Kehancuran bagi seorang perempuan yang selalu menjaga kesuciannya, apabila mereka dinodai oleh seorang laki laki secara paksa.
Seorang gadis yang hidup sebatang kara adalah gadis malang yang berusaha untuk hidup hanya demi membuktikan kepada almarhum kedua orangtuanya jika dia bisa sukses.
Tapi suatu ketika, saat dia pergi untuk melamar pekerjaan tapi sayang sekali, hanya karyawan OB yang masih kurang dan Gadis tersebutpun tidak menolaknya.
Soreh hari dimana karyawan sudah pulang, Gadis tersebut masih setia disana, membersihkan satu per satu ruangan, tapi dia memasuki ruangan yang tidak ia ketahui bahwa itu adalah kamar CIO.
Gadis malang tersebut membaringkan badannya di kasur empuk tersebut hingga dia tak sengaja tertidur.
Seseorang masuk dengan keadaan mabuk berat, dia dengan nafsunya melihat wanita yang sedang tidur di tempat tidurnya, dengan mata yang sudah dipenuhi nafsu dan amarah dia memperkosa gadis tersebut dalam keadaan tidak stabil.
"Dasar pria brengsek,!" teriak gadis malang tersebut.
"Aku minta maaf, aku sungguh tidak sengaja," jawab laki-laki tersebut.
"Aku dalam keadaan mabuk berat tadi malam," lanjut pria tersebut.
apakah kisah mereka seperti apa, jika anda penasaran langsung baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thalib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
seram neraka atau Mommy?
Mereka dengan tawanya bermain di depan tv hingga mereka tidak menyadari waktu, sedangkan Aila hanya fokus dengan ponselnya.
Aila berdiri dan menghampiri kedua bocah tersebut yang masih bermain dengan Ayyan.
"Ayo tidur, udah larut malam," ucap Aila membuat mereka berdua langsung berdiri dan berlindung dibelakang Ayyan.
"Zean, Dean, mau masuk neraka,?" tanya Aila dan mendapat gelengan kepala dengan cepat.
"Kalau begitu nurut sama Mommy," ucap Aila.
"Ayo Daddy, kita nulut cama Mommy, dali pada nanti kita macuk nelaka cama-cama," ucap Zean dan di angguki oleh Dean.
"Khusus buat Zean dan Dean," ucap Aila tegas.
"Dan Adek culuh Daddy tidul cama kami, ini khucuc dali kami," ucap Dean membuat Mommy nya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak mau mendengar,?" tanya Aila tegas.
"Daddy punya telinga kan, kita diculu Mommy tidul, ayo cepat," ucap Zean membuat Aila menatap mereka dengan tatapan menyeramkan.
"Daddy, nelaka cama Mommy, celaman yang mana,?" tanya Dean dengan polosnya membuat Ayyan melepas tawanya lagi.
"wahahahahaha, Daddy juga tidak tau," ucap Ayyan di sela tawanya.
"Udah becal tapi tidak tau," saut Zean.
"Mana sapu," ucap Aila mencari-cari sapu yang semakin membuat mereka berdua mengeratkan pelukannya ke Ayyan.
"Mommy celam Daddy," ucap Dean.
Aila menatap Ayyan meminta untuk pulang karena anak-anak nya pasti tidak akan mau jika tidak tidur bersama Ayyan.
"Humm..," ucap Ayyan mengerti dan berdiri dari duduknya tapi kedua bocah tersebut masih menempel seperti cicak.
"Daddy, mau kemana,?" tanya Dean.
"Daddy harus kerja biar bisa belikan kalian mainan, biar Daddy bisa masuk surga," ucap Ayyan.
"Tidak ucah Daddy, bacok caja, kata Mommy nelaka itu jauh kok," ucap Zean.
"Kamu salah besar nak, neraka pertama ada di depan kita," gumam Ayyan.
""Bawa mereka tidur, aku akan menunggu disini," ucap Aila dan hanya di angguki oleh Ayyan.
"Ayo tidur," ucap Ayyan dan di angguki oleh kedua bocah yang sudah takut melihat Mommy nya.
30 menit berlalu begitu saja hingga Aila tanpa sadar menutup matanya, dalam artian sudah di alam mimpinya.
Ayyan berjongkok didepan Aila, menatap Aila yang sangat menggemaskan saat tidur.
"Dia sangat cantik dan lihatlah pantas saja pipi putraku gembung ternyata berasal dari kamu," gumam Ayyan mengelus rambut Aila.
Ayyan yang merasa kasihan melihat Aila yang tidur di sana segera mengangkat Aila dan membawanya ke kamar.
Ayyan menurunkan Aila dengan sangat hati-hati, Ayyan kembali berjongkok didepan wajah Aila, tangannya tanpa sadar mengelus rambut perempuan tersebut.
Saat terus melihat wajah yang sangat manis dan cantik dimatanya tanpa ada kesengajaan sama sekali, tubuhnya seketika keringat dingin dan dengan tanpa adanya angin apapun Ayyan tiba tiba mencium bibir Aila sekilas lalu menjauhkan wajahnya, wajahnya seketika merah menyadari apa yang diperbuat nya.
"Ahg, hampir saja dia Bangun, bagaimana jika lihat aku seperti itu,. mungkin wajahnya sudah merah karena malu "Gumam Ayyan dan kembali menatap wajah Aila.
"Aku akan memiliki mu, aku tidak akan membiarkan mu menjadi milik orang lain, hanya aku yang akan memilikimu," ucap Ayyan pelan memperbaiki anak rambut Aila yang melindungi jidatnya.
Ayyan kemudian berdiri dan melangkah pergi keluar dari kamar, Aila yang tadi merasa tubuhnya melayang sebenarnya terbangun tapi dia memilih untuk pura-pura tidur saja.
Aila memegang bibirnya dengan wajah yang memerah, dia sedari tadi menahan semuanya, dia sedikit tersenyum mendengar ucapan Ayyan barusan.
"Jika memang kamu serius padaku, aku akan lebih serius padamu, entah mengapa aku tidak lagi membencimu, aku terkadang teringat oleh sikapmu yang membuat ku sedikit rindu denganmu, apa kamu tau jika anak anak bersikap seperti mu, aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku hanya teringat olehmu, kalian sangat mirip," gumam Aila.
cerita Aina - Ayyan sudah d ujung bahagia.
kukirim vote nya kak bt menemani karya mu.
sehat² selalu.
jangan kecapean ,biar mudah dlm menghasilkan karya
trus buat tulisan beasiswa kyk gini k
bukan biaya siswa