Wanita cantik dan pintar, bahkan dijuluki sebagai bunga kampus, namun saat malam dia berubah menjadi wanita panggilan.
Baru berusia 19 tahun namun menanggung beban berat untuk menghidupi dirinya dan menanggung biaya pengobatan sang ayah.
.
.
Bertemu seorang lelaki yang butuh pacar simpanan untuk menolak perjodohan
Namun sesuatu hal yang buruk terjadi, sang ayah membutukan oprasi segera dan dia harus menyiapkan 1 juta dolar.
Menawarkan keperawanannya pada pengusaha sukses seharga 1,5jt dolar
Namun sang Bos mengajaknya ke catatan sipil dan memberikan kontrak baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 33
✨
Vila Resepsi
Hari sudah begitu larut, mendung tiba tiba datang menutupi bulan dan bintang. NaNa masih duduk ditempat yang sama sembari menunggu Han Yu.
Hujan mulai turun, seolah berusaha menutupi air mata NaNa yang menetes. NaNa berdiri dari kursi, melepas alas kaki lalu melangkah ke karpet berbentuk hati. NaNa menutup mata, merentangkan tangannya lalu mendongakkan kepalanya ke atas.
“Hujan... bantu aku hapus perasaan ini. Bantu aku sadar akan ketidak mungkinan ini.”
Jordhan yang melihat NaNa dari vila merasa berempati. Tiba tiba dia mengepalkan tangannya dan memukul dinding yang berada di sampingnya. Jordhan mengambil payung, menghampiri NaNa lalu menghalangi hujan membasahi badan NaNa.
“Cukup NaNa..!! Ngak ada gunannya nunggu dia”
“Kamu benar. Jordhan, bisakah kamu mengantarku ke suatu tempat..?”
“Huhhh, baiklah.”
Jordhan menyiapkan mobil dan handuk lalu mengantar Na Na ke tempat yang NaNa tunjuk.
“Masuklah..!” Ucap NaNa sambil membuka pintu.
“Ini..?”
“Rumahku, sejak dia menyuruhku tinggal disana, dia terus menyuruh orang untuk membersihkan rumahku”
“Aahh... ngak heran tampak bersih”
“Mau coffe.??” Tanya NaNa sembari memanaskan air.
“Beri aku latte”
“Nikmatilah, aku akan menganti pakaian” ucap NaNa memberikan secangkir latte.
NaNa pergi meninggalkan Jordhan di ruang tamu, dia memasuki kamar kesayangannya. Melihat boneka boneka kesukaannya yang masih berjejer rapi di ranjang. NaNa membersihkan diri lalu menganti pakaian dan kembali ke ruang tamu menikmati coffe yang sudah hangat.
“Ngak ingin tau siapa wanita itu..?” Tanya Jordhan.
“Aku cukup tau dia adalah wanita yang sudah jordhan tunggu”
“Kamu tau Seva..?”
“Aaahhh namanya Seva.? Cantik seperti orangnya” NaNa tersenyum lalu menyeruput Coffenya.
“Alasan seorang pengantin pergi meninggalkan pasangannya. Jika bukan orang yang penting, maka dia adalah orang yang paling di tunggu” lanjut NaNa.
“Jangan terlalu baik, atau orang lain akan menginjak injak dirimu. “
“Aku cuman berfikir realistis”
“Aku balik dulu deeh, makasih untuk lattenya.”
“Ongkos mengantarku kemari. Terimakasih Jordhan.”
Jordhan pergi meninggalkan NaNa. Kini hanya NaNa dan perasaannya yang tersisa. Dia kembali ke kamar, memeluk salah satu boneka peninggalan ibu’nya.
“Ibu... jatuh cinta tuh harus se sakit ini kah..?”
✨
✨
Hari yang harusnya menjadi bahagia itu telah berlalu, NaNa mencoba melupakan perasaannya dengan begitu keras. Namun semakin lama mencoba, semakin sakit yang dia rasakan.
Sesekali NaNa menangis terisak isak dan sesekali ia berteriak tanpa suara. Kamar kesayangannya menjadi saksi jerit tangis NaNa yang ke dua kalinya.
Menangis dalam diam.
Meronta dalam batin.
Siapa yang tau jika cinta itu adalah racun yang perlahan lahan merasuk dan membuat seluruh tubuhnya merasakan sakit.
✨
Night Club
“Waahh... bukankah itu bunga malam..?”
“Benar.... sudah setahun ini dia ngak kesini, aku kira dia udah dapet santapan besar.”
“Ckckck masih aja cantik seperti dulu.”
Sore tadi NaNa memutuskan untuk berjalan jalan sebentar menikmati udara sore. Namun entah kenapa saat kembali, dia justru memesan taxi untuk mengantarnya ke Nigh Club.
“NaNa...” sapa Qin Lang menyapa.
“Lama ngak ketemu kamu jadi makin jago berperan sebagai bartender bos Qin”
“Apa kamu sedang mengejek.?”
“Hahahaha.. aku mana berani. Apa kamu bisa meracikan vodka..?”
“Tentu saja, rasa seperti apa yang kamu ingin.?”
“Minuman yang bisa membuat orang bahagia sampai lupa diri”
“Ciiihh, ngak biasanya kamu tertarik untuk minum. Aku buatin kamu yang spesial..”
✨
✨ see you in the next chapter
Dulu mimin juga pernah teriak tapi gk ada suaranya pas lagi patah hati di tinggal nikah😂😂
Ada yang pernah teriak begitu ngak..??
sambil munggu ani ani up 🤭