepulangan tiba. Di dalam jet pribadi milik Mahendra Group, Arini memeriksa beberapa berkas yang dikirimkan oleh asisten Pak Bayu. Berita tentang kebangkitan Samudera Group sudah menjadi topik utama di berbagai media bisnis nasional. Spekulasi mengenai siapa "Nona Muda" yang akan memimpin raksasa yang sempat tertidur itu pun kian memanas.

​"Apa kamu siap, Arini?" tanya Kevin saat pesawat mulai mendarat di Jakarta. "Begitu kamu turun, namamu tidak akan lagi dikaitkan dengan Galang. Kamu akan menjadi Arini Samudera, pewaris tunggal yang selama ini disembunyikan oleh Pak Bayu."

​Arini menarik napas panjang, merapikan blazer hitamnya. "Aku sangat siap, Vin. Galang ingin melihat kinerjaku tanpa dia? Maka aku akan memperlihatkan padanya bagaimana cara seorang Samudera bekerja."

​Di sisi lain, Galang sedang berada di titik terpuruk. Rumah mewahnya kini dipenuhi dengan label sita dari bank. Dita sudah pergi membawa Galih ke rumah orang tuanya di desa setelah pertengkaran hebat semalam. Galang kini duduk di teras, memegang koran pagi yang memuat berita besar: "Samudera Group Bangkit, Sang Pewaris Misterius Akan Diperkenalkan Hari Ini."

​"Samudera Group..." gumam Galang dengan suara serak. "Jika aku bisa mendapatkan kerja sama dengan mereka, aku bisa menyelamatkan perusahaan. Aku harus tahu siapa pimpinan baru mereka."

​Dengan sisa-sisa harapan, Galang memacu mobil tuanya, satu-satunya aset yang belum ditarik menuju gedung pusat Samudera Group yang megah. Di sana, kerumunan wartawan sudah memadati lobi. Galang mencoba menyelinap masuk, namun ia hanya bisa berdiri di barisan belakang.

​Lampu kilat kamera mulai menyambar-nyambar saat Pak Bayu naik ke atas panggung.

​"Terima kasih rekan-rekan media," suara Pak Bayu terdengar mantap. "Selama ini saya membiarkan putri saya belajar di luar sana untuk menempa mentalnya. Dan hari ini, saya dengan bangga memperkenalkan CEO baru Samudera Group, putri tunggal saya, Arini Samudera."

​Pintu besar di belakang panggung terbuka. Arini melangkah keluar dengan anggun, didampingi oleh Kevin Mahendra yang berdiri di sisi panggung sebagai rekan bisnis strategis sekaligus kuasa hukum keluarga.

​Dunia seolah berhenti berputar bagi Galang. Jantungnya terasa seperti dihantam palu godam. Arini Samudera? Arini-ku? Ia teringat betapa seringnya ia meremehkan latar belakang Arini. Ia teringat bagaimana ia memutus hubungan Arini dengan ayahnya, tanpa pernah tahu bahwa ayah yang ia hina itu adalah pemilik salah satu konglomerasi terbesar di negeri ini. Ia selama ini telah menginjak-injak seorang putri raja dan memperlakukannya seperti pelayan.

​Arini berdiri di depan mikrofon, sorot matanya tajam dan penuh percaya diri. "Samudera Group tidak akan lagi bekerja dengan sembarang mitra. Kami mengutamakan integritas dan kejujuran di atas segalanya. Untuk proyek-proyek yang terbengkalai di luar sana karena masalah manajemen... kami tidak akan memberikan bantuan bagi mereka yang telah mengkhianati kepercayaan."

​Mata Arini menyapu kerumunan wartawan dan berhenti tepat pada sosok Galang yang berdiri mematung di kejauhan dengan wajah pucat pasi. Arini tidak tersenyum, ia hanya menatap Galang dengan pandangan dingin seolah pria itu adalah debu yang tidak berarti.

​Galang ingin berteriak, ingin memohon, namun suaranya tercekat. Ia melihat Kevin Mahendra mendekati Arini dan membisikkan sesuatu yang membuat Arini tersenyum tipis, senyum yang dulu hanya miliknya.

​Saat itulah Galang sadar, ia tidak hanya kehilangan perusahaan dan masa depannya, tapi ia telah membuang satu-satunya wanita yang tulus mencintainya, yang ternyata adalah kunci dari segala pintu kesuksesan yang selama ini ia kejar. Sementara itu, Arini melangkah maju, siap menaklukkan dunia bisnis, meninggalkan Galang yang kini hanya menjadi butiran sejarah dalam perjalanannya menuju puncak.

1
Ade Chubi
pede banget si Galang
partini
nipu kamu aja yg gampang jadi laki 50/50 lah kalian berdua
Mefiani
semoga galang mau sembuh biar bisa membalas perbuatan dita...
Anita Rahayu
Thor karma dita kapan nich di tuli penasaran kali
Eys Resa: hehehe, nanti kak.
total 1 replies
I Love you,
mati ajah biar 🤔😤ga siksa
Ma Em
Selamat untuk Arini ternyata Arini tdk mandul dan sekarang Arini sdh hamil , vonis mandul itu ternyata hanya kebohongan dari Galang agar Arini mau merawat anak Galang bersama perempuan lain dan sekarang Galang nya sdh dapat balasan nya .
Eys Resa: nanti kejutannya di bab 41 kak
total 1 replies
Mefiani
rasane q melu terharu n bahagia..😘
Mefiani: ok...gak sabar nunggu..
total 2 replies
I Love you,
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰🥰🥰 sehat sehat ya .!
Eys Resa: aamiin❤
total 1 replies
Mefiani
selamat...selamat...arini dan kevin...calon ortu baru..😘
Mefiani
tanda2 hamidun itu...semoga saja
Mefiani: sorry...sorry..baru tau q...q kira sama aja artine sama hamil biasa...terima kasih dah beritau..😘
total 2 replies
Ayudya
mampir kak
Eys Resa: makasih kak🌹
total 1 replies
Titien Prawiro
Kevin, Arini. selalu bahagia ya
Titien Prawiro
Senjata makan tuan.
Titien Prawiro
Enak Lang jadi miskin, kembali ke asal.
Titien Prawiro
Tunggu tgl mainnya Galang, kamu bisa menikmati kemiskinnanmu
Titien Prawiro
tulllll
Titien Prawiro
Galang kamu jgn kaget kalau kamu gk punya apa2 lagi ya. selamat Galang.
Titien Prawiro
perusahaannya Galang diambil alih ke Arini, Galang jadi miskin.
Titien Prawiro
Hancurkan perusahaan Galang Arini, balas dendam dengan elegan.
Titien Prawiro
Kalau Galang minta gono gini gk perlu soalnya gk ada surat nikahnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!