Mengkisahkan seorang wanita miskin yang sangat beruntung,di cintai oleh banyak orang - orang di sekeliling nya,meski pun semua tidak selalu berjalan dengan mulus.
Begitu banyak cobaan dari ketidak sukaan orang pada nya dan pada akhirnya membuat Hidup Kinanti tidak tenang,akan kah ada hari bahagia untuk diri nya?
Yuk di baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33 - Bertanya
Kinanti mencari sahabat nya dan tampak Sofi sudah berganti pakaian.
"Sofi."Kinanti lekas memeluk sahabat nya itu dengan kesenangan.
"Senang banget Kin, apa kata Bu Seno?." tanya Sofi sembari tersenyum ia melihat sahabat nya yang begitu senang.
"Kata Bu Seno aku boleh ambil shif malam."Balas Kinanti.
"Wah selamat ya Kin, aku ikut senang."Balas Sofi.
Tiba- tiba wajah Sofi menjadi murung saat sudah memberi selamat pada Sahabat nya itu. "Kenapa, kok sedih?." Tanya Kinanti.
"Iya lah, nanti kita ketemu nya hanya saat pergantian Shif aja, padahal biasa nya kita tiap hari sama - sama."Ujar Sofi.
"Ku doain nanti kamu lembur, jadi kita bisa ketemu."ucap Kinanti sembari tertawa kecil.
"Ih jahat banget sih." Sofi mencubit Perut sahabat nya dan tertawa bersama.
Dari Sisi lain, Vano memperhatikan Kinanti saat Kinanti keluar dari ruangan Bu Seno, ia ikut tersenyum tipis melihat Kinanti yang begitu senang.
Tanpa Vano sadari, di belakang nya juga ada Livi yang melihat Vano tampak memperhatikan Kinanti dan Sofi.
"Jadi vano beneran suka sama salah satu dari mereka, tapi siapa?." Gumam Livi.
Saat Vano akan berbalik dan kembali ke ruangan nya, Livi dengan cepat bersembunyi agar Vano tak tahu kalau ia sedang memperhatikan nya.
•••
Saat Kinanti sedang lewat ruangan Vano, Andre yang melihat lekas memanggil Kinanti dan menghentikan langkah nya.
"Kinanti."Panggil Andre. Kinanti menoleh dan lekas menghampiri Andre.
"Iya Pak." Saut Kinanti.
"Kinanti buatkan kopi 2 gelas antar ke meja saya 1 dan meja pak Vano satu."Ucap Andre.
"Pak susu gak pak?." Tanya Kinanti saat mengingat biasa nya Pesanan Vano itu kopi susu.
"Iya Pakai."Balas Andre tersenyum.
"Baik pak, saya permisi dulu."Balas Kinanti dan lekas berlalu.
Tidak berapa lama, Kinanti masuk ke ruangan Vano untuk mengantarkan Minuman.
Tok
Tok
Tok
Kinanti mengetuk pintu dan melihat Vano tampak sedang memegang dahi nya karena pusing dengan lembaran kertas yang ada di tangan nya.
"Masuk." Balas Vano tanpa mengalihkan pandangan nya.
"Pak Ini kopi susu nya."Suara Kinanti lekas mengalihkan pandangan Vano dan melihat ke depan nya.
"Kamu."
"Saya taruh sini ya pak."Ucap Kinanti dan Vano mengangguk.
"Saya permisi dulu ya pak."Ucap Kinanti.
"Tunggu Kinanti."
"Iya pak."
"Saya dengar kalau kamu akan ambil shif malam ya?."Tanya Vano pura-pura tidak tahu.
"Waduh, apa Bu Seno laporan ke Pak Vano."Batin Kinanti gelisah.
"Tapi saya janji kok pak, saya akan bekerja dengan giat seperti shif pagi saya."Ucap Kinanti,membuat Vano mengerutkan dahi nya.
"Tolong ya pak jangan pecat saya, saya sangat butuh kerjaan ini, untuk biaya hidup saya."Ucap Kinanti lagi.
"Dan Saya..."
"Stop Kinanti!." Pinta Vano karena merasa pusing mendengar jawaban Kinanti yang tidak sesuai dengan pertanyaan nya.
Seketika Kinanti pun berhenti mengoceh dan menyadari kegaduhan mulut nya itu.
"Maaf Pak."
"Saya itu tanya apa kamu ambil shif malam benar atau tidak, kenapa kamu malah menjawab yang lain, memang nya saya ada bilang mau pecat kamu?." Ucap Vano dengan tegas nya.
"Iya pak, saya ambil Shif malam, karena saya mau kuliah pagi."Balas Kinanti.
"Ya sudah, kamu boleh pergi."Ucap.Vano dan Kinanti mengangguk sembari membalikkan tubuh nya.
Ia menepuk jidat nya karena terlalu khawatir, padahal pak Vano hanya bertanya pertanyaan yang simpel. sementara Andre yang melihat hanya tersenyum tipis karena Kinanti begitu salah tingkah karena takut di marah Atasan mereka itu.
kasihan Sham berharap SM Kinanti tp Kinanti nya sok cuek