NovelToon NovelToon
Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: ainuncepenis

Sebelum membaca novel ini dipersilahkan dulu membaca novel yang berjudul sahabatku menghancurkan hidupku dalam 1malam.

Kalian akan mengetahui kisahnya dari sana terlebih dahulu.

Raihan merupakan anak dari CEO Perusahaan Adbver E-Group. Raihan akan memimpin Perusahaan itu setelah lama tinggal di Luar Negri.

Karena paksaan dari mamanya. Raihan akan kembali ke Indonesia dan memimpin Perusahaan dengan peraturan yang baru. Dengan keangkuhannya dan sifatnya yang Arogant.

Lalu bagaimana menjalani hidupnya di perusahaan dan akan sering bertemu dengan Nayra masa lalunya. Wanita yang selalu di hindarinya.

Kita akan melihat perjalanan cinta Raihan dan Nayra yang sangat rumit dan banyak cobaan.

Terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 33.

Karena kondisi Raihan yang tidak enak badan. Nayrapun memapah Raihan kekamarnya. Nayra sangat kesulitan memapah tubuh kekar Raihan.

Raihan sekarang sudah terbaring di ranjang Nayra. Nayra duduk di sampingnya di bagian dekat kepalanya. Nayra memegang kening Raihan yang dengan punggung tangannya.

Suhu tubuh Raihan masih sangat panas. Wajah cantik Nayra sangat terlihat cemas. Sementara wajah Raihan sudah bercucuran keringat dingin.

Nayra pun bangkit dari tempat duduknya dan buru-buru keluar dari kamar. Nayra menuju dapur mengambil baskom kecil yang di isi dengan air dingin dan handuk kecil putih. Nayra kembali kekamar dan duduk di kembali di samping Raihan berhadapan dengannya.

Nayra meletakkan baskom tersebut di atas nakas. Terlebih dahulu Nayra, membuka sepatu Raihan dan juga jasnya walau sangat kesulitan baginya.

Setelah melakukan pekerjaannya, Nayra pun membilas handuk tersebut dan mengompresnyannya pada dahi Raihan yang sudah tidak sadarkan diri.

Dengan lembut tangan itu merawat Raihan. Nayra juga meminumkan Raihan. Air hangat yang di campur lemon. Untuk mengurangi rasa mabok pada Raihan.

" Panasnya belum turun juga," ujar Nayra kembali memegang kening Raihan.

trettttttretttttttttttttt trettttttretttttttttttttt.

tiba-tiba ponsel Raihan di letakkan di sampingnya berdering. Nayra pun meraih ponsel itu dan melihat panggilan masuk dari Raina.

" Bu Raina," gumamnya ingin mengangkatnya.

" Jangan di angkat," sahut Raihan dengan suara seraknya. Nayra sempat kaget dan melihat ke arah Raihan yang sudah bangun.

" Bukannya aku harus memberi tau Bu Raina jika kau sedang sakit?" tanya Nayra.

" Tidak perlu, aku akan mengirimnya pesan nanti," jawab Raihan dengan lemas.

" Lalu bagaimana dengan dirimu. Panasmu semakin tinggi," ujar Nayra cemas.

" Kau mencemaskanku," goda Raihan. Nayra langsung menggeleng cepat.

" Tidak," sahutnya dengan cepat.

" Aku hanya ingin tidur," ujar Raihan.

" Oh ya sudah," sahut Nayra gugup. Nayra masih tetap duduk di tempatnya.

" Kenapa kau masih di sini?" tanya Raihan melihat kearah Nayra.

" Lalu aku harus dimana?" tanya kembali Nayra bingung.

" Kau ingin tidur bersamaku, kalau begitu tidurlah di sampingku!" ujar Raihan. Nayra mengkerutkan dahinya mendengar tawaran Raihan.

" He, jangan sembarang aku tidak sudi tidur di sampingmu," sahut Nayra dengan tegas.

" Lalu untuk apa kau tetap di situ, sok jual mahal," ujar Raihan.

" Ini kamarku, ya terserahku ingin di mana, seharunya yang pergi itu kau, bukan aku," sahut Nayra kesal.

" Ini kamarmu atau tidak. Tidak ada hubungannya denganku, aku sudah berada di sini. Jika kau ingin di sini maka kau bisa tidur di sampingku, jika tidak kau bisa keluar. Lagi pula jangan berpikir yang macam-macam, aku tidak memiliki tenaga untuk bermain denganmu, jadi kau pasti aman," ujar Raihan dengan sinis.

" Sudah tau sakit masih berpikir mesum," oceh Nayra kesal langsung berdiri dan melempar handuk kecil itu ke wajah Raihan.

Wajah tampan Raihan jadi tertutupi handuk, Raihan langsung menepis handuk itu dari wajahnya. Dan tersenyum puas melihat Nayra yang sekarang sangat kesal. Dan bahkan wajah itu memerah.

" Dasar merepotkan," ujar Nayra kesal dan melangkahkan kakinya.

" Hey tunggu!" panggil Raihan menghentikan langkah Nayra. Dengan wajah cemberutnya Nayra kembali menoleh kebelakang.

" Ada apa lagi?" tanya Nayra ketus.

" Ambilkan aku air putih! perintah Raihan.

" Kau tidak melihat di sampingmu ada air minum!" ujar Nayra dengan ketus.

" Aku minta air putih, bukan air yang sudah kau campur-campur," jawab Raihan.

Nayra merapatkan giginya, mengepal ke-2 tangannya. Dia harus menahan dirinya untuk Raihan yang sangat menyebalkan.

Nayra pun langsung keluar kamar dan mengambil air putih permintaan Raihan.

" Dasar, kamar, kamar siapa, Apartemen siapa, tetapi kenapa dia yang mengatur, sudah tau sakit bukannya berbuat baik, malah mulutnya semakin mengatur," Nayra terus bergerutu saat di dapur menuang air dari despenser untuk Raihan.

Nayra pun kembali kekamar dengan membawa air putih permintaan Raihan. Nayra duduk di samping Raihan dan membantu Raihan duduk dan langsung memberikan Raihan minum.

Tangan Raihan dan Nayra saling bersentuhan di gelas tersebut. Saat meneguk air putih Raihan terus melihat Nayra. Nayra sadar akan tatapan dingin Raihan, dan membuatnya menjadi salah tingkah.

" Ada lagi yang kau inginkan?" tanya Nayra setelah Raihan meminum habis 1 gelas air putih itu. Raihan berpikir sejenak apa lagi yang harus di butuhkan ya mumpung Nayra ada bersamanya.

" Apa kau ingin makan?" tanya Nayra.

" Makanmu saja tidak pernah beres, mau mengurus makan orang lain," sahut Raihan dengan sinis.

Nayra merapatkan giginya. Dia sudah berusaha untuk baik. Tetapi Raihan terus berbicara pedas kepadanya.

" Kenapa apa yang aku katakan salah?" tanya Raihan yang melihat kekesalan di wajah Nayra.

" Terserahmu, seharusnya tadi aku memasukkan racun kedalam minuman itu, agar mulutmu yang pedas itu bisa diam," sahut Nayra dengan sinis.

" Makanya kalau bekerja itu di pikir dulu, jangan terbawa dengan hati," sahut Raihan menyindir Nayra.

" Siapa yang terbawa hati, jangan ke Gr an aku melakukan semua itu. Karena aku tidak ingin ada mayat di rumahku," ujar Nayra dengan ketus.

" Ok bagus, kalau begitu ngapain masih di sini, sana keluar!" usir Raihan. Tidak menjawab apa yang di katakan Raihan. Nayra pun langsung berdiri dan pergi dengan kekesalannya.

Bagaimana tidak kesal, bisa-bisanya Raihan menjadi penguasa di rumahnya sendiri. Raihan hanya tersenyum miring melihat bantingan pintu kamar yang di lakukan Nayra.

Nayra pun dengan lemas menuju dapur, Nayra melihat sudah jam 2 pagi. Nayra menghela napasnya. Dia memijat belakang lehernya yang terasa sangat pegal.

Dia sama sekali belum pernah istirahat. Seharian bekerja di kantor, pulang bekerja langsung pergi menemui ibunya, dan juga harus menjemput Raihan.

Nayra sama sekali tidak ada istirahatnya. Nayra memegang perutnya yang sudah mulai keroncongan. Dia memang selalu menunda makan. Karena pekerjaan dan urusannya yang banyak.

Nayra membuka lemari penyimpan makanan dan mengambil mie instan. Dengan tidak bersemangat Nayra menghidupkan kompor untuk membuat mie instan agar perutnya terisi.

Dengan wajah senduh dan lelahnya. Nayra menyandarkan tubuhnya di depan kulkas. Dan meratapi nasibnya yang memiliki keluarga utuh. Tetapi seperti sebatang kara.

Tidak berapa lama. Nayra sudah selesai mandi dan menggunakan piyama mandi yang ada di kamar mandi tamu. Jika Nayra kekamarnya dan mengganti pakaiannya. Sama saja mencari gara-gara dengan Raihan.

Nayra duduk di meja makan, dengan mangkok berisi mie instan di depannya. Dengan sangat tidak bersemangat Nayra mulai menikmati makanannya yang sudah membengkak karena kelamaan di tinggal.

" Kenapa sih, aku harus seperti ini terus," keluhnya dengan ke adannya.

" Mama sibuk dengan urusannya, papa juga seperti itu. Aku sendiri tidak memiliki siapa-siapa. Raihan benar tidak ada satupun yang menginginkanku. Apa aku seburuk itu. Kenapa aku harus di lahir, ke dunia ini. Jika tidak ada yang menginginkanku," Nayra terus mengeluh sambil makan. Tidak sadar air matanya tumpah.

Kehidupan pahit yang di hadapinya sejak dulu. Menjadi anak broken home. Kehidupan yang hancur. Dulu hidupnya bahagia saat bertemu Raihan.

Tetapi kebahagiannya hilang kembali saat dia menyakiti hati Raihan dan Raihan kembali dan justru semua itu kembali menyakitkan untuknya.

Falss back

" Kamu jangan menangis lagi, percayalah aku akan selalu bersamamu," ucap Raihan menghapus air mata kekasihnya dengan ke-2 tangannya.

" Tapi kak. Aku tidak tahan, jika teman-teman ku terus mengejekku, dan mengataiku anak broken home," ujar Nara menangis tersedu-sedu.

" Nara, kamu jangan pedulikan apa kata mereka. Lagi pula itu tidak ada pengaruhnya untukmu. Meski kamu tidak memiliki siapa-siapa, ingatlah aku akan selalu ada di sampingmu, aku pernah meninggalkanmu, sampai kapanpun," ujar Raihan dengan tulus berjanji pada Nara kekasihnya.

" Bagaimana jika aku membuat kakak marah, apa kakak juga akan tetap bersamaku?" tanya Nara.

" Pasti. Karena kamu tidak akan membuatku marah," ujar Raihan lagi, dan meraih Nara kedalam pelukannya.

" Jangan menangis lagi, jika kamu menangis maka itu yang akan membuatku marah," ujar Raihan. Nara mengangguk dan mempererat pelukannya.

...Bersambung...........

1
Dyah Oktina
hah...tegang.. hampir dara ada yg nemukan.. eh.. ngak jadi.. kasihan dara.. 😢
Dyah Oktina
emang perutnya ngak sakit ...kan baru brp hari oprasi pasca d tusuk bertubi sama c keran.. 🤭
Dyah Oktina
ada yg ketembak kah???itu bunyi nya doooorrrrrr... kla meledak duaaaarrrrrrrrr 🤭
Dyah Oktina
iya lah..udah pasti..kamu menyakiti hati anakmu della....dah tahu angga punya pacar..apa pun kelakuan pacarnya angga.. juga status rahasianya
Dyah Oktina
kesintingan...maksutnya...????🤔
Dyah Oktina
vira...kamu ya...bener2 orang ngak tahu diri.. dah banyak d bantu sm dara d tampung d apartemen nya..masih aja jahat ke dara..hanya krn dara sm sony masih saling cinta.. walau kamu emang jd korban sony juga mama angkatmu.. ikhlas aja ..kenapa sih...dasar ..emang didikan mamah mu yg jahat jd jahat terus..
Dyah Oktina
pakai bingung kan dah tahu mamamu ngak suka sama karen..kamu juga lagi pdkt lagi sm della..ngapain mau ngajak karen.. dasar plinplan....aneh
Dyah Oktina
mendorong atau menjalankan kursi rodanya nih thor...kla mendorong berarti della sdh bisa jalan
Dyah Oktina
hah...diki...anaknya dion?????
Dyah Oktina
nah kan ketempuhan.. kla nnt dah nikah ngak bahagia kamu juga yg d salahkan loh dara..
Dyah Oktina
wah....kamu jahat ternyata ya...karen!!!
Dyah Oktina
iya ...emang kamu bodoh sony.. makanya ngak berjodoh dgn dara ..yg cinta nya tulus padamu...emang jodohmu cocoknya dgn vira sama2 kacau ...😁
Dyah Oktina
akhir nya. ... adem bacanya.. mudah2an bahagia terus ya carey..
Dyah Oktina
ngigau sampe carey panas... apa vira yg d igau dion...wah emang parah ya ..dion cinta sm vira...sampe sigitunya kalian ber2
Dyah Oktina
blm boleh berhubungan intim ya.. harus tunggu 40hr
Dyah Oktina
icu apa igd nih...atau juga ruang operasi?
Dyah Oktina
kok ponakan sih thor... kan amira cucunya zira... 😁😁😁
Dyah Oktina
kla d bilang sakit... kok jauh banget ya typo mu.. jd kasir thor.. 🤭😁😁
Dyah Oktina
iya dara sibuk ngurusin orang.. kapan ngurus dirimu sendiri.. lagian apa kamu ngak kerja.. ngak ada d singgung kegiatan dara thor
Dyah Oktina
iya ...istri mana yg ngak cemburu kla suaminya terus memikirkan wanita lain.. kenapa ngak nikah aja sama wanita itu.. jd ikut kesel sama dion ..ngak punya rasa empati bener sama istrinya...kasihan carey
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!